Outbond Seru Ala Trizara Resorts Lembang

Adalah petualangan … yang memacu adrenalin
Adalah angin, adalah debu, adalah rerimbunan pohon
Takada lagi sekat bagi mereka yang selalu ada sana
Karena mereka adalah para pemburu kebahagiaan

Outbond Seru Ala Trizara Resorts Lembang — Kembali lagi sosok itu menjejakkan kaki di sebuah tempat kemping mewah. Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda jadi GLAMorous camPING atau GLAMPING. Dia pernah bercerita soal tempat ini dalam tulisan Camping Mewah di Trizara Resorts Lembang. Di sana dituliskan bahwa tempat ini membuat pengunjungnya harus membuang semua aktivitas perkotaan yang serba begitu mudah dan instant. Jauhkan segala perangkat elektronik dan sila nikmati pemandangan alam yang dipadupadankan dengan aktivitas outdoor. Sekali lagi … ada pegunungan, ada hawa dingin, ada pemandangan menakjubkan, ada kabut, ada embun, ada waktu menunggu sunrise atau sunset. Mau?

Hari Minggu (8/1/2017) begitu cerah, secerah hatinya yang begitu asyik memandang alam yang dilewatinya. Mbak Al asyik mengendarai Gliv miliknya, sementara di samping ada Desi (Ibu Jerapah) begitu setia menemani ngobrol. Di baris kedua ada sosok itu dan Kang Edo, sementara di belakang ada Mas Ali yang ikut-ikutan nyempil hihihi. Obrolan mengalir hangat sambil satu-satu menyuapkan surabi khas Sunda (dengan oncom telornya) ke dalam mulut. Nikmat sekali. Setelah berkumpul di depan Borma Kiaracondong, mereka semua bergegas menuju daerah Parongpong. Lebih tepatnya lagi ke Jl. Kolonel Masturi, melewati Terminal Ledeng dan Jl. Sersan Bajuri.

TRIZARA RESORTS LEMBANG

Rombongan travel blogger asal Bandung lebih dahulu sampai di tujuan, sementara kawan-kawan dari Jakarta entah sudah sampai mana. Oleh karena kondisi jembatan Cisomang di ruas jalan tol Cipularang masih dalam perbaikan, bus terpaksa dibelokkan melewati kota Purwakarta. Otomatis waktu tempuh menjadi lebih lama. Dari informasi yang ada di WAG, mereka asyik berhenti makan di mana saja asal ada jajanan, disertai foto-foto penguatnya. Sambil menunggu, Tim Bandung asyik mengambil foto-foto di Trizara Resorts Lembang. Tempat melepas kepenatan orang kota ini memang memiliki spot-spot indah untuk masuk frame. Istilah kerennya, instagrammable.

Trizara Resorts memiliki beberapa ‘tenda mewah’ yang terbagi menjadi 4 (empat) tema, yaitu Svada, Nasika, Netra, dan Zana. Perbedaannya pada view dan fasilitas tempat tidur. Svada dan Nasika untuk empat orang sedangkan Netra dan Zana untuk dua orang. Total ada 47 ruangan. Fasilitasnya sama, yaitu kamar mandi di dalam dan ranjang yang lebar (queen size) dengan kualitas hotel bintang lima. Pengunjung dijamin nyaman menginap di sini karena desain dan arsitekturnya benar-benar memanjakan mata. Jangan heran kalau nama, gerbang, ataupun photoboothnya bergaya India karena pemiliknya meski orang Indonesia memang memiliki darah sana.

Oya, kalau mau tahu harga sewanya: Zana Rp1.488.000, Netra Rp1.688.000, Nasika Rp1.988.00, dan Svada Rp2.188.000. Harga itu sudah termasuk sarapan dan api unggun. Paket-paket lainnya juga tersedia, misalnya saja Paket Prewedding dengan pilihan waktu 5 jam (satu kali makan dan coffee break untuk enam orang) atau 8 jam (satu kali makan dan coffee break untuk sepuluh orang). Terus ada Paket Honeymoon untuk menginap satu atau dua malam. Atau bisa juga hanya sekadar piknik, arisan, ulang tahun, dan pesta perpisahan, tanpa harus menginap. Mau rapat? Bisa. Ada tiga ruangan yang bisa digunakan, yaitu Sabha (35 orang), Melana (35 orang), dan Lagna (90 orang).

