Asian Africa Carnival 2017 yang Spektakuler

BANDUNG – Siang itu begitu terik, tangan-tangan terangkat ke atas, menutupi sebagian wajah. Beberapa orang lebih memilih mencari bayang-bayang terdekat. Pepohonan, bangunan, atau bahkan bus Bandros yang terparkir tepat di depan Hotel Grand Preanger. Meski begitu, mayoritas peserta Asian Africa Carnival 2017 tetap menunjukkan sikap semangat dan murah senyum saat beberapa kamera mengarah pada mereka. Termasuk bocah kecil berusia tujuh tahun dengan pakaian khas tradisional Jawa dengan simbol Pakualaman di dadanya, tetap semangat dan murah senyum menyapa siapa pun yang ditemuinya. Termasuk tidak sungkan diajak foto bersama di bawah matahari yang sinarnya begitu panas menyengat kulit.

Continue reading “Asian Africa Carnival 2017 yang Spektakuler”

Nelpon ke Semua Operator Hanya Rp1/Detik, Mau?

Kang Aep merasa berdiri di persimpangan yang membingungkan. Sebelah kanan ada sungai yang begitu lebar, namun ada perahu tambang yang siap menyeberangkannya. Sedangkan di sebelah kiri adalah jalan beraspal yang menembus ke hutan. Kedua jalan itu sama-sama menuju Desa Ooredoo namun dengan waktu tempuh yang berbeda. Dua jam perjalanan lebih cepat menggunakan perahu tambang. Bahkan jalan yang melewati hutan terbilang belum aman. Satu sisi dia merasa yakin harus mengambil jalan yang ke kanan, tetapi tidak memiliki uang untuk membayar ongkos perahu tambang. Dilema.

Dia tidak tahu persis posisi calon penumpangnya saat ini. Kang Aep sudah berada di lokasi yang ditunjukkan calon penumpangnya tetapi dia tidak tahu yang mana. Ada banyak orang di sana. Sekali lagi dia mengecek saldo pulsanya, masih tetap Rp60, jelas tidak bisa menelepon atau mengirimkan pesan. Satu-satunya harapan adalah calon penumpang ojek online-nya itu menelepon, tetapi kemungkinan itu begitu tipis. Amat jarang sekali. Kang Aep hanya menghela nafas panjang, sambil kepalanya berputar ke segala arah, memastikan bahwa calon penumpangnya memberikan tanda keberadaannya. Ya Allah, bisiknya.

Continue reading “Nelpon ke Semua Operator Hanya Rp1/Detik, Mau?”

Generasi Pesona Indonesia atau GenPI

Generasi Pesona Indonesia (GenPI) adalah sebuah komunitas yang dibentuk oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia. GenPI merupakan pengejawantahan dari program promosi wisata “go digital” yang tengah gencar dilakukan oleh Kemenpar sebagai salah satu strategi pemasaran pariwisata Indonesia. Anggota GenPi terdiri atas anak-anak (berjiwa) muda yang selama ini aktif melakukan promosi pariwisata melalui media sosial seperti blog, facebook, twitter, instagram, path, dan lain lain. Karena fokus promosi dalam dunia digital maka anggota GenPi sering dijuluki “Laskar Digital Merah Putih”. Sosok itu sendiri menjelaskan arti lain GeNPI sebagai Gerakan Nusantara (untuk) Pariwisata Indonesia.

Continue reading “Generasi Pesona Indonesia atau GenPI”

Tour de Petjinan van Bandoeng

Pagi belum beranjak terlalu jauh, bulan pun masih tampak jelas. Sosok itu sempat berdiri mematung di sebelah timur Alun-alun, memandang Masjid Agung Bandung, membelakangi sebuah gedung yang katanya bakal dijadikan perpustakan, gedung yang bertuliskan kata ‘BANDUNG’ di tiang-tiang dinding. Selasa, 24 Januari 2017, pukul 6:45, beberapa warga sudah asyik duduk di bangku merah, berdiskusi dengan rekannya atau asyik menunggu kawannya yang belum datang sambil menyikukan tangannya di meja merah. Ada dua orang anak yang asyik berlari ke sana-sini mengejar bola plastik di tengah Alun-alun. Cuaca Bandung kali ini masih panas, pagi tidak lagi menyegarkan, sinar mentari sudah mulai agak menyengat. Dia kemudian menyandarkan sepedanya di salah satu bangku batu dan kemudian mengabadikannya dengan latar masjid.

Ingatan sosok itu masih segar tentang Alun-alun karena pada 24 Desember 2016 dia pernah mengadakan acara ‘Mapah ka Bandung’ bersama Kompasiana. Salah satunya belajar tentang sejarah tempat tersebut. Pikirannya pun segera berlari menuju 200+ tahun yang lalu saat Raden Adipati Wiranatakusumah II, Bupati Bandung ke-6, berlayar di atas Sungai Ci Tarum, lalu masuk ke Sungai Ci Kapundung. Di sebuah tempat, beliau turun dan menancapkan tongkatnya. Prajuritnya kemudian mendirikan tenda-tenda. Saat R.A. Wiranatakusumah II mencabut tongkatnya, keluarlah mata air yang jernih. Itulah cikal bakal Sumur Bandung yang berada di dalam Gedung PLN. Beliau memutuskan tempat tersebut sebagai ibukota Bandung. Tempat dimana tenda-tenda prajurit berdiri, dibangun sebuah bangunan yang menjadi cikal bakal Pendopo.

