Seru-seruan Lagi di Trizara

Foto: Disgiovery

Adalah kebahagiaan … adalah kesempurnaan
yang dituju oleh setiap manusia di dunia ini.
Adalah senyum, adalah tawa, adalah kebersamaan
yang bisa menyempurnakan semua tahapan
menuju panggung “Kedamaian Hati”.

Seru-seruan Lagi di Trizara ternyata memang memberikan efek berlipat. Kegembiraan yang selalu tercipta. Entah apa rahasianya tempat ini terus saja menyuntikkan energi yang membuat hati ini tersenyum. Jawa Barat memang dikarunia alam yang begitu indah. Taksalah kalau orang-orang terdahulu menyebutnya sebagai Parahyangan, tempat berkumpulnya para dewa. Priangan. Taksalah jika kemudian Pak Kunal memberi nama pada resortnya ini “TRIZARA”. Trizara itu artinya taman/kebun dari surga. Ada harapan di sana bahwa tempat ini menjadi tempat alternatif untuk berlibur dan menikmati taman surga ala Lembang.

Ada pegunungan, ada hawa dingin, ada pemandangan menakjubkan, ada kabut, ada embun, ada api unggun, ada waktu menunggu sunrise/sunset, dan ada tempat berkumpul bersama. Trizara Resorts tampaknya ingin hadir untuk melengkapi kebutuhan manusia kota yang haus akan semangat mencumbui alam. Sama halnya dengan ‘trizara‘ yang diambil dari bahasa Sansekerta, tenda-tenda di sana juga diberi nama unik seperti Netra (mata), Nasika (hidung), Svada (rasa), dan Zana (manusia). Ya, siapa pun yang hadir di sana bisa memaksimalkan panca inderanya dengan baik. Melihat yang indah-indah, mencium yang wangi-wangi, merasakan kebahagiaan bersama keluarga dan sahabat tercinta. Ada bentuk penghargaan bagi manusia yang ada di sana.

Baca juga:
Camping Mewah di Trizara Resorts Lembang

BERSEPEDA KE TRIZARA RESORTS LEMBANG

Keseruan tiga hari kemarin (5-7 Februari 2018) jelas berbeda, meski sudah 4x dirinya datang dan menginap di Trizara Resorts Lembang. Tidak ada kata bosan dalam kamusnya, apalagi di tempat ini. Lupakan rutinitas yang monoton di perkotaan, dengan gadget, televisi, atau berbagai macam teknologi yang secara tidak sadar telah mengikis rasa humanisme setiap manusia sedikit demi sedikit. Dan solusinya adalah melebur dengan alam. Merasakan kembali canda dan tawa dengan kawan sejawat yang sebelumnya hanya bertegur sapa di dunia maya. Ahhh … betapa dunia ini terlalu indah untuk dilewati begitu saja dengan barang-barang elektronik.

Cusss deh, ini saatnya untuk kembali tidur dengan selimut tebal tanpa harus diganggu oleh berbagai siaran TV, lalu menemui kabut di pagi harinya, sambil menyesap teh panas, mendengarkan cerita asyik dari kawan sekamar, lalu menggerakkan kaki demi mengenal lebih jauh lagi kawan-kawan yang siap menghidangkan beragam cerita menarik lainnya. Langsung … dengan memandang wajah dan postur tubuhnya. Inilah dunia nyata yang sebenarnya. Tidak hanya bersepeda mengeluarkan keringat (bela-belain) dari Bandung ke Trizara Resorts Lembang yang jarak dan elevasinya membuat kepala menggeleng-geleng. Lebih dari itu adalah tertawa bersama saat bermain jenga, ludo, atau berzumba. Selebihnya bisa saling berbagi saat mengelilingi api unggun.

