Menuju Indonesia Bersepeda

Sepoi angin dan burung nan riang
Barisan gigi nan rapi dan mata nan hangat
Manusia mencoba berbaur dalam keharmonisan
Kesempurnaan hidup adalah tujuannya

Cantik adalah dambaan setiap perempuan, meski pada dasarnya semua perempuan itu sudah dilahirkan cantik. Ya, Sang Maha adalah Maha Sempurna. Kesempurnaan hakiki yang tidak perlu lagi diragukan. Tidak perlu lagi dipertanyakan. Paling tidak, percayalah bahwa setiap perempuan itu cantik bagi orangtua dan pasangannya. Atau bagi pengagum rahasia yang belum diketahui keberadaannya. Namun manusia adalah gudangnya ketidakpuasan. Meski ada hati yang selalu menjaga manusia setiap saat, mereka dikaruniai nafsu yang sering tidak bisa dibelenggu. Mereka selalu ingin lebih, selalu ingin diperhatikan. Selalu ingin memenuhi mangkuknya yang sebetulnya sudah penuh.

Ummi menarik nafas sejenak di depan rumahnya. Subuh baru saja beranjak. Langit masih gelap, tetapi ufuknya sudah menampakkan kemerahan yang makin merona. Pagi telah tiba. “Dan semoga saja pagi ini juga cantik,” bisiknya tersenyum. Kecantikan alam yang coba dipadupadankan dengan kecantikan hidupnya. Cantik adalah dambaan setiap perempuan, begitu pula bagi ibu dari dua anak itu. Berbagai cara ditempuh agar dirinya tetap terlihat cantik setiap hari, salah satunya adalah dengan aktivitas bersepeda. Aktivitas berkeringat sebagai penyeimbang hidup. Itulah yang dipahaminya sebagai seorang perawat dan juga pegiat sepeda sejak tujuh tahun lalu.

Continue reading “Menuju Indonesia Bersepeda”

Save The Children di Jalan Raya

Anak-anak masihlah dekat dengan dunia ‘unjuk gigi’
Emosinya masih labil dan penuh gengsi
Sangat mudah ‘panasan’ dan tidak bisa menerima
Wajarlah kalau kemudian ada istilah ‘senggol bacok’

Event-75Rabu kemarin (8/10/2014), alhamdulillah sosok itu dapat menghadiri sebuah acara penting yang seharusnya diketahui oleh semua orangtua. Seminar “Keselamatan Berlalu Lintas Berbasis Sekolah dan Sosialisasi Program Selamat Save The Children di Indonesia” berlangsung di Hotel Santika dengan menghadir beberapa pembicara yang mumpuni. Ada psikolog, polisi, pendidik, pihak PKK, dan bahkan termasuk antropolog. Ini semua demi anak-anak kita, terutama selama di jalan raya. Jangan sampai ada korban anak-anak di jalan raya. Salah satunya adalah penegasan aturan tidak bolehnya anak-anak berkendaraan bermotor.

Continue reading “Save The Children di Jalan Raya”

Event Lari Pertama

Sosok itu sudah lupa kapan pertama kali lari (sebagai olahraga). Seingatnya sih saat masih bekerja di Penerbit Sygma, jadi sekira sebelum tahun 2011. Yang diingat olehnya adalah sepulang kerja langsung lari memutari Binong, banyak jalannya, dan selesai pas azan maghrib. Lalu beberapa kali lari pagi menuju Cidurian, lagi-lagi ada jalannya. Tidak pernah bisa lari full sejauh 1K, atau bahkan lebih. Selalu mentok di angka satu. Mentalnya masih kalah. Masih ada rasa malas untuk terus berlari. Semangatnya masih dikalahkan oleh ‘ketidakmampuan’ untuk terus berlari lebih dari 1K. Alasannya banyak, salah satunya adalah rasa sesak karena memang sosok itu mengidap asma. Penyakit seumur hidup.

Betul, batas malas dan semangat itu tipis sekali. Kedua hal itu bergantung dengan yang namanya mental. Inilah yang harus diwaspadai setiap orang. Pada suatu sore di Jakarta, hampir saja sosok itu tidak jadi lari, hanya karena pas push-up cuma mampu 10 kali, padahal paginya bisa sampai 15 kali. Dia pun hanya tidur-tiduran saja. Akan tetapi mentalnya dibisiki oleh niat yang kuat, “Lari!” Apalagi teringat status Aki yang menyatakan, “7 menit lari sekitaran rumah. Sebelum seisi dunia berubah kita sudah di rumah lagi dan memulai hari tanpa kehilangan apapun. Tanpa ketinggalan apapun. Parhat Apes masih nyapres….” Jadilah dia lari dengan target yang harus jauh lebih baik dari paginya.

Continue reading “Event Lari Pertama”

Blogger Bisa Apa?