Format arsitektur Alun-alun Bandung mengikuti percampuran masa Kerajaan Majapahit dan kerajaan Islam setelahnya. Format tersebut hampir sama di seluruh Pulau Jawa dan sekitarnya. Biasanya terdapat lapangan atau alun-alun di tengahnya plus dua pohon beringin yang tumbuh. Di sebelah barat dibangun sebuah masjid besar, lalu dibangun pula pusat pemerintahan dan pasar rakyat. Tujuannya tidak lain agar masyarakat dapat berkumpul, bertemu dengan pemimpinnya, dapat berniaga, namun taklupa beribadah kepada Sang Maha. Kota Bandung kemudian mulai dijadikan sebagai kawasan pemukiman oleh pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, melalui Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels dengan mengeluarkan surat keputusan tanggal 25 September 1810, namun baru memiliki pasar pada 1812. Namanya Pasar Ciguriang dan berlokasi di kawasan jalan Kepatihan. (Baca juga tentang Pasar Cihapit)

Peserta Tour de Petjinan

PASAR CIGURIANG DAN PASAR BARU

Pasar Ciguriang berkembang pesat, mengundang banyak orang dengan latar etnis berbeda untuk berniaga di sana. Tidak hanya orang Sunda, tetapi juga para pendatang seperti dari Jawa, Palembang, termasuk dari India dan Arab. Apalagi ditambah dengan semakin ramainya jalan Raya Pos (De Grotepostweg) yang kini bernama Jl. Asia Afrika sebagai jalan utama membuat orang-orang yang baru datang dari luar kota untuk mampir dan menghidupkan Pasar Ciguriang. Peristiwa Perang Diponegoro (1825-1830) secara tidak langsung juga berdampak dengan datangnya orang-orang Tionghoa dari Jawa melalui Cirebon. Versi lainnya adalah didatangkan Belanda untuk membangun jalan Raya Pos. Beberapa dipaksa menjadi tukang perkayuan karena mereka memang memiliki keahlian. Mereka kemudian bermukim tidak jauh dari Alun-alun dan terbentuklah Kampung Suniaraja atau disebut juga sebagai kawasan Pecinan (batasnya adalah Jl. Asia Afrika, Banceuy, Suniaraja, dan Otista) yang hanya diisi oleh 13 keluarga. Proses inilah yang juga membentuk Kampung Jawa di sekitar Stasiun Kiaracondong.

Pada bulan November 1845, Pasar Ciguriang ludes terbakar. Ada kabar bahwa kebakaran itu disengaja sebagai umpan untuk membunuh Asisten Residen Priangan dan Bupati Bandung. Pembunuhnya bernama Munada yang sakit hati pada bekas atasannya, Asisten Residen bernama Nagel. Akibatnya perlu dicarikan tempat baru untuk menampung para pedagang. Pada 1884 dipilihlah sebuah tempat di sebelah barat Kampung Suniaraja sebagai pusat perdagangan, hingga di kemudian hari dikenal sebagai kawasan Pasar Baru. Pasar ini pun langsung berkembang pesat hingga pada 1906 didirikanlah bangunan baru yang semipermanen, termasuk dua buah pos yang mengapit jalan masuknya. Bagian depan diisi oleh jajaran pertokoan sedangkan di bagian belakang diisi oleh los-los pedagang. Pada 1935, Pasar Baru mendapat predikat sebagai pasar terbersih dan paling teratur se-Hindia Belanda. Namun bangunan asli pada masa itu hilang setelah perombakan pada 1970-an.

heritage-06

Atas: Kawasan Pecinan Lama (ilustrasi Pasar Ciguriang). Bawah: Pasar Baru

Nah, ada banyak kisah menarik di balik Pasar Baru ini. Semua itu memang berpusat pada beberapa saudagar yang berhasil berniaga di sana. Salah satunya adalah saudagar batik Solo yang menjadi pelopor perdagangan batik di Pasar Baru, yaitu keluarga Tan Djin Gie. Kiprah keluarga tersebut terekam dengan baik dalam roman ‘Rasia Bandoeng’ karya Chanbanneau (1918). Roman ini begitu terkenal karena menceritakan kisah nyata hubungan cinta terlarang sesama marga Tionghoa. Tan Djin Gie pula yang mendirikan ‘landhuis‘ di Jl. Kebon Jati pada 1884, yang di kemudian hari diubah menjadi Hotel Surabaya. Hotel ini selalu ramai oleh pengunjung setelah pembukaan jalur kereta dari Batavia ke Bandung. Saat ini, bagian belakang hotel sudah tidak ada lagi dan tergantikan oleh Hotel Gino Feruci.

Pasar Baru Bandung

Saudagar-saudagar kaya lainnya dari Pasar Baru yang terkenal adalah Asep Berlian yang berasal dari Palembang. Tidak diketahui siapa nama aslinya karena nama ‘asep’ disematkan padanya sebagai penghormatan dari warga Sunda, sedangkan berlian disematkan karena beliau sering membawa keris yang hulunya terdapat berlian sebesar biji jagung. Peristiwa paling menghebohkan pada dirinya terjadi saat salah satu istrinya dibunuh oleh pembantunya sendiri, sehingga saat itu terkenal istilah ‘Guyur Bandung‘. Namanya kemudian diabadikan pada sebuah jalan di daerah Cicadas. Nama-nama saudagar lainnya yang kemudian diabadikan menjadi nama jalan adalah Dulatip, Tamim, Encek Azis, Mayor Sunarya, Pahrurodji, Durasyid, dan Yakub. Orang Tionghoa yang diabadikan menjadi nama jalan adalah Babah Tam Long (Jl. Tamblong) yang dulunya adalah seorang tukang kayu terkenal.

