Berbagi ala 80 Anthems dan Faber Castell

Ada yang mengetahui istilah ‘anthem‘? Bagi sosok itu yang memiliki darah Jawa, antem itu artinya memukul. Antem-anteman artinya saling memukul alias berkelahi. Akan tetapi yang akan dibahas di sini bukan istilah dari bahasa Jawa, melainkan dari istilah internasional. Gaya, kan? Sudah mulai ada titik terang? Yup, anthem adalah istilah lain dari lagu, lebih tepatnya lagu resmi. Bisa lagu gereja dan bisa juga lagu nasional. Yang paling populer adalah lagu kebangsaan sebuah negara. Dan kalau membahas istilah ‘80 Anthems‘ berarti akan berhubungan dengan 80 lagu kebangsaan. Bersiaplah dengan kata ‘WOW’ karena 80 lagu tersebut akan dinyanyikan oleh seorang gadis kecil di tiap-tiap negara bersangkutan. Oke, sampai di sini dicukupkan dulu pembahasannya.

Sekarang beralih ke Faber Castell. Siapa yang tidak kenal dengan dua kata ini? Di dunia pendidikan, pasti semua pelajar dari tingkat SD sudah sangat mengenalnya. Ya, itu adalah sebuah brand ternama dari sebuah pensil berkualitas internasional. Wajar kalau saat memakainya dijamin lebih percaya diri karena memang produknya terbilang eksklusif, kalau tidak mau dibilang mahal. Dan tahukah Anda kalau pada tanggal 30 Maret itu Faber Castell merayakannya sebagai Hari Pensil? Bahkan, pada tanggal yang sama seorang seniman dunia dengan nama Van Gogh juga merayakannya sebagai hari kelahirannya. Perlu diketahui bahwa salah satu produknya yang bernama Castell 9000, kini sudah berusia 111 tahun.

Nah, pertanyaannya adalah apa hubungan antara 80 Anthems dengan Faber Castell? Keduanya jelas berbeda. 80 Anthems adalah sebuah gerakan atau sebut saja sebuah kampanye. Sedangkan Faber Castell adalah nama sebuah brand. Namun ada benang merah antarkeduanya, yaitu sama-sama mengajak ke arah kebaikan. Apa itu? Peduli pada anak-anak.

Blogger-27.jpg

AROUND THE WORLD IN 80 ANTHEMS

Ada yang familiar dengan kalimat di atas? Ya, semua aktivitas ini berkenaan dengan salah satu karya sastra yang mendunia, “Around The World ini 80 Days”. Berdasarkan itulah, Tom Everitt dan Kerrie Everitt yang berasal Kanada, ingin berkeliling ke 80 negara menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing negara. Tetapi bukan mereka yang melakukannya, tapi anak pertamanya yang bernama Capri Everitt. Ada juga Bowen Everitt, si bungsu, yang bertugas menuliskan semua catatan perjalanannya di blog. Meski baru berusia 9 tahun, Bowen bisa dibilang sebagai blogger cilik yang siap berkeliling dunia. Oya, kalau di Indonesia sosok itu memanggilnya dengan sebutan Bowo hehehe.

Capri (11 thn) adalah murid dari salah satu sekolah musik yang ada di Kanada. Mengapa dia mau berkeliling ke 80 negara dan menyanyikan 80 lagu kebangsaan tiap-tiap negara? Ternyata dia memiliki misi, yaitu menggalang dana $1juta untuk SOS Children’s Villages. Dia menyanyikan ke-80 lagu kebangsaan itu dalam 41 bahasa. Wow! Nah, salah satunya adalah Indonesia yang menjadi negara ke 36 yang dikunjungi. Di Jakarta, Capri menyanyikan lagu Indonesia Raya di CFD Sudirman, sedangkan di Bandung dia melakukannya di Trans Studio Mall pada hari Rabu, 6 April 2016. Di blognya, Bowo menceritakan tentang Jakarta yang 85% penduduknya beragama Islam.

Blogger-28

Katanya, “Most of the woman wear head scarfs, but they have the choice whether to wear it or not wear it. We found it interesting that Muslims pray 5 times a day. There are many prayer rooms in the city, so that even if you are just walking and it is prayer time, you can just walk into a prayer room on the side of the street or in a restaurant. When it is prayer time and you are watching tv, all the tv channels show pictures of praying and Qu’ran readings.” Alhamdulillah ternyata anak sekecil itu memperhatikan dengan detail apa yang dilakukan oleh penduduk Jakarta. Mereka juga diundang ke acara Sarah Sechan di NET dan menganggapnya sebagai acara “Ellen of Indonesia”. Di Bandung, beruntung sekali sosok itu bisa bertemu dengan mereka dan berfoto bersama meski dengan waktu yang amat singkat. Capri juga menyanyikan lagu “Let It Go” bersama teman-teman dari Purwacaraka Choir.

