Pengalaman Makan Takoyaki di Jepang

Takoyaki dan Jepang memang sudah tidak dapat dipisahkan. Dari namanya saja, makanan khas pinggir jalan tersebut sudah berkonotasi pada negara maju di Benua Asia itu. Nah, kali ini sosok itu memang akan berbicara tentang Jepang dan pengalamannya saat makan takoyaki di sana. Memang sudah lama sih kejadiannya, yaitu hampir tiga tahun yang lalu. Namun momen tersebut memang tidak bisa dilupakan karena Jepang adalah negara pertama yang dikunjunginya sejak memiliki paspor. Asal tahu saja bahwa Pemerintah Jepang telah membebaskan visa kunjungan wisatawan asal Indonesia, tentu dengan syarat tertentu.

Continue reading “Pengalaman Makan Takoyaki di Jepang”

Advertisements

2019 Pakai ZenBook S UX391UA

2019 pakai ZenBook S UX391UA yang baru saja di-launching, bismillah. Tidak ada yang ‘impossible‘ kan? Yang penting semua keinginan itu harus diupayakan. Sama halnya dengan anak-anak yang belajar tekun demi mendapatkan nilai baik dan semoga mereka bisa masuk ke sekolah yang diidam-idamkannya. Sang Maha sendiri dalam firman-Nya juga menekankan bahwa yang dilihat dari seorang hamba adalah prosesnya, bukan hasilnya. Manusia hanya diminta untuk berusaha dan berupaya sebaik-baiknya, sedangkan hasilnya biar Sang Maha yang menentukan. Sang Maha tidak mewajibkan seseorang untuk kaya, tidak pula mewajibkannya miskin, tapi mewajibkan seorang hamba agar halal dalam mencari nafkah.

Continue reading “2019 Pakai ZenBook S UX391UA”

Lois, Denim Everyday and Everywhere

The best way to have a good idea
Is to have a lot of ideas
and Denim is always a good idea

Menjadi seorang travel blogger tidak hanya membutuhkan stamina dan materi yang kuat, tetapi juga mental dan outfit yang mumpuni. Ini bukan main-main. Sosok itu merasakannya sendiri semenjak suka jalan-jalan lebih jauh lagi. Tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga merambah ke seantero Nusantara dan termasuk ke luar negeri. Seiring dengan usia yang semakin terus bertambah, tentu membuatnya sadar akan nikmat sehat. Perlahan tapi pasti, dia mulai menggemari dan mencoba konsisten untuk menjadikan lari sebagai olahraga kesehariannya. Soal materi, bisa disiasati dengan jejaringnya yang luas. Alhamdulillah untuk beberapa trip traveling, dia tidak perlu mengeluarkan dana dan bahkan dibayar. Artinya … semua itu bisa terjadi karena faktor pengalaman dan jejaring yang luas. Stamina dan materi sudah teratasi, maka fokusnya diarahkan pada mental.

Continue reading “Lois, Denim Everyday and Everywhere”

Nagari Tuo Pariangan dan Kawa Daun

Sebelum membaca tulisan ini, ada baiknya membaca dulu Travel Blogger dan Tour de Singkarak 2018 ya.

Hari Ahad, 4 November 2018, semua pembalap telah bersiap sedia di titik start di depan Lapangan Kantin Wirabraja. Pembukaan yang meriah dengan Tari Piring dan tambahan atraksi ala debus menjadi penghangat pagi. Bagaimana tidak, pecahan piring dijadikan pencuci muka macam tidak ada lagi air di sana. Etape 1 akan dimulai dari titik tersebut sampai ke Gedung Pancasila di Kabupaten Sijunjung. Jarak total adalah 140,5 km. Sosok itu sudah survei rute bahwa setelah start para pembalap akan melewati Panorama (Ngarai Sianok), Pasar Banto, Jalan Raya Bukittinggi Payakumbuh, Baso, Batusangkar, Istano Pagaruyuang, Saruaso, Sitangkai, Tanjung Ampalu, Gambok, Muaro Tobi, Tanah Badantuang, Lintas Sumatera, dan Perkampungan Adat. Sampai Jalan Raya Bukittinggi Payakumbuh jalan cenderung datar dan masih daerah perkotaan sehingga mereka tidak akan mengalami kesulitan.

Continue reading “Nagari Tuo Pariangan dan Kawa Daun”

Travel Blogger dan Tour de Singkarak 2018

Mendengar kata ‘Minangkabau’ sudah pasti akan langsung merujuk pada sebuah provinsi di Swarnadwipa alias Andalas alias Pulau Sumatera. Bagi sosok itu, ciri khas yang mudah didapatkan dari provinsi ini dari kulinernya adalah rendang. Dan mimpinya kalau bisa menginjakkan kaki di buminya adalah bisa melihat langsung dari dekat dan mengabadikan Rumah Gadang. Minang, Rendang, dan Rumah Gadang adalah tiga hal yang tidak dapat dipisahkan. Kecantikan Minangkabau jelas tergambar dari kebudayaannya yang begitu kaya. Begitu pula dengan kecantikan uni-uni di sana. Mata lelakinya tidak bisa menampik. Perpaduan kecantikan manusia dengan kreasi budayanya adalah kekayaan yang harus dijaga.