PENGUSAHA TIONGHOA DI PECINAN LAMA

Sosok itu mendapatkan semua informasi di atas setelah diajak berkeliling dalam acara ‘Tour de Petjinan van Bandoeng‘. Tour ini digagas oleh Komunitas Aleut dengan Best Western Premier La Grande Hotel yang melibatkan para Hakko Ako dan Amoy Bandung, Koko Cici Jakarta, Mojang Jajaka Bandung, dan para awak media. Dia sendiri mewakili Blogger Bandung bersama Efi dan Mbak Alaika. Program ini dibuat dalam rangka perayaan hari raya Imlek 2568. Nah, Kampung Suniaraja yang telah disebutkan kemudian makin padat oleh warganya yang terus bertambah. Untuk mengatasi hal tersebut, pemukiman orang-orang Tionghoa kemudian dipindahkan ke sebelah barat, yaitu di belakang Pasar Baru. Itulah mengapa Kampung Suniaraja sekarang disebut sebagai kawasan Pecinan Lama. Dan cerita tentang kawasan ini tidak bisa dilepaskan dengan para pengusaha asal Tionghoa yang legendaris.

Ya, bercerita tentang Bandung tidak akan menarik kalau tidak melibatkan unsur kuliner di dalamnya. Kota ini sudah terkenal sebagai pusat kulinernya. Siapa pun yang ke Bandung, selalu diselipkan kisah berburu kuliner. Kuliner yang pertama didatangi dan dekat dengan Alun-alun adalah Kopi Purnama di jalan Alkateri. Patokannya adalah Hotel Golden Flower di Jl. Asia Afrika. Warung ini telah berdiri sejak 1930 tetapi dengan nama Chang Chong Se, artinya ‘selamat mencoba’. Pendirinya adalah Tong A Thong yang hijrah dari kota Medan dan membawa tradisi Kopi Tiam. Istilah kopi tiam sendiri merupakan pengembangan dari kata ‘Yam Cha’ di Tiongkok yang berarti ‘sarapan sambil minum teh’. Oleh kaum peranakan Tionghoa di daerah Melayu (termasuk Medan), kebiasaan minum teh ini diganti dengan minum kopi. Pada tahun 1966, warung Chang Chong Se berganti nama menjadi Kopi Purnama. Saat ini, yang mengelola Warung Kopi Purnama adalah generasi ke-4 dari Tong A Thong.

Kopi Aroma Bandung

Kopi Aroma Bandung (Inset: Kopi Purnama)

Perjalanan tour kemudian diarahkan ke Jl. Banceuy, menuju pojokan Jl. Pecinan Lama. Di sana terdapat pabrik kopi yang legendaris dan sampai sekarang ramai oleh antrian yang ingin membeli Kopi Aroma. Mengapa terkenal? Ini dikarenakan proses pembuatannya yang alami dan sampai sekarang masih menggunakan mesin yang sama saat pertama kali dibuka. Inilah yang membuat Kopi Aroma sebagai penghasil kopi terbaik dan unik. Pendirinya adalah Tan Houw Sian pada 1930. Beliau dulunya bekerja di perusahaan kopi milik Belanda hingga kemudian memutuskan untuk berhenti dan mendirikan usaha di bidang kopi. Saat ini Kopi Aroma dikelola oleh generasi ke-2 Tan Houw Sian, yaitu Widyapratama. Oya, kalau di Kopi Purnama para pengunjung bisa duduk santai menikmati kopi tiam maka di Kopi Aroma hanya bisa membeli kopi saja.

heritage-07

Toko Jamu Babah Kuya dan Mojang Jajaka Bandung

Peserta tour kemudian diajak berjalan kaki menuju Pasar Baru, meniti jembatan penyebarangan yang sudah tua kondisinya, kemudian masuk ke Jl. Pasar Selatan. Di sana ada Jl. Tamim yang dikenal sebagai pusat penjualan kain denim/jeans. Daripada membeli jeans mahal yang sudah jadi, sebagai alternatif ada baiknya berburu kain jeans di sini. Setelah memilih jenis kainnya, lalu tinggal dijahit oleh para penjahit profesional di sana, hasilnya adalah jeans yang lebih murah 2-3 kali lipat dengan ukuran yang pas. Kalau mau dipasang brand terkenal juga bisa. Perjalanan ‘Tour de Petjinan’ kemudian berhenti di pojokan jalan. Di sana ada toko Babah Kuya, sebuah toko jamu tradisional yang menyediakan banyak rempah-rempah lokal maupun impor. Tempat ini menjadi rujukan para Sinshe, peramu pengobatan tradisional Nusantara, dan dokter modern. Babah Kuya didirikan oleh Tan Sioe How pada 1800-an yang terkenal dengan hobinya memelihara kura-kura. Kura-kura yang telah mati kemudian diawetkan dan digantung di dinding tokonya.

