Keluarga Sehat Tercipta dari Ibu Hebat

Bunda, masih kudengar petuahmu bergetar | waktu kutertegun di ambang pintu | melepaskan diriku dari pelukmu: | “Hati-hati di rantau orang, anakku sayang | Berkata di bawah-bawah, mandi di hilir-hilir | Dimana bumi dipijak di sana langit dijunjung.” (Kerabat Kita karya Sutan Takdir Alisjahbana | 1962)

Yeay! Ada yang tahu saat ini hari apa? Hari Sabtu. Benar, tetapi yang lebih tepat adalah Hari Ibu, yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2018. Hari yang begitu spesial karena ibu memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Tidak hanya sekadar mengasuh dan mengelola rumah tangga, ibu memiliki tugas yang lebih besar lagi seperti memastikan kesehatan dan kesejahteraan anggota keluarga. Setuju, kan?

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen bahwa salah satu program besarnya adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Nah, untuk menuju target kesehatan masyarakat tersebut maka langkah yang paling strategis harus dimulai dari keluarga. Dengan begitu, peran ibu sangat penting untuk mendorong keberhasilannya. Ibu memiliki peran kunci dalam perbaikan gizi keluarga sebagai langkah awal menciptakan kebiasaan sehat dalam keluarga.

drg. Widyawati

drg. Widyawati, KaBiro KomYanMas Kemenkes RI

Namun sayangnya, berdasarkan riset di 13 negara yang dipublikasikan oleh European Journal of Nutrition, diketahui bahwa 1 dari 4 anak di Indonesia masih kurang minum, yaitu 30 persen yang dikonsumsi bukanlah air putih. Oleh karena itu, bayi dan anak-anak rentan mengalami kekurangan cairan tubuh. Ih, ngeri banget ya. Padahal, perlu diketahui bahwa para remaja dan orang dewasa sehat itu memerlukan air sebanyak dua liter per hari.

Kenyataannya, data menunjukkan bahwa sebanyak 40 persen orang dewasa dan 36 persen remaja di Indonesia belum memenuhi asupan hidrasi yang cukup. Bahkan masyarakat Indonesia tidak hanya kurang minum, tetapi masih banyak yang belum menyadari pentingnya mengetahui jenis air minum yang sehat dan aman untuk dikonsumsi karena air minum yang kurang higienis dapat menjadi sumber beragam penyakit. Ini baru berbicara tentang kesehatan air, belum hal lainnya.

Ibu HebatTahu gak sih kalau ibu sangat berperan dalam menjaga derajat kesehatan keluarga? Pada umumnya seorang ibu akan cepat mengetahui jika ada anggota keluarga yang kesehatannya terganggu dan tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Ibu adalah orang yang paling pas memegang tonggak terdepan untuk meningkatkan derajat kesehatan anggotanya, sekaligus mengontrol faktor risiko kesehatan anggota keluarga. Hal ini juga didukung hasil penelitian bahwa kaum perempuan lebih menyadari, mengingat, dan melaporkan gejala (berkaitan dengan kesehatan) dibandingkan laki-laki. Kaum ibu-lah yang lebih banyak menggunakan fasilitas kesehatan. Ibu memiliki peran strategis dalam keluarga.

Banner_042

Pembangunan kesehatan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang ditunjukkan dengan meningkatnya umur harapan hidup serta menurunnya berbagai angka kesakitan dan kematian. Namun, dalam waktu bersamaan masih terdapat berbagai tantangan, seperti angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang masih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain.

Data survei demografi kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukkan AKI mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB mencapai 32 per 1000 kelahiran hidup. Artinya, setiap hari di Indonesia ditemukan lebih kurang 44 orang ibu meninggal saat melahirkan dan 440 bayi meninggal sebelum ulang tahun pertamanya. Selain itu, pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan juga belum menggembirakan.

