Menjadi Tim Nusantara Sehat

Blogger-23Pagi itu cerah. Matahari sudah tidak sungkan lagi menampakkan diri dengan gagahnya di sebelah timur. Burung-burung pun dengan sombong memamerkan suara indahnya, bersahut-sahutan. Sosok itu baru selesai sarapan nasi goreng yang telah disiapkan sang tuan rumah. Kawan-kawan yang tinggal seatap sudah asyik kongkow-kongkow di teras rumah. Sebuah rumah panggung kayu khas pedesaan. Sudah tiga hari dia di Desa Palilinggihan, Jatiluhur, dalam rangka Farmasi Pedesaan (FarDes). Dia sendiri asyik menulis catatan harian tentang pengalamannya selama dua hari kemarin. Suara gemerisik daun kelapa terdengar jelas. Ada banyak pohon kelapa yang tumbuh mengelilingi rumah panggung tersebut.

Ada sekira 7 (tujuh) mahasiswa farmasi yang ditempatkan di Desa Palilinggihan, empat perempuan dan tiga laki-laki. Mereka sedang menunggu 14 (empat belas) mahasiswa lainnya yang ditempatkan di Desa Curug Apu dan Juntikerak. Hari itu bertepatan dengan hari kemerdekaan, 17 Agustus 1998. Mereka semua akan menuju ke sebuah lapangan luas guna melaksanakan upacara sekaligus menjadi panitia akan kegiatan cerdas cermat dengan peserta anak-anak SD. Kebetulan letak lapangan tersebut memang dekat dengan Desa Palilinggihan. Hingga … suara keriuhan terdengar di kejauhan. Rombongan mahasiswa dari desa tetangga sudah terlihat. Namun ada yang aneh.

Beberapa orang tampak berjalan dengan cara dipapah. Mereka tampak kepayahan. Ada apakah? Tidak mungkin kalau hanya karena alasan jauh meski memang jarak antardesa bisa sampai belasan kilometer dan harus berjalan kaki. Tanpa perlu waktu lama akhirnya mereka bisa beristirahat dan menceritakan apa yang terjadi. Dan … ternyata mereka keracunan! Sumbernya diduga dari nasi goreng yang disantap saat sarapan. Nasinya kemungkinan sudah basi. Tanpa berpikir panjang, sosok itu langsung berlari ke salah satu pohon kelapa dan memanjatnya dengan cepat. Beberapa buah kelapa yang masih muda dijatuhkan. Mudah naik, ternyata agak sulit juga saat mau turun. Tapi tidak apa, yang penting pertolongan pertama harus disegerakan. Air kelapa muda memang dipercaya mampu menetralkan racun di dalam tubuh.

Alhamdulillah … setelah satu jam beristirahat, beberapa orang yang keracunan sudah mulai pulih dan tampak segar. Mereka kemudian mulai melanjutkan perjalanan menuju lapangan untuk menyusul kawan-kawannya yang sudah lebih dahulu ke sana. Selama di perjalanan, sosok itu juga teringat dengan kejadian semalam. Kejadian yang menegangkan karena melibatkan seorang bayi yang mengalami panas tinggi (step). Persediaan obat yang dibawa tidak ada yang dikhususkan untuk mereka yang baru berusia beberapa bulan. Fiuh! Semua mahasiswa Farmasi yang ada berembug, bagaimana baiknya. Sosok itu melihat di sana ada tablet parasetamol untuk dewasa. Dia pun teringat cara menghitung dosis obat berdasarkan Rumus Fried dan Rumus Clark, lalu meminta persetujuan semua kawan-kawannya.

Blogger-24

Sosok itu saat memantau kawasan banjir di Cieunteung, Bandung

RUMUS DOSIS OBAT DAN FARDES

Rumus Fried adalah perhitungan dosis obat berdasarkan usia, dan memang dikhususkan untuk bayi di bawah 1 (satu) tahun. Caranya dengan rumus usia (bulan)/150 x dosis dewasa. Sedangkan Rumus Clark adalah perhitungan dosis berdasarkan berat badan, meski untuk cara ini juga ada metode Rumus Thermich dan Rumus Black. Rumus Clark adalah berat badan (kg)/68 x dosis dewasa. Setelah disepakati, tablet parasetamol itu digerus dengan menggunakan dua sendok karena tidak ada mortar. Lalu dosis yang sudah sesuai langsung diberikan pada sang bayi. Harap-harap cemas pada proses menunggu menjalari semua mahasiswa, termasuk sosok itu. Hingga akhirnya tidak sampai satu jam, demam pada bayi tersebut berangsur-angsur berkurang. Alhamdulillah. Semua akhirnya bisa pulang dengan tenang. Sosok itu mendapatkan pengalaman berharga yang tidak pernah bisa dilupakan.