Ya, dia kesampaian juga ke Trizara pakai sepeda. Total jarak dari rumah adalah 27.64 km dengan waktu tempuh 3 jam 48 menit. Jarak yang pendek, tapi nanjaknya itu lho. Bayangkan saja, berangkat dari elevasi 673 m sampai ke elevasi 1.272 m. Gak sampai dorong sih, tapi banyak berhenti. Semua memang harus dimulai, bukan dipikirkan. Dengan lalu lintas Kota Bandung yang agak padat, dilewati dengan hati ceria. Pun saat hujan turun dengan imutnya. Gerimis yang makin lama membuat tubuh menjadi basah. Hawa dingin turut menyertai. Sempat beberapa kali istirahat, seperti untuk mengistirahatkan otot-otot, shalat jamak Zuhur-Ashar, hingga makan gorengan seadanya demi mengganjal perut. Hampir 3 (tiga) liter air habis diminumnya. Alhamdulillah tepat waktu, pukul 14:00 sudah sampai di sana.

Tidak ada kata menyerah. Meluncur dengan hati bungah, mulai dari tembok-tembok beton di tengah kota, hingga akhirnya jalan menanjak yang dimulai dari Jl. Asia Afrika hingga Parongpong. Tanjakan tiada henti yang begitu terasa saat menapaki Jl. Sukajadi dan Jl. Dr. Setiabudi, hingga menembus ke Jl. Sersan Bajuri. Jika dijalani dengan santai dan dinikmati, meski lambat tapi menyegarkan. Keringat menghangatkan tubuh, menghangatkan hati, menghangatkan mata, takterasa kedinginan meski udara Bandung Utara dan titik-titik hujan berusaha membekukan. Menikmati butir-butir buah Ganitri yang berserakan di sepanjang Jl. Sukajadi, lalu takmelewati berfoto bersama bunga-bunga cantik di Cihideung. Takada yang sia-sia selama perjalanan. Begitulah jika melebur dengan alam.

TRIZARA RESORTS, MELEBUR DENGAN ALAM

Dengan teknologi yang semakin canggih, dunia ini menjadi terbalik. Tahu kan slogan ‘yang jauh makin dekat, yang dekat makin jauh’? Betapa kehidupan manusia saat ini seperti mengamini slogan tersebut. Gadget atau hape telah merealisasikannya. Gak heran kalau pas jam makan, semua orang yang menghadap meja yang sama sibuk dengan hapenya masing-masing. Trizara Resorts mencoba menjadi solusi bagi keluarga yang sudah keranjingan teknologi. Glamping ini menawarkan paket menginap yang jauh dari teknologi seperti TV, telepon, dan AC (kecuali mau jadi manusia beku). Sebagai gantinya ada berbagai permainan asyik, mulai dari game takberkeringat (kartu, ludo, jenga) hingga yang membuat lelah (meniti tali, flying fox, sepeda, ATV, trampolin).

Tinggal pilih aja. Sosok itu sendiri begitu asyik dengan trampolin yang dapat melancarkan pembuluh darahnya. Seperti dunia terbalik, dia melihat hal yang berbeda dalam memaknai kehidupan ini. Selain … tentu saja silaturahmi yang semakin erat antar Travel Blogger Indonesia kemarin. Dia pernah menulis tentang Trizara Resorts Lembang yang mencoba menyatu dengan alam. Bangunan atau tendanya terbilang ramah lingkungan. Bahan semen hanya digunakan untuk alasnya yang berupa panggung dan pembatas kamar mandi, sehingga penyerapan oleh tanah akan benar-benar maksimal. Kualitas air tanah akan terjaga dengan baik. Rangkanya terbuat dari besi dengan kualitas kain/terpal terbaik yang langsung didatangkan dari India.

Sabun juga dibuat sendiri dengan sifat regradable. Begitupula septic tank yang dikonsep agar melebur dengan alam. Tidak diperlukan lagi truk tinja karena semua kotoran bisa dimanfaatkan dengan baik, misalnya diolah menjadi kompos. Dengan lahan seluas 3 hektar, beberapa taman dan kebun juga sudah dipersiapkan dengan baik. Beberapa bangunan dibuat begitu cantik dengan arsitektur luar negeri. Berfoto di sana laksana bukan di Lembang. Belum beberapa permainan yang membuat tubuh dan jiwa menjadi sehat. Selain trampolin, kini juga ada ATV yang mempermudah perjalanan dari tenda ke berbagai tempat di Trizara. Sosok itu paling tidak, jadi belajar bagaimana cara mengemudi ATV yang baik, apalagi di lahan yang naik-turun.

