LPS Adalah Sahabat Nasabah

Sosok itu jadi teringat dengan masa kecilnya. Di samping rumah saat masih tinggal di Komp. PLTU Tanjung Priok, ada kandang ayam yang tiang-tiangnya terbuat dari bambu. Almarhum Bapak melubangi salah satu tiang bambu itu berbentuk garis horizontal, sehingga cukuplah untuk memasukkan uang koin atau uang kertas. Dari cerita yang simpang siur, dikatakan bahwa itu adalah celengan salah satu orangtuanya. Mungkin Almarhumah Ibu. Wallahu’alam. Terlepas benar atau tidak, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang masih menabung ala tradisional. Baik di bambu-bambu, di bawah tempat tidur, di tong, atau bahkan di loteng. Di mana saja yang dianggap aman.

Awal tahun ini, seorang petani tua di Desa Kedungrejo, Madiun, harus mengikhlaskan rumahnya yang hangus terbakar. Tidak hanya rumah, api yang diduga dari listrik konslet juga membakar uang tabungannya yang berjumlah Rp25 juta. Prayitno, anak keempatnya, menjelaskan bahwa ia tidak tahu kalau bapaknya menyimpan uang sebanyak itu. Uang tunai yang terdiri atas berbagai pecahan itu dikumpulkan dari hasil penjualan sawah. Uang tersebut lalu disimpan di dalam tas kresek dan dimasukkan ke dalam glangsing alias wuwung genting. Sedih gak, tuh? Memang sih ada sebagian uang yang tidak terbakar, jumlahnya sekira Rp1 juta. Tapi ya perbandingannya jauh banget. Prayitno berharap uang yang terbakar tersebut bisa ditukar. Nah, bisa gak?

Ayo Nabung di Bank! . LPS mendorong agar masyarakat mau menabung di bank. Salah satu alasannya adalah keamanan kalau disimpan di rumah. Perwakilan dari LPS bahkan menampilkan foto uang 20 jutaan yang habis terbakar karena disimpan di rumah. Global Financial Inclusion Index 2017 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia yang melek dunia perbankan hanya 48%. Meski lebih besar dari Vietnam atau Filipina, tetapi masih kalah dari Malaysia (85%) dan Thailand (81%). Singapura bahkan mencapai 98%. Wow! . Apa sih LPS itu? Lembaga Penjamin Simpanan adalah lembaga pemerintah yang menjaga kepentingan atau hak masyarakat yang menabung di bank. LPS menilai dan mengevaluasi bank-bank di Indonesia agar benar-benar mengedepankan kepentingan masyarakat banyak. Simpanan masyarakat di perbankan harus ada yang menjamin. Jadi, saat sebuah bank mengalami kebangkrutan maka uang nasabah tetap aman karena dijamin oleh LPS. Syaratnya adalah bank tersebut menjadi peserta LPS. . Perbankan itu penting. 79% pangsa pasar industri keuangan ada di dunia perbankan. Bisnis di sana adalah bisnis kepercayaan. Kalau gak percaya, gak bakalan nabung dong. LPS resmi didirikan pada dan berdasarkan UU No. 24 tahun 2004 meski baru beroperasi setahun kemudian. Selain LPS sebenarnya ada lembaga lain yang mengawasi bank, yaitu OJK, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia. Di luar Indonesia juga ada loh lembaga penjamin simpanan dengan nama-nama berbeda. . Sampai saat ini total ada 1.891 bank yang menjadi peserta penjaminan LPS. Ada 115 bank umum dan 1.776 BPR. Apa sih syarat agar simpanan seseorang bisa dijamin saat sebuah bank terlikuidasi? Eh, ternyata LPS hanya menjamin simpanan hingga Rp 2 Miliar per nasabah per bank. Syarat lainnya adalah simpanan harus tercatat pada pembukuan bank, tidak menyebabkan bank menjadi gagal (kredit macet), dan bunga penjaminan tidak melebihi bunga penjaminan LPS. . Nah, LPS sampai saat ini terus berkampanye dengan hestek #AyoNabungDiBank di beberapa media sosial. Untuk itu LPS mencoba berkolaborasi dengan komunitas media online, salah satunya bisa dengan Blogger Bandung. Teknisnya bagaimana? Kuy duduk bareng. . #SangPejalan #Travel #Blogger #BloggerBDG #LPS

A post shared by Sang Pejalan (@bangaswi) on

Sosok itu lalu mencari data di internet. Hasilnya mengatakan bahwa penukaran uang rusak akibat terbakar pada prinsipnya hampir sama dengan penukaran uang rusak biasa, tinggal datang saja ke Bank Indonesia (BI) untuk menukarkannya. Lebih baik disertai keterangan dari pihak kepolisan bahwa uang tersebut rusak karena kebakaran. Sedangkan syarat utamanya, bahwa uang yang boleh ditukarkan harus menyisakan 2/3 bagian. Kalau bagian yang utuh 2/3 maka dapat penggantian 100 persen dan tidak dikenai biaya sama sakali. Namun jika kurang dari itu maka tidak bisa mendapatkan penggantian uang baru. Prosesnya agak lama karena uang akan dikirim ke Jakarta untuk diteliti keasliannya dan persentase sisa uang yang rusak. Uang diperiksa satu per satu loh, ya.

