Pentingnya ke Resorts World Genting

Dear Bang Aswi,
Warmest greetings from Resorts World Genting. Hope this email finds you well. We wish to inform that we are arranging a FAM trip between 25th-28th October 2017 to Resorts World Genting. Would you be interested in this trip? Do contact me through Whatsapp if you have any other queries. Looking forward to your favorable reply.

Sosok itu tidak percaya. Isi sebuah email menyatakan demikian, persis seperti yang tertulis di atas. Biasanya dia menerima email penawaran yang tidak jelas, meski itu dari luar negeri. Tawaran undangan tetapi harus pergi dengan tiket pesawat sendiri, entah bakal di-reimburse atau tidak. Pada akhirnya dia menganggap semua undangan itu angin lalu saja. Buat apa repot-repot membeli tiket pesawat jika kemudian di negeri orang malah terlunta-lunta tidak jelas karena undangan yang dimaksud tidak ada. Zonk! Amit-amit. Semoga dia dijauhkan dari hal-hal seperti itu. Nah, atas dasar itulah dia awalnya menganggap email di atas tidak terlalu istimewa. Namun beberapa jam setelahnya dia berpikir, isi emailnya berbeda. Apalagi ada tawaran bisa bertanya melalui WA.

Baiklah, dia pun segera menghubungi orang yang dimaksud. Mempertanyakan apakah dia benar mengundang sosok itu dalam sebuah famtrip. Satu menit tidak ada jawaban. Dua menit, belum dibaca. Dia berjalan sebentar lalu penasaran membuka WA saat ada suara pesan masuk. Ternyata pesan di grup lain. Bisa dibayangkan kan melihat orang yang sedang menunggu jawaban penting. Sedikit-dikit lihat hape. Tidak nyaman sama sekali, hingga akhirnya dia tidak peduli. Pergi begitu saja seperti biasa ke tempat yang hendak dituju. Saat lampu merah, dia melihat hape. Pupilnya membesar. Ada jawaban dari pengundang, Mr Jay. Ternyata benar, dia memang diundang secara resmi. Selanjutnya dia bertanya detail acaranya, khususnya tiket pesawat. Ini penting. Ternyata semua sudah diatur dan dibelikan, tinggal berangkat saja dari Bandara Soetta. Alhamdulillah.

Baca dulu:
5 Alasan yang Membuat Singapura Terkenal
Quality Time yang Romantis/Murah di Pangandaran

BERBAHAGIA BERSAMA DI BANDARA SOETTA

Singkat cerita, sosok itu sudah resmi menjadi bagian dari famtrip yang siap berangkat ke Resorts World Genting (RWG). Hanya saja memang masa menunggu tiket pesawat itu bikin deg-degan. Dia mendengar kabar bahwa rombongan travel blogger pertama mendapatkan tiketnya H-1. Oleh karena itulah dia pun langsung memesan tiket bus Primajasa dari Bandung ke Bandara Soetta sesuai jadwal yang dijanjikan di itinerary. Untunglah tiket pesawat sudah mengetuk pintu email pada H-2. Setelah itu grup WA dibuat oleh Mr. Jay dengan anggota adalah para Travel Blogger Indonesia. Seketika saja dia merasa bahagia. Beberapa nama sudah familiar dan beberapa kali bertemu. Beberapa hanya mengetahui nama dan blognya. Sisanya nge-blank.

Pada hari yang ditentukan, dia sudah berada di Bandara Soetta menjelang subuh, tepatnya di Terminal 2. Maklum, orang Bandung harus mempersiapkan diri agar tidak terjadi apa-apa di tengah jalan. Dari Bandung ke Jakarta selalu menyisakan kisah yang mengejutkan dan membuat jantung hampir keluar (apalagi kalau dihubungkan dengan tepat waktu). Sosok itu pernah stres saat tahu tidak ada bus yang berangkat atau busnya penuh, hingga dia harus memutuskan naik apa lagi. Apakah naik bus dari Caringin atau travel lain yang masih ada kursi kosong? Berkejaran dengan waktu naik ojek dari Batununggal ke lokasi baru. Pengendara ojeknya diminta fokus menyetir sementara dia fokus mencari jalan cepat agar terhindar dari kemacetan Kota Bandung. Begitulah. Menambah pengalaman unik.

