Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran. Tulisan itu terpampang jelas di sana, tadi. Siapa pun bisa membacanya meski berjarak 100 meter. Tulisannya ‘eye catching‘. Setiap orang yang lewat pasti tidak akan melewatkan untuk membaca tulisan tersebut. Dan dia agak tergoda tadi. Berjalan mendekati tulisan yang dimaksud, dan hampir saja memasuki toko yang memajangnya. Ada seseorang yang memberikan brosur dan dia langsung mengambilnya tanpa berpikir panjang. Akhirnya … sosok itu terpaku. Entah apa yang terjadi. Tiba-tiba saja sebuah cahaya muncul dengan begitu terangnya. Laksana sebuah ledakan. Dia tercekat.

Sosok itu termangu. Cahaya makin redup, dan dia menyadari kalau dirinya sudah tidak lagi berada di depan A&W Restoran. Tubuhnya bergoyang dan suara laut serta burung camar terdengar begitu jelas. Beberapa tong besar mengelilingi dirinya. Cahaya matahari menerangi ruangan dimana dia berada dari sebuah lobang berbentuk segiempat. Bau amis begitu menyeruak. Di hadapannya terpampang dua buku kuno. Entah mengapa dia paham dengan arti tulisan yang dibacanya. Di buku yang pertama dijelaskan, “Carriel itu unik. Pedas tapi enak.” Sedangkan di buku kedua dikatakan, “Tampaknya semua orang di sini sangat menyukai caril. Saus daging yang ditambahkan pada nasi dengan rasa begitu pedas.” Buku pertama yang dimaksud adalah ‘Oxford Companion to Food‘ karangan Alan Davidson bertahun 1598, sedangkan buku kedua adalah ‘Atre do Cozinha‘ berangka tahun yang merujuk pada abad ke-17. Dia membaca sebuah catatan di secarik kertas yang tergeletak diantara kedua buku, “Carriel atau caril bermakna sama dan merujuk pada kata kari/kaari/kaaree. Dalam bahasa Tamil artinya saus pedas.”

Produk-45.jpg

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang makin mendekat, lalu disusul oleh teriakan keras, “Hai, siapa kamu? Mengapa ada di sini?” Dan rasa sakit begitu terasa di belakang lehernya. Bumi seolah-olah berputar begitu cepat. Pandangan kabur dan sekejap kemudian … gelap. Kemudian, ada raut wajah yang begitu samar. Suara yang berdengung. Hingga terdengar agak jelas dua orang yang sedang bercakap-cakap, meski pandangan yang masih saja samar. “Jelas bahwa resep ini bukan berasal dari Inggris. Buku ini menjelaskan bahwa kari ditemukan di Mesopotamia, dekat Babylon, 1700 SM. Resep ini telah digunakan oleh bangsa Sumeria sebagai makanan khusus untuk Dewa Marduk,” ujar suara pertama lalu dilanjut oleh suara kedua, “Ya, di Jepang, kari telah dikenal sejak era Meiji pada 1868-1912 saat Inggris mulai masuk. Meski bukan makanan asli Jepang, kari di sana mengalami transformasi sesuai dengan budaya negara matahari terbit itu sehingga menjadi makanan tradisional khas Jepang.” Sosok itu bergumam. Kepalanya begitu sakit, dan … suara orang bercakap-cakap itu kemudian menghilang.

JAPANESE CURRY PREMIUM MIXBOWLS

Gelap. Lalu terdengar suara orang ngobrol. Suara anak kecil. Makin lama makin ramai. Sebuah sentuhan halus terasa di punggungnya. Mengusap-usapnya. “Biii … Abiii. Bangun.” Suara yang lembut, yang begitu amat dikenalnya. Sosok itu membuka matanya. Senyum manis sang belahan jiwa terpampang di depannya. Begitu pula dengan senyum Adik Anin di sebelahnya. “Mau makan, kok, Abi malah tidur sih?” ujar sang belahan jiwa. “Kan nunggunya juga nggak lama. Tuh makanannya sudah terhidang semua. Ada ayam, udang, dan ikan. Makan dulu yuk.” Dia mengusap-usap kedua matanya, lalu memandang berkeliling. Setelah sadar dia langsung bergerak ke wastafel, mencuci mukanya hingga segar. Ya, dia sudah berada di salah satu cabang A&W Restoran. Dan dia mengenal tempatnya, di Trans Studio Mall (TSM) Bandung. Kembali teringat pada tulisan besar di awal, Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran.

Produk-44.jpg

“Abi sudah tertidur berapa lama, Hon?” tanya sosok itu setelah kembali ke tempat duduknya semula. “Cuma sebentar kok, Bi. Adalah 15 menit,” jawab sang belahan jiwa. Di meja, telah tersaji makanan tradisional khas Jepang, yaitu Japanese Curry yang disajikan dengan nasi. Dia tahu benar kalau makanan tersebut dikenal dengan nama Kare Raisu. Kari sudah menjadi makanan terpopuler di Jepang. Selain nasi, kari memang biasa disajikan dengan mie (kare udon) atau roti (kare pan). Dan mimpi tadi, kalau memang dia tadi tertidur, telah menyempurnakan ingatannya akan sejarah kari. Wahhh … taksabar dia ingin mencicipi menu baru tersebut. Sebelum itu, dia pun menyegarkan tenggorokannya dengan Root Beer (RB). Minuman khas restoran ini dengan gelas besarnya.

