Yuk, Babuko Basamo di Bandung

Ramadhan selalu mengundang kebahagiaan
Dan kami di sini pun larut dalam candaan
Makanan Minang pastinya menjadi kenangan
Hari ini: tandas sudah semua hidangan

Aaah … ngomongin soal makanan memang tidak pernah ada habisnya. Apalagi di Indonesia, seolah tidak pernah ada kata tamat membahas semua makanan yang berasal dari negeri katulistiwa ini. Rempah-rempahnya begitu kaya, hingga pernah diperebutkan oleh bangsa Eropa beberapa ratus tahun lalu. Bumbu inilah yang membuat hampir semua masakan Indonesia begitu kaya. Pulau Sumatera adalah gudangnya. Maksudnya, hampir semua masakan dari pulau tersebut sudah terkenal dengan rempah-rempahnya, dari ujung utara sampai ujung selatan. Salah satunya dan sudah mendunia adalah dari Sumatera Barat. Setuju kan?

Rendang adalah sajian yang pastinya bakal disebut. Takheran kalau berdasarkan CNN Internasional, rendang dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia. Uni Reno Andam Sari, seorang food consultant, mengatakan bahwa rendang bukanlah nama makanan. Ia adalah cara atau metode memasak yang memang menjadi ciri khas daerah tersebut. Bahan utamanya tidak melulu harus berupa daging sapi, tetapi bisa juga diganti dengan daging ayam, ikan, bahkan sayur-sayuran. Beruntung sekali sosok itu bisa bertemu dengan Uni Reno yang juga pernah bekerja sama di film ‘Tabula Rasa‘ sebagai penasihat kuliner. Ia begitu terbuka dan mau bercerita secara panjang lebar tentang sejarah kuliner khas Sumatera Barat. Suasana makan malam di The Restaurant.

Jalan-27

Suasana The Restaurant yang enak buat nongkrong kece

Suasana kekeluargaan begitu terasa di resto yang berada di lantai tiga The Trans Luxury Hotel Bandung itu. Sosok itu bisa berkenalan plus berdiskusi seru dengan kawan-kawan dari #BloggerBDG seperti Nchie dan Efi, selain dengan para food blogger dan para awak media massa. Di sana ia bisa bertemu dengan kawan lamanya seperti Kang Yurrie dari Bandung News Photo dan Kang Putra Agung dari The Food Xplorer. Adik Anin yang diajak serta juga tampaknya menikmati beragam permainan yang ada di Kids Room, takjauh dari kolam renang berpantai pasir putih. Malam menjadi hangat, sehangat kebahagiaan kaum Muslim yang sebentar lagi bakal merayakan ibadah puasa sebulan penuh dan siap menjemput malam seribu bulan.

Jalan-28

Uni Reno bersama Pak Bagus, siap-siap mencicipi

Nah, kalau sudah ngomongin bulan puasa, tentu akan semakin seru kalau sudah mengerucut pada soal makanan. Meski selama 11 jam lebih harus berpuasa setiap hari, kaum Muslimin di seluruh dunia akan berbahagia saat menghadapi detik-detik berbuka. Meski bukan untuk membalas dendam, waktu berbuka dengan menu yang menggiurkan jelas akan menyemarakkan bulan Ramadhan. Atas dasar itulah, pihak hotel tampaknya berusaha merangkul warga Bandung. Seperti diketahui bersama bahwa masyarakat Sumatera Barat tidak sedikit yang tinggal di Bandung, tentu mereka akan merasa kangen terhadap makanannya. Apa hanya mereka? Tentu saja masih banyak lagi warga Non-SumBar yang juga menggemari makanan khas Minang.

The Trans Luxury Hotel Bandung bakal menyediakan menu berbuka ala Sumatera Barat. Hidangan khas Minang ini memang sengaja disediakan oleh hotel berbintang enam itu selama bulan puasa. Dengan tema “Babuko Basamo: Jelajah Rasa Autentik dari Ranah Minang” akan tersedia beberapa hidangan seperti rendang, singgang ikan, itik lado mudo, dan gulai bagar. Hanya itu? Tentu saja tidak, para chef yang memiliki sertifikat internasional juga bakal menyediakan hidangan khas Ramadhan seperti bubur kampiun, gulai manih, dan lompong sagu. Mupeng, gak? Jelas. Apalagi ditambah dengan adanya Festival Makan Bajamba atau yang lebih dikenal dengan table manner-nya khas Minang. Makan Bajamba ini merupakan tradisi perjamuan makan masyarakat Minangkabau dengan cara duduk bersama-sama dan menikmati makanan-makanan tradisional yang jelas memiliki filosofi.

Jalan-29.jpg

Jadi … mau milih yang manaaa?

Uni Reno yang beberapa tahun lalu menulis buku “Rendang Traveler” menjelaskan bahwa tradisi makan bersama di atas akan semakin lengkap dengan adanya story telling sambil mengenakan Takulua. Ada yang tahu apa itu Takulua? Ya, inilah aksesoris kepala khas Minang. Namun tentu untuk festival tersebut tidak bisa disaksikan setiap hari. Untuk menu Babuko Basamo akan diselenggarakan setiap harinya mulai 10 Juni hingga 5 Juli 2016. Soal harga dipatok mulai Rp299.000 per pax. Sedangkan untuk Festival Makan Bajamba plus story telling-nya akan diselenggarakan pada hari Jumat, 24 Juni 2016, di Trans Grand Ballroom. Untuk lebih detailnya bisa ditanyakan pada bagian layanan reservasi dan informasi 24 jam di (022) 67348888 atau via email reservation@thetranshotel.com. Berminat? Der ah cus ke sana.[]

Advertisements

2 thoughts on “Yuk, Babuko Basamo di Bandung

  1. Untunglah baca postingan tentang makanan Minang yang spicyyy pisan itu pas bulan puasa jam segini, nggak ngefek apa-apa padaku 😀

    >> Hihihihi… maafkeun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s