Nah, lanjut ya … di counter Air Asia, ratusan orang telah mengantri. Bercampur aduk antara yang mau keluar negeri maupun domestik. Saat memasuki jalur karpet merah, dia diminta untuk lewat jalur ‘self service‘. “Helooo … ini tiket premium lho!” teriaknya dalam hati. Ya jelas tidak terdengar. Namun dia ingin menambah pengalaman, antri di depan mesin otomatis. Satu orang perempuan dia bersusah payah memasukkan paspornya agar bisa di-scan, tetapi gagal terus. Satu orang cowok di belakang gelisah karena jadwal penerbangannya sudah memanggil-manggil. Panik pastinya. Setelah tiga kali gagal, sosok itu tersenyum, “Boleh saya masukkan nomer saya sebentar. Sebentar saja. Tidak pakai scan paspor segala.” Tidak sampai satu menit, tiketnya keluar. Selesai. Dia seolah-olah menjadi pemenang.

Meski berhasil dengan antrian yang luar biasa dan akhirnya bisa masuk ke dalam terminal internasional, dia ditertawakan oleh si Koko Koper Traveler yang sudah duluan masuk. “Loh, tiket kita itu premium. Harus karpet merah yo,” katanya. Sosok itu hanya bisa menertawakan dirinya sendiri. Mungkin penampilannya tidak layak masuk karpet merah hahaha. Akan tetapi dia bersyukur mendapatkan pengalaman seperti itu, apalagi tidak sendirian karena ada juga yang mengalami hal sama, yaitu Pandu huhuhu. Satu persatu travel blogger pun hadir dan berkumpul di sebuah kafe. Yang pesen makanan cuma satu orang, yang lain cuma numpang duduk, dan ketawa membahana dari tiap-tiap mulut. Benar-benar sadis kelompok ini.

Hingga akhirnya total ada 12 travel blogger yang hadir di ruang tunggu pemberangkatan. Selain sosok itu, ada si Koko, Lenny, Gio, Ratna, Kiki dan Walter (Pinem bersaudara), Eka, Pandu, Astari, dan sepasang suami-istri Anak Jajan. Lengkap. Saling menyapa, berpelukan, dan bertanya adalah adegan biasa dalam film-film pertemuan sehingga ditiru oleh mereka ini. Obrolan segar meluncur begitu cepat. Senyum dan tawa menjadi penghias kuenya. Mulai dari obrolan desa wisata dengan salam khasnya hingga memakan roti bawaan si Koko dengan lahapnya. Tanpa terasa mereka semua sudah saling akrab dan siap menghadapi perjalanan menyenangkan ke negeri jiran. Dan pesawat Air Asia AK-381 memanggil untuk diisi.

MALAYSIA, HERE WE COME!

Satu catatan terpenting yang harus tertulis di blog ini adalah Nasi Lemak Pak Nasser. Ya, inilah menu andalan Air Asia yang terkumpul dalam sajian SANTAN: Flavours of ASEAN. Dalam itinerary yang dikirim via email juga sudah dijelaskan bahwa saat di pesawat bakal mencicipi nasi lemak, baik itu saat keberangkatan maupun saat pulang nanti. Wow! Sosok itu berpikir panjang. Dia sudah pernah mencicipi nasi lemak dengan topping rendang. Enak. Gak tahu deh aslinya. Masalahnya ini di pesawat, yang sudah dikemas sedemikian rupa hingga mencapai berat 285 gram dan makanlah selagi hangat. Alamak. Dan benar saja, rasanya gak pas dengan di lidah. Namun tetap saja paduan nasi santan, rendang ayam, sambal bawang merah, telur, ikan bilis, kacang goreng, daun pisang, dan daun pandan itu habis tanpa sisi dimakannya. Maklum, lapar.

Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan tanpa hiburan film, kecuali ngobrol dengan Walter dan Ratna, lalu tidur, rombongan Jakarta mendarat dengan selamat di Bandara Kuala Lumpur 2. Inilah bandara keempat di luar negeri yang pernah disinggahinya (sebelumnya Bandara Hong Kong, Bandara Taoyuan Taiwan, dan Bandara Fukuoka). Selalu ada hal baru saat menjelajahi bandara di luar negeri. Dan tampaknya aktivitas menarik yang setelah mendarat di bandara adalah membeli kartu provider yang cocok dipakai (agar tidak mati gaya saat nanti berada di Genting). Dengan harga 30 ringgit, kartu perdana si merah alias Hotlink sudah bisa dipakai, plus bonus pula 1GB per jam per hari. Kata Mr. Jay, Hotlink memang bagus di Genting. Baiklah.

Di Bandara KLIA-2, ternyata ada counter dari Resorts World Genting. Di sana, sudah ada 3 travel blogger Indonesia lainnya. Martunis dari Aceh (yang ternyata adalah suami Liza Fathiarani), Om Ndut dari Palembang, dan Rudi dari Medan. Lengkap? Belum. Masih ada 5 (lima) influencer dari Thailand karena memang mereka bukan blogger. Juga ada sepasang suami-istri travel blogger dari Amerika yang sering berkunjung ke Thailand, yaitu Ben dan Katie. Lengkap. Setelah itu mereka semua diantar ke bus pariwisata yang sudah siap dari tadi. Perjalanan darat dari bandara ke Genting pun lanjut dengan suasana sepi. Beberapa sudah memejamkan mata. Tidak sadar kalau sudah melewati Kota Kuala Lumpur dan akhirnya baru terbangun saat masuk jalan berkelak-kelok dan itulah ciri khas Genting yang memang adalah awalnya sebuah gunung.

Baca juga:
Keseruan Travel Blogger Gathering di Atas Kereta
Bukit Pamoyanan Nan Cantik
Menunggu Sunset di Puncak Darma

KESERUAN DI RESORTS WORLD GENTING

Setelah perjalanan selama 15 jam dari Bandung, akhirnya sosok itu dapat melihat sendiri bagaimana kondisi kamarnya selama tiga malam ke depan di RWG. Paling tidak desain dari kamar Hotel On The Park itu sudah membuatnya jatuh hati. Ada beberapa karakter kartun yang lucu di tembok-temboknya, plus penataan furniture yang mengasyikkan. “Bakal nyaman deh nginep di sini,” bisiknya. Kamar yang tersedia pun ada beberapa pilihan. Bisa twin bed, single bed dengan king size, sampai ada yang bisa muat untuk 6 orang. Menarik. Dia sendiri sebenarnya menempati kamar yang bisa dipakai untuk 2 orang, tetapi kamar tersebut spesial hanya untuk dirinya sendiri. Luar biasa.

Setelah makan malam yang enak di Bubbles & Bites plus The Visitor’s Galleria, dia pun bisa beristirahat di kamar 7430. Siapa yang gak senang? Wifi yang lumayan kencang sehingga bisa ngetak-ngetik plus update status, juga pemandangan gondola yang seolah gak ada matinya berjalan hilir mudik di balik jendela. Oya, hotel ini per November 2017 bakal berubah nama jadi Theme Park Hotel, wajar sih karena tiap kamar didesain dengan tema berbeda. Hotel ini adalah hotel pertama di Bukit Genting dengan awalnya bernama The Highlands Hotel dan sebentar lagi bakal berhadapan dengan 20th Century Fox World Theme Park. Wow! Total sih katanya ada 448 kamar dengan konsep memberikan banyak ruang untuk tempat tidur. Ehm. Tertarik untuk menginap di sini? Der ah, langsung pesan jauh-jauh hari karena kalau pas liburan Tahun Baru Imlek bakal habis-bis. Pokoknya rada susah kalau musim liburan mah. Kalau butuh guide, kontak saja sosok itu hehehe.

