Seru-seruan Lagi di Trizara

Foto: Disgiovery

Adalah kebahagiaan … adalah kesempurnaan
yang dituju oleh setiap manusia di dunia ini.
Adalah senyum, adalah tawa, adalah kebersamaan
yang bisa menyempurnakan semua tahapan
menuju panggung “Kedamaian Hati”.

Seru-seruan Lagi di Trizara ternyata memang memberikan efek berlipat. Kegembiraan yang selalu tercipta. Entah apa rahasianya tempat ini terus saja menyuntikkan energi yang membuat hati ini tersenyum. Jawa Barat memang dikarunia alam yang begitu indah. Taksalah kalau orang-orang terdahulu menyebutnya sebagai Parahyangan, tempat berkumpulnya para dewa. Priangan. Taksalah jika kemudian Pak Kunal memberi nama pada resortnya ini “TRIZARA”. Trizara itu artinya taman/kebun dari surga. Ada harapan di sana bahwa tempat ini menjadi tempat alternatif untuk berlibur dan menikmati taman surga ala Lembang.

Continue reading “Seru-seruan Lagi di Trizara”

Advertisements

Dafam Rio, Hotel Strategis Idaman Keluarga

Dunia sebenarnya bisa begitu indah
Pasir pantai yang putih dan suara ombak
Langit, angin, dan matahari yang merekah
Di luar semua itu … kebahagiaan nan paripurna
Adalah bersama keluarga. Utuh. Tanpa terganggu.

Dafam Rio, Hotel Strategis Idaman Keluarga. Liburan itu membahagiakan, apalagi bagi orang yang rutinitas kesehariannya adalah bekerja dari pagi hingga sore (beberapa bahkan dihitung dari hari masih gelap ke gelap kembali). Benar-benar monoton, menjenuhkan, dan tentu saja amat menyebalkan. Jangankan liburan, mungkin bermain bersama anak juga semakin jarang intensitasnya. Berangkat kerja anak-anak belum bangun, dan saat pulang kerja anak-anak sudah tidur. Semua berubah tanpa disadari, atas nama pekerjaan. Atas nama loyalitas. Atas nama tanggung jawab. Atas nama penghasilan. Atas nama keluarga … yang padahal semu.

Continue reading “Dafam Rio, Hotel Strategis Idaman Keluarga”

Muhasabah 2017: Berkenalan dengan Grup Agrinesia

Bagi sosok itu, tahun baru bukanlah sesuatu yang istimewa. Meski begitu ia adalah pengingat, sama halnya dengan ulang tahun, bahwa betapa usia manusia di dunia ini semakin berkurang saja. Waktu berjalan terus ke depan dan tidak akan pernah kembali lagi. Ada waktu-waktu yang terisi dengan hal-hal yang bermanfaat dan insya Allah penuh keberkahan, tetapi ada pula waktu-waktu yang terlewati dengan sia-sia. Selalu ada penyesalan … pastinya. Namun manusia diminta untuk menutupi setiap kesalahan dengan lebih banyak lagi kebaikan. Terus berproses ke arah yang jauh lebih baik lagi dan takpernah berhenti berikhtiar.

Manusia juga akan mengalami kehilangan dan kehadiran. Kehilangan seseorang yang begitu berarti dalam hidup ini: orangtua, saudara, sahabat, siapapun, apapun, termasuk harta benda. Dia … telah kehilangan ibunya, bapaknya, dan baru kemarin kakaknya. Dia juga telah kehilangan ibu dan bapak mertuanya. Jangan ditanya lagi tentang perasaannya. Begitu pula dengan kehadiran. Silih berganti. Sekali lagi … manusia hanya bisa dituntut untuk terus berusaha, pantang menyerah. Hasilnya serahkan saja pada Sang Maha. Ikhlaskan. Kekayaan seorang manusia itu bukan dinilai dari materi, tetapi dari rasa bersyukur yang ia miliki. Islam mengajarkan dua hal terindah pada manusia. Bersyukur saat mendapatkan kebaikan hidup dan bersabar saat mendapatkan kesulitan hidup.

Continue reading “Muhasabah 2017: Berkenalan dengan Grup Agrinesia”

5 Alasan yang Membuat Singapura Terkenal

5 alasan yang membuat Singapura terkenal ini sebenarnya bukanlah hal baru. Ia selalu ada pada setiap kesempatan, hanya saja tidak banyak orang yang mau bersusah payah membuat daftar. Yang ada, mayoritas begitu ‘excited‘ untuk segera menuju ke sana hingga akhirnya dari 5 alasan itu, paling hanya satu atau dua yang berhasil diwujudkan. Yups, traveling tampak mudah di depan mata. Hari pertama ke sini, hari kedua ke situ, hari ketiga pulang. Semudah menuliskan itinerary yang hanya satu halaman kertas folio. Kenyataannya selalu saja ada faktor takterduga yang menjadi hambatan sehingga traveling berlangsung begitu singkat, dan belum banyak tempat yang bisa dikunjungi. Sayang.

