Inilah Kelebihan Andromax E2+

Puasa adalah proses panjang dan berliku
Tidak lagi hanya sekadar menahan lapar dan dahaga
Tetapi ia adalah perjuangan memakan waktu
Agar kelak tercipta secantik kupu-kupu
Yang terbang di atas gemerlapan telaga

Warbyasah! Smartfren yang dulunya hanya cuma sekadar dilirik (dan tidak disentuh sama sekali) kini terus berrevolusi dan bertransformasi menjadi jauh lebih baik lagi. Dulu, tentu masih segar dalam ingatan bahwa provider ini seringkali mendapatkan jawaban, “CDMA ya? Mengapa nggak sekalian yang ini saja. Harga jualnya masih lebih tinggi.” Sosok itu sih nyengir saja. “Beli hape buat dipakai, bukan buat dijual lagi.” Namun kini semuanya berubah. Smartfren terus berbenah diri dan mengembangkan sayap kupu-kupunya agar tampak lebih cantik dan tidak mengecewakan. CDMA pun bertransformasi menjadi 4G. Yang GSM begitu juga. Jadi … kalau sudah berteknologi 4G maka tidak ada lagi istilah GSM atau CDMA. Semuanya sama. Yang perlu diperhatikan kemudian adalah, bagaimana dengan jaringannya.

Produk-15.jpg

Mereka pun menggaungkan hestek #Generasi4G di dunia maya. Terbukti berhasil! Saban kali, dengan beberapa acara yang diadakan, hestek tersebut berhasil menjadi trending topik. Tidak ingin berjalan setengah-setengah, mereka pun juga menggandeng grup band papan atas Indonesia, NIDJI, sebagai brand ambassador-nya. Dengan keuntungan telah memiliki izin berjaringan 4G yang pertama di sini, mereka pun terus kreatif menghasilkan produk-produk juara. Salah satunya adalah dengan mengeluarkan seri Andromax. Seri ini terus bertransformasi, dan memperluas jaringan bekerjasama dengan pihak ketiga yang dipercaya menghasilkan perangkat keras yang mumpuni. Sebut saja Haier dan terus meningkat pada brand Hisense hingga Samsung.

Sungguh beruntung sosok itu sering diajak serta menggawangi kelahiran beberapa produk tersebut sehingga mengetahui dengan pasti beberapa perubahan yang terjadi pada seri Andromax. Mulai dari seri E, Q, R, dan sejenisnya beberapa tahun lalu hingga akhirnya muncullah gebrakan mereka tidak hanya dengan jaringan 4G yang luas, tapi juga fasilitas tambahan seperti VoLTE. Dari seri awal E, hingga kemudian membaik ke seri E2, pada akhirnya mereka secara perlahan segera mengeluarkan seri E2+. Kok, seperti tidak ada bosan-bosannya? Inilah tingkat kreativitas yang benar-benar ingin memanjakan konsumennya. Smartfren makin menambah jumlah penggemarnya dan tentu saja akan menambah kuantitas penjualan produk mereka.

Produk-16.jpg

Perbedaan kecepatan di jaringan EVDO dan di jaringan 4G

Hanya saja dikarenakan sosok itu begitu ngefans pada gadget dengan kualitas kamera yang mumpuni, maka dirinya tidak terlalu puas dengan hasil kamera E2+. Tidak ada perubahan sama sekali jika dibandingkan dengan E2. Kalau mau kamera yang rada bagus, mending ambil yang seri R2. Ini jauh lebih baik. Meski demikian, memori internalnya cukup memanjakan, yaitu sampai 16 GB dan tidak masalah kalau ingin coba-coba membuat vlog. Tidak ada salahnya belajar dan tidak usah takut salah. Semua ada prosesnya. Oya, kalau jaringan 4G-nya down, bisa disiasati dengan cara manual pada bagian roaming services-nya.

