Amazing Race My Blue Bird

Amazing Race My Blue Bird memang beda. Ini serius. Sosok itu sudah beberapa kali mengikuti acara berkonsep ‘amazing race‘ dan baru kemarin merasakan aura yang berbeda. Kalau mengerjakan tugas-tugasnya sih tidak jauh berbeda, berfoto di tempat tertentu, mengirimkan data lokasi kalau memang benar-benar sudah di lokasi, posting di media sosial, dan tentu saja berkejaran dengan waktu. Perbedaannya tentu saja karena menggunakan aplikasi pemesanan taksi, maka proses memesan dan menunggu taksi adalah sesuatu yang menyenangkan … sekaligus mendebarkan. Dan dia hanya bisa tersenyum karenanya. Melelahkan. Emosi diaduk secara paksa. Berusaha besinergi dengan baik bersama kawan-kawan satu tim, menembus jalanan kota Bandung sambil berusaha menertawai kehidupan.

Blogger-46.jpg

Langit biru, dengan hiasan beberapa awan yang bergerak amat perlahan. Angin berhembus sedikit, bahkan tidak ada. Matahari pun sudah garang bersinar. Sesaat dia termenung. “Secapek apapun aktivitas ini, kalau dijalankan bersama kawan-kawan jadi tidak terasa. Bahkan menyenangkan sekali.” Sosok itu tersenyum, lalu memperhatikan sekelilingnya. Gita, Efi, Nchie, dan Evi (GENE) beradu kepala bersamanya. Berbaring di tengah track lari warna biru sambil tersenyum atau tertawa. Sementara beberapa kamera dan ponsel mengabadikan aksi mereka. Takada keluh kesah dari bibir mereka semua selama berjalan kaki (plus sedikit lari kecil) dari Taman Jomblo ke Gasibu. Sementara tangan dan pandangan mereka tidak pernah lepas dari ponselnya untuk berstatus di medsos. Bisa jadi … ada ratusan pandangan yang berasal dari para pejalan kaki atau pengendara kendaraan bermotor yang melewatinya.

Yup, Sosok itu bersama GENE bersatupadu di Kelompok Silver Bird sedang mengikuti Amazing Race ala Blue Bird. Ada lima kelompok lainnya yang menjadi saingan. Perbedaannya jelas, kelompok mereka paling terakhir berangkat karena bermasalah dengan gawainya dan paling banyak. Tidak masalah, dibawa senang saja dan dibawa gokil. Itu semua bisa dilihat dari foto-foto yang berseliweran di medsos. Amazing Race ini melibatkan lima pos. Satu pos berfungsi sebagai titik start dan finish, yaitu di NuArt Sculpture Park. Pos 1 di Taman Jomblo, Pos 2 di Gasibu, Pos 3 di Museum Geologi, dan Pos 4 di Monumen Perjuangan. Semua pos itu harus dilewati secara berurutan dengan tugas utama di masing-masing pos adalah berfoto/bervideo, mengirimkan lokasi ke admin, dan tentu saja posting di medsos. Hal biasa itu mah, cuma masalahnya harus berkompetisi dengan waktu. Tidak bisa lengah. Diberi waktu 90 menit. Dan yang terpenting, selalu menggunakan aplikasi My Blue Bird pada saat pergi dan pulang.

Blogger-47.jpg

MY BLUE BIRD DENGAN FITUR BARU

Aplikasi My Blue Bird bukan barang baru, karena telah diluncurkan secara resmi pada 16 Desember 2015 untuk area Metro Bandung Raya. Kebetulan sosok itu diundang dan bertemu dengan Ayah Pidi Baiq sebagai pembicara. Lucu juga waktu itu mendengarkan pengalamannya saat naik taksi. “Aku tuh suka nanya ke Pak Sopir, boleh gak kita gantian, aku jadi sopirnya dan bapak jadi penumpangnya. Dan sampai sekarang aku gak pernah berhasil,” kata Pidi. “Jujur, aku gak pernah mesen atau ngeberhentiin Blue Bird, tau-tau tuh taksi biru udah ada di depanku. Owh ternyata dipesenin sama asistenku.”

Kini, saat menjalani ‘amazing race‘ itu betapa aplikasi My Blue Bird sudah semakin paripurna. Kalau dulu hanya bisa melacak keberadaan taksi yang dipesan, kini semua taksi sudah terlihat jelas di peta. Jadi bisa terlihat dengan jelas beberapa taksi yang paling dekat dengan lokasi. Begitu pula dengan perkiraan ongkos sudah tertera sehingga memudahkan calon pelanggan mempersiapkan dananya. Hanya itu? Tidak. Masih ada fitur baru yang makin memudahkan pelanggan. Salah satunya adalah adanya sistem pembayaran Non-Tunai (cashless). Bayarnya cukup dengan menggunakan eVoucher, kartu kredit, atau kartu debit. Untuk mempermudah jalannya ‘amazing race‘ kemarin, semua kelompok diberikan eVoucher sehingga tidak perlu mengeluarkan uang tunai. Pesan, taksi datang, masukkan passcode, jalan. Mudah.