ARCHERY BATTLE YANG MELELAHKAN

Namun dari semua paket yang ditawarkan, sosok itu lebih suka dengan paket petualangannya. Inilah salah satu keunggulan dari Trizara Resorts Lembang baru-baru ini. Agar setiap tamu yang datang tidak hanya sekadar bengong di dalam tenda atau planga-plongo geje di luar tenda, pihak resorts telah menyediakan beberapa paket aktivitas outdoor yang begitu menyenangkan. Awalnya dia tidak menyangka kalau paketnya begitu exciting mengingat sebelumnya sosok itu hanya disuguhi paket piknik, api unggun, fun games, dan senam pagi. Akan tetapi setelah semua travel blogger hadir dan langsung makan siang, sorenya mereka langsung dikumpulkan di depan Trizara Resorts. Ada apa ini?

Di sana telah ada beberapa peralatan panah yang begitu menggoda: busur, anak panah, penutup muka, baju busa, dan sasaran tembak. Lalu ada arena buatan yang dibatasi jaring tinggi dengan beberapa balon raksasa sebagai penghalang. Melihat semuanya, hati sosok itu jadi deg-deg serrr. Sebagai langkah awal, semua peserta di-split alias dibagi menjadi empat tim, masing-masing sekitar 6-7 orang. Dua tim pertama diajak untuk pengenalan alat, mencoba-coba memanah sasaran agar bisa memahami bagaimana cara memanah yang baik dan benar. Setelah 15 menit, mereka diminta untuk memasuki arena tempur di dalam jaring, mengenakan pelindung tubuh berwarna merah atau biru. Siap-siap jadi pemanah hati … eh pasukan pemanah.

Detik-detik yang menegangkan. Kedua tim diminta untuk berbaris di tengah, wasit kemudian menjelaskan aturan mainnya. Intinya bebas menentukan strategi, tidak boleh melewati batas jarak tembak, jangan terkena panah sehingga dianggap mati dan tidak boleh main lagi. Kalau ingin menang, membunuh semua tim lawan atau menghabiskan semua sasaran tembak yang ada di tengah arena. Sederhana sebenarnya. Akan tetapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Anak-anak panah diletakkan di tengah. Kedua tim diminta berbaris di belakang masing-masing areanya. Saat peluit dibunyikan, semua berlari ke tengah, berebutan anak, lalu kembali berlari ke segala penjuru mencari perlindungan. Pertempuran berlangsung dengan sengit. Kalau anak panah habis, mereka berusaha memungutnya sambil berlari agar tidak jadi sasaran tembak. Melelahkan.

Jauh melelahkan dibandingkan paint ball. Mengapa? Karena tidak hanya sekadar berlari dan menghindar, tetapi juga keterampilan memanah itu gampang-gampang sulit. Capek banget menarik tali terus-menerus, belum selalu saja ada slip anak panah tidak mengenai sasaran atau melehoy karena tangan ini sudah begitu lelah. Seru, lah. Sosok itu mendapatkan pengalaman perang panah yang luar biasa. Menjelang maghrib pertempuran disudahkan. Saatnya bersih-bersih, mandi, dan bersiap makan malam. Api unggun telah disiapkan sebagai ajang chit-chat sambil makan marshmallow bakar. Yummy! Menjelang menutup mata, dia bersyukur atas kebahagiaan hari itu, atas kesempatan yang telah diberikan. Pengalaman baru dan pertemuan yang semakin mengakrabkan para blogger.

SERUNYA OFFROAD ADVENTURE

Pagi, saatnya berburu sunrise setelah menunaikan ibadah shalat Subuh. Namun sayang, cuaca tidak mendukung. Tidak hujan, tetapi semburat merahnya kurang eye catching. Rasa dingin juga menusuk tulang, membuat tubuh ini ingin saja bersembunyi di balik selimut. Namun kesegaran itu tidak boleh dilewatkan dengan tidur-tiduran. Sayang saja. Dia pun bergegas ke dekat gerbang bersama kawan-kawan lainnya. Saatnya berzumba ria agar mendapatkan keringat yang dapat menghalau rasa dingin pagi itu. Brrr. Beres senam dan dia juga sempat bersepedaan mengelilingi area camping, semua kembali berkumpul di Indriya Resto untuk sarapan. Menu ala Sunda yang khas. Hati dan perut jadi kenyang.