Hotel Surabaya

Sisa bangunan Hotel Surabaya (Kanan: Hakka Ako & Amoy + Koko Cici Jakarta)

Tour berakhir di Cakue Osin, Hotel Surabaya, dan Kelenteng Satya Budhi. Cakue Osin terletak di jalan Babatan No. 64A (belakang pasar), dekat dengan lapangan dan kantor RW 03 Kel. Kebon Jeruk Kec. Andir. Dulunya bernama Lie Tjay Tat karena didirikan oleh beliau yang fokus pada kuliner khas Tionghoa. Osin sendiri adalah putra dari Lie Tjay Tat. Di sana ada cakue, bapia, kompia, kue tambang, kue cinsoko, pangsit kuah, dan bubur kacang tanah. Namun harus hati-hati bagi kaum Muslim karena beberapa menggunakan unsur B2. Yang aman dan halal hanya kue tambang, cakue, dan bubur kacang tanah karena proses pembuatannya terpisah. Dengan harga Rp5ribu, makan cakue di sini dijamin kenyang. Kelenteng Satya Budhi terletak di Jl. Kelenteng dan dibangun dari hasil sumbangan warga Tionghoa yang diprakarsai oleh Letnan Tionghoa Tan Djoen Liong. Pada awalnya kelenteng ini bernama Kuil Giap Thian Khong (Istana Para Dewa) karena pemujaannya ditujukan pada Dewa Perang Koan Kong (206-25 SM).[]

Heritage-08.jpg

Kelenteng Satya Budhi dan Dewa Perang Koan Kong

Hidangan Imlek Ala The Trans Luxury Hotel

Bandung sedang panas-panasnya. Entahlah, cuaca saat ini begitu ekstrem. Akibatnya berbagai macam hal, salah satunya adalah air di rumah tidak bisa keluar sehingga terpaksa harus meminta pada tetangga atau membeli. Hidup memang penuh dengan perjuangan hehehe. Ngomong-ngomong soal perjuangan, sosok itu baru saja sampai di di Kawasan Terpadu Trans Studio Bandung saat matahari sedang hangat-hangatnya bertengger di atas kepala. Tidak ada yang berubah dengan tempat ini. Begitu memanjakan para shopahollic atau bagi siapa saja yang ingin cuci mata. Kalau stres dan punya uang, tidak salah untuk datang ke sini, lalu mencoba berbagai macam permainan yang menghabiskan adrenalin.

Tahun baru telah lewat, hampir semua orang berharap berbagai kebaikan. Setelah Tahun Baru Masehi, tidak berapa lama lagi juga akan ada perayaan Chinese New Year atau yang biasa dikenal dengan tahun baru Imlek. Budaya tahunan segera menanti. Kemeriahan dengan nuansa khas merah dan emas menjadi menjadi tradisi yang selalu menarik dan ditunggu-tunggu. Semua tempat keramaian atau tempat publik berusaha menampilkan sebaik mungkin untuk semua perayaan besar, termasuk The Trans Luxury Hotel Bandung. Barongsai Tonggak dan Lucky Angpao sudah menjadi atraksi standar, dan bagi hotel yang baru meraih penghargaan di ajang World Halal Tourism Awards 2016 itu, tentu aneka menu khas negeri Tirai Bambu akan menjadi sesuatu yang berbeda.

Lucky Angpao yang disediakan The Trans Luxury Hotel Bandung berhadiah luar biasa, yaitu menginap di Celebrity Suite. Siapa yang tidak mau? Caranya mudah, cukup dengan bersantap malam di The Restaurant atau The 18th Restaurant and Lounge pada hari Jumat, 27 Januari 2017, nanti. Jumlahnya? Ada 18 angpao. Jadi, selain menginap di Celebrity Suite yang sering menjadi langganan SBY saat menjabat menjadi presiden, pengunjung yang beruntung juga bisa menginap di Premier Room, mendapatkan voucher dinner di The 18th Restaurant and Lounge, hingga memperoleh voucher Dream Time Massage di The Spa. Semoga tahun Ayam Api ini memberi kebahagiaan bagi orang-orang yang beruntung. Amiiin.

Hari Raya Imlek

MENU THE 18TH RESTAURANT AND LOUNGE

Soal The Restaurant yang terletak di lantai 3, sosok itu pernah menceritakannya di blog ini. Saat itu dia bercerita tentang Babuko Basamo dan bagaimana membuat Resep Lompong Sagu. Soal tempat, dijamin bikin betah. Setelah memarkirkan sepeda kesayangannya di tempat parkir motor, dirinya langsung cus memasuki lobby hotel. Suasana merah sudah terasa meriah di halaman kawasan terpadu TSB. Seperti layaknya mengunjungi tempat yang familiar, dia pun langsung memasuki lift dan siap menuju lantai 18. Soal menu di lantai 3 yang katanya ada Baked Chicken with Sesame Seed, Braises Fish Maw and Black Mushroom, Braised Hoisom, hingga Stirfried Sea Scallops with Broccoli and Pear tidak usahlah ditulis di sini. Kalau ingin mencobanya sila saja datang pada malam Imlek, 27 Januari 2017, pukul 18.00 – 22.00 WIB. Semua menu itu akan disediakan secara buffet dengan harga Rp539.888net/dewasa dan Rp269.999net/anak di bawah 12 tahun.

Sampai di lantai 18, angin langsung menyambut dengan tiupan kencangnya. Segar. Apalagi setelah sedari tadi ditimpa dengan rasa panas yang menyengat. Sosok itu beberapa saat memanjakan matanya dengan melihat Bandung dari atas ketinggian. Ada rasa jerih, tapi indah. Tidak berapa lama, dia pun berterur sapa dengan Teh Melly dan Teh Anggia yang selalu standby di hotel, juga beberapa kawan blogger yang hanya bertemu kalau ada acara kopdar. Berdasarkan informasi, The 18th Restaurant and Lounge yang berada di lantai paling atas itu akan menghadirkan acara ‘Hong Kong Night with Shifu Tang’. Shifu Tang atau Peter Tang adalah Executive Chinese Chef asal Hong Kong yang sudah berada di Indonesia selama 10 tahun. Beliau kebetulan berencana ingin memamerkan kebolehannya memasak dua menu andalannya.

