5 Alasan Kenapa Traveling Itu Baik Buat Kita

Olahraga yang teratur. Konsumsi makanan yang terjaga. Cukup tidur. Paling tidak tiga hal dasar itulah yang dianggap sebagian besar orang untuk dapat mencapai hidup sehat. Namun tidak semua orang bisa melakukannya dengan benar-benar konsisten. Ada saja halangan dan rintangan yang siap menghadang pada setiap kesempatan. Misalnya pekerjaan yang over alias lagi puncak-puncaknya. Dijamin deh gak sempat lagi tuh olahraga. Makan pun seingatnya, dan tidur … jangan harap tepat waktu.

Sosok itu sendiri mengakui, meski berat namun dia berusaha semaksimal mungkin untuk olahraga secara konsisten, mengonsumsi makanan yang sehat, dan cukup tidur. Namun entah mengapa kalau lagi sering di rumah, bawaannya tubuh tuh gak enak banget. Berbeda sekali kalau lagi dalam perjalanan seperti tugas liputan ke luar kota. Aneh bin ajaib … tubuhnya langsung menyesuaikan diri dan bisa melakukan perjalanan jauh, meski kurang istirahat, dan malah merasa sehat bugar.

Ya, tanpa disadari dirinya memang menganggap traveling sebagai kebutuhan primernya. Hal ini pun diakui oleh banyak orang … bahwa traveling memberikan keuntungan bagi kesehatan, khususnya untuk pikiran, tubuh, dan jiwa. Dalem banget yang bahasannya. Traveling itu memang harus keluar dari zona nyaman, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa traveling dapat membuat seseorang makin baik. Inilah 5 Alasan Kenapa Traveling Itu Baik Buat Kita.

Traveling Itu Baik

1. Meningkatkan Kesehatan Tubuh

Setiap perjalanan memerlukan banyak aktivitas fisik. Jalan kaki menelusuri kota/desa, mendaki gunung/bukit, atau bahkan terpaksa berlari-lari di area bandara setelah keluar dari taksi online bandara karena khawatir terlambat hehehe. Aktivitas fisik ini pada akhirnya akan menurunkan tekanan darah seseorang, yang kemudian akan menghindarinya dari serangan jantung dan stroke. Penelitian tentang jantung di Framingham selama 20 tahun dari 1948, menunjukkan bahwa wanita yang melakukan traveling hanya enam tahun sekali atau kurang ternyata delapan kali mudah terkena serangan jantung dibanding wanita yang traveling dua kali setahun.

Traveling juga dapat menjaga pikiran tetap fokus karena perjalanan akan membuat otak manusia menjadi lebih sehat. Otak yang selalu diperkenalkan pada pengalaman atau lingkungan baru akan dirangsang sel-selnya sehingga menghambat penyakit degeneratif. Stimulasi kognitif akibat dari pengalaman/lingkungan baru itu akan meningkatkan memori dan konsentrasi seseorang. Jadi … bertemu orang baru, budaya baru, situasi baru, dan pengalaman baru akan menstimulus sel-sel otak untuk menjadi lebih sehat. Sel-sel tersebut seperti sedang berolahraga.

2. Menghilangkan Stres dan Menjaga Kesehatan Mental

Sepertinya sudah banyak orang yang mendapatkan manfaat dari traveling, yaitu mengurangi stres. Survei Expedia pada 2012 menunjukkan bahwa 89% pelancong merasa tenang dan tidak stres lagi setelah satu atau dua hari berlibur. Meninggalkan rutinitas sehari-hari (terutama bekerja) dan bertemu dengan pengalaman/pemandangan baru dijamin akan mengatur ulang pikiran dan tubuh kita. Kadar stres otomatis akan jauh berkurang.

