Kopi Yufeto yang Membahagiakan

YuFeTo adalah singkatan dari Yuki Arifin, Ferry Iskandar, dan Tony ‘Kewoy’ Priana. Tiga bersaudara Martawidjaja ini pada akhirnya meresmikan Kopi Yufeto (sebelumnya sudah soft opening pada 6 Oktober) pada hari Rabu ini (29/11/2017), tempat nongkrong baru di daerah Cihampelas/Cipaganti. Inilah bukti bahwa mereka memang serius meneruskan usaha kedua orangtuanya yang berbisnis makanan. Semuanya dimulai pada tahun 1972, saat Ibu Hendrawati Adji memulai warung makanan di garasi rumah. Hingga kemudian pada tahun 1983 (setelah cukup berpengalaman sebagai koki di Kyodo, Tokyo), ia meresmikan bisnis katering dengan nama Yufeto. Bendera Yufeto yang bermain di bisnis catering lambat laun berkibar di seantero Bandung terutama untuk acara-acara pernikahan.

Alhamdulillah sosok itu merasa terhormat bisa diundang oleh mereka bertiga hari ini. Dengan bersepeda dari rumah, dia berangkat dengan penuh semangat. Bukan apa-apa, bisa bertemu dengan salah satu personel band papan atas pada era 90-an adalah anugerah yang patut disyukuri. Yuki adalah vokalis PAS Band, grup musik asal Bandung, yang berhasil dikenal oleh masyarakat Indonesia. Bunga Citra Lestari (BCL) adalah penyanyi yang berhasil diorbitkan oleh PAS Band dengan menyanyikan lagu “Kumerindu”. Kalau ingat film “Ada Apa Dengan Cinta” maka di sana ada adegan konser PAS Band yang duet dengan Tere dengan lagu “Kesepian Kita”. Dia sendiri mengenal Yuki secara pribadi saat mengawal anaknya bersepeda keliling Bandung yang dititipkan ke Emak Uwie (Komunitas NGN).

COFFEE, FOOD, AND HAPPINESS

Belajar sejarah dulu, yuk. Pada tahun 1972, Bu Wati memulai bisnis makanan dan menerima jasa mengantarkan makanan dengan menggunakan rantang. Konsumennya ada dari kalangan mahasiswa dan juga para karyawan Bank. Dalam satu hari, ia bisa membuat minimum 100 rantangan. Tahun 1979, usahanya terpaksa berhenti karena ia harus hijrah ke Jepang, menyusul sang suami yang melanjutkan studi sambil bekerja. Di Jepang, Bu Wati tidak tinggal diam dan akhirnya bekerja sebagai koki di salah satu restoran di Kyodo. Tahun 1983 ia kembali ke Bandung dan memutuskan untuk meneruskan usaha rantangannya dengan sistem catering. Dari sana, dimulailah Yufeto Catering.

Kopi Yufeto (berlokasi di Jl. Prof. Eyckman No. 3 Cipaganti) difasilitasi tidak hanya wifi yang kenceng (dan entah mengapa sinyal hampir semua provider di tempat ini hilang begitu saja), tempat yang asyik buat nongkrong, tetapi juga bisa eksis bermusik karena disediakan piano dan gitar. Mushala juga ada, meski kecil tapi nyaman karena berada di dekat kolam ikan yang bikin seger. Jelas sesuai tagline-nya, bahwa Kopi Yufeto itu tidak hanya menyediakan kopi dan makanan, tetapi juga kebahagiaan. Coffee, Food, and Happiness. Kopi Yufeto sudah buka sejak pukul 7 pagi sehingga siapapun bisa sarapan di sini dengan menu tradisional seperti lontong (cap gome dan kari ayam), nasi kuning, dan berbagai jenis roti. Menu-menu selain khusus sarapan juga ada, mulai dari makanan berat sampai kue-kue manis. Silakan nongkrong sepuasnya sampai dengan pukul 22:00.

Keluarga besar Martawidjaja

Berbagai aktivitas sudah disiapkan di Kopi Yufeto, biar bermanfaat dan tidak membosankan. Salah satu yang sudah jalan adalah “Doodle Art on Tottebag Workshop“, yaitu aktivitas menggambar doodle di tas kain. Peminatnya sangat antusias dengan program ini. Aktivitas yang juga sudah jalan adalah kerjasama dengan Komunitas Musisi Mengaji atau Komuji yang sebelumnya pernah mengundang Ustadz Evie Effendi. Ke depannya bakal banyak aktivitas yang siap diadakan di sana. Buat komunitas apa saja, pintu terbuka lebar-lebar kalau ingin bekerjasama dengan Kopi Yufeto. Silakan membuat acara di sana karena tempatnya strategis dan nyaman. Parkir pun luas.

Kopi Yufeto hanya menyediakan 100 persen biji kopi Arabika. Mengapa? Hal ini dikarenakan bahwa jenis Arabika dikonsumsi oleh 70% masyarakat dunia. Pohon-pohonnya pun khusus ditanam di atas pegunungan dengan ketinggian 700 – 1.700 mdpl. Biji kopi ini dikenal memiliki kadar kafein yang rendah sehingga tidak menyebabkan asam lambung naik atau kembung. Dari segi rasa, Arabika itu kaya akan rasa. Salah satu kopi andalan Kopi Yufeto adalah Magic karena menggunakan mesin kopi + V60, hasilnya adalah racikan kopi serupa cappuccino dengan stronger coffee karena memakai double shot espresso. Atau mau latte dengan racikan kopi siap minum karena suhu susu segarnya ketika dipanaskan hanya sekitar 65-75ΒΊ celcius? Ehm.