The 18th Restaurant and Lounge

Suasana balkon di The 18th Restaurant (Inset: Uji Nyali)

Dengan aksen bahasa Indonesia yang khas, Shifu Tang berusaha beramah tamah dengan para blogger dan jurnalis dari berbagai media. Beliau begitu murah senyum. Meski agak kurang jelas, paling tidak sosok itu bisa menangkap apa yang dimaksud. Misalnya mengucapkan kata ‘udang’ tetapi yang terdengar di telinga adalah ‘ujan’. Meski sudah berusia lanjut, beliau tampak cekatan memasak. Semua menu yang dimasak berbahasa Inggris, sulit untuk menghapalnya. Satu menu yang disukai sosok itu adalah daging sapi yang dimasak dengan campuran sayuran dan lada hitam. Oke, sebut saja ‘Oseng Sapi Lada Hitam’. Daging sapi yang dipakai adalah tenderloinnya, jelas mahal. Tapi harganya terbayar oleh rasanya yang pedas-pedas gimanaaa gitu. Dia suka sekali. Apalagi jika dicampur dengan nasi hainan yang khas, nasi yang ditaburi dengan bawang goreng, persis seperti nasi uduk.

Menyantap masakan khas dari negeri tirai bambu di lantai teratas hotel memberikan sensasi yang takpernah dilupakan. Angin yang berembus sudah begitu menyegarkan, sehingga tidak perlu lagi mengharapkan tiupan angin dari AC yang tidak alami. Setelah makan, sila saja langsung menuju ke tepian dan manjakan mata Anda dengan pemandangan Bandung dari atas. Kalau cuacanya lagi bagus, pemandangan pegunungan yang mengitari Bandung memberikan sensasi yang luar biasa melenakan. Apalagi kalau menunggu saat matahari terbenam. Warna merah berpendar di langit, lalu menjelang maghrib muncullah warna-warna biru yang membuat hati ini berdesir. Tidak hanya itu, di ujung sebelah kiri, ada area yang membuat adrenalin terbuang begitu saja. Bagi yang berani, sila berjalan atau berdiri di atas kaca bening, lalu pandanglah beberapa kendaraan di bawah yang tampak seperti mainan. Itulah area uji nyali berjalan di atas kaca. Sensasinya takterkatakan.

Oseng Sapi Lada Hitam

Atas: Risol isi udang. Bawah: Oseng sapi lada hitam.

DEEP FRIED PRAWN WITH SALTED EGG

Salah satu menu andalan yang disukai sosok itu adalah DFPWSE atau sila baca saja singkatannya di atas hehehe. Dia sendiri cukup menyebutnya dengan Udang Goreng Telor Asin. Ya, memang itu namanya. Kata Shifu Tang, ini adalah menu favorit yang paling ditunggu. Berpengalaman memasak di berbagai hotel, menu tersebut termasuk yang paling banyak dipesan. Bagi penggemar seafood dan telor asin, tentu akan merasakan sensasi di lidah yang berbeda saat menyantap keduanya. Dia sendiri begitu suka dengan menu ini saat mencobanya. Benar-benar enak dan asinnya telor langsung lumer bersama kegurihan daging udang yang sudah bebas kulit. Dan kalau mau tahu, dia sampai berkali-kali mengambil menu ini bersama nasi hainan. Habis, benar-benar enak.

Cara memasaknya pun mudah. Udang yang sudah dikupas kulitnya dicampurkan dengan bubuk/tepung ayam, garam, dan tepung jagung. Panaskan minyang goreng dan masak udang sampai warnanya berubah menjadi agak keemasan. Kalau minyaknya bagus, dijamin udang gorengnya akan bagus juga. Angkat dan tiriskan. Setelah itu siapkan telor asin, ambil warna kuningnya saja. Putih telurnya tidak terpakai. Patut diacungi jempol bahwa Shifu Tang membuat sendiri telor asinnya, tidak memesan ke warung sebelah atau langsung ke Brebes. Nah, kuning dari telor asin ini dioseng-oseng dengan menggunakan setengah sendok minyak beberapa saat, setelah itu baru dicampurkan dengan udang goreng ditambah bawang. Oseng-oseng secukupnya saja. Dan hidangan Imlek ala The Trans Luxury Hotel pun tersaji mengundang selera.

Udang Goreng Telor Asin

Oya, kalau mau menu lengkapnya, termasuk mencoba yee sang atau yusheng yang memang menjadi menu khas Imlek, semuanya tersaji dengan harga Rp688.999net/dewasa. Ada banyak hidangan dan semuanya enak-enak, termasuk kue risoles isi udang (dengan taburan wijen) dan onde-onde kacang merah. Bagi yang belum tahu, yee sang adalah hidangan khusus pada hari raya Imlek dan dihidangkan sebagai makanan pembuka. Biasanya dimakan pada hari ke-7 bulan pertama kalender Imlek. Nah, kata Shifu Tang, yee sang adalah masakan Tiochiu berupa salad ikan (bisa tuna atau salem) segar ditambah irisan halus sayuran seperti wortel dan lobak. Makanan ini dipercaya sebagai simbol kelimpahan dan kemakmuran bagi orang yang memakannya.