4 KELEBIHAN ANDROMAX E2+

1. Cocok buat Para Gamers

Sosok itu menilai kehadiran seri ini sebagai jembatan antara seri E2 dengan R. Secara kasat mata, tidak ada yang berubah jika dibandingkan dengan seri E2. Lalu keunggulannya apa dibanding seri sebelumnya? Tentu saja adanya dukungan memori yang lebih tinggi, yaitu 2GB RAM + 16GB ROM. Large Memory! Cocok sekali buat para pecinta games. Sebagai otaknya, ditanamkan chipset Qualcomm Snapdragon 212 + prosesor Quad Core ARM cortex A53 berkecepatan 1,3 GHz. Begitu pula dengan sistem operasi android 5.1 Lollipop, pengolah grafis Adreno 304, dan ditambah kualitas suara ala Dolby Digital Sound. Pekerjaan multitasking seperti bermain game, menonton film, dan berselancar di dunia maya jelas akan jauh lebih mudah dilakukan bersamaan.

2. Ringkas dan Modern

Dengan persaingan provider yang begitu luar biasa, tentu harus segera diantisipasi oleh Smartfren. Itulah mengapa mereka selalu menyematkan dua slot kartu agar konsumen tidak kebingungan saat memilih. 4G Phone Dual ON mempermudah konsumen untuk berkenalan lebih lanjut dengan jaringan 4G LTE Smartfren, sekaligus tidak meninggalkan nomor provider lainnya yang lebih dahulu ada. Plus ditambah pula dengan teknologi Smart Screen Feature yang makin modern dan canggih. Meski tidak ada pelindung layar, E2+ sudah siap dengan fitur baru yang disematkan yaitu OCA (On Clear Adhesive), sehingga tampilan layar dapat dilihat dari berbagai sisi dengan jelas.

3. Komunikasi Cepat dan Mengasyikkan

Berkomunikasi dengan cara yang biasa-biasa saja? Kuno! Kini saatnya menelepon dengan cara saling melihat tapi dengan tanpa memotong pulsa. Andromax E2+ sudah menggunakan teknologi baru Voice over LTE (VoLTE), sehingga siapa pun bisa melakukan video call yang lebih mudah dan stabil. Sosok itu sendiri sudah mencobanya dan jelas mengasyikkan karena suaranya jernih dan bisa berpindah dari voice ke video call. Yang terpenting, kecepatan tetap optimum meski dilakukan sambil berselancar. Seriusan. Kamera depan jelas berpengaruh besar pada fasilitas ini. Bagaimana kalau gelap? Ada LED Flash di bagian depan maupun belakang. Asyik kan?

Produk-17

4. Murah dan Nge-charge Gak Pake Lama

Jika dibandingkan dengan seri sebelumnya, E2+ masih terbilang murah dengan spesifikasi tersebut. Hanya lebih mahal 200ribu saja, yaitu Rp1.199.000. Pilihan warnanya pun oke dan terbilang mewah, yaitu Black Silver, Black Gold, dan White Gold. Sedangkan fitur Quick Charge 1.0 berfungsi agar waktu charging tidak memakan waktu lama, sesuatu hal yang paling dibenci oleh semua pemakai gadget. Baterai berdaya 2200 mAH sudah dianggap cukup untuk melengkapinya. Cocoklah untuk android yang berada di kelas bawah tetapi masih terbilang sedikit mewah.

Merangkul Komunitas dengan Nama Baru

Ooredoo-03Siang itu, agak terkejut juga saat dirinya selalu disebut oleh Pak Hari Sukmono dan MC. Bukan apa-apa, sosok itu tetiba merasa jadi orang penting di acara yang biasanya hanya duduk anteng sambil menikmati makanan di atas meja. Jadi begini, dirinya mendapat undangan dari sang provider kuning pada hari Senin (30/11) di Kafe Soda. Biasa lah, namanya juga liputan. Tapi kalau kemudian dia diminta untuk maju ke depan dan menerima sebuah benda semacam penghargaan, tentu akan beda maknanya. Dan ini amat berkesan di dalam hatinya. Luar biasa. Hatur nuhun, Indosat.