Passcode itu adalah bagian dari sistem keamanan. Pelanggan tidak perlu khawatir kalau misalnya taksi yang dipesan diserobot oleh orang lain. Tanpa adanya passcode, kartu kredit dijamin aman. Penjelasannya begini … setelah memesan taksi melalui aplikasi My Blue Bird dan ada tanggapan siapa sopirnya dan apa nomor taksinya, secara otomatis pelanggan mendapatkan passcode yang hanya dua digit. Taksi datang dan pelanggan masuk, maka passcode tadi di-enter oleh sopir dan argo pun bisa dinyalakan. Harga yang tertera di argo saat turun akan langsung memotong anggaran di eVoucher, kartu kredit, atau kartu debit. Selesai. Tidak ada transaksi uang tunai atau harus memberikan tip. Ucapan terima kasih dijamin akan membuat sang sopir tersenyum bahagia. Dan pengalaman ini benar-benar dirasakan oleh Kelompok Silver Bird meski start dan finish paling terakhir hehehe.
Sigit P. Djokosoetono, Direktur PT Blue Bird Tbk, menjelaskan bahwa fitur pembayaran non-tunai merupakan jawaban dari berbagai masukan pelanggan. “Dengan pilihan pembayaran yang beragam di My Blue Bird, kami berharap dapat memberikan pengalaman yang lebih baik untuk masyarakat,” jelasnya. Sementara ini, eVoucher hanya cocok untuk pelanggan korporat, yaitu memungkinkan mereka mengelola kebutuhan transportasi karyawannya dengan mudah. Bahkan penggunaannya bisa dimonitor. Sedangkan khusus pengguna kartu kredit, semua kartu yang berlogo Mastercard dan Mandiri akan mendapatkan diskon hingga Rp20.000 selama periode promo. Caranya, cukup dengan memasukkan kode promo MBBPROMO saat memesan taksi. Sementara promo ini hanya berlaku untuk 5 (lima) kali perjalanan dan di kota Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Bali. Tertarik?

Blogger-48.jpg

PENGALAMAN LUCU SAAT AMAZING RACE

Setiap peristiwa, baik sendirian atau beramai-ramai, selalu saja ada kejadian lucu. Silver Bird adalah kelompok yang imajinatif. Semua dijalani dengan tawa dan canda. Memarahi anggotanya yang telat saja tetap ditanggapi dengan senyuman. Heh, jadi kepengen ngulek sambel #eh. Namun dari semua kejadian seperti foto yang diambil dengan angle atau gaya yang tidak biasanya hingga perasaan sosok itu bak Jaka Tarub yang mencuri selendang bidadari hingga dikejar oleh empat bidadari dari Priangan (ehm), ada dua kejadian menyebalkan sekaligus membuat tertawa kalau mengingatnya kembali. Pertama, sebagai kelompok terakhir di Pos 4, tugas utamanya adalah wefie di depan Monju. Apa daya hujan turun dengan derasnya sementara di sana adalah tempat tanpa bangunan. Demi tanggung jawab, jadilah wefie basah-basahan yang beberapa kali gagal karena tabletnya terkena hujan. Sambil kedinginan dan mengelap sang gadget dengan kaos atau jilbab sambil ditatap heran oleh sekelompok satpam penunggu pos, tiap anggota Silver Bird tetap rajin memposting status di media sosial. Duh ya … sampai segitunya.

Kedua, saat taksi tiba. Setelah berlama-lama menunggu taksi yang sudah dipesan bersama para tukang ojek di pos ojek (karena memang hujan masih turun dengan deras dan sambil ngemil bala-bala), sebuah taksi melaju tanpa dosa. Bukannya berhenti malah masuk ke dalam Gang Haur Pancuh. Ya Allah … tega-teganya. Panik karena tablet yang diberikan panitia tanpa pulsa dan setiap ditelpon pakai gadget lain malah dimatikan, untunglah ada nada merdu beberapa menit kemudian. Langsung saja, “Pak, punten. Kami ada di depan gang lagi berteduh di tenda yang entah akan bertahan berapa lama. Mobil Bapak tadi lewat dan malah masuk gang. Mau beli bubur kacang ijo kah?” Sebenarnya gak tega menceritakannya, tapi sang bapak menjawab, “Aduh maaf, Jang. Kalau begitu saya putar balik dulu ya….” Drama tidak berhenti sampai di sini saja. Apalagi taksi yang dipesan adalah sedan Limo, bukan Mobilio, karena terburu-buru. Empat bidadari langsung diuyel-uyel ke dalam taksi kecil di bagian belakang.