Wisatawan lokal Indonesia dan mancanegara yang terbiasa bertualang pasti akan mencarinya. Bersamaan dengan diadakannya Tour de Singkarak 2018, inilah peluang yang harus diambil Pemprov Sumbar untuk mengabarkannya pada dunia. Ratusan pembalap internasional tidak hanya saling berburu podium tetapi juga akan menikmati kecantikan Minangkabau. Ya, ajang balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) kembali digelar. Event yang memadukan sport dan tourism ini akan diadakan pada 3-11 November 2018. Sebanyak 20 tim dari dalam dan luar negeri (15 diantaranya merupakan tim internasional) dipastikan ambil bagian dalam event akbar yang bakal melintasi 16 kabupaten/kota di Sumbar sepanjang 1.267 km.

Continue reading “Travel Blogger dan Tour de Singkarak 2018”

Inilah 5 Negara dengan Budget 10 Juta

Siapa sih yang tidak ingin ke luar negeri? Gak usah nunjuk ke orang lain karena pasti setiap orang akan menunjuk pada dirinya sendiri. Hampir semua alias mayoritas yang ingin ke luar negeri. Bagaimanapun … itu adalah ajang untuk menambah pengalaman, mencari suasana yang berbeda, mencoba merasakan apa sih perbedaan dan persamaan bisa tinggal di luar negeri. Ditambah sekarang ini sudah merupakan zamannya bagi tiap orang untuk bisa eksis di media sosial. Foto atau video yang diambil di luar negeri tentu akan menambah kebanggaan. Bikin ngiri orang lain. Hanya saja, bisakah tiap-tiap orang ini bisa merasakannya? Tentu tidak. Salah satu faktor adalah biaya yang begitu tinggi. Berapa besar kocek yang harus dirogoh demi kebahagiaan bisa ke luar negeri?

Continue reading “Inilah 5 Negara dengan Budget 10 Juta”

Destinasi Digital: Glampacking ala Orchid Forest Cikole

Nomadic Tourism adalah
solusi sementara sebagai solusi selamanya

~ Arief Yahya

Sekali lagi, sosok itu menyesap kopi susu yang ada di genggamannya. Uap panas masih mengebul di permukaannya. Hangat menjalar ke kerongkongan, lalu masuk ke dalam lambungnya. Nikmat sekali. Kemudian, dia menghirup udara dalam-dalam, lalu melepaskannya dengan amat perlahan. Segaaar, begitu menyegarkan. Cericit burung dan desahan dedaunan pinus yang digerakkan angin telah menyempurnakan paginya di kaki Gunung Tangkuban Perahu. Alam yang begitu bersahabat. Tenda-tenda biru berjejer rapi. Di dalamnya terdapat tiga buah kasur dengan empat buah bantal beserta sleeping bag-nya. Semalam tidur di sana begitu nyenyak meski baru bisa memejamkan mata begitu larut karena keasyikan berdiskusi bersama kawan-kawan di depan api unggun. Kemping di dalam tenda tetapi beralaskan kasur tebal, siapa yang tidak bakal nyaman?

Continue reading “Destinasi Digital: Glampacking ala Orchid Forest Cikole”

8 Tempat Instagrammable di Greko Creative Hub

Kosambi. Apa yang terbesit dalam benak saat mendengar nama ini? Pasar? Pusat oleh-oleh? Roti bakar? Rumentang Siang? Benar semua. Eh, ini dia lagi membicarakan daerah Kosambi yang di Bandung ya. Meski memang nama ‘Kosambi’ juga ada di beberapa daerah lain seperti Karawang atau Tangerang. Nah, Kosambi di Bandung, begitu dikenal dengan pasar dan pusat oleh-oleh. Pusat keramaian untuk mencari barang-barang murah. Pusat penjualan sepeda juga, khususnya di area Simpang Lima. Nama ‘Kosambi’ sebenarnya berasal dari nama sejenis pohon dalam marga Schleichera atau suku Sapindaceae. Bentuk fisiknya mirip rambutan karena satu marga. Nama latinnya Schleichera oleosa. Kayunya keras dan katanya sangat baik dibuat arang.

Ngomong-ngomong soal nama pohon yang dijadikan nama tempat atau nama geografis di Bandung, sosok itu jadi teringat dengan statusnya sendiri di FB beberapa bulan lalu. Khususnya setelah mendengarkan kuliah umum Pak Titi Bachtiar di LFM ITB. Ya, nama alam memang selalu dijadikan nama geografis seperti halnya kata ‘Air’ atau ‘Cai’ di Jawa Barat. Perubahan ‘Cai’ menjadi ‘Ci’ tidak berbeda dengan ‘Wai’ menjadi ‘Way’ di Sumatera bagian selatan. Nama-nama tumbuhan yang dijadikan nama geografis selain Kosambi adalah (ci)Biru, Manglid, (ci)Beunying, (bojong) Loa, Binong, (ci)Ganitri, dan masih banyak lagi. Kebetulan sosok itu tinggal di Ciganitri dan istri berasal dari Binong. Pohon Ganitri sama seperti Pohon Loa, Jawura, Kosambi, Kiara, atau Kapundung, adalah tumbuhan yang membutuhkan banyak air.

Continue reading “8 Tempat Instagrammable di Greko Creative Hub”