Parade Jetski di Festival Bahari Kepri

Sosok itu adalah pecinta air. Wajar saja karena dia lahir dan besar di pesisir pantai, tepatnya di pantai utara Jakarta. Sebelum ada tembok pembatas pantai, rumahnya hanya seratus meter dari garis pantai. Kalau air pasang, rumahnya bisa kemasukan air dan sekalian mencari ikan. Hal itu terjadi karena penambangan pasir yang begitu besar, entah dijual ke mana. Jauh sebelumnya garis pantai begitu jauh, seluas beberapa kali lipat lapangan bola, apalagi kalau surut. Teman sepermainannya beberapa adalah anak-anak nelayan. Jadi dunia air, dunia pantai, dan dunia laut, tidak pernah lepas dari kehidupannya.

Pulau Bintan yang ada di Kepulauan Riau (Kepri) juga begitu dekat dengan kehidupannya. Kepri dan Riau berbeda provinsi dan berbeda tempat ya. Pulau terbesar selain Batam di Kepri itu memiliki sejarah di keluarga. Di sanalah sang ayah mertua pernah bekerja meski hanya sebagai pedagang asongan, tepatnya di Tanjung Pinang. Kakak Bibin lahir saat beliau masih bekerja sehingga namanya diambil sebagai penanda. Pada akhirnya, entah mengapa saat Kepri atau Bintan disebut, nama itu begitu dekat di hati. Saat di sana diadakan event besar pun, membuat dia ingin segera berangkat.

Kepulauan Riau

Alhamdulillah dia pernah menjejakkan kaki di sana, tepatnya tiga tahun lalu. Kota Tanjung Pinang yang pernah diceritakan almarhum Bapak mertua mulai menemukan titik terangnya saat dirinya turun di Bandara Raja Haji Fisabilillah Beberapa adegan seperti diputar kembali. Tentang masyarakatnya yang mayoritas bermata sipit, tentang jalan-jalannya yang naik turun dan jarang ditemukan polisi, tentang tempat-tempatnya, dan juga tentang apa saja yang mampu diingatnya. Hingga akhirnya dia sampai di sebuah kelokan. Itulah jalan yang akan menuju Pelabuhan Rakyat.

Sebuah gang yang nyaman karena pada bagian dinding di sebelah kiri terdapat grafiti yang dilukis oleh warga lokal tentang ciri khas kota tersebut. Ada tulisan, “Tanjung Pinang… Kampong Kite!” Gambar-gambar ikan hiu, keong laut yang menjadi ciri khas makanan mereka dan disebut dengan gonggong, serta otak-otak ikan. Beberapa motor berbaris rapi di sebuah tempat parkir di atas laut, begitu pula yang berjajar di sisi gang yang terus menjorok ke tengah laut. Ucapan-ucapan khas Melayu mulai terdengar jelas. Bau amis merebak.

Banner_015

Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa | Jika hendak mengenal orang yang berbahagia, sangat memeliharakan yang sia-sia | Jika hendak mengenal orang mulia, lihat kepada kelakuan dia | Jika hendak mengenal orang yang berilmu, bertanya dan belajar tiadalah jemu ~ Gurindam Fasal yang Kelima karya Raja Ali Haji

Dalam waktu beberapa hari ke depan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menyiapkan gebrakan untuk memanjakan wisatawan. Kata “kembali” disebutkan karena event ini sudah beberapa kali diselenggarakan. Acara yang dianggap paling menarik dari Festival Bahari Kepri (FBK) adalah adanya Lomba Sampan dan Jong. Jong adalah perahu layar khas Melayu. Layarnya begitu warna-warni sehingga mencerahkan pemandangan di laut lepas. Ada juga panggung seni tradisional yang diisi dengan tari-tarian, puisi, dan pantun. Ada Jalan Santai Kirab Pemuda Indonesia, Senam Sehat Kirab Pemuda Indonesia, Gotong Royong Kirab Pemuda Indonesia, serta Lomba Lukis bertema Wonderful Riau Islands. Aneka Bazar Kuliner Kepri serta Atraksi Seni Budaya Melayu Kepri juga sudah siap dihadirkan.

Sosok itu jadi ikut bangga. FBK diselenggarakan di Tanjung Pinang pada 21-24 September 2018. Festival ini bisa dibilang merupakan bingkai besar potensi pariwisata Provinsi Kepri. Sajiannya super lengkap. Mulai dari sport tourism, wisata bahari, alam sampai budaya. Kata kunci bahari karena beberapa eventnya berkaitan dengan kelautan. FBK kemudian diselaraskan dengan program Wonderful Indonesia Sailing sehingga bisa diperkenalkan kepada yachter mancanegara. Nanti juga ada Lomba Perahu Naga, Festival Sungai Carang, serta Karnaval Kepulauan Riau. Potensi bahari inilah yang membuat Tanjung Pinang bisa diakses tidak hanya lewat udara. Tersedia sejumlah ferry yang melayani pelayaran selama 15 menit dari Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura di Tanjung Pinang.

Jetski Festival Bahari Kepri

Jetski | Sumber Foto: Antara

Jetski juga tidak ketinggalan sebagai kata kunci dari artikel ini. FBK dalam pembukaannya juga bakal diisi oleh akrobatik jetski. Nah, eksibisi jetski juga akan menjadi penutupnya dimana ratusan jet ski akan berkonvoi dari Malaysia dan Singapura menuju Tanjung Pinang. Kalau dilihat dari namanya, padahal Jet Ski adalah nama merek dari sebuah perahu pribadi yang diproduksi oleh Kawasaki yang kemudian sering digunakan secara umum untuk merujuk pada jenis perahu pribadi dengan gaya ini. Jetski biasanya bisa membawa 1-2 orang duduk dalam konfigurasi seperti sepeda biasa atau sepeda motor. Ahhh … ingin sekali dia bisa mengendarai jetski. Amin.[]

Advertisements

One thought on “Parade Jetski di Festival Bahari Kepri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s