Yusuf Mansyur Gandeng Kaesang Pangarep Naik Grab

Setiap mendengar kata ‘kolaborasi’, sosok itu tersenyum bangga. Ya, itulah kata yang memberikan semangat pada jiwanya. Bukti bahwa manusia sebagai makhluk sosial, benar-benar memaksimalkan potensinya untuk saling bekerjasama. Tidak sendiri-sendiri. Shalat berjamaah. Kerja bakti membersihkan lingkungan tempat tinggal agar tidak terlihat kotor. Sekumpulan lebah yang terus membangun koloninya: hanya mengisap yang manis-manis, lalu mengeluarkan kotoran berupa madu. Satu lebah terganggu, sepasukan yang datang membela. Sebegitu manfaatnya. Atau saat kaki luka karena menginjak duri, bibir teriak mengaduh, mata berair, otak kesakitan, lalu tangan beraksi mengambil duri dan segera mencari obat merah.

Continue reading “Yusuf Mansyur Gandeng Kaesang Pangarep Naik Grab”

Advertisements

Enam Ketangguhan Suzuki Ignis Sport Edition

Sabtu pagi itu cuaca begitu cerah. Sosok itu bersepeda dengan santai. Cericit burung mewarnai pagi, hanya di dahan pada pohon tertentu saja. Meski sempat dahaga akan tempat dimana orang-orang bisa berkumpul di tempat terbuka, Kota Bandung terus berbenah. Salah satunya adalah pembangunan taman-taman secara masif, sehingga tempat wisata baru kalau ke Bandung adalah taman dengan tema-tema yang berbeda. Sebut saja Taman Jomblo, Taman Film, atau Taman Superhero. Bahkan taman untuk hewan-hewan peliharaan juga ada, bernama Pets Park. Atau mau yang berdasarkan hobi … ada semisal Taman Fotografi dan kalau dizinkan siapa tahu bakal lahir Taman Blogger atau Taman Penulis.

Ya, sedikit demi sedikit Bandung makin ramah dengan masyarakat secara umum, termasuk bagi pejalan kaki dan pesepeda. Sosok itu sebagai penggiat sepeda yang sudah dimulai sejak 2005 tidak berhenti menyukai hobinya ini meski jalan raya belum begitu ramah. Paling tidak, Kang Emil sendiri adalah pesepeda, begitu pula dengan Kadishub Bandung, Kang Didi. Sudah mulai banyak kawan yang mau bersepeda jika dibanding pada 2005. Jalur sepeda yang belum maksimal sudah ada di beberapa ruas jalan. Setiap weekend ada banyak pesepeda yang memenuhi jalan. Hal ini patut diapresiasi. Acara-acara bersepeda dengan jarak jauh semakin banyak, sebut saja Tour de Pangandaran dari Tasikmalaya atau Tour Zero to Zero dari Bogor ke Bandung.

Continue reading “Enam Ketangguhan Suzuki Ignis Sport Edition”

Yuk, Berkeringat Bersama Allianz Sweat Challenge

Sabtu, 13 Januari 2018. Sosok itu berdiri sambil memegangi sepedanya. Di hadapannya ada beberapa stand penjual makanan, berbaris rapi di tepi jalan. Sementara di tengah jalan, orang-orang hilir-mudik berjalan, berlari, atau bersepeda, baik sendirian atau bersama kawan dan keluarga. Begitu ramai. Dia pun berjalan perlahan, tersenyum ramah pada penjaga stand yang menawarkan dagangannya. Di kejauhan, terlihat beberapa anak yang mencoba meniti tali yang dipasangi beberapa bilah balok kayu, sambil berpegangan pada dua tali besi di kanan-kiri. Ada yang terlihat ketakutan, padahal di pinggang mereka sudah dibelit tali pengaman. Sementara di sebelah sana lagi, ada anak-anak yang asyik bercocok tanam dan memberikan makanan rumput pada hewan-hewan memamah biak. Sudah banyak yang berubah dengan tempat ini, bisiknya dalam hati.

Continue reading “Yuk, Berkeringat Bersama Allianz Sweat Challenge”

Muhasabah 2017: Berkenalan dengan Grup Agrinesia

Bagi sosok itu, tahun baru bukanlah sesuatu yang istimewa. Meski begitu ia adalah pengingat, sama halnya dengan ulang tahun, bahwa betapa usia manusia di dunia ini semakin berkurang saja. Waktu berjalan terus ke depan dan tidak akan pernah kembali lagi. Ada waktu-waktu yang terisi dengan hal-hal yang bermanfaat dan insya Allah penuh keberkahan, tetapi ada pula waktu-waktu yang terlewati dengan sia-sia. Selalu ada penyesalan … pastinya. Namun manusia diminta untuk menutupi setiap kesalahan dengan lebih banyak lagi kebaikan. Terus berproses ke arah yang jauh lebih baik lagi dan takpernah berhenti berikhtiar.

