Desa Berdaya ala Rumah Zakat + Indosat

Rumah adalah sebuah kata benda yang bermakna sebagai bangunan untuk tempat tinggal atau bangunan pada umumnya. Kata ‘daya’ menurut KBBI bermakna kemampuan melakukan sesuatu atau kemampuan bertindak, sedangkan ‘berdaya’ artinya berkekuatan, berkemampuan, atau bertenaga. Ia juga bermakna mempunyai akal (cara dan sebagainya) untuk mengatasi sesuatu. Dengan demikian ‘Rumah Berdaya’ berarti tempat tinggal yang berfungsi tidak hanya sebagai tempat menginap saja tetapi juga mampu sebagai tempat berkumpulnya manusia yang berguna untuk mengatasi sesuatu. Desa Berdaya cakupannya jelas lebih luas lagi dari sekadar ‘rumah’ karena di sana ada lebih banyak lagi manusia dan lahan yang juga lebih lebar.

Desa Berdaya dengan tema “Dari Desa Membangun Negeri” merupakan salah satu bentuk kepedulian Rumah Zakat terhadap pembangunan di pedesaan dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat pemberdayaan masyarakat yang tinggal dan menetap di desa. Menurut CEO Rumah Zakat, Nur Efendi, ini adalah program intervensi Rumah Zakat kepada masyarakat di sebuah wilayah melalui program-program pemberdayaan di bidang ekonomi (senyum ekonomi), pendidikan (senyum juara), kesehatan (senyum sehat), dan lingkungan (senyum lestari) sesuai dengan potensinya masing-masing. Semua bidang itu biasa disebut dengan empat rumpun senyum. Tujuan dibentuknya Desa Berdaya adalah untuk menciptakan perbaikan secara terukur di desa yang dimaksud.

SINERGITAS YANG BERKELANJUTAN

Dengan adanya niat tulus yang bisa terbilang besar itu, jelas kalau program ‘Desa Berdaya‘ membutuhkan dukungan dari beberapa pihak. Amat dibutuhkan sinergi dari berbagai elemen masyarakat agar program Desa Berdaya bisa memberikan manfaat berkelanjutan. Paling mudah adalah bagaimana Rumah Zakat bekerjasama dengan komunitas dan aparat pemerintahan di setiap wilayah Desa Berdaya. Tujuannya jelas, yaitu agar pemberdayaan masyarakat dengan partisipasi aktif warga bisa terwujud lebih cepat dan berkesinambungan. Kerjasama lainnya bisa dengan komunitas online seperti Blogger Bandung agar info tentang program desa ini bisa tersebar secara masif dan diketahui oleh masyarakat luas.

Informasi tersebut jelas membutuhkan jaringan data atau internet yang baik. Untuk itulah pada hari Jumat kemarin (16/6/2017) Rumah Zakat menggandeng Indosat Ooredoo untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada layanan Connectivity dan Digital Corner. Inilah kerjasama strategis untuk mengakselerasi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Nur Efendi menyatakan bahwa akses dan layanan teknologi informasi ini bisa menjadi daya ungkit potensi di masing-masing wilayah Desa Berdaya dengan harapan partisipasi aktif masyarakat pun bisa ditingkatkan.

Director & Chief Wholesale and Enterprise Indosat Ooredoo, Herfini Haryono, menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program Desa Berdaya atas landasan semangat dan komitmen untuk memberikan kontribusi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Layanan konektivitas dan ‘digital corner‘ itu jelas diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan untuk mencapai target memberdayakan 1.080 desa (dimana tahun ini baru tercapai 977 Desa Berdaya). Rumah Zakat sendiri memanfaatkan dana zakat, infak, dan shadaqah dari para donatur untuk tujuan ini, sebagai upaya memberikan kontribusi dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia.

Salah satu buktinya adalah apa yang terjadi di Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwes, Nusa Tenggara Barat. Desa Jorok merupakan desa pertama yang menjadi sasaran program Desa Berdaya di wilayah NTB dengan harapan bisa menjadi desa percontohan untuk desa-desa lainnya dalam hal pertumbuhan dan perkembangan di bidang pemberdayaan. Nah, untuk mewujudkannya jelas Rumah Zakat tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada dukungan dari semua pihak, khususnya dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Semoga saja dengan adanya ‘digital corner’ dan konektivitas yang baik dari Indosat Ooredoo, semua itu bisa diwujudkan.

PERAN KOMUNITAS DI DESA BERDAYA

Keberadaan komunitas begitu penting di berbagai sektor. Di dalamnya ada kekuatan para relawan yang mau bekerja dengan sepenuh hati demi kemajuan bersama. Mereka adalah orang-orang yang peduli terhadap lingkungannya dan tentu hal ini harus disinergikan dengan kekuatan yang ada seperti dari pemerintah daerah, pihak swasta, akademisi, dan masyarakat setempat. Inilah yang disebut kolaborasi pentaheliks yang sering digaungkan oleh pemerintah Indonesia. Kelima unsur harus saling bahu-membahu dan tidak boleh meremehkan salah satunya.

Okelah komunitas tidak memiliki dana yang mumpuni atau jejaring dengan orang-orang yang berkuasa, mungkin. Akan tetapi dari mereka, ada semangat luar biasa yang tersembunyi dan hal itu (bisa jadi) tidak dimiliki oleh pihak pemerintah atau mungkin pihak swasta dan akademisi. Mereka juga memiliki kedekatan yang bersifat istimewa dengan masyarakat setempat sehingga bisa menembus dan bisa menggerakkan lebih banyak lagi warga yang awalnya mungkin bersifat pasif. Salah satu komunitas yang berhasil digandeng adalah Relawan TIK (di bawah Kementerian Kominfo). Mereka bergerak untuk mencerdaskan masyarakat di bidang teknologi, khususnya internet.

Begitu pula dengan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) yang dikoordinasi oleh Kementerian Pariwisata. Mereka adalah komunitas yang anggotanya tidak hanya melek teknologi internet tetapi juga peduli terhadap pariwisata di daerahnya masing-masing. Mereka bergerak secara masif di seluruh Indonesia. Menyebarkan informasi yang positif melalui jejaring media sosial. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah komunitas blogger yang juga sudah tersebar di seluruh wilayah NKRI. Blogger Bandung adalah contoh nyata komunitas yang bergerak di Jawa Barat. Bekerja sama dengan mereka jelas amat menguntungkan bagi perkembangan program-program yang sedang digulirkan.

Desa Berdaya tentu akan lebih berkembang jika Rumah Zakat mau bersinergi dan bekerja sama dengan semua elemen-elemen di atas. Pemerintah daerah dan pihak swasta lain semisal Indosat Ooredoo sudah berhasil diajak duduk bersama, kini saatnya mereka juga harus merangkul komunitas yang ada. Libatkan dan jalin kerjasama yang saling menguntungkan (win-win solution) tanpa ada niatan memanfaatkan salah satunya. Insya Allah semua itu akan berjalan jauh lebih baik demi kemaslahatan bersama. Amin.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s