Mengejar Matahari

Cerita tentang anak manusia
Menantang hidup bersama
Mencoba menggali makna cinta
Tak akan berhenti … mengejar Matahari

Matahari selalu saja menarik. Di lihat dari sudut manapun selalu saja menjadi buruan. Selalu menjadi karya seni bernama fotografi. Diburu hingga ke pelosok. Mencapai ujung dunia … di tepi pantai atau bahkan di atas gunung nan tinggi. Keindahannya begitu memesona. Tak jarang manusia rela menunggu saat sunset. Atau bahkan berani berkorban menembus dinginnya udara subuh untuk menunggu sunrise. Yup, inilah objek raksasa yang bisa dilihat oleh mata manusia di muka Bumi. Manusia memang bergantung pada salah satu bintang di Galaksi Bima Sakti itu.

Blogger-09

Fenomena Matahari nyatanya tidak hanya sebatas terbit dan terbenam saja. Masih ada fenomena lainnya yang begitu ditunggu. Siklus ratusan tahun yang belum tentu bisa disaksikan kembali sepanjang hidup seorang manusia. Itulah fenomena Gerhana Matahari. Siklus alam yang terjadi hanya karena ada bulan yang menutupi sebagian atau seluruh cahaya matahari sehingga terjadi kegelapan sesaat di permukaan Bumi tertentu. Gelap yang disebabkan oleh bayangan bulan. Peristiwa ini jelas begitu menarik, termasuk bagi sosok itu saat masih berseragam putih merah. Kejadian yang sudah lama sekali, tetapi masih teringat di kepala. Dengan mata kepala sendiri, dia menyaksikan gerhana matahari melalui pantulan di dalam sebaskom air.

GERHANA MATAHARI TOTAL

Jika dirunut ke belakang, peristiwa masa SD tersebut terjadi pada 18 Maret 1988. Sosok itu tinggal di Jakarta dan apa yang dilihatnya bukanlah kesempurnaan gerhana matahari. Berdasarkan berita yang dilansir DetikCom, gerhana matahari total saat itu melintas tepat di atas Bangka. Meriah pastinya. Tapi sosok itu masih kecil. Tidak banyak yang diketahuinya kecuali pelajaran teori yang diterimanya mentah-mentah. Kini, 28 tahun telah lewat. Alhamdulillah akan ada lagi gerhana matahari total di Indonesia, tepatnya pada 9 Maret nanti. Jalurnya akan melintas dari Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah dan berakhir di Maluku Utara. Dan menariknya … Blog Detik sedang mencari 20 blogger sebagai Laskar Gerhana DetikCom.

Blogger-07.jpg

Jelas penawaran yang tidak boleh disiakan. Apalagi dengan segala pengetahuannya yang telah dia miliki, mengejar matahari jelas akan menjadi senjata pamungkas bagi dirinya sebagai salah satu blogger yang hobi jalan-jalan. Amat disayangkan jika dirinya (yang notabene sebagai Warga Negara Indonesia) tidak bisa menyaksikan peristiwa gerhana matahari total itu dari kota yang benar-benar akan dilewati, sedangkan puluhan atau bahkan ratusan turis dari mancanegara akan segera berdatangan. Peralatan untuk merekam yang begitu canggih sudah tersebar. Alat untuk promosi alias narsis juga telah tersedia. Sudah saatnya beberapa mata followernya dibuat iri dengan gambar eksklusif gerhana matahari total miliknya.