Siang itu, tiba-tiba saja semuanya berubah 180 derajat. Sosok itu sedang memegang erat tali pengait yang ada di dalam mobil. Ketegangan namun tawa lepas jelas terlihat di wajah Desi yang ada di depannya. Begitu pula dengan Arie Goix dan Rizal yang ada di depan. Perasaan yang sama tampaknya begitu pada Mbak Al yang tidak bersuara di samping Pak Sopir. Landrover hitam pupus melaju di jalan yang tidak rata, berlumpur, dan bergejolak. Ya, mereka semua sedang asyik menikmati Offroad Adventure dari Trizara Resorts menuju Jaya Giri. Jalan masuknya lewat Perkebunan Teh Sukawana, Parongpong. Seru dan mereka semua bergembira. Pengalaman pertama yang bakal takterlupakan.

Sempat berhenti di ujung perkebunan teh, sesaat sebelum memasuki hutan pinus. Mereka semua asyik memotret: selfie, wefie, foto bersama, atau saling mencuri foto. Dijamin hasilnya bikin iri dunia medsos. Selalu begitu. Perjalanan dilanjutkan kembali dengan medan dan kontur jalan yang semakin berat dan membuat adrenalin semakin terpacu. Tangan tidak harus kuat memegang tali pegangan, tetapi juga dibuat serileks mungkin agar dapat mengikuti goyangan mobil offroad. Dan akhirnya sampailah di ujung perjalanan, yaitu di Camping Ground Cikahuripan, dekat Benteng Sejarah Belanda, Jaya Giri. Lagi-lagi tempat yang menyenangkan untuk berhaha-hihi dan melepas kepenatan kota.

Mau mengalami keseruan ala sosok itu? Semua fasilitas itu bisa didapatkan di Trizara Resorts Lembang. Tinggal pilih saja, ada Fun Package (hanya outbond dan team building), Battle Package (termasuk archery battle atau paintball), Landy Package (dapat offroad adventure tetapi tidak dapat archery battle/paintball), atau Full Package (lengkap). Fun Package bisa didapatkan dengan harga Rp1.265 ribu per pax (sudah termasuk nginep semalam, dua kali coffee break, tiga kali makan, dan barbeque), sedangkan Full Package dihargai Rp2juta per pax. Harganya terbilang murah dengan fasilitas yang didapatkan, apalagi keseruan yang dijamin tidak akan bisa terlupakan. Syaratnya mudah, yaitu minimal 20 orang.

HOW TO GET THERE?

Sosok itu merasa untuk saat ini, cukuplah Trizara Resorts sebagai tempat pelarian sementara dari kepenatan kota. Tinggal nikmati saja gemintang di malam hari sambil menghangatkan badan di depan api unggun. Saling bercerita dengan kawan sepenginapan atau melepas ketegangan dengan haha-hihi pada beberapa aktivitas outdoor seperti yang disebutkan di atas. Taglinenya saja >>> Trizara Resorts, Be One with Nature. Alhamdulillah semakin banyak saja fasilitas Trizara Resorts Lembang, khususnya buat anak-anak. Sekarang sudah ada ayunan, jungkat-jungkit, memanjat tali ala spiderman, trampolin, meniti tali yang lumayan menegangkan, dan lain sebagainya. Seru!

Trizara Resorts beralamat Jl. Pasirwangi Wetan, Kampung Karamat, Lembang. Ada tiga akses jalan untuk menuju ke sana. Pertama dari Subang/Lembang dengan patokan dekat Imah Seniman. Kedua dari Jl. Sersan Bajuri setelah Ledeng. Kalau lewat jalan umum, berbeloklah ke kanan memasuki Jl. Kolonel Masturi setelah bertemu pertigaan di Kampung Cihideung, susuri jalan sampai ketemu plang Trizara Resort di sebelah kanan jalan. Atau … bisa juga lewat jalan tembus di Komp. Graha Puspa setelah Kampung Gajah. Ketiga dari Cimahi/Parongpong, langsung berbelok kiri ke Jl. Kolonel Masturi setelah pertigaan. Mudah.[]

NB: Jika tidak disebutkan, foto-foto di atas diambil oleh Ali Muakhir, Nurul Noe, dan Travelerien

Advertisements

One thought on “Outbond Seru Ala Trizara Resorts Lembang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s