Gorila Sport, Membaca Olahraga Lewat Kartun

Kegembiraan yang luar biasa saat sosok itu bisa bertemu para ilustrator/komikus legendaris Indonesia. Ya, bagaimanapun masa kecilnya memang tidak bisa dipisahkan dengan ilustrasi/komik. Masa kecil yang membahagiakan. Ada kakak yang punya usaha perpustakaan sehingga dia bisa membaca semua buku dan komik dengan sepuasnya. Lalu ada tukang mie ayam samping rumah yang langganan koran harian dengan bonus komik strip di halaman tengahnya. Juga ada tetangga yang langganan majalah anak-anak dengan banyak bonus komik di sana. Wow banget, kan! Nih buktinya sosok itu suka baca, ada pada artikel 15 Bacaan yang Paling Diingat.

Senin siang (18/2/2019) sosok itu berdiri di salah satu ruang di lantai dua Hotel Fairmont Jakarta. Ada banyak ilustrasi di sana yang terpasang berjajar dan berhadapan. Satu kesamaan pada gambar-gambar di sana, yaitu bertema olahraga. Ada beberapa atlet dalam dan luar negeri yang digambar dengan berbagai teknik. Sebagian berkesan serius dan sebagian kecil lainnya bernada humor. Nah ini. Humor dalam olahraga itu penting. Olahraga itu hal yang serius. Penuh dengan peluh untuk mencapai puncak tertinggi. Sudah saatnya masyarakat membaca olahraga dalam kegembiraan.

Zohri

Banner_020

Membaca olahraga akan lebih enak kalau menggunakan media kartun. Kartun itu menyenangkan. Sepahit apapun konten yang ditampilkan, paling tidak ada rasa humor kalau disampaikan dengan kartun. Baik dari gambarnya yang jauh dari realitas, juga dari percakapan yang absurd. Akan tetapi, tidak ada yang absurd dalam humor. Semuanya mengerucut pada satu ide, melemaskan syaraf tegang yang ada di kepala. Bebaskan saja. Jangan terlalu dibuat serius, meski jangan terlalu dibuat longgar. Sebagai teguran saja. Sebagai pengingat bahwa memang harus ada yang dibenahi. Agar olahraga (di Indonesia) selalu menjadi yang terbaik.

Setelah puas melihat-lihat ilustrasi, sosok itu mengisi daftar hadir, mencicipi beberapa hidangan pembuka, dan melegakan tenggorokannya dengan teh hangat. Masuk ke dalam ruangan, suasana sudah ramai. Nuansa putih begitu terasa karena semua yang hadir memakai kaos putih. Dia mengernyitkan dahi. “Kok, acaranya sudah dimulai ya?” Dia pun melirik hapenya dan memastikan bahwa jam yang tertera di sana memang masih tengah hari. Beberapa kawan blogger telah hadir pula. Setelah memperhatikan secara seksama, ternyata yang hadir adalah para ilustrator/komikus. Terbukti di sana juga ada Mas Nunk.

Si Igor

Bagi pecinta Tabloid Bola yang sudah almarhum, tentu mengenal ikon Si Gundul yang hadir di rubrik Sepakbolaria. Penciptanya adalah Hanung Kuncoro yang biasa menulis nama singkat Nunk. Mas Nunk sendiri tidak berkepala gundul. Wajahnya juga tak seimut tokoh rekaannya. Tubuhnya tinggi, kurus, berkulit agak hitam. Matanya agak sayu. Orangnya mahal senyum. Jaya Suprana pernah mengatakan, “Nunk itu orangnya sederhana, dan sosoknya tidak menampilkan kejenakaan. Tapi, justru itulah kelucuan dia.”

Dari salah satu blog, diceritakan kalau Nunk telah mengenal kartun secara otodidak. Ia mulai menggambar kartun sejak SMP. Pada saat SMA, ia memberanikan diri mengirimkan kartunnya ke beberapa media. Setelah lulus kuliah dari Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Nunk mengirimkan kartun stripnya ke rubrik Bola yang masih sisipan harian Kompas. Kartun Sepakbola Lalala pertama kali dimuat pada 17 Juni 1988. Dari sanalah ia mulai dikenal dan kemudian resmi menjadi karyawan Bola.

