2019 Pakai ZenBook S UX391UA

2019 pakai ZenBook S UX391UA yang baru saja di-launching, bismillah. Tidak ada yang ‘impossible‘ kan? Yang penting semua keinginan itu harus diupayakan. Sama halnya dengan anak-anak yang belajar tekun demi mendapatkan nilai baik dan semoga mereka bisa masuk ke sekolah yang diidam-idamkannya. Sang Maha sendiri dalam firman-Nya juga menekankan bahwa yang dilihat dari seorang hamba adalah prosesnya, bukan hasilnya. Manusia hanya diminta untuk berusaha dan berupaya sebaik-baiknya, sedangkan hasilnya biar Sang Maha yang menentukan. Sang Maha tidak mewajibkan seseorang untuk kaya, tidak pula mewajibkannya miskin, tapi mewajibkan seorang hamba agar halal dalam mencari nafkah.

Continue reading “2019 Pakai ZenBook S UX391UA”

Advertisements

Keluarga Sehat Tercipta dari Ibu Hebat

Bunda, masih kudengar petuahmu bergetar | waktu kutertegun di ambang pintu | melepaskan diriku dari pelukmu: | “Hati-hati di rantau orang, anakku sayang | Berkata di bawah-bawah, mandi di hilir-hilir | Dimana bumi dipijak di sana langit dijunjung.” (Kerabat Kita karya Sutan Takdir Alisjahbana | 1962)

Yeay! Ada yang tahu saat ini hari apa? Hari Sabtu. Benar, tetapi yang lebih tepat adalah Hari Ibu, yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2018. Hari yang begitu spesial karena ibu memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Tidak hanya sekadar mengasuh dan mengelola rumah tangga, ibu memiliki tugas yang lebih besar lagi seperti memastikan kesehatan dan kesejahteraan anggota keluarga. Setuju, kan?

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen bahwa salah satu program besarnya adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Nah, untuk menuju target kesehatan masyarakat tersebut maka langkah yang paling strategis harus dimulai dari keluarga. Dengan begitu, peran ibu sangat penting untuk mendorong keberhasilannya. Ibu memiliki peran kunci dalam perbaikan gizi keluarga sebagai langkah awal menciptakan kebiasaan sehat dalam keluarga.

Continue reading “Keluarga Sehat Tercipta dari Ibu Hebat”

Ba-bye Internet Lemot, No Drama Kuota

Kini kupu-kupu itu telah dewasa
Yang dulu hanya berjalan begitu lambat
Kini telah terbang dengan kepakan cantiknya
Mengarungi angkasa luas

Entah sejak kapan sosok itu mulai menggunakan Smartfren sebagai provider pilihannya. Dia sendiri sudah lupa detailnya. Bisa jadi lebih dari lima tahun lalu saat masih menggunakan teknologi CDMA. Jadul pisan. Namun dari data artikel di blognya ini, tulisan Smartfren 4G LTE Advanced adalah bukti nyata kalau dirinya tetap setia pada provider merah tersebut. September 2015 adalah penanda bagaimana Smartfren bermetamorfosis dari ulat menjadi kupu-kupu, dari jaringan CDMA ke 4G LTE.

Continue reading “Ba-bye Internet Lemot, No Drama Kuota”

ZenFone Max Pro M2 dan ROG Phone Menggebrak Dunia Gaming Mobile

Sebelumnya sosok itu pernah bercerita bahwa dirinya pernah Menghadiri Pernikahan ASUS dan Microsoft di Bandung. Sayang, dia gagal menemui pengantin pria dan wanitanya. Meski begitu, dia teramat senang bisa bertemu dengan sang adik dari Microsoft, yaitu Windows 10. Bertahun-tahun berselang, entah mengapa dia masih terbayang dengan senyum manis dan keramahan Win, panggilan akrab dari Windows 10. Itulah mengapa selama perjalanan dari Tanah Abang ke Tomang, hatinya agak berdesir dan terus bertanya-tanya apakah dirinya bakal bertemu kembali dengan Win. Ya, pada Selasa (11/12/2018) siang yang tidak terlalu panas, dia telah berada di boncengan motor Fahri (adik iparnya). Sudah empat hari ini dia memang berada di Jakarta.

Berdiri di depan Hotel Pullman membuat dirinya canggung. Bawaannya begitu banyak, ada ransel dengan laptop dan baju-baju masih bersih di punggungnya … plus tentengan merah berisi baju-baju kotornya. Sosok itu memastikan dirinya bahwa penampilannya sudah pantas untuk masuk. Tak dinyana, ada Dedew dan Teh Ida yang sama-sama berdiri di depan lobby hotel. Kedua kawan baik dari Bandung itu katanya baru sampai dengan menggunakan jasa kereta api Argo Parahyangan. Oke, paling tidak ada kawan seiringan. Setelah tersenyum ramah dengan sang sekuriti yang meminta para pengunjung untuk diperiksa tas bawaannya, dia pun bisa masuk ke dalam lobby Hotel Pullman. Hawa dingin menyeruak ke seluruh permukaan kulitnya. Belum sempat menarik nafas panjang, sebuah suara merdu menyambutnya, “Bang!” Dia gelagapan dan menoleh ke kanan-kiri. Seorang gadis cantik dengan balutan pakaian yang glamour berlenggak-lenggok ke arahnya. “Win … kamu, apa kabar?” Windows 10 tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih, “Aku baik. Bang Aswi sendiri bagaimana? Kapan dari Bandung?”

