Yusuf Mansyur Gandeng Kaesang Pangarep Naik Grab

Setiap mendengar kata ‘kolaborasi’, sosok itu tersenyum bangga. Ya, itulah kata yang memberikan semangat pada jiwanya. Bukti bahwa manusia sebagai makhluk sosial, benar-benar memaksimalkan potensinya untuk saling bekerjasama. Tidak sendiri-sendiri. Shalat berjamaah. Kerja bakti membersihkan lingkungan tempat tinggal agar tidak terlihat kotor. Sekumpulan lebah yang terus membangun koloninya: hanya mengisap yang manis-manis, lalu mengeluarkan kotoran berupa madu. Satu lebah terganggu, sepasukan yang datang membela. Sebegitu manfaatnya. Atau saat kaki luka karena menginjak duri, bibir teriak mengaduh, mata berair, otak kesakitan, lalu tangan beraksi mengambil duri dan segera mencari obat merah.

O, indahnya. Laksana satu tubuh yang terus saling bekerjasama. Dan itulah tampaknya yang ingin disampaikan oleh Ust. Yusuf Mansyur dengan perusahaan PayTren miliknya, mencoba menggandeng Kaesang Pangarep untuk naik Grab bersama-sama. Maksudnya apa? Kaesang dengan perusahaan Madhang miliknya diajak berkolaborasi dengan Grab. 3 in 1. Klop! Ko.la.bo.ra.si n (perbuatan) kerja sama. Kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah, dsb) untuk tujuan bersama. Takada yang indah selain orang-orang yang mau bekerjasama demi jutaan orang yang dapat mengambil manfaat darinya. Bayangkan, tidak hanya 3 juta orang, tetapi targetnya adalah 5 juta orang yang untung.

KERJA SAMA PAYTREN DAN GRAB

Siapa yang tidak mengenal Grab? Ini adalah platform penyedia layanan transportasi on-demand dan pembayaran mobile terdepan di Asia Tenggara. Bagaimana dengan PayTren? Ini adalah perusahaan penyedia layanan teknologi perantara transaksi di tingkat nasional melalui pemberdayaan manusia dengan konsep jejaring. Dulu namanya adalah VSI, makanya nama perusahaan masih tetap PT Veritra Sentosa Internasional. Kerja sama kedua belah pihak ini akan mengintegrasikan kekuatan mitra yang dimilikinya untuk membentuk jaringan pengusaha mikro terbesar di Indonesia. Dengan begitu, otomatis juga akan meningkatkan kapasitas para pengusaha mikro untuk menggerakkan usaha-usaha baru, sehingga mendorong pembangunan ekonomi Indonesia.

Sosok itu sungguh bahagia bisa turut hadir pada hari Selasa (13/2/2018) di The Suites Metro Bandung menyaksikan bagaimana kemeriahan dan kesyahduan acara kolaborasi tersebut. Pembukaan acara dengan membacakan QS Ar-Rahman adalah bukti bahwa kolaborasi itu tanpa adanya restu dari Sang Maha tentu akan percuma. Manusia hanya berusaha selebihnya biar Sang Khalik yang mengeksekusi. Bayangkan kerennya para mitra PayTren di seluruh Indonesia yang dapat merekrut mitra pengemudi Grab melalui aplikasi PayTren dan memperoleh pendapatan tambahan. Pengemudi Grab juga untung karena dapat mengantarkan produk-produk yang dimiliki mitra PayTren.

Ust. Yusuf Mansur mengatakan, “Bermitra dengan Grab merupakan langkah PayTren dalam menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pelaku usaha dunia Financial Technology dan pemberdayaan UMKM yang memang sudah menjadi core business PayTren dalam pemberdayaan umat.” Ustadz gaul dengan logat Betawinya yang khas itu sangat antusias untuk menjajaki cara-cara alternatif agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Begitu pula dengan pihak Grab yang diwakili oleh Ongki Kurniawan, Managing Director GrabPay Indonesia. Katanya, “Kami membantu masyarakat untuk bergabung sebagai mitra pengemudi di lebih dari 100 kota dan agen di 500 kota. Dengan kekuatan dan kehadiran PayTren, kami yakin dapat mempercepat ekspansi Grab di seluruh Indonesia.”