Si Gundul pada akhirnya menjadi maskot Bola. Hak paten maskot Si Gundul didaftarkan ke Departemen Kehakiman atas nama tabloid Bola. Nunk tak tahu-menahu soal ini. “Tujuan saya bikin kartun, nomor satu itu menghibur. Itu saja deh. Saya nggak ingin muluk-muluk. Mencerdaskan atau mengkritik pun dengan cara saya. Saya usahakan, dengan kartun opini, yang dikritik tertawa, jangan sampai marah,” ujar Nunk. Kini, Gorila Sport mengajaknya bergabung untuk menjadi kartunis tetap di media online olahraga itu. Nunk menyanggupi. Tokohnya tidak lagi manusia melainkan Gorila, namanya Igor.

Kumpul Gorila

Banner_021

Si Gundul dan Igor sebenarnya tidak jauh berbeda. Hanya saja Si Gundul hak patennya sudah dimiliki Tabloid Bola. Kalau tabloid tersebut sudah menghilang, selamat tinggal juga para tokoh-tokoh kartunnya. Igor kini siap meramaikan dunia kartun olahraga, meski di media online. Igor akan bersama keluarganya dalam komik strip Keluarga Igor, siap meramaikan dunia olahraga dengan keluguan dan kelucuannya. Ya, Gorila Sport hadir di Indonesia sebagai media daring bertemakan olahraga. Fokusnya adalah pada ilustrasi atau kartun agar penyampaiannya mudah diterima.

Keluarga Igor

Gorila Sport digawangi oleh tiga orang yang begitu peduli pada olahraga dan kartun. Mereka adalah Pak Johari Zein, Bang Leo Tigor Pasaroan, dan Teh Sheila Rooswitha. Gak heran kalau nama perusahaannya dinamakan PT. Tigor Johari Sheila. Mengenai hal ini, Pak Johari pernah mengatakan, “Bisnis itu pada dasarnya jangan mempersulit orang lain, konsepnya adalah membantu lebih banyak lagi orang yang membutuhkan. Kalau memang harus kolaborasi ya kolaborasilah.” Gorila Sport didukung penuh oleh GBMI (Global Basket Mulia Investama), sebuah venture capital. Selain Gorila Sport, start up lainnya yang didukung GBMI adalah Kolase dan Paxel.

Gorila Sport memiliki beberapa rubrik seperti News, Komik, TV, Merchandise, dan Gambar Kuy. Semuanya dalam bentuk gambar atau ilustrasi dengan tambahan caption sebagai penguat. Siapa pun bisa berkolaborasi dan mengirimkan hasil ilustrasinya ke redaksi, yaitu pada rubrik Gambar Kuy. Ini jelas menjadi peluang bagi siapa saja yang hobi banget sama olahraga dan memiliki keterampilan menggambar. Pada rubrik News, ada beberapa sub-rubrik seperti Suara Gorila, Jebool, Tahukan Kamu, Starter Pack, Nyinyir, dan Tokoh. Sedangkan pada rubrik Komik, ada sub-rubrik Cerkomber, Desa Gelong, dan Komik Strip.

Siapa sih orang-orang yang ada di Gorila Sport? Banyak. Selain Pak Johari Zein sebagai Direktur Utama, di sana ada Mattius Chalim dan Sabatini Hutabarat sebagai Direktur. Lalu ada Andri Dwi Ananto sebagai Pemimpin Redaksi dan Sindhu Prabowo sebagai Business Development. Selain ada Mas Nunk yang siap merapat, nanti ada pula tokoh Mice yang pernah menjadi ikon Harian Kompas. Mice diciptakan oleh Muhammad Misrad yang kemudian dikenal dengan sebutan Bang Mice. Alhamdulillah sosok itu sendiri sempat bertemu dan mengajaknya foto bersama.

Bang Mice

Ya, bertemu Mas Nunk dan Bang Mice adalah kebahagiaan tersendiri. Sosok itu bisa bertemu dengan mereka berdua kemarin di Hotel Fairmont dalam rangka #KumpulGorila bersama komikus, blogger, dan pendiri Gorila Sport. Media online niche olahraga ini menjadi semacam nostalgia bagi pecinta ilustrasi olahraga. Membaca berita olahraga tentu akan lebih segar jika lewat media ilustrasi. Meski kadang mengandung kritikan pedas, tetapi dalam suasana humor. Tidak terlalu serius. Sekali lagi … ilustrasi itu sebagai teguran saja. Sebagai pengingat bahwa memang harus ada yang dibenahi. Agar olahraga (di Indonesia) selalu menjadi yang terbaik.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s