Elang Jawa dan Energi Terbarukan

Garut, selalu menjadi kota yang dekat di hati sosok itu setelah Bandung. Mau tahu kenapa? Mayoritas kawan-kawan terdekatnya adalah dari Garut. Saat pertama kali menginjakkan kaki di Bandung untuk kuliah, induk semangnya adalah asli Garut. Tiada hari yang diperbincangkan selain kampung halamannya. Dan sekarang, paling tidak dua minggu sekali selalu naik motor melewati Garut demi mengunjungi Kakak Bintan yang lagi mondok di Singaparna. Hanya butuh sekira 2 jam untuk dapat sampai di sana dan makan dorokdok sampai kerongkongan kering hehehe. Jauh sebelum semua itu, ternyata dia juga pernah ke Garut saat masih berseragam putih abu-abu, tujuannya adalah Kamojang.

Ada apa dengan Kamojang? Sosok itu ingat bahwa dia ke sana karena diajak oleh kawannya yang asli orang Banten tetapi memiliki saudara yang tinggal di Garut. Mereka berdua memiliki orangtua yang sama-sama bekerja di PLTU Tg. Priok. Saudara kawan itu bekerja di PLTP Kamojang sehingga punya akses untuk bisa melihat dari dekat uap panas yang keluar dari perut bumi. Pengalaman takterlupakan. Suara bising memekakkan telinga yang berasal dari uap panas sehingga dia diajarkan untuk mengambil batang alang-alang yang tumbuh subur guna dijadikan alat penyumbat telinga. Uap yang keluar pun bisa dijadikan alat permainan dengan melempar botol bekas air mineral ke lubangnya, dan botol tersebut langsung terbang dengan bentuk yang tidak utuh lagi. Air panasnya yang tersebar membentuk kolam bisa dijadikan untuk merebus telur. Mengasyikkan.

Jalan-50.jpg

KAMOJANG: PLN ATAU PERTAMINA?

Berdasarkan pengalaman itulah sosok itu berpikir bahwa Kamojang adalah kawasan industri milik PLN. PLTP adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, jadi jelas mengapa dia berpikir seperti itu. Hingga kemudian pada hari Kamis (20/10) dia bertemu dengan Kang Arief selaku Ketua Komunitas WEGI di Bebek Kaleyo Pasteur. Komunitas WEGI (We Green Industry) hadir sebagai komunitas yang fokus dalam penerapan kaidah dan realisasi ‘green industry’ oleh perusahaan di Indonesia sebagai bagian dari tanggung jawab sosial mereka terhadap masyarakat dan lingkungannya. Tentang hal ini sosok itu pernah membahasnya di Gedung Nusantara DPR RI. Nah, inti pembicaraan dengan Kang Arief adalah … ternyata di Kamojang juga ada perusahaan milik Pertamina, dan PLN membeli uap panas tersebut.

Namanya adalah PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Unit Kamojang. Ini adalah salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) dengan PT Pertamina Dana Ventura dan bergerak di bidang pemanfaatan energi panas bumi. Pemanfaatan energi ini telah dilakukan sejak  29 Januari 1983 dan digunakan untuk menggerakkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang Unit 1 dengan kapasitas pembangkitan sebesar 30 MW. Ke depannya, perusahaan ini mempunyai peran penting bagi masyarakat dalam berkontribusi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan terbarukan khususnya di Indonesia. Perlu diketahui bahwa Pertamina perusahaan panas bumi (geothermal) terbesar di Indonesia. Wow!