Baca deh:
Outbond Seru Ala Trizara Resorts Lembang

Seru-seruan Lagi di Trizara tidak perlu harus ke luar kawasan seperti outbond yang pernah dilakukan tahun lalu. Di dalam juga bisa. Kalau trampolin dan ATV belum memuaskan, masih ada beberapa wahana seperti meniti tali yang dijamin memompa adrenalin. Lokasinya sendiri berapa di belakang halaman, tepat di dekat api unggun. Beberapa travel blogger yang kebetulan hadir kemarin langsung antusias dan rela mengantri. Pertama adalah meniti balok-balok papan di atas tali, lalu meniti seutas tali yang diikat pada tali pegangan (berbentuk segitiga terbalik), lalu meniti tali hanya mengandalkan pegangan seutas tali setinggi pinggang, lalu meniti tali dengan berpegangan pada seutas tali di atas kepala, dan akhirnya terjun bebas dengan flying fox. Seruuu!

Mau menginap di sana? Sosok itu kebetulan menginap di Netra 09 yang pemandangannya bagus banget karena dapat melihat Gunung Tangkuban Parahu saat nongkrong di berandanya. Harga per malamnya Rp1,688juta nett untuk 2 orang. Kalau mau yang hemat, bisa memilih Nasika yang memuat sampai 4 orang dengan harga Rp1,988juta nett per malam. Namanya juga glamping, pasti harganya standar segitu. Harga makanannya yang asli Indonesia rata-rata Rp40K – Rp80K, minumannya juga kurang lebih sama. Sebagai patokan, softdrink dibandrol dengan harga Rp27,5K. Sekali lagi, harga sesuai dengan yang didapat. Lokasi Trizara Resort Lembang pun strategis, bisa dari Lembang maupun dari Cimahi atau Ledeng.[]

Advertisements

8 thoughts on “Seru-seruan Lagi di Trizara

  1. Wahhhhh keren banget tulisan nya bang… jadi kebayang seru nya di sana

    >> Nuhun, Koh. Iya seru banget!

  2. Ada akuuuuu. Aaaakk.
    Menyenangkan banget sih emang menginap di trizara resort. Aku udah 2 kali menginap di sana. Dan keduanya masing-masing punya pengalaman yang berbeda dan memiliki keseruan yang berbeda juga.
    Hihi.

    >> Iya dong, thanks dah mau jadi model ^_^
    .
    Iya, selalu seru meski dah beberapa kali ke sana. Dan memang, keseruannya berbeda. Tapi tetap seruuu!

  3. Standar sepedanya pake kayu wqwq
    Sepedaku juga standarya copot ga tau kemana :v

    >> Begitulah, Kang
    Lagian memang gak pernah mau pasang standar, rada ribet dan berat hehehe
    Bagusnya sih standar tengah kalau sepeda gembol…

  4. Wadooooh itu sepeda pun ikotan parkir dalam tenda, kamemeut…

    >> Hahahaha … sekali-kali beda ^_^
    Tapi buat foto aja, habis itu ya parkir di teras

  5. Membaca ulasan bang Aswi, sepertinya trizara emang keren ya bang! Apalagi kalo nginep bareng klg…tapiiii harganya itu loh, mesti harus nabung dulu hehehe….

    >> Iya, cocok buat keluarga.
    Semoga bisa tercapai ya nginep di Trizara ^_^

  6. Kalau tidur, sepedanya juga naik ke tempat tidur terus dipelukin gak bang ya. 😅

    >> Kalau tidurnya sendiri, mungkin bisa kali ya hahaha

  7. kalo rame-rame bareng sohib asik juga glamping gini ya,aku mauu lahh kalo gitu heheh

    >> Siapa yang gak mau?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s