Manusia juga akan mengalami kehilangan dan kehadiran. Kehilangan seseorang yang begitu berarti dalam hidup ini: orangtua, saudara, sahabat, siapapun, apapun, termasuk harta benda. Dia … telah kehilangan ibunya, bapaknya, dan baru kemarin kakaknya. Dia juga telah kehilangan ibu dan bapak mertuanya. Jangan ditanya lagi tentang perasaannya. Begitu pula dengan kehadiran. Silih berganti. Sekali lagi … manusia hanya bisa dituntut untuk terus berusaha, pantang menyerah. Hasilnya serahkan saja pada Sang Maha. Ikhlaskan. Kekayaan seorang manusia itu bukan dinilai dari materi, tetapi dari rasa bersyukur yang ia miliki. Islam mengajarkan dua hal terindah pada manusia. Bersyukur saat mendapatkan kebaikan hidup dan bersabar saat mendapatkan kesulitan hidup.

Continue reading “Muhasabah 2017: Berkenalan dengan Grup Agrinesia”

Menjahit (Kembali) Merah Putih Ala Blogger Bandung

Senin, 11 Desember 2017 | Tidak ada angin kencang atau hujan badai. Siang menjelang sore itu tampak normal saja, dia hanya perlu mempercepat motornya melaju dari RS Muhammadiyah menuju ke daerah Cihampelas. Setelah menjemput #SangBelahanJiwa yang baru beres dinas, tentu dirinya tidak ingin terlambat sampai di tempat. Khawatir tenaganya diperlukan di sana. Perjalanan yang panjang dan tidak terlalu macet. Melewati jalan Laswi, Riau, Bengawan, hingga akhirnya menembus ke Cilaki melewati samping Kantor Pos di Gedung Sate. Dan di sanalah kejadian itu terjadi, seorang polisi menghentikannya tepat sebelum melewati Gasibu. Asli, baru kali ini terjadi pada dirinya setelah memiliki SIM C lebih dari 10 tahun.

Sosok itu seperti biasa tidak terlalu panik, biasa saja, karena memang merasa tidak bersalah dan surat-surat pun lengkap. Dia meminggirkan motornya lalu menjawab beberapa pertanyaan standar. Ternyata masalahnya ada di lampu utama yang mati beberapa hari ini, tetapi lampu sampingnya masih menyala sehingga dia beranggapan tidak apa-apa sebelum siap masuk bengkel. Sang polisi memaklumi, tetapi tampak sekali kalau ia tidak puas sehingga meminta sosok itu untuk masuk ke dalam posnya. Baiklah. “Jadi … Bapak saya tilang dan nanti harus menjalani sidang di pengadilan. Apakah Bapak punya waktu?” Pertanyaan yang biasa tetapi dengan bahasa tubuh yang tidak biasa. Dia melirik ke samping, di sana seseorang yang juga kena tilang mengeluarkan uang. Ini gak bener, bisik hatinya. Dia tidak suka dengan penyuapan.

Continue reading “Menjahit (Kembali) Merah Putih Ala Blogger Bandung”

Inovasi Pengolahan Sampah Ala Balitbang PUPR

Hari Minggu itu telah terjadi kesibukan meski hari masih gelap. Sosok itu yang memang tidak tidur semalaman karena asyik menulis dengan laptop pinjaman seorang kawan, selepas shalat Subuh langsung membangunkan sang belahan jiwa. Setelah yakin yang dibangunkan itu melek dan bangkit dari tempat tidurnya, dia pun leha-leha tiduran untuk menghilangkan lelah karena begadang. Oya, dia juga harus membangunkan Adik Anin yang terbilang susah bangun pagi. Perjuangan yang tiada henti-hentinya, hingga akhirnya dia dan sang belahan jiwa telah siap di atas motor pada pukul 05:30. “Semoga tidak terlambat. Bismillah,” bisiknya memulai perjalanan. Maklum, tempat tujuan lumayan jauh, di CFD Dago.

