Oleh-oleh Haji di Bursa Sajadah

Selamat hari raya, Selamat hari lebaran
Raihlah kemenangan setelah Ramadhan
Mari berjabat tangan mari maaf-maafan
Raihlah kemenangan dengan senyuman

Oleh-oleh Haji di Bursa Sajadah ~ Sosok itu masih ingat betul saat pertama kali naik pesawat. Deg-degan. Serba tidak jelas. Khawatir. Senang. Takut. Takjub. Semua perasaan itu bercampur aduk. Pertama kali yang diperhatikan benar adalah barang bawaan. Tidak seperti naik kendaraan bermotor di darat, berat barang bawaan di atas pesawat jelas menjadi perhatian. Kalau kelebihan beban, bisa mengakibatkan hal yang tidak diinginkan siapa pun. Pada umumnya berat barang bawaan yang bisa ditenteng adalah maksimal 7 kg, beberapa bahkan kurang dari itu. Kalau lebih, harus masuk bagasi yang juga ada batasan maksimalnya. Rata-rata masih 20 kg kalau ingin gratis. Lebih, ya bayar lagi.

Nah, untung saja pengalaman pertama dia naik pesawat hanya ke Bali dan beberapa hari saja. Tidak banyak barang bawaan yang mengiringi perjalanannya. Cukup satu ransel dan tidak perlu bagasi. Aman. Lalu … bagaimana dengan orang-orang yang akan bepergian ke Mekah dan Madinah untuk menunaikan ibadah haji/umroh? Jelas bawaan mereka akan lebih banyak lagi. Begitu pula saat pulangnya, jauh lebih banyak lagi. Meski tidak wajib, membawa oleh-oleh dari tempat tujuan pergi ke kampung halaman adalah sebuah kemestian. Air zam-zam adalah benda wajib yang harus dibawa dari tanah suci ke Indonesia. Kalau perlu, yang banyak sekalian. Jika dulu masih bisa membawa lebih, kini setahunya hanya diperbolehkan membawa maksimal 5 liter. Jelas tidak akan bisa membawa oleh-oleh haji sebanyak yang diharapkannya.

Produk-24.jpg

Anak-anak Yatim mengantri berwudhu di taman yang indah

OLEH-OLEH HAJI/UMRAH TERLENGKAP

Lalu bagaimana menyiasatinya? Inilah yang dibidik oleh Bursa Sajadah. Dengan kemampuannya melihat potensi pasar yang begitu besar, mereka pun mengisi ruang-ruang kosong itu. Sejak 1998 mereka pun menjual oleh-oleh haji/umrah seperti air zam-zam, kurma, buah tin, sajadah, baju muslim, dan lain sebagainya. Hingga akhirnya usaha ini berkembang pesat dan berdirilah sebuah toko di Jl. Inhoftank (Ruko Komp. Jati Permai) Bandung pada tahun 2000. Di bawah naungan SKV Group, Bursa Sajadah kemudian menjadi pusat perlengkapan muslim dan oleh-oleh haji/umrah terlengkap di Indonesia. Hingga kemudian mereka membuka cabang lain di Jl. Citarum (depan Masjid Istiqamah). Masih di Bandung.

Mengapa Bandung? Heera Syahir Karim Vasandani mengatakan, “Bandung termasuk salah satu market yang bagus. Makanya kami membuka cabang lagi demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang makin tinggi untuk oleh-oleh haji ini.” Heera adalah CEO Bursa Sajadah Aarti Jaya dan merupakan generasi kedua yang terus melanjutkan beragam inovasi selama 7 tahun ini. Ekspansi Bursa Sajadah kemudian berlanjut ke 6 (enam) kota (Jakarta, Bekasi, Bogor, Surabaya, Malang, dan Solo) sehingga total sampai saat ini sudah ada 8 cabang. “Kami bisa eksis hingga saat ini adalah karena komitmen, kerja keras, dan teamwork yang bagus. Tidak dilupakan juga adanya dukungan dari para mitra,” ujarnya.

Produk-25.jpg

Para #BloggerBDG bersama Ibu Heera Syahir Karim Vasandani yang ramah

BURSA SAJADAH ONLINE

Inovasi, kata kunci keberhasilannya. Dan atas dasar itulah Bursa Sajadah kembali berkreasi pada tahun ini. Era digital menuntut pebisnis untuk dinamis beradaptasi melakukan perubahan untuk membuat konsumen/pelanggan semakin terpikat. Bisnis online kini telah menjadi gaya hidup pebisnis, plus telah menjadi kebutuhan masyarakat yang ingin serba praktis, efisien, dan efektif. Beruntunglah sosok itu karena pada hari Rabu (29/6/2016) diundang oleh Bursa Sajadah yang meluncurkan portal layanan belanja online di situs http://www.bursasajadah.com. Barang-barangnya sama dengan yang dijual secara offline. Kelebihannya Tentu saja ada promo dan progam menarik lainnya yang jauh lebih update, sehingga lebih cepat diketahui tanpa harus ke tokonya. Pembayaran pun dipermudah melalui transfer antarbank atau menggunakan cek.

Konsepnya sendiri sebenarnya sudah diterapkan 2 (dua) tahun lalu, dan ternyata memberikan kontribusi efektif bagi Bursa Sajadah. Heera menjelaskan, “Kami berupaya terus mendengar, memahami, dan memenuhi kebutuhan/selera pelanggan dengan melakukan peningkatan dan inovasi dalam layanan. Bursa Sajadah Online ini diharapkan bisa memberikan kemudahan, kenyaman, juga keamanan dalam bertransaksi.” Oleh karena itul Atalia Praratya, yang dikenal sebagai pejuang cinta dan ibu dari anak-anaknya Ridwan Kamil, mengapresiasi hal tersebut sehingga ia pun bersedia meresmikan secara langsung peluncuran portal Bursa Sajadah Online di Harris Convention Centre, Festival Citylink, Bandung. Pada acara tersebut, SKV Group juga berbagi dengan 60 anak yatim sambil mendengarkan ceramah Ust. Athian Ali. “Semoga acara ini menjadi ajang silaturahmi antarkaryawan SKV Group dan mempererat kerjasama yang lebih baik lagi pada mitra dan sesama,” lanjut Heera.

Produk-26.jpg

Ibu Atalia Praratya, Ust. Athian Ali, dan para pemenang lomba livetweet + livegram

Sosok itu jelas tertarik dengan konsep ini. Tidak harus datang ke tokonya, tapi langsung mengakses situsnya saja. Pilih-pilih mana yang mau dibeli, bayar, tinggal tunggu deh barangnya datang. Simple. Bagi yang tempat tinggalnya jauh dari toko offline-nya, jelas akan lebih mudah mencari perlengkapan muslim atau oleh-oleh haji/umrah di sana. Apalagi kalau kota dimana ia tinggal tidak terdapat cabang seperti di atas. Termasuk juga bagi yang tinggal di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, atau pulau-pulau di Indonesia bagian timur. Tidak harus memesan pada saudara atau teman yang jelas akan merepotkan, langsung saja buka bursa sajadah online dari gadget atau laptop/pc miliknya. Der ah![]

Advertisements

One thought on “Oleh-oleh Haji di Bursa Sajadah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s