Bagi yang memiliki kartu kredit Bank Mega, bakal mendapat potongan harga spesial. Tinggal tunjukin saja kartu VIP Membership-nya, dan itu berlaku untuk seluruh paket yang ditawarkan di The Trans Luxury Hotel Bandung. Daaan … Februari kan akan segera datang, tuh, katanya dikenal sebagai bulan penuh cinta, Trans Studio Bandung rupanya mau menggelar konser tunggal salah satu band favorit. Mau tahu bandnya? Yaitu Yovie dan kawan-kawan dalam acara ‘A Night With KAHITNA’ yang akan digelar pada hari Sabtu, 4 Februari 2017, di Amphiteater TSB mulai pukul 19.00 WIB. Harga tiketnya ada dua pilihan, Rp300ribu untuk kelas Festival dan Rp750ribu untuk kelas VIP. Der ah langsung ke sana.[]

Perfect Selfie di Ujung Perjalanan

Perfect Selfie di ujung perjalanan kali ini memang benar-benar takbisa dilupakan. Sosok itu sungguh bersyukur bisa menjalaninya dengan baik, meski dia juga memastikan diri bahwa minggu lalu bukanlah akhir dari perjalanannya. Ujung perjalanan yang dimaksud adalah semacam kurva dimana ada titik tertinggi dari siklus hidupnya. Artinya bahwa setelah titik itu mungkin dia harus bergerak ke titik yang lebih rendah tetapi bisa jadi di kemudian hari dia akan melampaui titik tertinggi itu, menjadi jauh lebih baik lagi. Inilah ujung perjalanan yang paling tidak telah menjadi momen membahagiakan untuk kemudian menjelma titik tolak menuju fase kehidupan selanjutnya.

Salah satu episodenya adalah bertemu dan berdiskusi dengan Agnez Mo. Katanya, “Apa yang membuatmu lebih percaya diri. Mengapa harus selfie?” Gadis berenerjik itu tersenyum. Jawabnya, “Selfie adalah bentuk ekspresi diri yang indah dan membuat kita bisa berbagi kebahagiaan dan kegembiraan.” Sosok itu belum puas. “Apakah hal itu ada manfaatnya?” Agnez mengangguk, “Menurut saya, selfie banyak manfaatnya. Salah satunya adalah memberikan saya rasa percaya diri sebelum tampil di depan umum.” Dia tersenyum. Dia sedikit paham dan menyetujui bahwa selfie memang bisa meningkatkan rasa percaya diri seseorang. Selfie adalah bukti bahwa seseorang tidak perlu malu memajang fotonya di ranah publik. Ia tahu mana yang harus diperlihatkan dan mana yang harus disembunyikan.

Continue reading “Perfect Selfie di Ujung Perjalanan”

Belajar Anti Aging di SWAM Expo 2016

I am so happy because SWAM is held in Indonesia! Everytime I join SWAM’s seminars, I get a lot of knowledge and skills in aesthetic medicine field. Regarding the fast-developed aesthetic industry, people’s needs in aesthetic knowledge are increasing. I really hope SWAM can give positive impact in the knowledge and skill development of all aesthetic doctors in Indonesia. Keep on inspiring and innovating! Thank you SWAM!
~ Dr. Fifin Marini M. Biomed (AAM)

The Biggest Aesthetic Medicine Expo in Asia … kini hadir kembali di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 2-4 Desember 2016, dengan nama SWAM Expo 2016. SWAM (Seminar and Workshop of Aesthetic Medicine) adalah kegiatan ilmiah atau seminar internasional yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia (PERDESTI) dengan tujuan meningkatkan pendidikan dan keterampilan dokter umum dan spesialis estetika. Perdesti menggandeng PT Perdesti Global Medicom (PGM) untuk membuat acara ini dan disambut positif oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata, Perdaweri (Persatuan Dokter Anti Aging, Wellness, Estetik, dan Regeneratif) plus tentu saja oleh IDI.

Seminar internasional ini memang diperuntukkan khusus untuk para dokter estetika dan sambutannya begitu luar biasa sehingga telah menduduki posisi seminar ke-3 terbesar di dunia. Ya, mereka bisa menambah pengetahuan tentang anti aging dan estetika wajah. Semua akan dikupas tuntas sehingga suatu saat mereka akan menjadi dokter spesialis yang mumpuni di bidangnya. Kementerian Pariwisata berperan penting karena dengan adanya acara i-SWAM ini tentu akan menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah bagi masyarakat dunia yang membutuhkan informasi sekaligus menjadi Health Tourism Destination.

Produk-57.jpg

SWAM EXPO 2016

Tidak hanya bagi para dokter, acara ini juga besar manfaatnya bagi seluruh masyarakat, termasuk pelaku bisnis (pemilik klinik kecantikan & kesehatan, pemilik spa & salon, pemilik toko produk alat-alat kesehatan & kecantikan, dan lain sebagainya). Mereka akan mengisi 164 booth yang bakal menyebarkan semua hal tentang kecantikan dan kesehatan. SWAM Expo 2016 jelas akan memberikan kesempatan buat para pebisnis yang berkecimpung di dunia anti aging-estetika tersebut.

Masyarakat umum? Selain bisa melihat langsung setiap booth yang ada, mereka juga bisa mengikuti talkshow tentang dunia kecantikan wajah atau bagaimana menjaga tubuh tetap sehat. Semua itu penting tidak hanya bagi para wanita, tetapi juga para pria. Kecantikan wanita tidak berarti tanpa dukungan para pria. SWAM Expo 2016 akan memberikan edukasi kepada masyarakat awam untuk lebih memahami wawasan dan pengetahuan akan keamanan dan layanan estetika. Ke depannya, semoga mereka tidak mudah terjebak saat mengambil keputusan dalam pemilihan layanan estetika yang dibutuhkan.

