PAXEL, Mengirim Paket pada Hari yang Sama

Seberapa ikhlas terhadap ketentuan Allah Swt.
Seberapa ikhlas untuk menerimanya.
Berbisnis itu harus melihat seberapa besar manfaatnya,
bukan seberapa besar keuntungannya.
          ~ Johari Zein (Komisaris JNE, Founder GBMI)

Sosok itu pernah pada suatu masa merasa kebingungan. Paket kue basah yang masa kadaluarsanya hanya tiga hari pada suhu ruangan harus segera dikirimkan. Tidak bisa tidak, pilihannya kue tersebut harus sampai pada hari yang sama, meski masalahnya adalah pada jarak. Ya, paketnya dikirim dari Bandung menuju Cikarang. Dari info yang didapatkan, paling mudah adalah menggunakan bus penumpang. Ini memang lazim, tetapi tidak efisien. Satu, paket harus diantar sendiri ke terminal bus atau menunggu di titik bus tersebut bakalan lewat. Dua, tidak tahu bagaimana kondisi kue selama dalam perjalanan, apakah aman atau tidak. Tiga, orang yang menerima paket harus menunggu di terminal kedatangan atau janjian dengan kernetnya di suatu tempat. Kesimpulannya … tidak efektif.

Paket kue yang dimaksud tidak berjumlah sedikit loh, tapi sampai tiga dus. Satu dus isinya ada 12 box kue. Kalau ternyata selama di perjalanan kuenya rusak gimana, apakah pihak bus akan mengganti rugi? Dia pikir gak mungkin. Yang ada dia yang harus menanggung kerugian dengan menggantinya dan harus dikirim kembali. Penerima atau pembeli pasti tidak mau rugi. Okelah pada akhirnya sosok itu terpaksa memiliki jasa penitipan ke bus jurusan Bandung-Cikarang, sambil dibarengi doa semoga kuenya aman-aman saja sampai di tempat tujuan. Alhamdulillah semuanya aman terkendali, semuanya bahagia, dan semuanya bisa beristirahat dengan tenang. Hanya saja … apakah hal ini akan dibiarkan berlarut-larut? Terjadi adegan ulang saat dia harus mengirim barang yang sama ke Cikarang atau ke kota-kota lainnya.

Banner_029

Jumat, 9 November 2018, sosok itu bersama kawan-kawan Blogger Bandung diperkenalkan dengan sebuah perusahaan jasa pengiriman bernama Paxel. Sangat menarik karena tagline-nya adalah bahwa kirim paket bisa dilakukan sameday alias pada hari yang sama. Paling tidak jika dikirim dari Bandung ke Jabodetabek. Kalau pengiriman paket di dalam kota cincay lah. Penawarannya pun menarik, yaitu bahwa di Paxel tidak ada istilah ‘cancel‘, semua kiriman akan dilayani. Lalu ada jaminan tepat waktu dan uang kembali. Tidak ada batasan jarak asal di kota yang sama. Harga tetap berdasarkan ukuran paket (small, medium, dan large). Dan yang terakhir ada asuransi sampai dengan Rp10 juta. Wow banget kan penawarannya.

Namun dia juga harus menelisik siapa sih orang atau tim yang ada di belakang Paxel. Tujuannya adalah kepercayaan. Kalau dapat dipercaya karena memang sudah berpengalaman, itu akan menjadi poin penting. Ternyata di sana ada Pak Johari Zein. Bagi yang belum tahu, beliau adalah mantan CEO di JNE dan sekarang menjadi komisaris di sana. Pak Johari adalah mata panah di balik kesuksesan JNE dari awal hingga saat ini. Paxel adalah Perusahaan Ekspedisi dan Delivery yang bisnisnya berada di bawah tangan dingin GBMI. GBMI adalah Global Basket Mulia Investama, yaitu venture capital yang siap mendukung para pebisnis agar bisa berkembang dan maju dengan cara mempercepat model bisnis baru dan inovatif. Paxel adalah salah satu start up yang benar-benar didukungnya.