Panas bumi di Kamojang adalah yang terbaik di dunia lantaran uap yang dikeluarkan sangat kering (very dry) dan kelembabannya sangat rendah. Kondisi tersebut memungkinkan uap untuk langsung masuk ke turbin dan tidak perlu chemical treatment demi mendapatkan kualitas uap yang bagus. Sekarang, PGE Unit Kamojang memiliki dua unit pembangkit yang dikelola sendiri, yaitu Unit 4 sebesar 60 MW dan Unit 5 sebesar 35 MW. Tiga unit lagi, yaitu unit 1-3 dikelola oleh PT Indonesia Power. Total pembangkit di wilayah kerja panas bumi Kamojang mencapai 235 MW. Panas bumi adalah salah satu dari 8 (delapan) sumber energi terbarukan di Indonesia yang bisa diolah selain biofuel, biomassa, air, angin, matahari, gelombang laut, dan pasang surut. Potensi panas bumi di Indonesia mencapai 29.000 MW atau 40% cadangan dunia. Hingga saat ini, baru 1.200 MW yang dikembangkan.

Mengapa harus ENERGI TERBARUKAN? Ini adalah kata lain dari sumber energi yang dapat dengan cepat dipulihkan kembali secara alami dan prosesnya berkelanjutan. Konsep ini mulai dikenal pada tahun 1970-an, sebagai upaya untuk mengimbangi pengembangan energi berbahan bakar nuklir dan fosil. Energi terbarukan senantiasa tersedia di alam dalam waktu yang relatif sangat panjang sehingga tidak perlu khawatir atau antisipasi akan kehabisan sumbernya.

Perlu diketahui bahwa PT PGE Unit Kamojang telah 5 (lima) kali mendapatkan peringkat PROPER Emas. Bukan hal mudah, lho, mensinergikan sebuah industri dengan pengembangan kegiatan pengelolaan lingkungan hidup pada operasional sehari-hari. PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) diterapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dengan tujuan meningkatkan peran perusahaan dalam melakukan pengelolaan lingkungan sekaligus menimbulkan efek stimulan dalam pemenuhan peraturan lingkungan dan nilai tambah terhadap pemeliharaan sumber daya alam, konservasi energi, dan pengembangan masyarakat. Kalau reputasinya baik akan mendapatkan label Biru, Hijau dan Emas. Emas yang tertinggi. Kalau reputasinya buruk akan ditandai dengan label Merah dan Hitam.

jalan-51

ELANG JAWA ADALAH BURUNG GARUDA

Tagline PGE yang “Memanfaatkan Energi, Mengembangkan Sinergi, Menguatkan Kemandirian Ekonomi” menjadi nyata dengan penghargaan tersebut. Inovasi yang telah dilakukannya antara lain pengembangan sumber listrik panas bumi skala kecil (portable turbine) berkapasitas 750 watt dan bladeless turbine dengan kapasitas 3200 watt, inovasi lampu thermoelectric yang memanfaatkan perbedaan suhu di sekitar jalur pipa uap untuk diubah menjadi energi listrik alternatif sebagai penerangan lingkungan, pemanfaatan uap geothermal untuk budidaya anggrek dan pengembangan alat pengering kopi. Sementara program menjaga kelestarian lingkungan adalah dengan Green School (sekolah berwawasan lingkungan), pengembangan bank sampah berbasis masyarakat, program pengembangan Desa Wisata Geothemal Kamojang, pengembangan Taman Wisata Alam Kawah Kamojang, dan pengembangan Pusat Konservasi Elang Jawa yang bekerja sama dengan BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Barat.

Kalau kenal dengan lambang negara Indonesia maka harusnya juga mengenal Elang Jawa. Burung Garuda adalah mitos kebudayaan Hindu berupa hewan yang menjadi tunggangan Batara Wisnu, dan dari bentuk kepalanya mirip dengan Elang Jawa. Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia. Konservasi Elang Jawa bukti kepedulian Pertamina mendukung keanekaragaman hayati. Hewan ini sangat menyukai habitat hutan pegunungan, perbukitan, dan dataran tinggi bahkan sampai 3000 mdpl. Ia memangsa hewan-hewan kecil seperti musang, tikus, ayam hutan, atau kadal dengan cara mengintai mangsanya dari tajuk pohon tertinggi sebelum menukik mencengkeram mangsanya. Semuanya serba menarik kalau menceritakan tentang hewan ini, dan jujur sosok itu ingin sekali bisa melihat Elang Jawa dari dekat.

