5 Alasan yang Membuat Singapura Terkenal

5 alasan yang membuat Singapura terkenal ini sebenarnya bukanlah hal baru. Ia selalu ada pada setiap kesempatan, hanya saja tidak banyak orang yang mau bersusah payah membuat daftar. Yang ada, mayoritas begitu ‘excited‘ untuk segera menuju ke sana hingga akhirnya dari 5 alasan itu, paling hanya satu atau dua yang berhasil diwujudkan. Yups, traveling tampak mudah di depan mata. Hari pertama ke sini, hari kedua ke situ, hari ketiga pulang. Semudah menuliskan itinerary yang hanya satu halaman kertas folio. Kenyataannya selalu saja ada faktor takterduga yang menjadi hambatan sehingga traveling berlangsung begitu singkat, dan belum banyak tempat yang bisa dikunjungi. Sayang.

Di penghujung bulan Oktober pada 2015, sosok itu pernah terpekur di Pelabuhan Rakyat Tanjung Pinang. Saat itu dirinya hendak menyeberang ke Pulau Penyengat bersama kawan-kawan travel blogger. Di sana, tidak hanya perahu-perahu kecil yang biasa digunakan oleh warga setempat, namun dia melihat beberapa kapal ferry yang merapat atau menjauh menuju negara kecil yang tidak begitu jauh. Singapura. Ya, jarak Tanjung Pinang – Singapura seolah hanya sekejap mata saja. Kalau bukan karena faktor paspor, mungkin dia sudah cusss menyeberang. Namun perasaan itu hanya dipendamnya saja. “Belum saatnya,” bisiknya mantap.

Continue reading “5 Alasan yang Membuat Singapura Terkenal”

Advertisements

Pentingnya ke Resorts World Genting

Dear Bang Aswi,
Warmest greetings from Resorts World Genting. Hope this email finds you well. We wish to inform that we are arranging a FAM trip between 25th-28th October 2017 to Resorts World Genting. Would you be interested in this trip? Do contact me through Whatsapp if you have any other queries. Looking forward to your favorable reply.

Sosok itu tidak percaya. Isi sebuah email menyatakan demikian, persis seperti yang tertulis di atas. Biasanya dia menerima email penawaran yang tidak jelas, meski itu dari luar negeri. Tawaran undangan tetapi harus pergi dengan tiket pesawat sendiri, entah bakal di-reimburse atau tidak. Pada akhirnya dia menganggap semua undangan itu angin lalu saja. Buat apa repot-repot membeli tiket pesawat jika kemudian di negeri orang malah terlunta-lunta tidak jelas karena undangan yang dimaksud tidak ada. Zonk! Amit-amit. Semoga dia dijauhkan dari hal-hal seperti itu. Nah, atas dasar itulah dia awalnya menganggap email di atas tidak terlalu istimewa. Namun beberapa jam setelahnya dia berpikir, isi emailnya berbeda. Apalagi ada tawaran bisa bertanya melalui WA.

Baiklah, dia pun segera menghubungi orang yang dimaksud. Mempertanyakan apakah dia benar mengundang sosok itu dalam sebuah famtrip. Satu menit tidak ada jawaban. Dua menit, belum dibaca. Dia berjalan sebentar lalu penasaran membuka WA saat ada suara pesan masuk. Ternyata pesan di grup lain. Bisa dibayangkan kan melihat orang yang sedang menunggu jawaban penting. Sedikit-dikit lihat hape. Tidak nyaman sama sekali, hingga akhirnya dia tidak peduli. Pergi begitu saja seperti biasa ke tempat yang hendak dituju. Saat lampu merah, dia melihat hape. Pupilnya membesar. Ada jawaban dari pengundang, Mr Jay. Ternyata benar, dia memang diundang secara resmi. Selanjutnya dia bertanya detail acaranya, khususnya tiket pesawat. Ini penting. Ternyata semua sudah diatur dan dibelikan, tinggal berangkat saja dari Bandara Soetta. Alhamdulillah.

Baca dulu:
5 Alasan yang Membuat Singapura Terkenal
Quality Time yang Romantis/Murah di Pangandaran

Continue reading “Pentingnya ke Resorts World Genting”

Quality Time yang Romantis/Murah di Pangandaran

Quality time yang romantis/murah di Pangandaran sebenarnya sudah sering dilakukan oleh sosok itu dan sang belahan jiwa. Setiap ada liburan yang diadakan oleh RS Muhammadiyah Bandung, mereka sudah dipastikan akan pergi ke Pangandaran. Pergi bersama seluruh keluarga, sudah pasti. Dan selalu ada momen-momen penting dimana dia menghabiskan waktu bersama Ummi Bindya. Rasa sayang kepada pasangan harus selalu dijaga. Menghabiskan quality time bersama pun menjadi hal yang wajib. Kalau disuruh memilih, maka dia lebih memilih untuk melakukan aktivitas ke tempat wisata yang romantis, meski juga bisa dilakukan di rumah.