Di penghujung bulan Oktober pada 2015, sosok itu pernah terpekur di Pelabuhan Rakyat Tanjung Pinang. Saat itu dirinya hendak menyeberang ke Pulau Penyengat bersama kawan-kawan travel blogger. Di sana, tidak hanya perahu-perahu kecil yang biasa digunakan oleh warga setempat, namun dia melihat beberapa kapal ferry yang merapat atau menjauh menuju negara kecil yang tidak begitu jauh. Singapura. Ya, jarak Tanjung Pinang – Singapura seolah hanya sekejap mata saja. Kalau bukan karena faktor paspor, mungkin dia sudah cusss menyeberang. Namun perasaan itu hanya dipendamnya saja. “Belum saatnya,” bisiknya mantap.

Continue reading “5 Alasan yang Membuat Singapura Terkenal”

Pentingnya ke Resorts World Genting

Dear Bang Aswi,
Warmest greetings from Resorts World Genting. Hope this email finds you well. We wish to inform that we are arranging a FAM trip between 25th-28th October 2017 to Resorts World Genting. Would you be interested in this trip? Do contact me through Whatsapp if you have any other queries. Looking forward to your favorable reply.

Sosok itu tidak percaya. Isi sebuah email menyatakan demikian, persis seperti yang tertulis di atas. Biasanya dia menerima email penawaran yang tidak jelas, meski itu dari luar negeri. Tawaran undangan tetapi harus pergi dengan tiket pesawat sendiri, entah bakal di-reimburse atau tidak. Pada akhirnya dia menganggap semua undangan itu angin lalu saja. Buat apa repot-repot membeli tiket pesawat jika kemudian di negeri orang malah terlunta-lunta tidak jelas karena undangan yang dimaksud tidak ada. Zonk! Amit-amit. Semoga dia dijauhkan dari hal-hal seperti itu. Nah, atas dasar itulah dia awalnya menganggap email di atas tidak terlalu istimewa. Namun beberapa jam setelahnya dia berpikir, isi emailnya berbeda. Apalagi ada tawaran bisa bertanya melalui WA.

Baiklah, dia pun segera menghubungi orang yang dimaksud. Mempertanyakan apakah dia benar mengundang sosok itu dalam sebuah famtrip. Satu menit tidak ada jawaban. Dua menit, belum dibaca. Dia berjalan sebentar lalu penasaran membuka WA saat ada suara pesan masuk. Ternyata pesan di grup lain. Bisa dibayangkan kan melihat orang yang sedang menunggu jawaban penting. Sedikit-dikit lihat hape. Tidak nyaman sama sekali, hingga akhirnya dia tidak peduli. Pergi begitu saja seperti biasa ke tempat yang hendak dituju. Saat lampu merah, dia melihat hape. Pupilnya membesar. Ada jawaban dari pengundang, Mr Jay. Ternyata benar, dia memang diundang secara resmi. Selanjutnya dia bertanya detail acaranya, khususnya tiket pesawat. Ini penting. Ternyata semua sudah diatur dan dibelikan, tinggal berangkat saja dari Bandara Soetta. Alhamdulillah.

Baca dulu:
5 Alasan yang Membuat Singapura Terkenal
Quality Time yang Romantis/Murah di Pangandaran

Continue reading “Pentingnya ke Resorts World Genting”

Quality Time yang Romantis/Murah di Pangandaran

Quality time yang romantis/murah di Pangandaran sebenarnya sudah sering dilakukan oleh sosok itu dan sang belahan jiwa. Setiap ada liburan yang diadakan oleh RS Muhammadiyah Bandung, mereka sudah dipastikan akan pergi ke Pangandaran. Pergi bersama seluruh keluarga, sudah pasti. Dan selalu ada momen-momen penting dimana dia menghabiskan waktu bersama Ummi Bindya. Rasa sayang kepada pasangan harus selalu dijaga. Menghabiskan quality time bersama pun menjadi hal yang wajib. Kalau disuruh memilih, maka dia lebih memilih untuk melakukan aktivitas ke tempat wisata yang romantis, meski juga bisa dilakukan di rumah.