Eits, jangan salah dulu. RB bukan bir, sehingga tidak haram. Ini hanya campuran dari sari akar pohon tertentu dengan soda. Itulah mengapa ia bisa berbuih dengan rasa khas dari root-nya. Hanya saja dia tidak terlalu paham mengapa disebut dengan istilah ‘beer‘. Ahhh, tiga menu yang berbeda. Pada makanan yang terpampang di depannya, ada masing-masing mangkok dengan isi nasi dengan saus kari yang aromanya begitu khas. Di dalam kari tersebut ada bahan-bahan sayuran yang ditambahkan, yaitu bawang, wortel, dan kentang. Sedangkan lauknya, tiap mangkok berbeda. A&W Restoran memahami bahwa mayoritas warga Indonesia adalah Muslim dan Jepang adalah negara yang terkenal dengan makanan lautnya, sehingga di sana ada 3 pilihan (ayam, udang, ikan). Sosok itu sendiri lebih memilih Japanese Curry Fish, sang belahan jiwa memilih Japanese Curry Chicken, sedangkan Adik lebih suka Japanese Curry Prawn.

Produk-46.jpg

Ketiganya kemudian makan dengan lahap. Kari yang dimakan begitu familiar. Entah mengapa dia jadi teringat dengan sajian kari dari salah satu mie intan yang biasa dimakan. Ini adalah rasa kari yang begitu disukainya. Meski ada jeda sesaat untuk menikmatinya, sosok itu dalam hitungan beberapa menit saja langsung menyelesaikan makanannya. Tenggorokannya pun begitu segar saat didorong dengan RB. Tadi, sesekali dia juga mencoba ayam dari menu sang belahan jiwa. Enak. Dia tidak sempat mencoba udang karena tidak diizinkan oleh Adik. Duh. Yang pasti dia bisa melihat bagaimana Adik begitu menikmati saat makan udang. Sudah pasti enak karena Adik begitu sensi terhadap makanan. Minggu siang itu (25/9/2016), suasana menjadi semakin hangat. Perut kenyang dengan wajah-wajah yang terlihat puas. Sosok itu kemudian memutuskan untuk memesan lagi sebagai bekal buat keluarga di rumah. Kata pelayan dengan senyum ramahnya, “Nanti mah kalau tidak mau capek, bisa memesan secara online di situs awdelivery.co.id atau lewat Delivery 14061, Bang. Insya bakal diantar dengan segera. Abang tinggal menunggu di rumah atau di kantor dengan tenang. Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran.”[]

Advertisements

9 thoughts on “Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran

  1. Porsinya banyak juga ya. Jadi penaran ingin beli 🙂

    >> Porsinya ya sebenarnya hanya 1 mangkok, cuma karena yang ingin makan ada 3 orang ya beli 3 mangkok hehehe. Tapi emang semangkok itu aja sudah mengenyangkan kok. Apa mungkin karena RB-nya ya hehehe….

  2. Bang Aswi, ulasannya, kereen.. ^_^
    Dari kemarin-kemaren, saya beberapa kali berkunjung ke blog dengan materi yang sama. Tapi di sini beda! Jadi pengen belajar, deh. He he he

    Oh iya, yang paling saya inget dari A&W memang root beer-nya. Rasanya khas, ya.
    Nah, sekarang ditambah menu kari dari Jepang. Jadi pengen nyobain yang ikan dan udangnya. Kayaknya guriiih, ya…

    >> Blog ini memang selalu menampilkan hal yang berbeda dan selalu khas hehehe.
    Iya, saya pun bosen dengan ayam krispi #huh #eh ^_^

  3. Nanti mampir ke A&W mau pesen ini ah. Kok kayaknya banyak seliweran di time line yak. Sepertinya enak.

    >> Cobain lah, Kak. Gak rugi kok, yang ada malah kenyang…..

  4. Tulisan story tellingnya pas banget, bikin saya sebagai pembaca mendapat informasi tambahan yang berguna nih. Tentang Carriel yang saya pikir, sesuatu yang berbeda. Ternyata sama saja dengan Kari/Kare.

  5. bukannya ngak mau makan masakan jepang min. kantong mahasiswa ngak pernah bersahabat sama yang gituan soalnya hihihi 😀

    >> Paham banget … hahahaha
    Semoga nanti bakal ada promo yang bikin kantong mahasiswa bisa tersenyum ^_^

  6. yang bikin saya kangen ke AW memang Root Beer-nya karena di tempat lain gak ada. Tapi, kalau udah ke AW gak pernah cuma pesen RB pasti makanan juga. Jadi, penasaran sama rasa barunya ini 🙂

    >> Ssst … saya malah baru coba #eh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s