Eh, tapi kali ini namanya sudah berubah. Sudah ada embel-embelnya di belakang dengan gaya berbahasa Arab. Yup, provider kuning yang telah mendampingi dirinya selama bertahun-tahun itu telah memiliki nama baru, yaitu Indosat Ooredoo [baca: Uridu]. Bersama dengan itu, mereka juga meluncurkan layanan internet 4G-LTE berkecepatan tinggi bernama 4Gplus, serentak secara nasional. Katanya, internet berkecepatan tinggi ini didukung oleh jaringan data terkuat yang telah hadir di 35 kota untuk 40 juta orang tanpa biaya tambahan. Ehm. Sosok itu sendiri mengakui bahwa dirinya tetap menggunakan si kuning sebagai nomor utama karena murah dan aman. Soal kecepatan mungkin hampir mirip dengan provider pesaing lainnya bergantung lokasi dan waktunya. Jadi, ini masalah selera saja.

Continue reading “Merangkul Komunitas dengan Nama Baru”

Celengan Baru

Membiasakan anak untuk menabung memang mengasyikkan. Kelihatannya sulit, tetapi jika sudah diupayakan segalanya jadi terlihat mudah dan menyenangkan. Hal inilah yang coba dilakukan oleh sosok itu dan sang belahan jiwa. Lingkungan pergaulan Kakak Bintan dan Adek Anin memang unik dan membuat hati terus merasa was-was. Bagaimana tidak? Dalam radius 50 meter sudah ada 3 (tiga) warung dengan sajian menggoda bagi mata anak-anak. Setiap hari, berapa rupiah yang harus dikeluarkan untuk mereka jajan. Belum masalah kesehatan.

Atas dasar itulah sang belahan jiwa membelikan celengan untuk mereka berdua. Sosok itu sudah lupa, tetapi beberapa bulan yang lalu celengan dari tanah liat berbentuk ayam akhirnya menempati kamar tidur mereka. Setiap hari, tiap ada sisa uang, baik berupa kepingan koin ataupun uang kertas pasti dimasukkan ke dalam celengan ayam itu. Kadang, sosok itu maupun sang belahan jiwa juga memberikan uang lebih khusus untuk ditabungkan. Makin lama, celengan ayam itu pun bertambah berat. Kakak Bibin yang paling bahagia karena celengannya lebih berat daripada milik Adek Anin.

Continue reading “Celengan Baru”

PR Matematika Didi

Didi bersemangat. Air seember penuh telah berhasil ia pindahkan sebanyak dua puluh kali dari sumur ke dalam bak mandi. Keringatnya telah bercampur dengan air sumur, namun ia puas. Bak mandi yang terletak di belakang rumahnya telah penuh. Pekerjaan terakhirnya malam ini telah selesai. Didi menyeka dahinya. Kini ia tinggal mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh gurunya tadi pagi. Soal hitungan matematika.

Malam sudah semakin larut, dan dingin pun semakin memeluk dan menusuk. Didi tidak berani mandi. Ia hanya mengganti pakaiannya yang basah, lalu menjemurnya. Setelah itu, bergegas ia mengambil tas sekolah peninggalan kakaknya dan mengeluarkan buku-buku tulis. Didi mengambil salah satu buku itu dan meletakkannya di atas meja, lalu mengambil lampu teplok yang hanya satu-satunya di ruangan itu. Seluruh keluarganya telah lelap di pembaringan masing-masing.

Continue reading “PR Matematika Didi”

Rubik: Bersenang-senang dengan Logika

Ada rasa ingin tahu pada benda simetris itu. Sosok itu pun telah mengenalnya jauh sebelumnya. Enam sisi simetris dengan enam warna yang cantik. Dan baru sekarang sosok itu menemukan jalan yang tepat untuk menyelesaikannya. Dan demamnya kini tak main-main. Anak-anak SD pun telah begitu akrab sebagai jajanan di halaman sekolah. Sangat mudah didapat. Rubik namanya. Lebih tepatnya Rubik’s Cube™.

Kubus Rubik adalah permainan puzzle yang diciptakan oleh seorang professor arsitektur bernama Erno Rubik pada 1974. Asalnya dari Hungaria. Bagi yang menyukai film atau sufi, mungkin masih mengenal “The Pursuit of Happyness” yang diperankan dengan sangat apik oleh pasangan ayah-anak Will dan Jaden Smith. Film biografi tentang Chris Gardner ini bercerita tentang kehidupan pribadi Chris saat meniti karir sebagai pialang saham. Salah satu adegannya adalah menyelesaikan Kubus Rubik di dalam taksi yang pada masa itu sedang jaya-jayanya.