Bagi yang suka dengan kompetisi juga akan dimanja, apalagi yang berhubungan dengan kompetisi make up dan tari. Hadiahnya tidak usah ditanya. Ada kompetisi make up tradisional (dengan tema modifikasi pernikahan ala Bali) dan kompetisi make up fantasi (dengan tema kreativitas pesona kecantikan ala Bali) untuk kategori make up. Sebagai penutup bakal ada live demo make up fantasy oleh Jacky Timotius dan juga fashion show rancangan Rio. Lalu ada kompetisi line dance (untuk pemula dan intermediate) dan kompetisi zumba dance (dengan tema zin zumba dan non zin zumba) untuk kategori tari. Setelahnya bakal ada penampilan keren dari Jericho dan Valensia yang bakal menari Waltz, Tango, Viennese Waltz, Slow Foxtrot, dan Ballroom Dance Party. Seru dong pastinya.

Bagi yang suka dengan talkshow bakal ada beberapa artis seperti Shandy Aulia (The Secret of Beauty), Sarwendah Robin Onsu (Daily Cosmetic for Young Women), Romy Rafael (How to Build Self-Confidence), Putri Indonesia (Wanita Indonesia), Ussy Pratama (Fashion for Looking Good), Shasa Alexa (Sensual & Body Fit with Exercise), Moza Pramita (Using Safety Cosmetic), Farah Quinn (Cooking Demo: Healthy Food), dan Dr. Sonia Wibisono yang bakal berbicara di seminar tentang ‘Optimal Treatment in Aesthetic Clinic‘, plus ada penampilan penyanyi Nafa Urbach.

Produk-58.jpg

TIKET MASUK

Masyarakat yang akan mengunjungi SWAM Expo 2016 ini tidak akan dipungut biaya alias gratis. Tinggal datang saja langsung ke lokasi. Namun bagi peserta kompetisi yang telah disebutkan di atas tentu akan dipungut biaya. Begitu pula bagi 2.000 dokter yang akan mengikuti International Seminar & Workshop in Aesthetic Medicine akan dikenakan biaya Rp3,5juta (member) atau Rp4juta (non-member) kalau daftar 1 Nov – 1 Des. Kalau pas acara dan daftar di tempat tinggal nambah Rp500ribu dari biaya di atas.

Untuk informasi lebih lanjut, sila langsung mengunjungi situsnya di swamexpo dot com, bisa juga ceki-ceki media sosialnya di twitter/instagram @swamexpo, atau langsung menghubungi panitia dengan alamat email secretariat@pt-pgm.com.

Tips Membeli Mobil Impian

Sebut saja Joni, nama yang umum bagi seorang pemuda kelahiran Jakarta. Dia datang ke Bandung dengan status mahasiswa di sebuah perguruan tinggi negeri tersohor. Orangtuanya mapan dan wajar kalau dia bisa mencicipi tinggal di perumahan elite Kelapa Gading. Pengetahuannya soal otomotif terbilang di atas rata-rata, wajar saja karena dirinya sudah diperkenalkan dengan jenis kendaraan itu sejak masih berseragam merah putih. Pengetahuannya didapatkan secara otodidak, apalagi salah satu saudara terdekatnya memiliki bengkel. Hingga akhirnya resmi menyandang gelar mahasiswa, Joni tetap berkutat dengan dunia otomotif. Salah satu bisnis sampingannya adalah berjualan mobil.

“Jon, bisa cariin gue mobil?” tanya seorang kawannya, Diki. Joni melirik sekilas, “Merek?” Diki mendekat, “Terserah elo dah. Yang terpenting … adalah mobil itu benar-benar cocok dengan karakter gue. Kalau dilihat, keren dan gagah. Dalemannya sebisa mungkin bisa langsung konek dengan HP gue. Ada gak?” Joni mengangguk. “Ada. Semua merek sudah mulai ngeluarin model yang kayak gitu. Tinggal terserah elo, warnanya gimana, cc-nya sesuai gak, yang terpenting adalah budgetnya berapa?” Diki memandang langit, sejenak. “Ya-ya-ya, sepertinya memang harus dimulai dengan budget dulu ya. Kalau budgetnya kurang dari 200 juta ada, kan?” tanyanya. “Pasti ada. Dan kalau yang mau lebih mudah lagi, coba cek aja di Mobil123. Nanti kalau giliran ngecek speknya, baru elo bisa ajak gue.” Wajah Diki seketika sumringah. Ia suka dengan ide Joni.

Produk-53.jpg

MENGENAL MOBIL123

Kisah di atas hanyalah contoh kasus betapa masih banyak lagi Diki-Diki di luar sana. Artinya masih ada beberapa anak muda yang bingung bagaimana mencari mobil yang sesuai dengan karakternya. Tidak semuanya berpengalaman. Apalagi memilih mobil bukanlah seperti memilih barang-barang lainnya yang portable dan harganya ‘murah’. Mobil adalah barang mewah. Jadi, harus hati-hati. Namun sebelum ngebahas lebih jauh, sosok itu mendapatkan pengetahuan tentang sejarah mobil pada malam Sabtu kemarin (28/10/2016) dari Indra Prabowo bahwa penemu mobil pertama itu adalah Nicolas-Joseph Cugnot asal Perancis pada 1769. Baru kemudian pada 1885 dikembangkan oleh Carl Friedrich Benz menjadi lebih baik lagi, sekaligus mematenkan produknya setahun kemudian.