Lomba-02Hutan Indonesia adalah kekayaan alam yang harus dijaga, sebuah keanekaragaman hayati negara yang perlu dilindungi. Kenapa? Hutan tidak hanya menyediakan oksigen untuk manusia tetapi juga menyerap karbondioksida. Hutan juga kaya akan gambut, yaitu lahan yang banyak mengandung karbon dengan ketebalan mencapai 1 hingga 12 meter. Hutan adalah rumah bagi hewan-hewan yang beberapa di antaranya masuk dalam kategori langka. Namun yang terjadi malah sebaliknya, degradasi dan deforestasi hutan terus terjadi.

Hutan dibabat, hutan dibakar, hutan dihancurkan, hutan digunduli, dan hutan diratakan. Lalu diganti dengan perkebunan atau pertambangan. Luas area hutan yang hilang pada 2009 telah mencapai angka 2,24 juta hektar, bandingkan dengan angka 397 ribu hektar pada 2003. Efeknya tidak hanya terjadi pada hutan semata, tetapi kota pun menjerit. Penyakit ISPA akibat asap pembakaran hutan makin meluas. Karbondioksida makin banyak di atmosfer dan menciptakan efek gas rumah kaca. Jika 200 tahun lalu hanya ada 275 parts per million (ppm) karbondioksida, kini ternyata sudah mencapai lebih dari 390 ppm.

Continue reading “Blogger Bisa Apa?”

Tempat Sampah Kang Emil

Sampah-2

Beberapa bulan setelah Kang Emil (panggilan akrab Ridwan Kamil) diangkat menjadi walikota Bandung, beberapa gebrakan mulai dijalankan. Salah satu yang biasa dilakukan oleh para pemimpin sebelumnya adalah pengadaan tempat sampah di tepi-tepi jalan. Keberadaan tempat sampah ini tentu amat penting, apalagi bagi sosok itu. Pernah suatu kali, sepulang ngaboseh dari Dago Atas dia mengonsumsi makanan yang menghasilkan sampah. Seperti kebiasaannya, sepanjang perjalanan dia mencari tempat untuk membuang sampah miliknya itu. Dan hingga sampai di rumah mertuanya di Jl. Papanggunan, Binong, ternyata tidak ditemukan tempat sampah. Sampah tersebut pun terpaksa dibuang di tempat sampah rumah mertuanya.

Continue reading “Tempat Sampah Kang Emil”

Buah Naga di Bandung

Ada kata-kata bagus tentang motivasi, yaitu “Tidak ada yang mustahil selama hal tersebut terus diperjuangkan”. Meski kata-kata aslinya tidak tepat seperti itu, mudah-mudahan maknanya bisa ditangkap. Dalam hal apapun, termasuk dalam hal pertanian. Nah, kali ini sosok itu akan bercerita tentang buah yang sedikit berbeda dengan buah pada umumnya. Buah ini pun tumbuh dari pohon yang tidak biasanya terdapat buah. Yup, sesuai judul di atas, buah yang dimaksud adalah Buah Naga atau Dragon Fruit.

Dari sejarahnya (dibisikin sama Tante Wiki), semuanya gara-gara orang Perancis. Jadi, pada tahun 1870 orang Perancis itu membawa pohon ini dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Eh, orang Vietnam menganggap pohon ini membawa keberkahan. Buahnya yang merah pun sering diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merahnya jelas mencolok di antara warna naga-naga yang hijau. Karena bentuknya yang mirip kulit naga, kata orang Vietnam dan Cina, akhirnya muncullah nama Thang Loy (buah naga). Istilah Thang loy kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai Dragon Fruit. Sampai di Indonesia sudah pasti jadi Buah Naga.

Continue reading “Buah Naga di Bandung”

#MariLari Yuk!

MariLari-1

@ninityunita penulis skenario film #MariLari
berlari 21 km rute BKT-TMII belum lama ini #mamarunners

Lari?! Bagi sebagian orang memang berat. Berat di mananya? Tentu dianggap berat karena tidak ada fasilitas yang nyaman di sana, seperti tidak ada kendaraan seperti halnya bersepeda atau tidak ada fasilitas mewah layaknya berenang. Pokoknya modalnya dengkul aja, dan kemudian mencapek-capekan diri sendiri. Bagi yang suka fitness atau olahraga di ruangan mungkin sudah biasa, karena fasilitasnya masih dianggap mewah alias lari di atas treadmill. Kecepatan bisa diatur-atur sendiri, bisa nengok kanan-kiri siapa tahu ada yang bening, lalu pulangnya seger karena mandi air hangat. Kurang lebih seperti itu. Berat.

Continue reading “#MariLari Yuk!”

Sobat Bumi ala Pertamina

Sobat Bumi

Tanpa disadari atau memang sudah banyak yang tidak peduli, ternyata Indonesia telah kehilangan hutan seluas satu juta hektar setiap tahunnya. Oleh karena itulah berdasarkan angka penggundulan hutan “ekstrim” telah menempatkan Indonesia pada peringkat kedua (Maplecroft). Dan siapa pun sudah sangat paham bahwa koloni pohon alias hutan amat bermanfaat untuk menyerap dan mengunci sebagian besar karbondioksida, serta membantu menghambat perubahan iklim.

Continue reading “Sobat Bumi ala Pertamina”