Kisah Baju Batik Berwarna Cokelat

Lelaki tua itu menatap wajah istrinya dengan lembut. Menunggu.

“Maaf, mungkin pertanyaan ini terlalu telat. Tapi aku penasaran.”

“Soal apa, Bu?”

“Soal baju itu. Baju batik yang sering kaukenakan untuk mengisi ceramah di berbagai tempat itu. Kenapa baju itu yang sering kaukenakan. Bukankah masih banyak baju lain yang lebih bagus dan lebih layak?”

“Kau masih ingat dengan undangan sebuah masjid desa terpencil sepuluh tahun yang lalu.”

“Ya.”

“Setelah berceramah aku langsung dihampiri oleh panitia acara dan sebuah amplop diselipkan ke tanganku. Pada awalnya aku menolak karena ikhlas. Akan tetapi panitia itu berkata: Janganlah kautolak rezeki ini, nanti para jamaah akan tersinggung. Ini uang halal dari hasil mereka menyabit rumput, menyadap nira, memburuh, bertani, dan lain-lain. Tolong hargailah rezeki ini sebagai ikatan persaudaraan sesama Muslim.”

Perempuan tua itu menghentikan pijitannya.

“Aku tidak bisa berkata apa-apa saat itu. Ada sesuatu yang membuatku melihat keadaan desa itu dengan mata hati yang lain. Akhirnya, kau pun mungkin masih ingat, keesokan hari aku langsung pergi ke pasar dan membeli baju batik dari uang itu.”

Perempuan tua itu tak mampu membendung air matanya.

“Baju itu sangat istimewa. Bila aku memakainya, tubuhku bagai berselimutkan kasih sayang mereka. Aku ingin senyumku menjadi bagian dari senyum mereka. Aku ingin air mataku senapas dengan air mata mereka.”[]

lombamenulis

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis: 1001 Kisah Masjid
Word Count: 207 kata!

Advertisements

9 thoughts on “Kisah Baju Batik Berwarna Cokelat

  1. inspiring ceritanya, sederhana tapi mengena, siapapun pasti senang hasil pemberiannya diterima dgn senyuman atau selalu dipakainya, merasa dihargai ya..

    >> Yuk, saling menghargai….

  2. Saya sudah datang ke sini dan membaca tulisan ini
    Terima kasih telah berkenan untuk ikut meramaikan Lomba Menulis : 1001 Kisah Masjid di blog saya
    Semoga sukses.

    Salam saya

    >> Hatur nuhun sudah mampir, Om

  3. Sangat menyentuh. Terima kasih sudah membuatku meleleh. Selamat artikel ini terpilih jd pemenang 🙂

    >> Hatur nuhun….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s