Apa itu SOS Children’s Villages? Adalah organisasi nirlaba yang aktif memperjuangkan hak-hak anak dan berkomitmen membantu terpenuhinya kebutuhan anak-anak sejak tahun 1949. Kegiatan mereka sudah ada di 134 negara dengan menitikberatkan pada upaya pengasuhan berbasis keluarga untuk anak-anak yang telah kehilangan atau beresiko kehilangan pengasuhan orang tua. Pengasuhan berbasis keluarga adalah sebuah bentuk pengasuhan alternatif yang kurang lebih bentuknya sama dengan keluarga pada umumnya, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan keluarga pengganti. Kalau di Bandung, SOS Children’s Villages beralamat di Jl. Sari Endah 9 Bandung dan bisa dikontak via telepon (022) 2012881.

KREATIVITAS TANPA BATAS FABER CASTELL

Semua berawal dengan pensil, dari catatan kecil, sketsa sederhana, atau coretan acak. Semua itu bersumber dari inspirasi dan ide yang tidak mungkin dapat diwakilkan dari benda lain. Ya, itulah yang terjadi. Sadar tidak sadar, kesederhanaan pensil telah mengubah wajah dunia. Pensil memegang peranan penting dari titik awal sebuah kreativitas, dari ranah seni, sastra, hingga ilmu pengetahuan. Who knows? Tanpa adanya pensil mungkin karya dunia tidak sebanyak sekarang. Dan itulah yang membuat Faber Castell, sebagai produsen alat tulis terbesar dan tertua di dunia, mendukung generasi kreatif di Indonesia seperti salah duanya adalah lomba menggambar tingkat nasional dari Sabang hingga Merauke hingga lomba menulis cerita pendek tingkat nasional.

Proses kreatif di negara-negara maju telah mengalami perubahan, dari creative thinking kepada creative marking. Artinya, kreativitas bukan lagi diukur dari ide tetapi adanya produk secara nyata. Jadi, merupakan hal yang wajar jika untuk menunjukkan karya-karya kreatif itu dibuatlah sebuah pameran. Faber Castell telah membuktikannya, yaitu dengan mengadakan Pameran Seni “Kreativitas Tanpa Batas” pada 9-15 Mei 2016 lalu di Festival Citylink Bandung. Pameran ini berkelanjutan mulai dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Bagi yang penasaran, pemeran ini bisa disaksikan lagi pada 1-7 Agustus di Kemang Village Jakarta dan 31 Agustus – 10 September di Cambridge Mall Medan. Tema yang diusung atas dasar bahwa pemikiran manusia memiliki dimensi tanpa batas. Setuju, kan?

Blogger-30

Nah, itulah konsep berbagi ala Faber Castell. Mereka berbagi ide dan kreativitas melalui pameran dan juga melalui inovasi produk-produknya yang tidak berjalan di tempat. Mulai dari pensil Castell 9000 yang lahir pada 1905 oleh Count Alexander von Faber-Castell. Pensil ini tidak pernah mengalami perubahan bentuk sejak pertama kali diperkenalkan (berbentuk heksagonal) dan dilengkapi lead (isi pensil) yang terdiri atas 16 tingkatan kekerasan seperti HB, 2B, 3B, dan seterusnya. Persisi yang disampaikan Vincent van Gogh kepada van Rappard, “I meant to tell you about some pencils made by Faber. They are very soft and of a superior quality. A capital black, in fact, and very agreeable for working on large studies.

Ada yang disukai sosok itu dari Faber Castell, yaitu sejak 25 tahun lalu mereka telah meluncurkan proyek hutan di Brasil dengan luas 100 kilometer persegi. Perkebunan pinus itu menyediakan sumber bahan baku produk-produk Faber Castell dan telah disertifikasi oleh FSC sebagai hutan dengan lingkungan yang baik. Bayangkan saja … selama tiga tahun terakhir hutan tersebut telah mengurangi emisi CO2 setengahnya hingga 20.607 ton, terdapat 100.000 ton CO2 yang terserap. Wow! Meski berbahan baku pohon/kayu, tetapi mereka mengambil dari hutan sendiri yang tidak akan habis. Ini jelas penting. Belum kerennya produk connector pen yang bisa menghasilkan karya berupa replika kapal Pinisi. Dibutuhkan 12.153 tutup connector pen, 897 batang connector pen, dan 1.080 connector-connector. Terbukti bahwa meski tintanya sudah habis, connector pen tersebut masih bisa digunakan untuk berkarya. Salute![]

Blogger-29.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s