Banner_014

Kalau misalnya petani tua itu bilang bahwa jumlah uangnya mencapai Rp25 juta dan setelah diperiksa oleh BI jumlah uang yang utuh 2/3 bagian hanya lima juta rupiah saja maka penukaran uang yang sah hanya sebesar Rp5 juta. Artinya tidak semua uang bisa diganti. Ya, menyedihkan, tetapi namanya juga musibah. Siapa yang tahu kapan musibah datang dan pergi. Berkaca dari kejadian tersebut, lalu bagaimana agar uang sebanyak itu bisa aman disimpan? Pemerintah pun menyarankan agar masyarakat Indonesia untuk segera menabung di bank. Melalui BI, pemerintah mengeluarkan kampanye ‘Ayo ke Bank’. Tidak hanya BI sebagai lembaga yang mengatur kebijakan moneter dan lalu lintas pembayaran yang berkampanye, ketiga lembaga di bawah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga turut berperan. Mereka adalah Kementerian Keuangan RI sebagai regulator fiskal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator perbankan dan industri keuangan lainnya, juga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) turut berperan.

Beruntung sekali sosok itu dan beberapa kawan Blogger Bandung mendapat pencerahan di bulan Ramadhan ini tentang apa itu LPS. Bertempat di Morning Glory Cafe pada hari Kamis (31/5/2018), Pak Haydin Haritzon, salah satu Humas LPS menjelaskan bahwa keberadaan lembaga itu adalah mendorong agar masyarakat mau menabung di bank. LPS menjamin bahwa menabung di bank itu aman selama sesuai prosedur. Coba kalau misalnya ada kejadian seperti pada cerita di awal, uang tabungan hangus terbakar dan hanya sebagian kecil saja yang bisa diganti. Siapa yang rugi? Meskipun bank dimana kita menabung tutup karena bangkrut, LPS menjamin bahwa uang nasabah yang disimpan akan kembali utuh, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

LPS Digital Camp

Peserta LPS Digital Camp bersama Kang Yasser

Syaratnya apa aja sih? Ternyata hanya 3 (tiga) saja, lho. Satu, simpanan harus TERCATAT pada pembukuan bank. Dua, tidak menyebabkan bank menjadi gagal (KREDIT MACET). Tiga, BUNGA penjaminan tidak melebihi bunga penjaminan LPS. Alhamdulillah mayoritas bank yang ada di Indonesia sudah rapi pembukuannya, jadi syarat pertama bisa dilewati. Syarat kedua ya bergantung nasabahnya. Kalau berhutang harus dibayar, jangan nunggak. Syarat ketiga bergantung sama bank yang bersangkutan. Sebagai contoh saja selama 2005 sampai April 2018, LPS telah menangani klaim layak bayar di Jawa Barat sebesar Rp247,69 miliar. Bank yang bangkrut pun tidak ada dari kategori bank umum, semuanya dari BPR.

Namun jumlah yang layak bayar juga menjadi acuan. Sampai saat ini LPS yang memiliki nama keren Indonesia Deposit Insurance Corporation (IDIC) hanya menjamin simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Ya maksudnya kalau memang banyak uang, lebih baik nabung di banknya maksimal dua miliar per bank. Gitu hehehe.

Kampanye menabung di bank memang tidak mudah. Ini bisnis kepercayaan. Masyarakat belum percaya betul pada bank. Wajar saja karena tingkat kepercayaan dan pendidikan masyarakat terhadap sistem perbankan belum sepenuhnya tinggi. Takheran kalau Global Financial Inclusion Index 2017 menunjukkan data bahwa masyarakat Indonesia yang baru melek terhadap dunia perbankan hanya 48%. Masih jauh sekali. Meski data tersebut masih lebih besar dari Vietnam atau Filipina, tetapi Indonesia masih kalah dari Malaysia (85%) dan Thailand (81%). Singapura paling wow! Tingkat kepercayaan masyarakat di sana terhadap dunia perbankan sudah mencapai 98%.

Kesimpulannya begini … LPS adalah lembaga yang menjamin uang nasabah tetap aman. Lembaga ini hadir berdasarkan UU No. 24 Tahun 2004, meski resmi beroperasai pada September 2005. Sumber dananya dari mana sehingga bisa membayar klaim nasabah? Ternyata dari premi perbankan sebesar 0,1% dari rata-rata DPK yang dibayarkan per semester. Sampai saat ini total ada 1.891 bank yang menjadi peserta penjaminan LPS. Ada 115 bank umum (102 konvensional dan 13 syariah) dan 1.776 BPR (1.609 konvensional dan 167 syariah). Mau tahu gak berapa aset LPS saat ini? Sampai dengan Maret 2018, asetnya sudah mencapai Rp94,52 triliun. Jadi bisa dibilang nasabah bank saat ini benar-benar terjaga keamanannya. Bahwa MENABUNG di Bank itu AMAN.[]

Blogger Bandung hadir dalam acara LPS Digital Camp yang diselenggarakan oleh LPS dan Ayo Media Network. Mereka sampai saat ini terus berkampanye dengan hestek #AyoNabungDiBank dan #AyoNabung di beberapa media sosial. Untuk itu LPS mencoba berkolaborasi dengan komunitas media online, salah satunya dengan Blogger Bandung. Pendiri komunitas sosial Mataharikecil, Yasser Muhammad Syaiful, juga turut hadir dan berbicara tentang peran besar internet (khususnya media sosial) dalam menyukseskan sebuah gerakan.

Advertisements

3 thoughts on “LPS Adalah Sahabat Nasabah

  1. wow dan saya baru tahu klo uang kebakaran bisa diganti sama bank

    kalau uang yg rusak karna digunting adek saat main bisa diganti jg gak yaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s