Johari Zein

Sebagai tambahan pengetahuan saja, Pak Johari juga peduli pada musibah gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 5 Agustus 2018 lalu. Melalui Johari Zein Foundation (JZF), lembaga filantropi yang didirikan oleh beliau, dilakukan pembangunan kembali masjid dan musola yang hancur dan rusak. Tujuannya sudah jelas, yaitu menjaga kenyaman beribadah umat Islam. Program sosial ini juga didukung oleh berbagai perusahaan yang sejalan dengan visinya. Untuk proses distribusi kebutuhan barang, ada Paxel yang merupakan pelopor bisnis jasa pengiriman berbasis teknologi. Untuk desain bangunannya ada Alien Design Consultan (Alien DC) yang juga dibimbing oleh GBMI. Termasuk dukungan dari para seniman musik melalui Kolase, perusahaan fundraising yang telah banyak membantu fundraising para musisi Indonesia, yang juga masih di bawah bimbingan GBMI.

Menurut Pak Johari dalam sambutannya di Lo.Ka.Si Bandung, “Berbisnis itu pada dasarnya jangan mempersulit orang lain, konsepnya adalah membantu lebih banyak lagi orang yang membutuhkan. Kalau memang harus kolaborasi ya kolaborasilah. Paxel itu adalah bisnis yang memudahkan dan menyederhanakan (simplicity), itu inovatifnya. Lihat saja bagaimana alat bantu hitung-hitungan terus berkembang mulai dari sempoa, kalkulator, smartphone, dan seterusnya. Bisnis itu harus memberikan manfaat.” Selama memberikan sambutan, beliau layaknya bertausyiah. Beberapa ayat dalam Al-Quran disampaikan dengan baik. Luar biasa. Bikin hati jadi adem. Ya, Pak Johari adalah seorang mualaf yang tidak tanggung-tanggung dalam memberikan kebaikan. Itu sudah dibuktikannya dalam membangun JNE. Kata-katanya penuh hikmah dan membuat sosok itu merasa malu karena belum banyak yang diperbuatnya untuk kemaslahatan umat.

Banner_030

Lalu apa bedanya antara Paxel dengan JNE? Sudah dijelaskan pada paragraf kelima di atas, bahwa Paxel adalah pelopor bisnis jasa pengiriman berbasis teknologi. Artinya, mengirim barang sudah bisa dilakukan dengan smartphone. Barang akan diambil langsung dan kemudian dikirim pada hari yang sama. Asal sudah mengunduh aplikasi Paxel, maka semua kiriman akan aman. Keuntungan sudah didapatkan dari awal mengunduh aplikasi ini. Pada saat registrasi, saldo Rp100 ribu sudah langsung didapatkan. “Itu adalah investasi, promo kebaikan,” ujar Pak Johari. “Bisnis yang dimulai dari kebaikan pasti akan mengundang kebaikan. Bakal ada keberkahan di sana,” lanjutnya dengan penuh senyuman.

Secara filosofi, Paxel ini keren. Paxel dalam bahasa Yunani itu artinya kedamaian. Semoga yang terlibat dalam bisnis ini membawa hati yang damai. Tenang. Bisa tidur nyenyak. Amin. Brand story Paxel adalah bergerak. Bergerak kemana saja agar bisa #AntarkanKebaikan sehingga simbol yang dipakai adalah dua panah dengan arah berlawanan. Terus bergerak meski pada akhirnya akan kembali lagi. Simbol atau logo Paxel juga menunjukkan gambar paket, berkawan atau kolaborasi, dan teknologi digital. Semua saling menyatu. PAX itu bisa bermakna Package atau People. Sedangkan EL bisa bermakna Accelerate (bergerak lebih banyak dan lebih cepat).

Paxel

Alexander Zulkarnain, Brand Happiness Hero dari Paxel, menambahkan bahwa perusahaannya itu mengambil analoginya dari tokoh superhero besutan Marvel, yaitu Ironman. Bahwa pekerjaan atau kewajiban mereka adalah mengantarkan logistik berupa barang atau makanan dengan baik. Delivering goods (with care). Untuk itu mereka harus menanamkan dalam pikirannya bahwa pelanggan harus senang dan bahagia. Kalau ada keterlambatan, baiknya di-refund. Kalau ada kerusakan, baiknya diberikan kompensasi. Make customer happiness. Gak heran kan kalau Paxel sudah siap untuk #AntarKebaikan kemana saja. Meski menurut Intan Saraswati, Chief Happiness Operations, Paxel baru beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Jogja, dan Solo. “Targetnya adalah 20 kota sampai pertengahan 2019.” Benar-benar berusaha service excellent (serve with nice).