Temu Blogger Kesehatan

Hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2010 menyebutkan bahwa hanya sekitar 50% ibu hamil yang mendapat penjelasan tanda bahaya selama pemeriksaan kehamilannya. Padahal, ibu yang sehat dapat melahirkan generasi yang yang akan berkembang menjadi bangsa yang bermartabat. Nah, blogger sebagai pegiat media sosial (medsos) memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi positif mengenai program pembangunan kesehatan.

Untuk itulah blogger perlu mendapat informasi yang sesuai dan tepat dari narasumber yang kompeten. Dalam rangka memberikan pemahaman mengenai pentingnya makanan sehat dan bergizi inilah, Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI menyelenggarakan “Temu Blogger Kesehatan: Sosialisasi Kesetaraan Gender dalam Wujudkan Indonesia Sehat” di Hotel Grand Savoy Homann, Bandung.

dr. Indah KusumaningrumKepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, drg. Widyawati, MKM, memberikan sambutan dengan mengeluarkan data para pengguna media sosial dan bagaimana tingkah laku mereka. Salah satu hal yang paling disorot adalah hoax atau berita bohong. Tema kesehatan berada pada peringkat ketiga yang masuk dalam berita hoax di bawah tema politik dan SARA. Ini jelas berbahaya. Hoax menyebar begitu bebas dan begitu mudah. Lewat grup-grup WA, berita-berita kesehatan tersebar begitu cepat. Misalnya saja informasi tentang diet, bahwa dalam waktu seminggu bisa turun 5 kg tanpa harus berolahraga. Benarkah begitu? Tentu saja tidak benar. Ilmu dari mana? Kecuali kalau sakit parah hingga terjadi penurunan berat badan yang drastis.

Nah, di sinilah peran blogger kesehatan sebagai duta digital. Blogger harus memberikan informasi kesehatan yang benar dan meluruskan informasi kesehatan yang salah. Blogger adalah ujung tombak alternatif yang bisa membantu Kemenkes RI. Dunia maya memang menggoda dan membuat hasrat manusia merasa terpenuhi sehingga sosialisasi di dunia maya dianggap perlu dan penting tetapi jangan sampai dunia nyata jadi terlupakan. Nah! Rumus dari Bu Widya sederhana, yaitu “Saring sebelum Sharing”.

Kesetaraan gender di bidang kesehatan memang begitu penting, karena akibatnya begitu fatal. Misalnya saja saat seorang ibu hamil tua mengalami ketuban pecah sementara suami tidak ada di sisinya, tentu sang ibu harus segera mengambil keputusan untuk meminta tolong ke tetangganya agar bisa diantarkan ke bidan/puskesmas/rumah sakit. Tidak menunggu suaminya datang. drg. Juniati, perwakilan dari Dinkes Pemprov Jabar, menjelaskan tentang masalah diskriminasi gender ini.

Beberapa contoh dampak diskriminasi gender bagi remaja adalah bahwa perempuan boleh/gampang menangis dibanding laki-laki dan bagaimana perempuan tidak boleh menolak ajakan pacarnya. Kalau dibiarkan ini jelas berbahaya. Begitu pula dengan yang terjadi di rumah tangga, beberapa diantaranya bahwa aktivitas seperti nyapu/ngepel, cuci baju/piring, dan mengurus anak-adalah tugas kaum perempuan.

Blogger Kesehatan

Direktur Kesehatan Keluarga, dr. Eni Gustina, menyimpulkan bahwa gender itu berbeda dengan seks. Bentuk ketidaksetaraan gender seperti stereotip, sub ordinasi, marginalisasi, beban ganda, dan kekerasan harus ditiadakan. Stereotip adalah label yang dilekatkan pada laki-laki/perempuan, misal laki-laki harus mencari nafkah sedangkan perempuan mengurus rumah tangga. Sub Ordinasi adalah perempuan selalu berada nomor dua misal pada pengambilan keputusan, pendidikan, dan pekerjaan.

