Mendadak Persib, Mendadak Bola

Selasa siang yang hectic. Sosok itu seperti dikejar oleh sesuatu yang membuatnya harus ke beberapa tempat dengan tepat waktu. Molor sedikit jadwal di satu tempat bisa membuat jadwal lainnya berantakan. Belum cuaca yang memang tidak bersahabat. Selang-seling antara hujan dan tidak. Merepotkan. Untunglah semuanya masih aman terkendali, meski harus bolak-balik melepas-pakai jas hujan demi menyesuaikan cuaca. Jemput Adik selesai sudah dan langsung diserahkan pada sang belahan jiwa di rumah sakit. Selepas shalat Zuhur di SPBU Laswi, dia pun langsung meluncur dengan tenang ke arah Jln. Ahmad Yani.

SEJARAH LAPANGAN SIDOLIG

Hujan turun dengan amat deras saat dirinya memasuki Stadion Sidolig. Inilah tempat bersejarah bagi sebuah klub raksasa asal Bandung yang berdiri pada 14 Maret 1933. Inilah bukti keperkasaan Persib membungkam VBBO (Voetbal Bond Bandoeng & Omstraken), sebuah klub buatan Belanda, setelah membawa pulang gelar juara pada 1937 dengan mengalahkan Persis Solo. Setelah VBBO bubar, Persib mendapatkan ‘hibah’ berupa lapangan yang sempat dikuasai pemerintah Belanda, yaitu Lapangan UNI (Aloon-Aloon Bandoeng), Lapangan Sparta (Stadion Siliwangi), dan Lapangan Sidolig. Pemain Persib bisa berlatih dengan baik di ketiga lapangan tersebut, setelah sebelumnya hanya menjadi klub pinggiran yang sering berlatih di Lapangan Cilentah, Ciroyom, dan Tegallega.

persib-02

Lapangan Sidolig adalah stadion warisan Belanda dari Mr. Frans Sidolig yang terpaksa harus kembali pulang ke Belanda setelah Indonesia merdeka. Sidolig merupakan singkatan dari Sport in de Openlucht is Gezond yang berarti “berolahraga di udara terbuka itu menyehatkan”. Stadion yang berdiri pada 1903 ini kemudian dikelola oleh Kolonel AU Kapto. Lapangan ini menjadi saksi sejarah bagaimana Persib bisa menjamu kesebelasan Nan Hua dari Cina Selatan pada 1953. Sidolig kemudian diambil alih oleh Pemkot Bandung saat Dada Rosada menjadi wali kota, namun masih bisa digunakan oleh Persib.

Meski Persib begitu identik dengan Stadion Siliwangi dan Stadion Si Jalak Harupat, namun Sidolig adalah simbol kemenangan dan kembalinya Persib Bandung ke pusat kota. Semua itu tentu tidak bisa tanpa kontribusi Anwar Pamuntjak dan Otto Iskandardinata yang berjuang mengembalikan martabat sepak bola pribumi di Bandung. Setelah merenung tentang sejarah Sidolig, sosok itu baru menyadari bahwa dirinya diguyur hujan sementara motornya telah berhenti di tempar parkir. Dia segera berlari masuk ke dalam. Beberapa bobotoh tersebar mencari tempat perlindungan. Tenda-tenda berdiri gagah di tengah lapangan, mengelilingi sebuah panggung. Di sana, salah satu grup band kota Bandung menyanyikan lagu-lagu Rolling Stones dengan enerjiknya, seolah-olah ingin membuktikan bahwa hujan tidak bisa menghentikan aksi mereka. Salut.