Continue reading “Rubik: Bersenang-senang dengan Logika”

Bibing: Diakui sebagai Ayah

Hari masih gelap. Sosok itu dan pasangan jiwanya sudah berdiri di sisi jalan yang sepi. Apabila hari telah terang, tak terbayang padatnya jalan itu, sampai-sampai para penyeberang jalan harus sabar. Sebuah angkot datang, dan mereka berdua pun naik. Sosok itu memandang perut pasangan jiwanya yang besar dan keras. Ada sebuah rasa dan asa. Di sana.

Belum jauh berjalan, sang sopir meminta izin berbelok ke arah yang bukan rutenya. Menjemput penumpang yang sakit parah katanya. Sosok itu hanya mengangguk kendati pasangan jiwanya juga membutuhkan pertolongan cepat. Lama menunggu di depan rumah calon penumpang yang katanya tidak bisa berjalan, tak ada sapa di sana. Hingga hari pun terang. Setengah jam menunggu hingga angkot pun terpaksa jalan. Mau naik taksi katanya.

Sekali lagi, sampai di rumah sakit sang jabang bayi belum mau keluar. Pembukaan sudah besar, tetapi plasentanya pendek. Itu kata bidan. Sama halnya dengan kejadian beberapa minggu lalu. Meski sudah pembukaan empat, sang jabang bayi masih betah di sana. Agar persalinan berjalan normal, nantinya, sang pasangan jiwa pun berjalan-jalan. Mengitari rumah sakit dan menengok ruang kerjanya di belakang sana.

Wajah cantiknya bercahaya. Sosok itu memandang pasangan jiwanya. Tanpa lelah, ia menyeterika beberapa kain yang dipersiapkan untuk sang jabang bayi. Masih sempat-sempatnya. Setengah jam berlalu, dan keduanya pun kembali berjalan ke arah ruang persalinan. Sampai di sana, alhamdulillah pergerakan pun terjadi. Bidan pun bersiaga. Para bidan bahkan. Ini ajaib, karena sang pasangan jiwa sangat dikenal. Sosok itu berdiri di sampingnya. Begitu pula sang ibu mertua, almarhumah.

Pengalaman pertama. Subhanallah. Dimarahi. Diteriaki. Menjerit. Dorong. Nafas panjang. Angkat kepalanya. Dipaksa. Ngeden. Allah Mahatahu apa yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya. Sosok kecil itu pun keluar dengan sempurna. Menangis. Meronta. Disedot. Tak sadar airmata mengalir. Hati berdebur begitu kencang. Sosok itu dan pasangan jiwanya berpelukan. Semua sehat. Sakit 15 bulan lalu menjadi hilang, saat janin pertama harus gugur.

Diciumnya sosok kecil itu. Masih bau plasenta, tapi begitu harum. Azan pun berkumandang di telinga kanannya dan iqomat di telinga kirinya. Tak lama setelah dibersihkan. Bintan Fathikhansa. Itulah sebutan sosok kecil itu. Sebelumnya Khansa Bintan Fathiya. Bintan adalah nama pulau tempat mertua sedang merantau. Perempuan yang meraih kemenangan. Siang yang indah. Siang yang cemerlang. Siang yang fantastis. Tepat tujuh tahun yang lalu. Tanpa terasa.[]

Statistik: Keakuratan Angka

Data. Betapa pentingnya sebuah data. Begitu pentingnya sehingga kita bisa merencanakan langkah berikutnya agar apapun yang diupayakan bisa semakin baik dan maju. Di sinilah sosok itu begitu sumringah ketika wordpress mengirimkan data tentang lalu-lintas blognya. Luar biasa. Apalagi bahasa pengantar yang dipakai begitu bagus dan enak dibaca. Salut untuk penyedia blog gratis ini.

Blog-Health-o-Meter. Sebuah nama yang unik, tapi cerdas. Diagram setengah lingkaran dengan tiga warna itu menunjukkan bagaimana aktivitas blog sosok itu selama tahun 2010. Warna kuning, hijau muda, dan hijau. Dan jarum blog menunjukkan pada tulisan WOW di area hijau. We think you did great! Itu yang disimpulkan oleh wordpress mengenai blog sosok itu.