Nah, untuk pilihan pertama itu, mereka berdua sudah sering melakukannya di Pangandaran. Sering juga mereka bermotor jarak jauh hanya berdua saja, yaitu saat pergi ke Singaparna sambil nengokin Kakak Bibin. Pengen juga sih ke tempat wisata seperti Pangandaran. Dijamin, yang ada di pikirannya saat itu adalah liburan romantis bersama pasangan. Wuihhh. Liburan ke Pangandaran jelas akan ada banyak tempat yang bisa dikunjungi, secara memang di sana begitu beragam lokasi wisata yang tentunya berbau romantis. Sebelumnya sosok itu sudah dua kali ke Green Valley atau Citumang dan menginap di kontainer yang beraroma hotel mewah.

Continue reading “Quality Time yang Romantis/Murah di Pangandaran”

KRL Akhirnya Sampai ke Cikarang

Mengenal kereta berarti mengenal sejarah manusia itu sendiri. Bagi sosok itu, kereta telah menjadi bagian kehidupannya dari kecil hingga saat ini. Meski seperti layar yang buram, dia masih mengingat jelas beberapa bagian dari masa kecilnya menaiki kereta, terutama kereta jarak jauh dengan rute Jakarta-Madiun PP. Pada saat itu yang paling diingat adalah begitu banyaknya penumpang sehingga harus berlomba-lomba masuk. Kalau mengantuk, bapak atau ibu langsung menggelar koran di bawah bangku dan dia pun tidur dengan lelap di sana. Bangkunya saat itu masih berupa anyaman rotan. Hingga kemudian dia pun merasakan nikmatnya naik kereta Argo Parahyangan saat jadi mahasiswa di Bandung, meski mahal. Dan saat ini, dia sudah wara-wiri naik kereta ke beberapa tempat di Pulau Jawa, dari kelas ekonomi sampai kelas eksekutif.

Sadar atau tidak, kereta telah menjadi kebutuhan pokok manusia di mana saja. Saat dirinya berkesempatan pergi ke Jepang, satu hal yang disesalinya adalah tidak bisa berkesempatan naik kereta cepat Shinkasen. Melihat kondisi lalu lintas sekarang dari Bandung ke Jakarta atau sebaliknya, sosok itu lebih memilih naik kereta daripada harus menggunakan bus atau travel. Begitu pula saat dirinya ditawari naik pesawat dari Semarang ke Bandung, dia malah lebih memilih naik kereta. Entahlah, ada rasa nyaman saat melakukan perjalanan menggunakan kereta. Bisa jadi, salah satu alasannya adalah perjalanan yang tidak berkelak-kelok alias cenderung lurus. Bagi dirinya yang sejak kecil begitu gampang mabok kalau naik mobil/bus, tentu kereta adalah yang paling disukainya. Itulah mengapa dia berharap sekali jalur kereta Bandung-Ciwidey atau jalur Pangandaran dibuka kembali, termasuk tambahan ke arah Ujung Genteng, Ciletuh, dan Palabuhanratu.

Continue reading “KRL Akhirnya Sampai ke Cikarang”

Keseruan Travel Blogger Gathering di Atas Kereta

Keseruan travel blogger gathering di atas kereta kali ini benar-benar akan terjadi. Bukan hanya di tempat tujuan, tetapi juga pada perjalanan menuju ke sananya. Ya, setiap perjalanan adalah pengalaman yang amat berarti. Semakin sulit perjalanannya, tentu pengalaman yang didapatkan akan semakin menarik. Tingkat kesulitan biasanya dihubungkan dengan fasilitas atau difasilitasi dan perjuangan sendiri untuk mencapai titik mepo (meeting point). Sebagai blogger yang ditunjuk untuk membantu, sosok itu memiliki ide berbeda agar peserta gathering mendapatkan pengalaman tersendiri, khususnya dalam perjalanan. Tidak menggunakan mobil sewaan (seperti biasanya), para peserta diminta untuk naik kereta menuju mepo.

Rabu (13/9) siang itu, dia sendiri telah sampai di Stasiun Kiaracondong, tepat pukul 11:00. Rencananya sosok itu akan berangkat naik kereta menuju Stasiun Banjar. Ada beberapa blogger yang akan turut serta dari stasiun yang sama. Total ada delapan orang. Sedangkan dari Jakarta, Bogor, dan Purwakarta, ada lima blogger yang akan menggunakan kereta yang sama, Serayu Pagi. Dari kota lain, juga ada beberapa blogger yang berangkat menuju mepo, seperti Garut, Semarang, dan Jogja. Total, bakal ada 20 blogger yang mengikuti Travel Blogger Gathering di HAU Citumang. Sudah kebayang, kan, gimana serunya nanti?

