Dari Bandara Soetta ke Bandung Naik Apa?

Sudah puluhan kali sosok itu harus mendarat di Bandara Soekarno Hatta alias Soetta Cengkareng setelah bepergian dari luar kota atau luar negeri. Dan pertanyaan mendasar setelah itu adalah, mau naik apa ke Bandung? Dia begitu yakin bahwa memesan bus secara online jauh-jauh hari adalah pilihan yang tepat. Kalau tidak percaya, coba aja deh cek tiket Big Bird bus di link ini sekarang juga.

Ya, alasannya sederhana saja. Dia ingin bersantai-santai dan tertidur lelap setelahnya dengan modal hanya sekali naik, tidak ribet, dan tempat turunnya juga begitu dekat, yaitu di daerah Buah Batu atau McD Gatsu. Kalau menggunakan bus atau moda travel lainnya harus registrasi dulu (bayar di tempat) dan seringnya tempat turunnya agak jauh. Naik kereta? Tetap harus naik bus dulu ke Gambir atau naik kereta bandara (yang mahal).

Oke, pasti ada yang penasaran tentang mengapa sosok itu lebih sering memilih mendarat di Bandara Soetta dibanding harus mendarat di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Selain karena banyaknya penerbangan yang bisa dipilih di Bandara Soetta, alasan utamanya adalah … dia agak trauma karena faktor turbulensi. Mungkin karena Bandung itu dikelilingi pegunungan. Ya, alasan yang amat pribadi.

Banner_032

Pada paragraf pertama telah dijelaskan betapa sosok itu lebih memilih menaiki Bus Big Bird dibanding moda transportasi lainnya. Buat pengetahuan saja ya … Big Bird Airport Shuttle adalah salah satu dari inovasi Grup Blue Bird dengan harga yang terjangkau. Beberapa tempat tujuannya juga bervariasi dan lumayan dekat, termasuk ke beberapa tempat strategis seperti hotel atau pusat perbelanjaan.

Sosok itu jadi teringat beberapa kejadian setelah beres traveling. Kalau mau ke Bandung, memang lebih nyaman naik kereta, apalagi dia memang penggemar berat dunia perkeretaapian. Suatu hari setelah mendarat di Bandara Soetta, dia langsung naik bus ke Gambir. Sampai di sana, hatinya begitu nelangsa karena sudah kehabisan tiket. Tawaran travel gelap dari Gambir ke Bandung kemudian datang menggoda.

Jelas, dia tidak mau karena selain mahal, waktu jadi agak membosankan karena harus menunggu penumpang lain hingga penuh. Daripada gitu, mending naik travel langsung dari bandara hehehe. Dia juga pernah sih langsung naik travel dari Bandara Soetta, tetapi tempat tujuannya masih terasa agak jauh dari tempat tinggalnya. Lalu bagaimana dengan bus yang biasa mengantarkannya ke Batununggal?

Traveling

Tempat turunnya masih jauh dari mana-mana dan terbilang sepi (terutama kalau malam). Sang belahan jiwa saja takut dan tidak mau menjemputnya kalau harus ke sana. Untuk mencari jasa ojek atau taksi online, biasanya harus jalan agak jauh terlebih dahulu ke daerah yang gelap. Ogah pisan. Kalau mau langsung naik, ya harus berani bayar mahal dan tidak memakai argo. Nyebelin kan?

Alhamdulillah ada Big Bird. Tujuan turunnya bisa di McD Gatsu atau Buah Batu yang lokasinya ramai dan bisa dengan mudah memesan ojek atau taksi online. Selain di kedua tempat itu, bisa turun juga kok di Pasteur, Cihampelas Walk, Monumen Perjuangan Rakyat Dipatiukur, dan KFC Dago. Hanya saja kalau berangkat dari Bandung ke Bandara Soetta, cuma ada dua lokasi saja, yaitu Cihampelas Walk dan Pasteur.

Jam berapa aja? Di Ciwalk ada pemberangkatan pukul 16:55, 17:00, 20:55, dan 21:00. Kalau dari Pasteur ada pemberangkatan pukul 17:25, 17:30, 21:25, dan 21:30. Kalau di Jabodetabek? Setahu dia sih bisa ke Jatinegara, Bekasi Barat, Blok M, Thamrin City, Kalibata, Tanah Abang, Jakarta Kota, dan Stasiun Gambir. Jam operasi normalnya adalah mulai pukul 06:00 hingga 23:00 dengan pilihan servis Regular atau Premium.

Bedanya apa? Kapasitas bus reguler adalah 24 tempat duduk dan dilengkapi dengan WiFi, LED TV, colokan USB, dan tentu saja tempat menyimpan koper. Kalau yang premium hanya ada 12 tempat duduk dengan fasilitas seperti di reguler, ditambah adanya toilet, meja lipat, dan minuman gratis. Wajar, mau nyaman ada harga. Itulah mengapa kereta bandara terbilang mahal dibanding kereta biasa hehehe.

Banner_033

Pada saat lebaran kemarin sayangnya sosok itu hanya mudik ke Ciherang (Cipanas) saja. Itu pun menggunakan motor. Jadi tidak bisa menikmati enak dan nyamannya naik Big Bird. Begini … hari biasa saja sudah susah memesan tiket kereta api, apalagi saat lebaran, jadi susah kalau mau naik kereta. Balik lebaran juga biasanya orang itu pengen nyaman dan gak mau ribet, jadi pilihannya apa?

Ya, sudah dijelaskan di atas. Keuntungan lainnya selain harga yang terjangkau, kita bisa memilih waktu yang bisa disesuaikan dengan jadwal penerbangan. Jadi enak kan pas mendarat, sudah langsung berangkat. Cus! Oya, selain rute yang strategis dengan lokasi yang sudah dijelaskan, ternyata kita juga bisa memilih tempat turun secara fleksibel. Hanya saja ini harus dibicarakan dengan sopir dan keneknya ya.

Hampir saja lupa, untuk menggunakan jasa Bus Big Bird ini, harus menunjukkan voucher sebagai bukti pembelian. Jadi setelah booking dan melakukan pembayaran di Traveloka, kita akan mendapatkan voucher. Tunjukkan voucher itu pada petugas sesuai dengan tanggal, tempat, dan jam pemberangkatan. Sudah begitu saja. Jadi, mudik atau balik lebaran atau traveling jadi menyenangkan toh.[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s