Continue reading “ZenFone Max Pro M2 dan ROG Phone Menggebrak Dunia Gaming Mobile”

Smart Festival 2018, Festivalnya Bandung Juara

Mengimbau kotaku di dasar hijau lembahmu
Dinafasi angin di dua musim
Ketika fajar berlinang embun
Dan gugur bunga-bunga kemarau

Nafas sosok itu tidak terlalu berat. Tidak seperti biasanya kalau dia berlari. Paling hanya rasa tidak enak saat memaksakan tubuhnya untuk membungkuk memunguti puntung rokok. Kalau sudah demikian, dia memilih untuk berjongkok. Tidak hanya puntung rokok yang memang terbilang paling banyak ditemukan di tepian jalan, tetapi juga ada beberapa plastik. Sebenarnya dia amat bersyukur karena sepanjang jalan Ambon, Saparua, Aceh, Menado, hingga Belitung tidak terlalu banyak sampah yang berserakan. Inilah bukti bahwa kebersihan kota Bandung benar-benar terjaga. Pada saat inilah dia merasa bisa untuk berlari, tidak sekadar jalan. Namun saat melewati depan Stadion Siliwangi di jalan Lombok, semuanya berubah.

Continue reading “Smart Festival 2018, Festivalnya Bandung Juara”

Mengenal Computer Assisted Test (CAT) dalam Tes CPNS

Menjadi Pegawai Negeri Sipil atau PNS sampai sekarang tetap menjadi idaman banyak orang yang baru lulus kuliah atau bahkan sudah lama lulusnya, asal syarat usia masih di bawah 35 tahun. Wajar saja karena kehidupan masa depan PNS dianggap masih berwarna hijau, terutama tunggangan pensiun. Gak heran kalau para orangtua zaman dulu hingga sekarang selalu meminta anak-anaknya untuk Tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Alhamdulillah orangtua sosok itu adalah seorang PNS di PLN. Kakak pertamanya juga setelah beberapa tahun bekerja di swasta akhirnya diterima sebagai PNS. Akan tetapi entah mengapa dia tidak begitu tertarik, apalagi setelah melihat dengan mata kepala sendiri ada tetangganya yang terkena pidana korupsi.

Apapun latar belakangnya, menjadi PNS tetapi menjadi incaran. Pada 2017 saja, tercatat 1.116.138 pelamar CPNS mendaftar di lingkungan Kemenkumham. Satu juta orang berjuang untuk bisa masuk ke dalam satu kementerian. Itu baru satu, lho. Silakan hitung sendiri berapa kementerian yang ada di Indonesia. Dari satu juga orang itu, paling yang diterima hanya lima atau belasan orang saja. Tidak banyak. Nah, karena itulah Badan Kepegawaian Negara (BKN) berusaha mencari cara bagaimana tes yang berlangsung bisa cepat dan presisi. Artinya jangan sampai disalahgunakan seperti yang terjadi dan terdengar desas-desusnya pada masa lampau.

Continue reading “Mengenal Computer Assisted Test (CAT) dalam Tes CPNS”

Risiko Saat Berhubungan dengan Fintech

Selasa, 13/11/2018, #BloggerBDG belajar soal fintech alias financial technology di Atmosphere Resort Café Bandung. Teknologi semakin berkembang dan mudah didapatkan, hanya dengan sentuhan jari di atas layar smartphone. Kemudian, meminjam uang pun tidak lagi seribet dulu karena dengan modal smartphone dan aplikasi yang banyak tersebar di Play Store, meminjam uang jadi lebih mudah. Namun, meski katanya mudah, tetap harus hati-hati ya. Kurang lebih itulah yang bisa disimpulkan dalam diskusi yang seru dan panas di siang hari yang berangin. Fintech yang legal alias di-acc OJK baru sekitar 70-an, sementara yang ilegal alias nackal sudah mendekati angka 300 dan pastinya terus bertambah. Wuih! Lalu gimana tahunya ya aplikasi ini dan itu legal sementara di playstore sama sekali gak terbaca?

Continue reading “Risiko Saat Berhubungan dengan Fintech”

PAXEL, Mengirim Paket pada Hari yang Sama

Seberapa ikhlas terhadap ketentuan Allah Swt.
Seberapa ikhlas untuk menerimanya.
Berbisnis itu harus melihat seberapa besar manfaatnya,
bukan seberapa besar keuntungannya.
          ~ Johari Zein (Komisaris JNE, Founder GBMI)

Sosok itu pernah pada suatu masa merasa kebingungan. Paket kue basah yang masa kadaluarsanya hanya tiga hari pada suhu ruangan harus segera dikirimkan. Tidak bisa tidak, pilihannya kue tersebut harus sampai pada hari yang sama, meski masalahnya adalah pada jarak. Ya, paketnya dikirim dari Bandung menuju Cikarang. Dari info yang didapatkan, paling mudah adalah menggunakan bus penumpang. Ini memang lazim, tetapi tidak efisien. Satu, paket harus diantar sendiri ke terminal bus atau menunggu di titik bus tersebut bakalan lewat. Dua, tidak tahu bagaimana kondisi kue selama dalam perjalanan, apakah aman atau tidak. Tiga, orang yang menerima paket harus menunggu di terminal kedatangan atau janjian dengan kernetnya di suatu tempat. Kesimpulannya … tidak efektif.

Continue reading “PAXEL, Mengirim Paket pada Hari yang Sama”