Ada beberapa alasan mengapa momen ini tidak boleh dilewatkan. Empat diantaranya telah disusun oleh Tim DetikCom, yaitu 1). Ini adalah peristiwa langka dan hanya terjadi di Indonesia; 2). Ini adalah salah satu cara melihat sisi lain akan keindahan Sang Surya; 3). Siapa tahu kalau memang beruntung dan berjodoh bisa bertemu ilmuwan dari berbagai negara; dan 4). Dapat menikmati jelajah destinasi antimainstream di Tanah Air. Sosok itu sendiri jelas akan menambahkan beberapa alasan yang dijamin bakal membuat banyak blogger menganga. Satu alasan utama adalah bahwa dia belum pernah ke Belitung. Ini adalah destinasi mimpinya setelah novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata meledak. Alasan kedua yang tidak boleh dilupakan adalah perjalanan sorak-sorai bergembira bersama kawan-kawan Blogger Detik yang sudah lama tidak bertemu. Perjalanan bersama kawan tentu akan lebih nikmat dan mengasyikkan, toh!

Blogger-06
Sumber Foto : Fotografindo.com

PERCAYA MITOS ATAU MENDINGAN LARI?

Sosok itu jadi teringat dengan salah satu adegan film kolosan besutan Mel Gibson yang berjudul ‘Apocalypto’. Pada akhir peradaban Suku Maya di Mexico itu, terjadi peristiwa pembantaian besar-besaran di atas kuil. Satu persatu anggota dari suku yang dianggap kecil diarak dan dicat merah, lalu dipenggal agar darahnya mengalir sebagai persembahan terhadap dewa mereka. Nah, saat Jaguar Paw (tokoh utama) hendak dipenggal, terjadi kegelapan mendadak di sekitar kuil. Mereka tidak tahu apa yang terjadi. Mereka hanya tahu bahwa dewa sedang marah. Dukun pun dipanggil untuk diminta keterangan. Hasilnya, Jaguar Paw dibebaskan dari hukuman penggal. Sebagai ganti, dia dihukum lari sambil dilempari batu dan tombak. Gerhana matahari pada zaman tersebut memang selalu dikaitkan dengan mistis atau kerohanian. Dan hal tersebut juga terjadi pada zaman sekarang.

Orang Cina selalu membakar petasan saat terjadi gerhana matahari. Alasannya adalah untuk mengusir naga yang konon katanya akan memakan matahari. Meski sebagian besar sudah tidak percaya dengan mitos tersebut, tradisi membakar petasan masih dijalankan. Sebagian orang Jepang saat terjadi gerhana matahari berusaha menutup sumur-sumur mereka. Hal ini dikarenakan adanya kepercayaan bahwa racun sedang ditebarkan. Di India dan Indonesia (khususnya Jawa) terdapat kepercayaan bahwa matahari sedang dimakan oleh Batara Kala/Rahu. Masyarakatnya pun kemudian melarang para wanita hamil dan anak-anak untuk keluar rumah. Alasannya agar anak yang dikandungnya tidak lahir cacat. Ekstremnya bahkan meminta mereka untuk bersembunyi di kolong tempat tidur. Aih-aihhh….

Blogger-08

Ada banyak agenda yang siap digelar menjelang gerhana matahari total di Indonesia. DetikCom mencatat beberapa agenda tersebut. Salah satunya adalah apa yang sudah dicatat oleh Kementerian Pariwisata, bahwa sudah ada 100 acara guna menyambut gerhana matahari di wilayah yang akan dilintasi. Wow! Namun dari semua agenda tersebut, sosok itu jelas lebih memilih untuk lari. Lari? Ya, beberapa daerah yang dilintasi gerhana akan mengadakan lomba lari untuk menyambut fenomena alam langka tersebut. Catat saja, ada Glowing Night Run di Palembang. Rutenya, Bukit Siguntang menuju ke Benteng Kuto Besak. Lalu ada Belitung Ultra Beach Run dan Belitung Lantern Run. Sementara di tempat lain, ada Run Eclipse Run di Maluku. Jujur, sosok itu ingin sekali bisa mengikuti salah satunya. Paling aman ya di Belitung, itu pun kalau dia terpilih. Hanya saja, apakah jadwalnya sudah sama? Hehehe … ini mah dilema yang belum pasti. Yang pastinya, manusia akan terus mengejar matahari.[]

Advertisements

One thought on “Mengejar Matahari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s