Sebagai kekuatan digital yang bermanfaat bagi umat, tentu #BloggerBDG tidak tinggal diam. Melalui jejaring komunitasnya mereka turut mendukung kolaborasi tersebut dengan menyebarluaskan berita baik ini. Tidak hanya di blog, tetapi juga melalui media sosial yang dimiliki oleh para anggota yang turut hadir. Kolaborasi adalah silaturahmi. Dan silaturahmi itu insya Allah akan membuka segala kebaikan. Kebaikan bersama. Kebaikan masyarakat. Kebaikan umat. Semoga keberkahan menaungi semuanya. Amin. Tentu kebaikan ini harus diteruskan dan bahkan diperluas lagi jejaringnya. Itulah mengapa Ust. Yusuf Mansyur juga mengajak Kaesang Pangarep, putra Presiden RI yang begitu cakap dalam berbisnis.

YUSUF MANSYUR GANDENG KAESANG PANGAREP

Ya, itulah yang dilakukan beliau. PayTren menjalin kerja sama strategis dengan Grab dan Madhang untuk membentuk jaringan pengusaha mikro terbesar di Indonesia. Madhang merupakan perusahaan rintisan di bidang pesan antar makanan rumahan asal Semarang yang dibesut Kaesang. Nah, kerja sama itulah yang ditunjukkan Ust. Yusuf Mansyur dengan me-launching PayTren 5.0 di Bandung. Tujuannya adalah untuk membantu mitra-mitra PayTren agar memperoleh benefit tambahan dari sana. Kemitraan PayTren dan Grab dengan Madhang bertujuan membangun semangat jiwa kewirausahaan di bidang kuliner dan industri rumahan.

Ketiga aplikasi ini, dinilai saling melengkapi untuk memperlancar setiap kegiatan usaha. Hari Prabowo, Direktur Utama PayTren, mengatakan, “Ini akan memicu pertumbuhan peluang usaha menjadi masif dan otomatis meratakan kesejahteraan masyarakat. Dari PayTren kita bisa pasarkan produk dari Madhang, lalu Grab yang akan mengantarkannya. Lengkap.” Dengan kerja sama ini, peluang pengembangan usaha pun akan kian melebar. Kaesang Pangarep yang merupakan Lead Marketing Madhang mengatakan bahwa kerja sama antara Madhang dengan Grab sudah dilaksanakan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. “Kami belajar banyak dari Grab dan PayTren, untuk selanjutnya bagaimana memberdayakan ibu-ibu sehingga memiliki kegiatan ekonomi lebih melalui makanan,” katanya.

Aih, indah sekali, kan? Sosok itu kembali tersenyum bahagia. Dia bisa pesen makanan melalui madhang.id dan melakukan pembayarannya melalui PayTren, setelah itu tinggal menunggu makanan yang akan diantar oleh pengemudi Grab. Kolaborasi yang indah dan cantik. Semuanya untung. Umat akan diberdayakan dengan baik. Tiga perusahaan dengan visi yang sama akan masa depan Indonesia. Ini keren. Tidak hanya industri makanan besar yang dapat berjualan online, ibu-ibu rumah tangga maupun pedagang kaki lima bisa berjualan secara online melalui aplikasi Madhang. Soal kesehatan atau higienitasnya tidak perlu diragukan karena Madhang sudah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.

Jadi, berkolaborasi di dunia bisnis untuk menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, itu keren. Apalagi negara ini memang selalu saja krisis dengan sumber daya manusia. Artinya … jumlah penganggurannya terus bertambah; mulai dari yang di-PHK sampai lulusan baru yang belum mendapatkan kesempatan. Ditambah lagi beberapa orang yang memang tidak mau bekerja. Miris. Dan jelas … kerja sama PayTren, Grab, dan Madhang adalah superb. Target pemberdayaan 3 juta pengusaha mikro pun bisa direalisasikan menjadi 5 juta per tahun ini. Bismillah … semoga tercapai dan barokah, apalagi dengan konsep sedekah. Siapa sih yang gak mau?[]

Advertisements

3 thoughts on “Yusuf Mansyur Gandeng Kaesang Pangarep Naik Grab

  1. Kolaborasi yang sangat bagus dan saling menguntungkan, terlebih karena bertujuan pemerataan kesejahteraan. Semoga dengan adanya kolaborasi ini usaha kecil semakin mendapat ruang. Suka dengan penjelasan dsri sosok itu yang sangat informatif dan luwes.

    >> Hatur nuhun juga sudah mampir, Kang ^_^

  2. Dari awal cariin foto Ust Yusuf Mansyur, ternyata ada di pinggir foto paling atas. Bisnis Kaesang makin lebar saja, sudah masuk ke ranah aplikasi. Keren.

    >> Iya, setelah acara di panggung beliau langsung pulang, tidak prescon dulu.
    Padahal berharapa banget bsia foto berdua ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s