Marginalisasi adalah peminggiran atau tidak diperhatikan. Beban ganda adalah perempuan yang juga harus mencari nafkah. Terakhir ada dr. Indah Kusumaningrum, influencer yang baru lulus bercerita tentang apa yang bisa dilakukan Generasi Milenial dalam kehidupan sehari-hari? Manfaatkan pelayanan kesehatan, kelola stres, terapkan pola hidup sehat, sharing is caring, dan mulai cintai diri sendiri.

Banner_043

Sesi pamungkas dalam acara “Temu Blogger Kesehatan: Sosialisasi Kesetaraan Gender dalam Wujudkan Indonesia Sehat” di Hotel Grand Savoy Homann adalah hadirnya Kang Anwari Natari, seorang jurnalis andal dari media massa terkemuka. Sosok itu kebetulan pernah berjumpa dengan Kang Away (panggilan akrabnya) saat berbagi tentang pentingnya menyajikan tulisan dengan bahasa yang baik. Katanya, bahasa adalah intisarinya. Bahasa adalah senjata pamungkas para blogger. Blogger akan menjadi bukan siapa-siapa kalau tulisannya tidak memberikan manfaat.

Okelah blog itu semacam catatan harian dengan gaya bahasa yang dibebaskan. Akan tetapi sebebas-bebasnya gaya bahasa yang digunakan, syarat utamanya tetap harus mudah dipahami oleh pembaca. Itu. Detailnya bisa dibaca lagi tulisan GERMAS: Sehat Itu Mudah, Kok! di blog ini. Kali ini, Kang Away ingin berbagi tentang jurus baru kepenulisan, yaitu Menulis Cepat di Blog dengan Teknik Mind Mapping. Ia memulai dengan menanyakan berapa jumlah bujur sangkar yang ada pada gambar dengan ukuran 4 x 4. Ada yang menjawab 16, 25, dan bahkan 30.

Blogger Kesehatan

Dalam hal ini tidak membahas benar dan salah tetapi bagaimana melihat bahwa kerja otak tiap-tiap manusia berbeda. Sama halnya seseorang memilih bahasa. Sebagai contoh bahwa ada perbedaan antara bundar dan bulat, sepi dan sunyi, atau sigap dan gesit. Nah, bahasa inilah yang menentukan seberapa kaya sebuah karya tulis itu dibuat. Mengapa menulis di blog? Sebagai hiburan atau terapi. Jauh lebih bebas dibanding menulis di media massa yang banyak aturan.

Atau memberikan informasi dengan bahasa informal. Ada banyak alasan rupanya. Lalu mengapa harus menulis cepat? Agar lebih produktif. Agar lebih cepat menyampaikan informasi yang baru saja terjadi. Agar tidak lagi ada PR menulis hehehe. Ya, sebagai blogger–sesuai dengan perkembangan zaman–membutuhkan asupan ilmu bagaimana menulis dengan cepat dan tepat. Bagaimana caranya? Di sinilah Kang Away mencoba membuka wawasan para blogger kesehatan yang hadir hari ini.

Langkah pertama, ia meminta peserta menulis tanpa henti selama lima menit. Bisa gak ya? Menulis saja tanpa harus memikirkan apakah tulisannya bagus atau salah. Biarkan saja tulisan typo yang terjadi. Terus menulis tanpa henti. Jadilah seorang kreator, bukan seorang editor. Di sinilah Kang Away menunjukkan bahwa siapa saja bisa menulis dengan cepat. Lalu setelah itu menggunakan teknik mind mapping. Teknik yang membuat kerja otak bekerja lebih efisien. Membuat semacam peta dari objek yang hendak dibahas.[]

Advertisements

One thought on “Keluarga Sehat Tercipta dari Ibu Hebat

  1. 1000% agree bang Aswi. Ibu adalah sosok terdepan dalam menjaga kesehatan para anggota keluarga. Ibu lah yang selalu menentukan asupan gizi terbaik utk anak2nya. Rasanya tdk berlebihan kalo Ibu disebut sebagai pahlawan keluarga. Selamat hari Ibu untuk semua ibu hebat …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s