Baiklah, sosok itu makin tertarik dengan Paxel. Apalagi setelah mengunduh aplikasinya dan langsung mendapatkan saldo Rp100 ribu, dia juga bisa mendapatkan saldo tambahan Rp50 ribu kalau ada calon pelanggan yang mengunduh aplikasi Paxel berdasarkan referensinya. Nah, kalau ada yang mau, coba deh unduh aplikasinya dan registrasi dengan memasukkan kode promo ‘bangaswi‘.

Paxel - Make the First Move

Kalau misalnya ada pertanyaan, “Why Paxel?” Sosok itu hanya bisa menjawab dengan 5 (lima) poin saja

  1. Same Day. Same Price. Dunia ini sudah dalam tatanan serbacepat. Gak mau repot. Paxel menawarkan jasa pengiriman hanya dalam satu hari di hari yang sama di Jabodetabek dan semua itu dengan harga yang flat. Di Bandung juga sama. Dari Jakarta ke Bandung atau sebaliknya juga ada jaminan dikirim pada hari yang sama. Kalau hal itu tidak terjadi, konsekuensinya pihak Paxel akan menggratiskan kiriman paket berikutnya. Asyik kan.
  2. Urban Shipment. Ini zaman canggih. Semua sudah ada pada smartphone yang dipegang. Aplikasi Paxel memungkinkan pengiriman menjadi lebih cepat dan serba sederhana, hanya beberapa klik saja di layar smartphone. Paxel memang cocok untuk generasi milenial di mana saja. Dengan teknologi semua bisa terjadi. Creating shipments is only a fingertip away through mobile app. Nah.
  3. We’ve Got You Covered. Jarak tidak menjadi masalah, asal masih di dalam kota yang bersangkutan, dengan harga yang sama. Tidak hanya jarak, keamanan juga diperhatikan benar. Itulah mengapa Paxel berani memberikan asuransi hingga Rp10 juta plus ekstra pengemasan. Alasannya sederhana … bahwa selalu ada paket yang memang ‘fragile‘.
  4. Ready When You Are. Waktu diberikan sebebas-bebasnya pada pelanggan. Jangan sampai terjadi hilangnya paket seperti halnya mengetuk pintu pada rumah yang kosong. Itulah makanya pelanggan diberikan kebebasan kapan paket bisa diambil dan kapan paket harus dikirimkan. Jadwalkan dengan baik agar paket benar-benar sampai pada tujuannya.
  5. No More Waiting Game. Tidak ada aktivitas yang membosankan dan menyebalkan selain menunggu. Hampir semua orang tidak suka menunggu. It’s never fun to wait. Dengan aplikasi Paxel, pengiriman akan dilacak dengan baik dan akurat. Tidak perlu lagi adanya kecemasan berlebih barang sudah sampai mana. With a worry-free delivery, now the fun begins. Gitu kan?

Paxel - BloggerBDG

Akhir kata, sosok itu langsung mencoba layanan Paxel setelah selesai acara gathering bersama kawan-kawan #BloggerBDG di Lo.Ka.Si. Tumbler yang didapatkan sebagai bentuk penghargaan langsung saja dipaketkan di Paxel. Oleh karena hari sudah malam, paket tumbler itu minta dikirimkan keesokan harinya, meski paket langsung diambil pada malam itu. Hasilnya, paket sampai dengan selama di rumah meski sang ‘Hero’ harus menelepon dirinya alamat rumah yang tepat. Gak masalah karena itu adalah bentuk kepedulian bahwa paket harus diantarkan dengan selamat sampai tujuan. Nah, mau mencoba Paxel?[]

Advertisements

5 thoughts on “PAXEL, Mengirim Paket pada Hari yang Sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s