Yuk, Dinner Romantis di BWP La Grande Hotel

Yuk, dinner romantis di BWP La Grande Hotel kalau memang kebetulan lagi ada waktu luang. Ini bukan ajakan kosong, lho, karena memang kalau makan di sana dijamin akan selalu menemukan hal-hal baru, tidak hanya ketika makan malam. Kuncinya ada pada Chef Saryono yang selalu kreatif menghadirkan menu-menu istimewa tetapi tepat menyehatkan. Ya, benar kalau ada ujaran ‘man behind the gun‘. Bukan pistolnya yang bagus tetapi siapa yang memegangnya. Di dunia fotografi pun bukan masalah kamera yang mahal atau keren, tetapi siapa yang jadi fotografernya. Nah, itulah yang terjadi kalau makan di Parc de Ville Restaurant. Ada Chef Yono di sana.

Rabu (1/2/2017) kemarin adalah hari yang luar biasa bagi sosok itu karena aktivitasnya padat dari pagi hingga sore hari. Pagi-pagi sekali sudah harus ke Binong buat mengantarkan Adik Anin untuk dititipkan. Adik masuk sekolah jam 11 sedangkan dia tidak akan sempat mengantarkannya. Dari Binong dan numpang mandi, dia pun langsung pergi menuju Jl. Riau, tujuannya adalah kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat. Sowan saja dan ngobrol positif dengan Pak Idar, Kabid Promosi. Setelah beres langsung dilanjut ke Jl. Karapitan, mampir sebentar ke Toko Gurita. Di sana dia mengobrol asyik dengan Kang Adrian dan Teh Eka, sang owner. Banyak hal yang bisa dibagi meski singkat. Dan menjelang siang, langsung cus ke BWP La Grande Hotel di Jl. Merdeka.

Parc de Ville Restaurant

Sampai di sana, dia sempat ketiduran di lobi karena kecapekan. Taklama kemudian bertemu dengan Ulu dan Agung TFX, termasuk Teh Venta dengan busananya yang keren punya. Beres shalat Dzuhur, datanglah Efi, Amelia Foodnote, dan terakhir Teh Eka. Lengkap sudah para Blogger Bandung kopdar kembali di tempat yang super kece. Parc de Ville Restaurant adalah tempat makan resmi dari BWP La Grande Hotel yang letaknya ada di lantai 3. Untuk edisi istimewa pada tanggal 14 Februari nanti, tamu atau pengunjung bisa makan juga di lantai 4, yaitu di Cordial Pool Bar yang lokasinya pas di sisi kolam. Semi outdoor, lho. Sampai di sana, sosok itu dimanjakan oleh tatanan meja yang aduhai, benar-benar romantis. Kalau yang ingin lebih romantis lagi, katanya bisa menuju ke Executive Lounge di lantai 21. Alamaaak!

Makan romantis, siapa yang tidak mau? Apalagi yang ingin menjaga hubungan cintanya. Tidak hanya bagi pasangan yang sejajar, hubungan anak-orangtua juga bisa, termasuk hubungan persahabatan atau bahkan persaudaraan. Wisata kuliner memang bisa menyatukan hati. Saling mencecap hidangan yang lezat bisa membuat hati begitu mudah menerima segala urusan cinta. Plus ditambah dengan desain visual yang membuat mata begitu dimanjakan. Dan semua itu telah dipikirkan dengan matang dan profesional oleh Chef Yono, Executive Chef di BWP La Grande Hotel. Siapa beliau?

Chef Yono

Chef Yono menempuh pendidikan memasaknya di Butchery Indoguna Singapura. Setelah lulus beliau langsung bekerja sebagai Japanese Commis Chef di Okayama Japanese Restaurant Kota Bukit Indah, lalu berlanjut sebagai Chef D’Partie di Radisson Bukit Indah Purwakarta. Setelah menghabiskan masa 4 tahun di dua tempat tersebut, beliau pindah ke Holiday Inn Batam dan menjadi Executive Chef selama hampir 15 tahun. Hingga akhirnya beliau pindah ke kampung halaman di Grage Horel Cirebon dan akhirnya menetap di Best Western Premier La Grande Hotel dengan posisi yang sama.