Managing Editor Mobil123.com itu menjelaskan kalau perkembangan mobil telah mengalami lompatan luar biasa dari awal ditemukan hingga saat ini. Lihat saja mobil-mobil yang awalnya hanya berbahan bakar bensin kini telah berteknologi hybrid (campuran bensin/diesel/listrik), listrik murni, atau fuel cell (hidrogen). Itu baru dari teknologi bahan bakar. Desain pun mengalami perubahan yang signifikan sehingga secara visual enak dilihat dan beberapa mobil mencirikan maskulin atau feminin. Pada akhirnya mobil bukan lagi dipilih hanya berdasarkan fungsinya, tetapi juga lebih dari itu demi menyempurnakan kehidupan seseorang.

Zaman sekarang jelas mobil begitu berperan bagi gaya hidup masyarakat Indonesia di kota-kota besar. Tidak hanya bagi mereka yang mapan, tetapi juga bagi siapa pun yang membutuhkannya meski harus susah payah mengkredit. Takterkecuali bagi anak-anak muda. Namun yang seperti apa dan bagaimana mendapatkanya? Apakah harus bertanya pada kawan yang paham sekali soal mobil? Bagaimana kalau tidak ada? Sosok itu dibukakan matanya lewat gawai yang ada di tangannya. Ketik saja mobil123 dot com dan semua sudah tersedia di sana. Atau bagi anak-anak muda yang ingin tahu tentang dunia otomotif saat ini, sila buka otospirit dot com. Mudah, semudah mengeja angka 1-2-3. Benarkah? Ya, karena di sana tersedia beberapa mobil (baik baru maupun bekas) dengan harga paling ekonomis hingga eksklusif, hingga detail dari mobil yang diharapkan.

Tips membeli mobil impian akan dijelaskan secara detail di paragraf berikut. Namun yang paling penting dalam memilih mobil (khususnya bekas) adalah bekas apa. Hati-hati, jangan sampai mobil yang ditawari adalah bekas tindakan kriminal atau sejenisnya. Paling aman untuk mengatasi hal tersebut adalah dealernya terpercaya atau tidak. Bisa juga dengan melakukan general check-up sebelum perjanjian hitam di atas putih. Nah, atas dasar itulah Mobil123 hadir di sini. Persediaan mobil yang lengkap, baik baru maupun bekas. Harga yang beragam, hingga sumber yang terpercaya. Kalaupun bingung, di Mobil123ID sudah ada fitur livechat yang memudahkan pelanggan yang ingin fast response. Hanya saja kalau hari Minggu tidak bisa, tapi digantikan oleh fitur email dan akan dijawab hari Senin. Situs ini jelas mempermudah pelanggan sehingga sesuai dengan taglinenya, yaitu “Memilih Mobil Terbaik untuk Anak Muda“. Langkah-langkahnya mudah, sehingga konsumen dapat mencari mobil semudah 1-2-3. Tiga poin utamanya: 1. Research & Cek harga, 2. Cari mobil, dan 3. Terpercaya.

Produk-54.jpg

TIPS MEMBELI MOBIL IMPIAN

Tips yang paling sederhana dan paling pertama adalah budget atau harganya. Sosok itu pun akan menerapkan hal tersebut sebelum membeli sesuatu, tidak harus mobil. Tips kedua adalah masalah keamanan dan keselamatan. Mobil yang baik adalah yang mampu membuat pengguna atau penumpangnya merasa nyaman. Kalau terjadi kecelakaan (meski bukan hal yang diharapkan) paling tidak memberikan impact yang minimalis. Begitu pula dengan faktor kehilangan saat disimpan di tempat umum. Semua itu harus saling mendukung. Dan faktor ketiga adalah berhubungan dengan konektivitas. Inilah yang dibutuhkan anak muda saat ini karena mereka tidak bisa lepas dengan gawainya. Mobil yang berkonektivitas tentu bisa memaksimalkan gawai penumpangnya tanpa harus memegang langsung (bisa sambil menyetir). Mobil-mobil keluaran terbaru sudah memiliki teknologi tersebut.

Selain Pak Indra, juga ada dua pembicara lain seperti Deni Rohmat (Sales Supervisor Auto 2000 Cabang Soekarno Hatta Bandung) dan Irwan Nurfiandy (Head of Marketing Mobil123.com). Mereka melengkapi informasi yang sudah disampaikan oleh Pak Indra. Beberapa poinnya sudah dijelaskan di atas. Namun apakah saat memilih mobil hanya berdasarkan ekonomis, keamanan, dan konektivitas saja? Tidak, apalagi bagi anak muda. Mereka juga memilih mobil berdasarkan karakternya. Misal dari tampilannya yang gagah atau mungkin juga feminin. Beberapa bahkan menginginkan kaca mobilnya rada gelap. Ini unik. Atas dasar itulah Mobil123 juga meluncurkan Oto Spirit yang memang difokuskan untuk anak-anak muda. Situs ini jelas makin melengkapi situs utamanya agar konsumen mendapatkan penjelasan lengkap tentang mobil yang menjadi incarannya.

produk-55

Beberapa di antaranya adalah rubrik tips. Sosok itu sempat mencari-cari dan tertarik dengan Tips Menjaga Kebersihan Kaca Mobil. Tipsnya pun sederhana, yaitu menjaga baik-baik kaca film, menjaga kaca agar tetap bersih, mengeringkan kaca setelah mobil terkena hujan, mengganti karet wiper yang mengeras, dan menggunakan wiper saat kondisi kaca basah. Masih banyak lagi tips dan berita seputar dunia otomotif. Keren, deh. Sosok itu percaya bahwa kerja Joni nanti pada akhirnya jadi tidak terlalu berat. Benar kan?[]