Guntur, Halimun Salak, Kamojang, Papandayan, dan Telaga Bodas memiliki lanskap yang menyerupai keindahan keindahan Satoyama, sehingga kawasan tersebut menjadi titik favorit bagi para elang untuk bermigrasi. Dari 311 jenis elang yang ada di dunia, 70 jenisnya telah menghuni negara Indonesia. Status Elang Jawa berstatus endangered species karena jumlahnya kini tidak mencapai 1.000 pasang ekor. Menghadapi ancaman tersebut, Pusat Konservasi Elang Kamojang yang mulai beroperasi pada 2014 lalu hingga kini masih berupaya untuk melakukan penyelamatan Elang di seluruh nusantara. Terletak di tanah Kamojang, kecamatan Ibun, kabupaten Bandung, pusat konservasi elang yang didirikan oleh Pertamina Geothermal Energy ini dilengkapi dengan fasilitas yang merujuk standar internasional dari IUCN (International Union for Conservation of Nature), GFAS (Global Facilities for Animal Sanctuary), dan IWRC (International Wildlife Rehabilitation Council). Ada 2 (dua) ekor Elang Jawa di pusat konservasi tersebut.

jalan-52

Presiden Jokowi pernah mengatakan dalam tweet-nya, “Tugas kita semua, pemerintah, swasta dan masyarakat untuk mengeksplorasi sambil menjaga kelestarian lingkungan. Semoga negeri kita selalu diberkati Allah, makin maju dan kemandirian energi nasional terwujud.” Pernyataan itu disampaikan saat akan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang V, Jawa Barat. Katanya, “Kita harus melakukan percepatan bauran energi terbarukan. Energi fosil harus mulai dikurangi. Kita punya panas bumi, angin, air, biomasa dan bioenergi yang belum kita tergarap maksimal. Negeri kita masuk kategori kawasan cincin api, potensi panas buminya melimpah. Itu berkah tersembunyi, kita harus mengolahnya.” Elang Jawa adalah salah satu dari fauna yang harus dilindungi keberadaannya dan itu sudah dilakukan oleh Pertamina di Kamojang. Sosok itu mengangkat dua jempol untuk hal tersebut.

Sebagai penutup, ada kabar gembira. PT Pertamina (Persero) meraih laba bersih sebesar US$1,83 miliar hingga semester I 2016, naik 221% year on year (y-o-y) yang disokong oleh peningkatan kinerja operasi dan efisiensi dari berbagai inisiatif dan langkah terobosan yang dilakukan perusahaan. Hasil tersebut menempatkan Pertamina pada peringkat kedua dunia untuk perusahaan sejenis. Sementara menurut Fortune Global 500, Pertamina masih berada di peringkat 230 dan menjadi wakil satu-satunya perusahaan dari Indonesia di tingkat dunia.[]

Advertisements

4 thoughts on “Elang Jawa dan Energi Terbarukan

  1. belum pernah lihat elang di hutan

    >> Alhamdulillah sudah pernah di Sulawesi dan di Jepang. Dan alhamdulillah bisa melihat langsung Elang Jawa di Pusat Konservasi Elang di Kamojang ^_^

  2. Jadi inget obrolan malam itu bareng Mas Arief, aku melongo mendengarkan kisahnya.

    Ahh penasaran pengen langsung ke Kamojang aja hahahha..

    >> Dan akhirnya kesampaian juga hehehe

  3. Dulu pas kunjungan industri sempet bingung darimana sumber gasnya yang dipake sama PLTP, ternyata dikelola sama Pertamina toh. Wah dua hari lagi bisa menambah wawasan lagi nih, makasih saya udah diundang bang. 😀

    >> Dah kesampaian kan, San ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s