Continue reading “Keseruan Travel Blogger Gathering di Atas Kereta”

Diari Anin: Pengalaman Membuat Pizza

Pagi itu aku bahagia sekali. Di atas motor, aku dan Arvi tertawa dan terus bercerita. Meski perjalanannya jauh dari Binong ke Cihampelas, aku senang-senang saja karena nanti bakalan bisa berenang di sebuah hotel. Iya, sejak beberapa hari yang lalu Abi memang menjanjikan aku untuk bisa berlibur di hotel. Padahal saat itu aku lagi gak enak badan. Katanya, “Adik harus sembuh ya … nanti kalau sembuh Abi akan ajak Adik berenang di hotel hari Sabtu.” Aku pun langsung bersemangat dan berkata, “Iyes!” Dan pagi itu, di hari Sabtu yang dijanjikan, akhirnya aku dan Arvi benar-benar diajak pergi. Aku senang Abi menepati janjinya. Oya, Arvi adalah sepupuku yang masih duduk di kelas 2 SD, di sekolah yang sama di SDN Karang Pawulang.

Continue reading “Diari Anin: Pengalaman Membuat Pizza”

Bukit Pamoyanan Nan Cantik

Bukit Pamoyanan Nan Cantik terus memperelok Jawa Barat. Dunia pariwisata bumi Pasundan makin berkembang. Sosok itu sebagai bagian dari warga Bandung dan Jawa Barat patut berbangga. Pembenahan dan perbaikan terjadi di berbagai sektor, salah satunya adalah di tingkat desa. Meski belakangan ini kabar tidak enak terjadi karena adanya oknum kepala desa yang menyabotase dana desa, namun peran masyarakat luas bisa mencegah hal tersebut. Blogger pun juga tidak ketinggalan. Sebagai orang-orang yang paham dengan dunia tulisan di internet dan menyebarkan informasi bermanfaat plus pamer jalan-jalan, tugas blogger adalah menjaga desa, lho. Caranya ya bisa dibaca tulisan pada link tersebut.

Hari Sabtu kemarin (26/8) sosok itu menjadi saksi bagaimana Bukit Alam Endah Pamoyanan terus berbenah agar menjadi tujuan wisata baru yang menjanjikan. Selepas lebaran tahun ini, makin banyak orang yang berduyun-duyun mendatanginya. Tujuan mereka hanya dua, yaitu menikmati keindahan kota Subang dari ketinggian dan berfoto sendiri (selfie) atau bersama kawan/saudara. Tidak ada yang lebih nikmat dari kedua hal tersebut. Padahal sebelumnya, bukit yang berpunggung rata itu hanya dikenal oleh beberapa kelompok pecinta alam yang suka berkemah. Hingga kemudian para pemuda Desa Kawungluwuk yang berada di bawah payung karang taruna berinisiatif membangun dua menara bambu. Hasilnya fantastis. Diperkirakan ada 2000-an pengunjung yang datang setiap minggunya.

Continue reading “Bukit Pamoyanan Nan Cantik”

Tugas Blogger Adalah Menjaga Desa

Tugas Blogger Adalah Menjaga Desa — Benar gak ya kalimat itu? Sosok itu terdiam beberapa saat. Lahan kelapa sawit di depannya begitu rimbun meski baru berusia muda, belum siap panen. Dia berdiri dengan suasana hati yang bergemuruh di atas jembatan kayu di tengah perkebunan. Hanya beberapa meter di hadapannya terdapat bendera merah putih yang ditancapkan apa adanya di tanah. Bendera itulah yang nantinya bakal dikibarkan secara serentak pada pukul 10 waktu setempat di seluruh Nusantara keesokan harinya. 17 Agustus 2017. Bisa jadi bendera di atas tanah itu jauh lebih penting nilainya dibandingkan bendera-bendera lainnya. Bendera yang sudah lusuh itulah penanda batas negara. Sosok itu berdiri di atas tanah Indonesia, sedangkan di seberang bendera adalah tanah Malaysia.

Berbicara soal bendera akan panjang sekali. Ada nilai sejarah di sana. Merah putih tidak hanya sekadar kain yang harus dipasang di ujung tiang setiap tahun di pertengahan bulan Agustus. Merah putih tidak hanya sekadar warna yang dengan seenak udelnya bisa dibolak-balik. “Menatap merah putih adalah kebebasan yang musti dijaga dan dibela kibarannya di angkasa raya,” kata Sapardi Djoko Damono. “Kibarannya telah banyak menelan korban nyawa dan harta benda. Menatap merah putih adalah perlawanan melawan angkara murka, membinasakan penindas dari negeri tercinta Indonesia.” Sosok itu mengamini, lalu bersama penyair ternama itu mereka berdua berteriak lantang, “Berkibarlah terus merah putihku, dalam kemenangan dan kedamaian.”

Continue reading “Tugas Blogger Adalah Menjaga Desa”