Hari kedua adalah hari terpadat dalam #FamTrip #ResortsWorldGenting kali ini. Keluar kamar jam 8 pagi waktu setempat dan baru masuk lagi pada angka jam yang sama tetapi sudah malam hari. Aktivitas yang dilakukan pun tidak hanya indoor seperti hari sebelumnya, tetapi juga outdoor yang begitu melelahkan. Dua acara menyenangkan pada hari tersebut adalah naik Gondola lalu mampir ke Chin Swee Temple dan treking ke Hutan Hujan Genting (sempat juga ke Senikome Peng Heng dan First World Hotel). Asyik sekali setelah dua harian hanya bertemu hutan beton akhirnya bisa tiduran di rumput lalu membuat sepatu baru jadi kotor. Keringat yang keluar pun benar-benar keringat betulan akibat jalan menurun-mendaki di tanah berlumut, bukan faktor kelelahan karena naik-turun elevator.

Mengisi perut jelas tidak boleh dilupakan, apalagi jika sedang di tempat yang siapa tahu tidak akan mampir lagi di kemudian hari. Sosok itu sempat sarapan di The Food Factory yang letaknya ada di SkyAvenue Mall yang bisa dibilang sebagai tempat makannya para penghuni First World Hotel. Prasmanannya banyak banget dan bikin dia kebingungan mau makan apa. Dia kemudian makan siang di Motorino, restoran yang banyak menyajikan menu-menu khas Italia. Pizzanya pedas dan yang unik adalah pastel raksasa dengan isi sosis, jamur, dan keju mozarella. Yummy! Dan akhirnya dia pun menutup malam dengan suguhan makanan laut ala di Resort Seafood Steamboat. Kekhasannya setelah menghabiskan semua makanan laut tersebut adalah mencicipi nasi goreng jahe dengan sesekali menyeruput kuah tomyam.

Petualangan dengan ‘bumbu’ mencicipi makanan lokal jelas mengasyikkan, tetapi itu semua ternyata tidaklah cukup. Kawan seperjalanan jelas juga menentukan sehingga petualangan akan bertambah mengasyikkan dan seru. Dan hal inilah yang membuat sosok itu merasa nyaman dalam famtrip kali ini. Nyaman/nya·man/ adalah kata adjektiva yang berarti 1 segar; sehat: badannya berasa — disinari matahari pagi; 2 sedap; sejuk; enak: suaranya merdu, — didengar. Sedangkan kenyamanan/ke·nya·man·an/ adalah kata benda yang berarti keadaan nyaman; kesegaran; kesejukan. Nyaman adanya di hati, tetapi didukung oleh suasana di sekeliling yang salah satu faktornya adalah alam.

Mengapa? Manusia adalah makhluk sosial sehingga otomatis membutuhkan orang lain untuk bisa saling berdiskusi, sehingga acara yang melibatkan banyak orang dengan konsep suasana yang oke punya akan melahirkan kebahagiaan. Itu kenyamanan pertama. Manusia adalah pelengkap dari alam yang sudah diciptakan Sang Maha ini, apalagi konsep agama mengajarkan bahwa manusia diciptakan dari alam (tanah). Itulah mengapa manusia merasa nyaman saat berada di alam terbuka, seperti saat seseorang pulang ke kampung halamannya. Sosok itu termasuk yang suka berjalan di tengah hutan atau di alam terbuka. Meskipun tanpa alas kaki, ada perasaan luar biasa saat dinginnya tanah atau kerasnya kayu dan akar yang terinjak menjalar dan merasuk ke dalam pembuluh darah. Pada saat sampai di otak, perasaan itu kemudian diubah menjadi rasa nyaman.