A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 3,300 times in 2010. That’s about 8 full 747s. In 2010, you wrote 72 new posts, growing the total archive of this blog to 168 posts. You uploaded 125 pictures, taking up a total of 14mb. That’s about 2 pictures per week. Your busiest day of the year was November 9th with 78 views. The most popular post that day was Pahlawan Pesepeda.

Nah, itulah bahasa dari wordpress yang sangat menarik tentang blog sosok itu. Data yang ditampilkan begitu akurat seperti bagaimana blog sosok itu dilihat sebanyak 3.300 kali selama 2010 (sosok itu tidak dihitung, ini menurut pengakuan wordpress), bagaimana sosok itu telah menulis sebanyak 72 artikel selama 2010, memasukkan sebanyak 125 gambar dengan total kapasitas 14MB, dan seterusnya.

Tidak hanya itu. Para pengunjung blog sosok itu pun bisa dilacak dengan baik oleh wordpress. Mereka kebanyakan berasal dari faceb**k, manuskripkesunyian.w**dpress.com, soon00.w**dpress.com, en.w**dpress.com, dashboard wordpress, dan tentu saja juga dari para mesin pencari di dunia maya ini.

Dari sana juga terlihat peringkat tertinggi postingan blog sosok itu yang paling banyak dibuka dan diklik selama 2010 adalah:

  1. Pahlawan Pesepeda (November 2010) — 1.137 views (tertulis home)
  2. Ukuran Lapangan Bulutangkis (September 2010) — 272 views
  3. Misteri Surat Kuning (September 2009) — 234 views
  4. Kabayan Vs Kang Ibing (Sebuah Obituari) (August 2010) — 157 views
  5. Amazing Citarum Lama (May 2010) — 124 views

Bagaimana dengan blog sobat baraya?[]

NB: Tulisan ini harusnya dimuat pada 03 Januari kemarin, hanya saja karena faktor kelelahan dan lain-lain tulisan ini baru dimuat hari ini. Insya Allah tulisan hari ini akan dimuat pada malam hari. Terima kasih.

Redenominasi: Kisah Sukses dan (juga) Kegagalan

KOMPAS.com — Bayangkan jika Anda memiliki uang Rp 1.000.000. Anggap uang sebesar itu bisa membeli satu telepon seluler baru. Kemudian, pemerintah melakukan redenominasi rupiah dari sebelumnya Rp 1.000.000 menjadi Rp 1.000. Setelah redenominasi, uang baru senilai Rp 1.000 bisa dipakai membeli satu telepon seluler serupa. Secara teoretis hanya itulah yang akan terjadi setelah redenominasi, yang artinya penggunaan mata uang baru dengan tujuan menggantikan mata uang lama. Bedanya, angka nominal yang tertera pada mata uang baru akan menjadi lebih kecil, biasanya dengan mengurangi jumlah angka nol. Berdasarkan bukti empiris, jika syarat-syarat dipenuhi, maka redenominasi tidak akan mengurangi nilai penghasilan riil. Redenominasi juga tidak akan mengurangi kemampuan daya beli mata uang lama, yang akan digantikan dengan uang baru.

Salah satu negara yang tergolong relatif sukses melakukan redenominasi adalah Turki, seperti tertulis dalam makalah ”The National Currency Re-Denomination Experience in Several Countries—a Comparative Analysis” oleh Duca Ioana, dosen dari Titu Maiorescu University Bucharest, Romania. Romania juga tergolong sukses melakukan redenominasi sehubungan dengan niatnya bergabung dengan zona euro. Steve Hanke adalah ekonom AS yang pernah mencoba menerapkan redenominasi pada akhir Orde Baru di Indonesia, tetapi batal. Namun, dia mengajari Bulgaria melakukan redenominasi yang tergolong berhasil. Juga dalam rangka persiapan memasuki keanggotaan Uni Eropa, walau agak berat, Turki memutuskan redenominasi pada tahun 1998.

Continue reading “Redenominasi: Kisah Sukses dan (juga) Kegagalan”