ROMANCE IN VALENTINE DINNER

Best Western Premier La Grande Hotel menawarkan “Romance in Valentine Dinner” pada tanggal 14 Februari 2017. Chef Yono teleh mengolahnya dengan tema fusion sehingga makan malam nanti akan semakin romantis. Ada 6 (enam) rangkaian hidangan dengan menampilkan menu Western yang berpadu dengan Asia. Mau tahu apa saja itu? Semua akan diawali dengan Salmon Vol Au Vent dan Mushroom Vol Au Vent, yang merupakan puff pastry khas Prancis dengan isi olahan jamur dan ikan salmon yang gurih. Cita rasa gurih itulah yang dijamin akan membangkitkan selera makan. Tidak hanya itu, akan tersaji hidangan segar Couple Pan-Seared Sea Scallop and Silken Tofu Caviar Salad sebagai rangkaian kedua. Daging kerang kampak (scallop) disajikan dengan condiment yang sedikit asam, serta tahu sutra yang dihidangkan cantik dengan telur ikan sturgeon (caviar).

Vol Au Vent

Salmon & Mushroom Vol Au Vent (kiri)
Couple Pan-Seared Sea Scallop and Silken Tofu Caviar Salad (kanan)

Sebagai informasi, Scallop dan caviar memiliki nilai gizi yang tinggi, yang bermanfaat untuk menurunkan resiko kanker dan menjaga fungsi tubuh yang sehat. Tuh, jelas makanan sehat, kan? Pada akhirnya, hidangan pembuka ditutup dengan Lobster Chowder Thermidor Soup with Ikura, yang berbahan dasar lobster disajikan dengan ikura atau telur ikan salmon. Menu ketiga ini juara, paling tidak itulah yang dirasakan sosok itu saat mencicipinya. Daging Lobster terasa berwarna dengan Ikura, meresap di mulut. Apalagi ditambah dengan Soup Thermidor yang sukar dilukiskan dengan kata-kata. Dia sampai nambah lagi demi keinginan yang tidak mau dihentikan saat mengunyah dan mengemutnya. Yummy!

Lobster Chowder Thermidor Soup

Lobster Chowder Thermidor Soup with Ikura dan Strawberry Sorbet

Sebelum menginjak ke hidangan utama, disajikan Strawberry Sorbet, es krim dari sari buah strawberry. Kesegaran sorbet, dipercaya menetralkan rasa dari hidangan pembuka agar kenikmatan hidangan utama dapat dirasakan secara maksimal. Nah, hidangan utama pada Romance in Valentine Dinner ini adalah Poached & Charbroiled Loin of Beef. Beef atau daging sapi yang diambil adalah bagian tenderloin dan kalau tidak ada permintaan akan dimasak sampai medium well. Jadi, lebih baik memesan tingkat kematangannya seperti apa kalau tidak cocok. Makanan itu juga ditambahkan jamur, saus keju biru, bawang krispi, kentang dan wortel puree, beserta sayuran segar. Hidangan utama tersebut dijamin mengenyangkan, deh. Barulah setelah itu diakhiri dengan Chocolate Trilogy. Ada tiga menu cokelat tetapi memiliki warna berbeda, yaitu putih, ungu, dan coklat. “Selain rasa yang nikmat, rangkaian hidangan Valentine ini diambil dari bahan-bahan aphrodisiac yang juga memiliki kandungan gizi yang baik bagi fungsi tubuh, misalnya seafood, beef, chocolate dan strawberry,” ujar Chef Yono.

Poached & Charbroiled Loin of Beef

Poached & Charbroiled Loin of Beef plus Chocolate Trilogy

Oya, mungkin ada yang bertanya mengapa ada kue yang dibentuk seperti devil dan berwarna ungu. Menurut penjelasan Chef Yono, kasih sayang tidak melulu harus bertema malaikat atau cupid. Toh, maknanya adalah memberi kebahagiaan dimana ‘tanduk’ yang dikenakan berasal dari cokelat putih dan warna ungu diambil dari ubi. Begitu pula dengan alas es krim yang terbuat dari jahe dan gula. Rasa manisnya makin menyempurnakan makan malam romantis tersebut. Kembali soal tempat, sila pilih tempat yang dianggap romantis: di Cordial Pool Bar yang lokasinya pas di sisi kolam atau di Executive Lounge lantai 21. Untuk itu harga yang ditawarkan pun berbeda, yaitu Rp458.000 net / pasangan di Cordial Pool Bar dan Rp1.000.000 net / pasangan di Executive Lounge. Mengapa beda karena di lantai 21 itu juga ditambahkan alunan musik romantis dan gemerlap lampu kota.