Tema hari ketiga adalah permainan. Sosok itu dan kawan-kawan diajak bersenang-senang di Vision City Video Games Park yang terletak di SkyAvenue Mall. Masing-masing diberikan kartu elektronik dengan saldo 100 ringgit. Lumayan lah buat membuang keringat apalagi kalau bermain basket. Pas laper, diajak deh makan siang di Cafe’s Richard. Beres makan, balik lagi ke Vision city dan main sampai saldonya habis. Lumayan dapat satu boneka labu ungu buat oleh-oleh. Dia sempat istirahat di hotel buat ngetak-ngetik lalu tanpa sadar sudah sore menjelang malam. Diajak makan malam di Coffee Terrace yang menyediakan banyak sekali menu khas Melayu, Cina, Jepang, India, dan Barat. Lengkap. Setelah makan ternyata Mr. Jay memberikan bonus kartu Vision City dengan saldo utuh. Mereka semua akhirnya main kembali di arena games tersebut dan memborong banyak boneka. Bakal penuh deh bagasinya oleh boneka labu dan laba-laba hahaha.

HAPPY ENDING

Jadi penting banget kan ke Resorts World Genting? Bahagia/ba·ha·gia/ 1 n keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan); 2 a beruntung; berbahagia. Kebahagiaan/ke·ba·ha·gi·a·an/ n kesenangan dan ketenteraman hidup (lahir batin); keberuntungan; kemujuran yang bersifat lahir batin. Tampaknya kata inilah yang bisa mewakili suasana hati sosok itu selama beberapa hari ini di RWG Malaysia. Kemarin … seolah-olah waktu berjalan begitu lambat. Travel Blogger yang mewakili Indonesia dan Thailand berkumpul bersama dan menikmati beberapa fasilitas di Highland Genting. Ya hotelnya, ya makanannya, ya jalan-jalannya, dan ya kebahagiaan karena bisa tertawa bersama sambil bercerita atau berbagi tentang segala hal. Dia bahagia karena Mr. Jay juga bahagia dan sampai mengatakan bahwa rombongan grup blogger Indonesia kali ini begitu ramai dan ceria. “Gak ada matinye,” kata Ncang Jaja Miharja.

Namun saat mengetahui bahwa hari keempat adalah hari terakhir, tiba-tiba saja kabut yang datang sejak subuh hingga pagi ini, memberikan kabar muram. Seolah-olah waktu berjalan begitu cepat. “Bukankah baru kemarin dia meninggalkan Bandung dan berangkat sama-sama dari Bandara Soetta? Bukankah baru kemarin dia check-in di Hotel on The Park?” bisiknya galau. Kenyataannya memang demikian. Pagi itu adalah sarapan terakhirnya di Malaysia dan sore harinya pesawat Air Asia akan kembali membawanya ke Indonesia. Momen-momen kebersamaan dan (tentunya) indah berkelebat laksana slide-slide film. Hotel tour, mampir ke beberapa restoran mencicipi makanan khas Melayu-Italia-Perancis-Jepang-China-India, belajar sejarah plus budaya Peng-Heng yang kini menjadi negara bagian Kelantan-Pahang-Terengganu, naik Gondola dengan alas kaca tembus pandang, lalu ditutup dengan jalan-jalan ke Rain Forest plus bermain games.