DONOR DARAH DAN MINI FUTSAL

Hujan masih mengguyur dengan derasnya. Taklama, ia mereda dan sosok itu pun bisa mendekat pada sebuah tenda dimana kawan-kawannya menunggu. Senyum manis dari Anyes, Dinda, Ika, dan Dedew melunturkan perasaan kusam akibat hujan. Ada ajang seru di sana. Salah satunya adalah di sebuah tenda besar tepat di tengah lapangan. Ada banyak tempat tidur ala tentara dengan beberapa orang yang asyik berbaring sambil meluruskan lengan di sisinya. Ya, beberapa bobotoh turut menyumbangkan darahnya bersama-sama sebagian punggawa Persib Bandung dan pengurus PT. Persib Bandung Bermartabat. Bukti bahwa “Persib Peduli” terhadap sesamanya. Sosok itu sendiri tidak bisa terlibat karena semalam masih mengonsumsi obat flu.

persib-03

Selain donor darah, ada beberapa aktivitas yang melibatkan banyak bobotoh. Semuanya seru. Panggung musik yang terus berganti-ganti pemainnya dengan lagu-lagu keren. Ada lelang jersey Persib yang diselenggarakan oleh pengurus PT. Persib Bandung Bermartabat yang dimanfaatkan untuk aksi sosial. Ada kompetisi foto, kompetisi juggling, kompetisi heading dan pinalti, plus mini futsal atau futsal 3 on 3 yang diselenggarakan oleh salah satu sponsor Persib, yaitu Indosat Ooredoo. Mini Futsal ini memang hanya melibatkan 3 (tiga) orang pemain pada setiap tim. Ukuran lapangan pun kecil dengan gawang kecil setinggi panggul. Kalaupun dijaga hanya bisa menggunakan kaki. Meski kecil, pertandingan berlangsung seru dengan kondisi lapangan yang agak becek.

Ada momen dimana dua tim yang sedang berlaga dengan seru-serunya. Pada satu titik, terjadi insiden yang tidak diharapkan. Salah satu pemain terjauh dan tampak kesakitan. Pertandingan langsung dihentikan. Tiga orang paramedis langsung datang dan memeriksa sang pemain tersebut, setelah pengecekan cepat dipastikan bahwa ia tidak bisa melanjutkan pertandingan. Setelah ia keluar, tim menjadi pincang dan akhirnya digugurkan. Sebagai pengganti, tanpa diduga ketiga paramedis itu siap bermain bola. Seruuu … apalagi mereka menggunakan masker kesehatan. Penasaran siapa dokter dan perawat tersebut. Tak dinyana mereka jago bermain bola layaknya seorang profesional. Takmenunggu waktu lama karena mereka begitu mudahnya memenangkan pertandingan. Setelah usai, mereka pun membuka maskernya, dan ternyata … ketiganya adalah pemain Persib Bandung!

persib-04

Ada Kim Kurniawan yang menyamar sebagai dokter berjas putih dengan kumis dan jenggot palsunya. Ada Samsul Arif dan I Made Wirawan yang menyamar dengan rompi merahnya. Kehadiran tiga pemain bola profesional tersebut sontak membuat para bobotoh menjedai tergerak untuk langsung mendekatinya. Wajar, kalau mereka pun langsung diarak menuju panggung. Samsul Arif langsung memberikan pernyataan, “Saya baru pertama kali disuruh memberikan kejutan pada penonton dengan cara seperti ini dan di Bandunglah saya melakukan ini. Tapi seru saya harus berdandan ala tim medis serta memakai kumis dan jenggot palsu untuk mengecoh perhatian penonton.”

Cuaca yang tidak bersahabat yang kadang hujan menderas dan kadang cerah membuah sosok itu memutuskan untuk pulang. Apalagi hari semakin sore dan harus menjemput dua belahan jiwa di RS Muhammadiyah. Cukuplah bisa berfoto dari jarak dekat dengan para pemain Persib plus para bobotohnya. Hari yang seru. Ada banyak harapan di sana, termasuk persediaan darah dari para pendonor yang semakin banyak di PMI. Juga harapan agar Persib bisa berprestasi pada kompetisi berikutnya. Kim Kurniawan mengatakan, “Saya berharap Persib Bandung lebih baik lagi dan selalu menang dalam setiap pertandingan.”[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s