Nah, untuk pilihan pertama itu, mereka berdua sudah sering melakukannya di Pangandaran. Sering juga mereka bermotor jarak jauh hanya berdua saja, yaitu saat pergi ke Singaparna sambil nengokin Kakak Bibin. Pengen juga sih ke tempat wisata seperti Pangandaran. Dijamin, yang ada di pikirannya saat itu adalah liburan romantis bersama pasangan. Wuihhh. Liburan ke Pangandaran jelas akan ada banyak tempat yang bisa dikunjungi, secara memang di sana begitu beragam lokasi wisata yang tentunya berbau romantis. Sebelumnya sosok itu sudah dua kali ke Green Valley atau Citumang dan menginap di kontainer yang beraroma hotel mewah.

Continue reading “Quality Time yang Romantis/Murah di Pangandaran”

KRL Akhirnya Sampai ke Cikarang

Mengenal kereta berarti mengenal sejarah manusia itu sendiri. Bagi sosok itu, kereta telah menjadi bagian kehidupannya dari kecil hingga saat ini. Meski seperti layar yang buram, dia masih mengingat jelas beberapa bagian dari masa kecilnya menaiki kereta, terutama kereta jarak jauh dengan rute Jakarta-Madiun PP. Pada saat itu yang paling diingat adalah begitu banyaknya penumpang sehingga harus berlomba-lomba masuk. Kalau mengantuk, bapak atau ibu langsung menggelar koran di bawah bangku dan dia pun tidur dengan lelap di sana. Bangkunya saat itu masih berupa anyaman rotan. Hingga kemudian dia pun merasakan nikmatnya naik kereta Argo Parahyangan saat jadi mahasiswa di Bandung, meski mahal. Dan saat ini, dia sudah wara-wiri naik kereta ke beberapa tempat di Pulau Jawa, dari kelas ekonomi sampai kelas eksekutif.

Sadar atau tidak, kereta telah menjadi kebutuhan pokok manusia di mana saja. Saat dirinya berkesempatan pergi ke Jepang, satu hal yang disesalinya adalah tidak bisa berkesempatan naik kereta cepat Shinkasen. Melihat kondisi lalu lintas sekarang dari Bandung ke Jakarta atau sebaliknya, sosok itu lebih memilih naik kereta daripada harus menggunakan bus atau travel. Begitu pula saat dirinya ditawari naik pesawat dari Semarang ke Bandung, dia malah lebih memilih naik kereta. Entahlah, ada rasa nyaman saat melakukan perjalanan menggunakan kereta. Bisa jadi, salah satu alasannya adalah perjalanan yang tidak berkelak-kelok alias cenderung lurus. Bagi dirinya yang sejak kecil begitu gampang mabok kalau naik mobil/bus, tentu kereta adalah yang paling disukainya. Itulah mengapa dia berharap sekali jalur kereta Bandung-Ciwidey atau jalur Pangandaran dibuka kembali, termasuk tambahan ke arah Ujung Genteng, Ciletuh, dan Palabuhanratu.

Continue reading “KRL Akhirnya Sampai ke Cikarang”

Keseruan Travel Blogger Gathering di Atas Kereta

Keseruan travel blogger gathering di atas kereta kali ini benar-benar akan terjadi. Bukan hanya di tempat tujuan, tetapi juga pada perjalanan menuju ke sananya. Ya, setiap perjalanan adalah pengalaman yang amat berarti. Semakin sulit perjalanannya, tentu pengalaman yang didapatkan akan semakin menarik. Tingkat kesulitan biasanya dihubungkan dengan fasilitas atau difasilitasi dan perjuangan sendiri untuk mencapai titik mepo (meeting point). Sebagai blogger yang ditunjuk untuk membantu, sosok itu memiliki ide berbeda agar peserta gathering mendapatkan pengalaman tersendiri, khususnya dalam perjalanan. Tidak menggunakan mobil sewaan (seperti biasanya), para peserta diminta untuk naik kereta menuju mepo.

Rabu (13/9) siang itu, dia sendiri telah sampai di Stasiun Kiaracondong, tepat pukul 11:00. Rencananya sosok itu akan berangkat naik kereta menuju Stasiun Banjar. Ada beberapa blogger yang akan turut serta dari stasiun yang sama. Total ada delapan orang. Sedangkan dari Jakarta, Bogor, dan Purwakarta, ada lima blogger yang akan menggunakan kereta yang sama, Serayu Pagi. Dari kota lain, juga ada beberapa blogger yang berangkat menuju mepo, seperti Garut, Semarang, dan Jogja. Total, bakal ada 20 blogger yang mengikuti Travel Blogger Gathering di HAU Citumang. Sudah kebayang, kan, gimana serunya nanti?

Continue reading “Keseruan Travel Blogger Gathering di Atas Kereta”