Blogger-49.jpg

Taksi berhenti di mulut gang. “Berapa passcode-nya?” tanya sang sopir yang bernama Pak Asep. “53,” jawab sosok itu. Passcode dimasukkan, namun saat dipijit OK malah jadi 533. “Aduh, kok, gak bisa ya?” Panik. Coba diulang, bismillah. Tetap gak bisa. “Pak, punten, mungkin jalan sedikit ke depan, taksinya nutupin jalan,” kata sosok itu. Taksi berjalan, lalu kembali mencoba memasukkan passcode. Gagal maning. Pak Asep tampak panik. Ada suara operator masuk, “Ada masalah, Pak?” Pak Asep mengangkat ponselnya, “Iya, Pak. Ini passcode-nya gak bisa masuk, padahal mijitnya dah bener.” Sosok itu menghela nafas panjang, “Pak, suaranya dari radio itu, bukan dari ponsel.” Pak Asep jadi tengsin, tapi dia langsung mendekatkan bibirnya ke radio. “Pak, saya telepon ya biar lebih jelas,” kata sang operator. Nada dering bergema. “Iya, Pak. Ini gimana ya? Saya mijitnya dah bener lho. Kok, keluarnya malah tiga angka?” Pak Asep masih terlihat panik, mengadu pada ponselnya. Sosok itu kembali menghela nafas panjang, “Pak Aseeep, itu ponselnya belum dipijit oke. Gimana operatornya mau denger?” Pak Asep kembali tengsin.

GENE asyik saja tertawa di belakang sambil mengunyah bala-bala dan gehu. “Sabar, Pak. Jangan panik. Santai aja. Kami gak buru-buru, kok.” Hingga akhirnya … setelah pesanan pertama dibatalkan lalu memesan taksi lagi dan mendapat passcode baru. Bismillah. Pak Asep memijit passcode-nya dengan hati-hati. Setelah dua digit selesai, tombol ‘down’ dipijit beberapa kali sehingga kotak panah menuju ke kata ‘OK’. Pak Asep memijit OK. Alhamdulillah berhasil. Argo pun langsung dinyalakan. Kelompok Silver Bird langsung bergemuruh bertepuk tangan. Horeee! Perjalanan pulang dari Monju ke NuArt Sculpture Park terasa begitu membahagiakan, sementara di luar hujan masih saja menderas. Meski kelompok mereka tidak menang dan bahkan berbonus basah, makan siang setelah sampai terasa begitu nikmat. Kebersamaan tercipta dengan mesranya. Paling tidak, Amazing Race My Blue Bird telah membuktikan bahwa aplikasi tersebut telah benar-benar siap. Ada perasaan nyaman saat bisa naik taksi tanpa harus mengeluarkan uang tunai. Mau coba gak?[]

Advertisements

9 thoughts on “Amazing Race My Blue Bird

  1. Jadi siapa yang memarahi anggotanya yang super telat? *sambil senyum2 gemezz..hahahaa

    Ah, pokonya seru banget Amazing Racenya Blue Bird terutama kisah di dalam Taxi bareng Bapak Asep eeaa

    >> Siapa coba? ^_^
    Seru pastinya dong, Cyiiin….

  2. wah teknologi baru dari BB ya ini kak, btw sudah resmi meluncur resmi ya

    >> Yup, jadi ada banyak pilihan untuk kenyamanan dalam sebuah perjalanan ^_^

  3. Duh jadi inget kmaren ampe jalan kaki lah dari post 1 ke post lainnyaaa demi jadi juara 2 *kirain cepet2an* ternyataaaaa… 😑😑😑

    >> Hahahaha, kelompok kami terlalu menikmati jalan kakinya jadi agak lambat hehehehe. Meski ada banyak kerancuan tetapi tetap dinikmati dan FUN. Cuma kedinginan aja setelahnya dan malamnya pilek hehehe

  4. Aplikasinya canggih ya…di semarang belum ada yaa??

    >> Sudah ada taksi BB di sana? Kalau ada berarti sudah bisa ^_^

  5. Hihihi, sampai hujan-hujanan begitu ya kang~ 😀
    Seru banget kelihatannya!

    Oh iya, ayo ikutan Giveaway “Cerita Hujan”! Ada hadiah berupa buku dan pulsa, deadline 7-21 Oktober 2016. 😀

    >> Iya, hujan2an tuh seruuu!
    Keren ih giveawaynya. Insya Allah … ^_^

  6. Acaranya seru banget ya Bang? sayang saya belum bisa ikut waktu itu padahal kepengen banget bisa ikut. Tapi gimana bisa ikut wong di Bangkalan belum ada Taxi apalagi BlueBird, hihihi.

    >> Insya Allah semoga ke depannya ada taksi di Bangkalan. Wallahu’alam ^_^

  7. Amazing race yang epik. Kapan lagi bisa gogoleran gitu di track lari coba? Hahaha… udah kalah, jadi juru kunci tapi rasanya tetep hepi aja.

    >> Segala sesuatu itu kalau dinikmati ya bawaannya jadi senang aja ^_^

  8. Adegan pa Asep tengsin itu kenapa ngga difoto ya. Pasti malu-malu gitu ya wajah pa Asep. Seru, ujan-ujanan. Tapi ngga ada yang sampe pilek kan ya? 🙂

    >> Hahahaha … lucu itu kadang cukup hanya dirasakan, bukan dilihat #eh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s