“Kenikmatan Valentine Dinner makin lengkap dengan special gift yang bisa didapatkan secara cuma-cuma oleh tamu, yaitu flower bouquet dan cupcakes. Selain sebagai ungkapan cinta, bunga dan kudapan manis merupakan ungkapan terimakasih kami pada para tamu. Juga sebagai penanda, bahwa mereka adalah sosok yang berharga dan spesial bagi kami.” ~ Benedictus Jodie, General Manager Best Western Premier La Grande Hotel

Tertarik? Langsung saja melakukan PEMESANAN via telepon 022 42690555

Mahakarya Indonesia dengan Mengingat Sejarah

Mahakarya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi ketiga adalah karya megah atau karya gemilang. Ia bukanlah sebuah karya yang biasa-biasa saja, tetapi jauh lebih dari itu adalah sebuah karya yang mendekati sempurna. Sebuah karya yang selalu dikenang kemegahannya hingga bertahun-tahun, berpuluh tahun, atau bahkan beratus-ratus tahun. Dan berbicara soal karya, tidak melulu dalam bentuk benda tetapi juga bisa merupakan budaya yang terus terjaga dengan baik. Berbicara tentang Indonesia tentu tidak boleh melewatkan budayanya yang kaya. Kaya dalam ragam dan kaya dalam maknanya. Semua itu bercampur dan bersatu padu dalam khazanah Mahakarya Indonesia. Salah satunya adalah sebuah ilustrasi seperti di bawah ini.

Continue reading “Mahakarya Indonesia dengan Mengingat Sejarah”

Tips Membuat Toko Online (Plus Komik)

Dinda galau. Pasalnya, kain batik milik tantenya kelihatan bertumpuk di rumah. Cuma dari ngelihat raut wajah tante, memang sudah kelihatan dan gampang ditebak: usaha berjualan kain batiknya belum berhasil. Paling tidak, simpulan itu masih terbilang positif … daripada dibilang GAGAL. Asli! Dinda kepengen banget ngebantu tantenya itu. Tapi dia bisa apa? Dia cuma anak kuliahan yang gak tahu menahu soal usaha atau dagang. Karena itulah dia langsung curhat ke Niko, sohibnya. Dinda tahu kalau Niko itu pernah membuat toko online.

“Jadi, gimana dong, Ko?” tanya Dinda setelah mengutarakan semua yang ada kepalanya. Niko tersenyum lebar, “Untung loe langsung datang ke gue.” Dinda melotot, lalu memukul tangan Niko dengan buku yang sedang dipegangnya, “Gak usah dijelasin itunya. Sudah tahu kalau aku datengin kamu tuh karena kamu pasti mengerti.” Niko meringis. “Pedes juga pukulannya,” bisiknya nyengir. “Ngomong apa kamu?” tanya Dinda dengan tangan terangkat. “Gak-gak … gak ngomong apa-apa. Udah dong … piss.” Jari tangan Niko membentuk huruf ‘V’. “Cepetan!” teriak Dinda. “Iyyya…!” Niko kembali duduk di samping Dinda. “Gue ceritain dari awal ya….”

Continue reading “Tips Membuat Toko Online (Plus Komik)”

Nyetir Mercedes-Benz S-Class, Bukan Mimpi!

Ayo menabung, demi masa depan
Ayo menabung, pasti kan berguna
Ayo menabung, ayo kita ke bank

Sosok itu memarkirkan sepedanya di samping tiang lampu. Hanya cukup menyandarkannya, tanpa harus dikunci. Tas yang dibawanya kemudian diletakkan di atas bangku besi yang banyak tersebar di sepanjang trotoar Jl. Asia Afrika. Tinggal pilih saja mau duduk di mana. Pemilihan yang paling diminati adalah spot yang bagus, entah itu latar hotel yang ada di belakangnya atau mungkin tepat di sebelah Monumen Bandung Titik Nol. Pokoknya … kalau sudah mendapatkan spot yang bagus, sosok itu tinggal meletakkan HP yang telah berfungsi sebagai kamera untuk diatur waktunya. Dan … klik. Jadilah sebuah foto digital yang memang sangat diharapkannya.