Oya hampir lupa dijelaskan, FarDes atau Farmasi Pedesaan adalah kegiatan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF) “Ars Praeparandi” ITB secara rutin dan kontinyu setiap dua tahun sekali sejak 1984. FarDes di Jatiluhur tersebut adalah kegiatan yang sudah ke-8 kalinya. Ada beberapa program yang biasa mereka lakukan di tempat tujuan, yaitu pengenalan tanaman obat keluarga (TOGA), kesehatan lingkungan (sanitasi), dan pengobatan gratis. Sosok itu bersyukur pernah menjadi bagian dari program itu. Dia juga berpengalaman pernah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 1 (satu) bulan di Desa Wonoharjo, Pangandaran, yang kegiatannya tidak jauh berbeda hanya saja melibatkan mahasiswa ITB dari berbagai jurusan. Di sana, dia melakukan penyuluhan kesehatan bersama bidan desa #ehm.

Dan sekarang sudah ada program ‘Nusantara Sehat’. Jujur, dia ingin sekali bisa terlibat di sana meski kali ini adalah sebagai blogger. Nah, sebagai seorang Blogger Bandung, tentu dia bisa membantu pemerintah dengan memberikan kabar bagaimana realitas yang sebenarnya terjadi, khususnya di Pulau Belakangpadang, Batam.

APA ITU NUSANTARA SEHAT?

Blogger-25Sehat itu penting. Mayoritas masyarakat juga tahu betapa pentingnya sehat. Hanya saja … masih banyak yang tidak mengetahui bagaimana cara agar mereka tetap sehat. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan juga bisa jadi karena faktor ekonomi. Ada banyak faktor di sana. Permasalahan kesehatan pun muncul, seperti angka kematian ibu dan bayi yang tinggi, angka gizi buruk, serta angka harapan hidup yang rendah. Inilah yang kemudian menjadi perhatian pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes). Tak heran jika untuk periode 2015–2019 ini, mereka mengeluarkan kebijakan berupa penguatan Pelayanan Kesehatan (Yankes) Primer. Cakupannya adalah berupa pembenahan infrastruktur (fisik), pembenahan fasilitas (sarana), dan penguatan tenaga kesehatan (sumber daya manusia).

Nusantara Sehat merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dicanangkan oleh Kemenkes dalam upaya mewujudkan fokus kebijakan tersebut. Program ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tujuannya adalah menciptakan masyarakat yang sehat. Caranya bisa dengan menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, menggerakan pemberdayaan masyarakat, dan memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi. Perlu diingat bahwa Nusantara Sehat bukanlah melulu kegiatan kuratif tetapi juga promotif dan preventif untuk mengamankan kesehatan masyarakat (public health), khususnya di daerah terpencil.

Duh, semoga penjelasan dua paragraf di atas tidak membingungkan. Baiklah, sosok itu akan menjelaskan secara gamblang dan dengan bahasa sederhana ya. Dia tidak akan membahas soal pembenahan infrastruktur dan fasilitas, tetapi akan difokuskan pada sumber daya manusia. Pemerintah akan memilih beberapa tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan. Mereka terdiri atas dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian. Alhamdulillah, sosok itu juga termasuk meski umurnya sudah tidak masuk lagi hehehe. Mengapa tidak masuk? Karena usia maksimal sebagai persyaratan adalah 35 tahun untuk dokter umum/gigi dan 30 tahun untuk tenaga kesehatan lainnya.

Tenaga kesehatan itulah yang kemudian oleh pemerintah diterjunkan ke beberapa daerah yang ditunjuk dan siap mengabdikan dirinya untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di sana. Agar siap, mereka juga sudah dibekali berupa materi bela negara, keahlian medis/non-medis, dan pengetahuan tentang program-program kesehatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan. Hanya itu? Tidak. Mereka juga diberikan pemahaman terhadap budaya-budaya lokal agar nantinya dapat berinteraksi dengan petugas kesehatan setempat dan masyarakat sekitar di daerah penempatan. Untuk 2016 ini, Kemenkes sudah mempersiapkan dua periode pengiriman. Periode I (Mei 2016) akan diterjunkan sebanyak 630 tenaga kesehatan ke 70 Puskesmas. Sedangkan Periode II (Oktober 2016) akan diterjunkan sebanyak 540 tenaga kesehatan ke 60 Puskesmas.

Blogger-26

Sosok itu bersama anak-anak Kelas VI SD Miftahul Iman, Bandung

Kamu mau? Kalau sosok itu jelas mau banget. Asli! Apalagi dia memiliki pengalaman saat Fardes 1998. Insya Allah pengetahuannya soal obat-obatan masih tersimpan baik di dalam memorinya. Plus dengan keahliannya merekam momen demi momen dengan foto dan goresan penanya di blog. Bismillah.[]

Advertisements

One thought on “Menjadi Tim Nusantara Sehat

  1. wahhh, Bang Aswi keren banget nihh, kita butuh orang2 macam abang ini diperbanyak, biar masyarakat dapat menikmati akses kesehatan yang mudahh

    >> Amiiin … tinggal dukung semua program yang baik-baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s