Si Hitam Fit-S melaju dengan kecepatan maksimal yang cuma 100 cc. Sebenarnya sedih melihat kondisi fisiknya yang banyak tempelan lakban karena kulitnya taklagi mulus. Lampu depan yang tidak menerangi apa-apa (termasuk kalau malam) kecuali sebagai pertanda itu motor ada lampunya, dan dengan suara mesin yang seolah protes ingin istirahat. “Lem biru sajalah!” teriak hatinya menggerutu. Meski begitu, keberadaannya sangat bermanfaat untuk mobilitas sosok itu dan keluarganya. Termasuk pada pagi itu (19/11/2017) dari GBA Barat menuju ke Gedung Eduplex Dago. Ada ilmu yang ingin diserap oleh keduanya yang bakal disampaikan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Balitbang PUPR) di sana. Inovasi mereka yang seolah takpernah berhenti.

Continue reading “Inovasi Pengolahan Sampah Ala Balitbang PUPR”

Kopi Yufeto yang Membahagiakan

YuFeTo adalah singkatan dari Yuki Arifin, Ferry Iskandar, dan Tony ‘Kewoy’ Priana. Tiga bersaudara Martawidjaja ini pada akhirnya meresmikan Kopi Yufeto (sebelumnya sudah soft opening pada 6 Oktober) pada hari Rabu ini (29/11/2017), tempat nongkrong baru di daerah Cihampelas/Cipaganti. Inilah bukti bahwa mereka memang serius meneruskan usaha kedua orangtuanya yang berbisnis makanan. Semuanya dimulai pada tahun 1972, saat Ibu Hendrawati Adji memulai warung makanan di garasi rumah. Hingga kemudian pada tahun 1983 (setelah cukup berpengalaman sebagai koki di Kyodo, Tokyo), ia meresmikan bisnis katering dengan nama Yufeto. Bendera Yufeto yang bermain di bisnis catering lambat laun berkibar di seantero Bandung terutama untuk acara-acara pernikahan.

Alhamdulillah sosok itu merasa terhormat bisa diundang oleh mereka bertiga hari ini. Dengan bersepeda dari rumah, dia berangkat dengan penuh semangat. Bukan apa-apa, bisa bertemu dengan salah satu personel band papan atas pada era 90-an adalah anugerah yang patut disyukuri. Yuki adalah vokalis PAS Band, grup musik asal Bandung, yang berhasil dikenal oleh masyarakat Indonesia. Bunga Citra Lestari (BCL) adalah penyanyi yang berhasil diorbitkan oleh PAS Band dengan menyanyikan lagu “Kumerindu”. Kalau ingat film “Ada Apa Dengan Cinta” maka di sana ada adegan konser PAS Band yang duet dengan Tere dengan lagu “Kesepian Kita”. Dia sendiri mengenal Yuki secara pribadi saat mengawal anaknya bersepeda keliling Bandung yang dititipkan ke Emak Uwie (Komunitas NGN).

Continue reading “Kopi Yufeto yang Membahagiakan”

Menghadiri Pernikahan ASUS dan Microsoft

Menghadiri pernikahan ASUS dan Microsoft kali ini jelas membuatnya bersemangat. Dia mengetahuinya setelah sehari sebelumnya sebuah undangan hadir melalui email. Undangan eksklusif. Sosok itu merasa bahagia dan merasa mendapatkan kehormatan. Dia harus hadir. Ini hal langka, dan patut diapresiasi dengan cara datang ke sana dan mendokumentasikannya. Kemudian, dia pun mempersiapkan diri sejak dari rumah. Disetrika sendiri kemejanya agar terlihat mulus dan layak pakai. Terus dia pun mengeluarkan sepedanya, langsung menembus jalanan kota Bandung dari daerah Ciganitri ke daerah Pasir Kaliki. Lumayanlah jaraknya sampai 12 kilometer. Keringatnya pun asli. Sampai di Hotel Hilton, dirinya langsung salin dengan kemeja itu dan siap hadir pada acara pernikahan itu.

Dia datang terlalu awal karena memang sengaja untuk siap-siap, khawatir kondisi lalu lintas tidak mendukungnya, apalagi ini naik sepeda. Namun dia mendengar bahwa acara pernikahan sudah berlangsung sejak tadi dan terdengar meriah. Apakah dia terlambat? Tidak. Setelah mengusutnya, ternyata wedding day ini dibagi menjadi dua segmen. Jam 12 tadi khusus undangan untuk wartawan. Sedangkan pada jam 14 nanti khusus untuk blogger dan influencer medsos lainnya. Unik. Sosok itu dan kawan-kawan blogger merasa diistimewakan. ASUS dan Microsoft tahu benar bagaimana men-treat tamu-tamunya. Untuk itulah sambil menunggu, dia menyempatkan diri untuk shalat Ashar. Pada saat keluar sudah ada Hilman, Yulia, Euis, dan Mbak Al. Alhamdulillah ada kawan.

Continue reading “Menghadiri Pernikahan ASUS dan Microsoft”