Penelitian di Universitas Kansas pada 2009 menunjukkan bahwa aktivitas santai saat traveling juga dapat menurunkan depresi dan meningkatkan fungsi fisiologis tubuh. Bahkan meski baru merencanakan liburan saja, tubuh akan segera mengeluarkan hormon-hormon kebahagiaan. Mood seseorang seolah-olah diatur ulang saat berlibur dengan turunnya kadar depresi dan mereka pun siap kembali menghadapi rutinitas sehari-hari di tempat bekerja.

3. Mengasah Kreativitas

Sebagai seorang penulis, ide mentok adalah masalah besar. Dan dia memahami bahwa dengan traveling, kebuntuan ide itu langsung menemukan solusinya. Sederhananya, cukup dengan bersepeda keliling Kota Bandung (misalnya) atau berlari melihat pemandangan kebun teh dijamin akan membuat dirinya segar kembali untuk menulis. Wajar saja jika beberapa penulis sering melakukan perjalanan demi mencari inspirasi dan motivasi. Ya, traveling akan menyetrum sinaps-sinaps di dalam otak sehingga mampu meningkatkan kreativitas seseorang.

Sebuah penelitian pada 2012 yang dimuat pada Jurnal Personality and Social Psychology menemukan bahwa ada ikatan kuat antara kreativitas dan pengalaman menemukan hal baru saat traveling. Semakin baik seseorang terikat dan beradaptasi dengan lingkungan baru tersebut, rasa kreativitasnya juga akan semakin meningkat. Jadi wahai para penulis dan blogger di mana saja, yuk segera piknik ke tempat-tempat yang belum pernah didatangi.

4. Mengubah Cara Pandang

Percaya kan kalau traveling akan mengubah cara pandang seseorang, baik terhadap lingkungannya (dunia) maupun terhadap dirinya sendiri? Pada saat melakukan perjalanan, seseorang akan sering mendapatkan situasi yang tak terduga. Tidak hanya sekadar sebagai A, tetapi juga sebagai B, C, dan seterusnya. Posisi yang berbeda-beda ini pada akhirnya membuat ia melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Tidak pada saat rutinitas sehari-harinya. Traveling membuka mata dan hati. Apalagi kalau di dalam Guha Pawon.

Seseorang yang sehari-hari bersifat antipati, bisa akan berubah menjadi murah senyum dan ringan tangan saat melakukan traveling. Gak heran kalau ada ujaran, “Kalau ingin melihat sifat seseorang sebenarnya, ajaklah ia traveling bersama. Lakukan perjalanan selama satu-dua hari atau lebih.” Melihat bagaimana ada sekumpulan orang yang bisa hidup terpencil, akan mengubah pandangan seseorang betapa hidupnya masih beruntung atau mengakui bahwa teknologi tidak serta merta sebagai sumber kebahagiaan semata.

Geopark Ciletuh

5. Mempererat Silaturahmi

Traveling akan memberikan kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baru. Orang-orang yang bisa jadi gak pernah terbayangkan akan berinteraksi langsung dengannya. Meninggalkan zona nyaman dari daerah asal lalu pergi ke luar kota atau luar negeri, bertemu orang-orang yang berbeda fisik, budaya, dan lain sebagainya, akan mengasah sifat dasar manusiamu, yaitu sifat ingin mengenal dan bersilaturahmi. Ikatan sosial ini akan didapatkan tidak hanya saat bertemu orang-orang lokal di daerah tujuan, tetapi juga dengan siapa kita traveling atau saat bertemu sesama traveler di perjalanan.

Pada akhirnya, seorang traveler akan semakin berubah … menjadi seseorang yang memiliki identitas yang kuat, seseorang yang begitu percaya diri, dan siap menghadapi apapun yang ada di sekitarnya. Traveling helps you learn who you are. Kurang lebih begitu. Seseorang akan memaksakan diri untuk mempelajari bahasa asing saat mau traveling. Seseorang tanpa disadari akan membangun beberapa keterampilan yang terpendam, hanya saat traveling. Traveling adalah petualangan.[]

One thought on “5 Alasan Kenapa Traveling Itu Baik Buat Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s