Hatur nuhun, Jay-Alicia-Irene, yang telah mengundang para travel blogger Indonesia-Thailand. Mereka bertiga adalah perwakilan Resorts World Genting Malaysia yang luar biasa menyenangkan. Hatur nuhun kawan-kawan seperjalanan yang begitu mengasyikkan. 4 hari 3 malam ini adalah waktu yang paripurna dan luar biasa bagi dirinya. Terus belajar bersosialisasi dan bisa saling berbagi tentang blog, medsos, dan lain sebagainya. Tidak ada waktu yang terbuang percuma. Semuanya adalah waktu yang amat berkualitas. Insya Allah pengalaman itu semua akan menjadi bekal berharga di kemudian hari. He’ll see you all in the next trip! Dan tunggu postingan berikutnya yang lebih detail lagi.[]

Advertisements

6 thoughts on “Pentingnya ke Resorts World Genting

  1. Buahahaha, sepanjang baca aku ketawa-ketiwi di depan komputer bang. Kocak abis :))

    Dari notif nggak penting karena lagi-nunggu-balasan-dari-Jay, hingga, “Yang pesen makanan cuma satu orang, yang lain cuma numpang duduk, dan ketawa membahana dari tiap-tiap mulut. Benar-benar sadis kelompok ini.” hihihihihi.

    Fam trip ke Genting ini adalah fam trip terwoles dan tersantai yang aku ikuti di sepanjang tahun 2017. Semoga kelak bisa jalan-jalan lagi ya, ramean sama geng jola-jola* ini.

    *alay kalau bahasa Palembang hihihihi.

    >> Begitulah cerita di balik layarnya, Om. Pada kenyataannya travel blogger itu jauh panggang daripada api. Gak sejaim di IG atau blogpostnya hahaha. Alhamdulillah ya tim ini terbentuk begitu saja dan ternyata … jola-jola pisan. Sepanjang hari ada saja yang diobrolin dan itu semua gak penting hehehe….

  2. Aaahhh jadi kangen lagi kan. Dan gegara FAM Trip ini aku jadi tau nama asli Bang Aswi adalah Agus Wibowo, hehehe. Semoga ada FAM Trip selanjutnya yang kita bisa ikutan lagi yaa dan tim lainnya seru juga, rame-ramean ‘ngerampok’ boneka.

    >> Kamu buka-buka sertifikat lahir saya ya? Kok tahu? Hahahaha
    Amiiin … insya Allah bisa jalan bareng lagi dan mengulang kekonyolan bersama

  3. Waaahh… seru banget kayanya jalan-jalan ke Genting-nya, Bang. Ada Kokoh, Gio, Lenny, Walter juga… semoga kapan2 aku juga dapet undangan dari Mr. Jay #ngarep

    >> Begitulah, Teh. Tapi ya itu, semuanya bocor otaknya hehehe
    Amiiin….

  4. wkwk oalah gitu toh drama awalnya..sama persis berarti ama pandu..jangan-jangan kalian jodoh? #eh

    Makasih bang aswi fotografee kelompok awul-awulan ini 🙂 next kite jom pusing-pusing ke mane lagi?

    >> Iya, Len. Kita memang sejo … ki.
    Hatur nuhun juga, Lenny, karena mau jadi model apa adanya. Kemana saja kita mau lah

  5. Bang Aswi, saya pun awalnya menyangka dirimu sosok serius, eh gak taunya bodor pisan, termasuk kreatif menciptakan koreografi salam deswita, hahaha! Thanks Resorts World Genting sudah mempertemukan. Yuk ah bang, main kemana kita! 😀

    >> Hahahaha … kulitnya gak sesuai dengan dalemannya. Enjoy aja, Kang Gio
    Hayuk ah … insya Allah kalau ada waktu dan tempat yang cocok, nanti bisa ketemu lagi ^_^

  6. Wah seru ya bang… hehe 😀 kok bisa ya dtp emailnya abg si Jay itu? itu dlm rangka promosi wisata mereka ya? 😀 pingin jg lah gini… hehe 😀

    >> Seru dong pastinya.
    Nah kalau soal itu tanyakan saja langsung pada Mr. Jay, dan pastinya memang setiap undangan itu adalah dalam rangka promosi ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s