Selama di sana, sosok itu mencoba beberapa menu seperti nasi prasmanan dengan lauk-pauk berupa ayam dan tahu cabe ijo. Rasanya enak bener. Begitu pula saat mencoba ima mobs sandwich dan teppanyaki. Wow! Entah mengapa dia merasakan lidah yang begitu dimanjakan. Semua racikan bumbunya begitu pas. Gak ada rasa asin karena dia begitu sensi dengan garam, tetapi juga tidak hambar. Pokoknya PAS deh. Untuk minumannya dia mencoba teh tawar (ini gak bisa ditawar lagi karena merupakan minuman favorit), green tea (dengan botol kecil lucuk), dan yukosu. Nah, Kopi Yufeto memang mengeluarkan produk khas yang bisa dibawa pulang, yaitu Yukosu (singkatan dari Yufeto Kopi Susu). Ia dikemas dengan menggunakan gelas plastik yang sudah tertutup rapat (persis seperti wadah jus buah), jadi dijamin higienis. Harganya lagi promo 15K rupiah. Minggu depan direncanakan akan ada tambahan promo “Beli 1 Gratis 1”.

Mau dibawa pulang? Bisa banget. Untuk menunjang usaha mereka, Kopi Yufeto ternyata sudah bekerjasama dengan Gojek Indonesia sehingga bisa dipesan dengan menggunakan GoFood. Gampang, kan. Range harga pun masih terjangkau bahkan untuk kalangan mahasiswa. Untuk minuman masih di bawah 20K rupiah, sedangkan makanannya masih di bawah 100K rupiah. Puas deh rasanya nongkrong di sana sambil cemal-cemil sampai perut gendut hahaha. Sebelum pulang, sosok itu menyempatkan diri mengobrol dengan Kang Yuki. Ia ternyata berharap, “Mudah-mudahan Kopi Yufeto menjadi tempat nongkrong bagi semua kawan-kawan dari berbagai komunitas dan jadi tempat ngumpul bagi semua saudara. Mudah-mudahan tempat ini diberikan keberkahan yang bermanfaat tidak hanya di dunia tetapi juga menjadi tabungan di akhirat nanti. Amin.”[]

Advertisements

12 thoughts on “Kopi Yufeto yang Membahagiakan

  1. Mereka bertiga bersaudara mas? Baru tahu saya.

    Saya dulu pendengar setia Pas Band, sampe punya kaset2 nya… hehe

    Semoga sukses Yufeto nya.

    >> Iya, Yuki anak pertama, Ferry anak kedua, dan Tony anak bungsu

  2. Namanya unik kopi yufeto. Sukses untuk usahanya πŸ™‚

    >> Ala2 Jepang gitu, menunya juga beberapa adalah khas Jepang. Mungkin karena pengalaman Bu Wati yang pernah jadi koki di Jepang

  3. Kalo ini di jakarta, udah aku pesen mas :D. Kapan2 kalo ke bandung hrs nyobain ah. Kopi aku suka, walopun bukan pecinta kopi yg ngerti sampe asal asul kopi dan bisa tau itu jenis2 nya.. Buatku mah, yg ptg ga terlalu pahit, enaklah berarti kopinya :p

    >> Yups, bagi yang tidak benar-benar menyukai kopi, pahit adalah batasannya hehehe…
    Butuh temen ngopi kalau ke Bandung?

  4. Apakabar mang? Semoga selalu sehat

    Ini ni, cikal bakal tempat ngopi yang ramah serta bisa mempertemukan berbagai karakter orang orang yang hebat. Seandainya setiap warung kopi lengkap kayak gini dengan di isi berbagai kegiatan dan komunitas bisa makin betah mencari ilmu di warung kopi mang.

    Salam dari sosok yang bertegur sapa di rumah singgah lombok

    >> Alhamdulillah mau mampir ke sini, Kang. Alhamdulillah sehat semoga yang di Rumah Singgah Lombok sana juga sehat semua. Salam ya ke semuanya. Kangen….
    Iya, jualan itu harus kreatif, dan salah satunya adalah bermanfaat bagi sesama. Tidak hanya sekadar jualan yang mengeruk keuntungan semata. Kapan ke Bandung, Kang, mungkin nanti bisa nongkrong bareng di Kopi Yufeto ^_^

  5. Ahh..aku pun bahagia bisa melihat artes jadoel berseliweran ehh..
    Beneran ini mah Kopi Yufeto meni bikin betah, suasana rumahan jadi anteng deh kayanya kalo onlen

    >> Sama-sama bahagia ya, Nchie.
    Kapan-kapan harus bikin acara di sana atau sekadar nongkrong aja ^_^

  6. blog dan tulisannya keren bang Aswi,

    nitip link ya kang saya baru belajar bikin blog sendri, tadinya aktif nulisnya di Kompasiana

    >> Nuhun sudah mampir, tapi ada baiknya link URL tidak masuk ke dalam body komen, cukup di dalam kolom URL saja
    Selamat hijrah dari Kompasiana hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s