Lomba-12

Continue reading “Nyetir Mercedes-Benz S-Class, Bukan Mimpi!”

Bandung Di Balik #WonderfulKAA

Ide tidak hanya sekadar kata
atau apapun yang teraudiokan dan tervisualkan
hingga bisa ditangkap oleh indera manusia.
Ide adalah sumber energi dari sebuah kreativitas
yang tidak hilang meski acara untuk ide itu telah selesai
~ Bang Aswi, 2012

Bandung. Ah, kota ini seperti tidak ada habis-habisnya untuk dibahas. Untuk diulik. Untuk diceritakan. Selalu ada cerita yang lebih spektakuler dari sebelumnya. Dari sudut manapun. Bisa jadi dikarenakan letak Bandung yang berada di dalam wajan raksasa bernama Cekungan Bandung. Semua ide selalu terendap, tidak menguap begitu saja. Bisa jadi karena faktor walikotanya yang selalu mengeluarkan banyak ide dengan kota tercintanya. Atau bisa jadi karena orang-orang yang tinggal di dalamnya. Warganya yang begitu peduli dan perhatian pada kotanya yang unik dan cantik ini. Semuanya bersatu padu hingga akhirnya menghasilkan karya yang tidak pernah habis. Dari kuliner, hingga berbagai event yang akhirnya mendunia seperti gelaran Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015 kemarin.

Continue reading “Bandung Di Balik #WonderfulKAA”

Jalan Pemimpi Menjadi Pemimpin

A leader is best when people barely know he exists, when his work is done, they will say: we did it ourselves – Lao Tzu

Bagi Anda yang telah memiliki anak, seberapa sering Anda menghabiskan waktu bersama mereka? Yup, tanpa disadari bisa jadi waktu efektif kita sebagai orangtua bersama anak-anak ternyata sedikit sekali jika dibandingkan dengan waktu kita bersama kawan-kawan di kantor atau di lingkungan dimana kita beraktivitas. Bahkan, terlalu sedikit. Ada beberapa, bisa jadi banyak, para orangtua yang berangkat kerja saat anak-anaknya belum bangun, lalu pulang ke rumah saat anak-anak sudah terlelap. Yang bisa dilakukan olehnya hanyalah memandang wajah teduh mereka yang entah lagi memimpikan apa. Lalu bagaimana dengan sosok itu?

Dia tidak jauh berbeda. Itulah mengapa dirinya memutuskan untuk resign sekira dua tahun lalu. Harapan tertingginya pada saat itu adalah bisa mendampingi anak-anaknya setiap hari. Tetapi hidup memang tidak semudah yang diteorikan atau direncanakan. Masih saja waktunya jauh lebih sedikit dari waktunya bercengkerama dengan orang lain. Sebagai seorang pemimpin di sebuah ruang bernama keluarga, dirinya terlalu banyak kekurangan. Masih banyak pelajaran atau ilmu yang harus digali agar bisa menjadi kepala rumah tangga yang paripurna. Itulah mengapa jika ada waktu yang bisa digunakan demi kebersamaan dirinya dengan anak-anak, akan dipaksakan. Dan itu juga yang dia lakukan saat mengajak Kakak Bintan ke sebuah tempat makan yang mengasyikkan di daerah Dago, bernama Noah’s Barn, menjelang makan siang.

Continue reading “Jalan Pemimpi Menjadi Pemimpin”

Tips Menulis Ala Blogger

Aihhh … blogger naik daun lagi, neh. Kurvanya naik turun sesuai perkembangan teknologi dan mood. Nah, yang terakhir ini memang jadi penyakit banyak blogger, dan juga manusia lainnya (termasuk sosok itu). Meski sempat tenggelam beberapa tahun lalu, ngeblog terus berenang untuk sampai ke permukaan hingga akhirnya sekarang telah berhasil mengapung dan terbang meninggalkan dunia air. Duh, kesannya. Pokoknya, yang dulu blogger hanya bisa disentuh oleh tangan-tangan idealis, kini sudah semakin dilirik oleh banyak kalangan. Banjir undangan pun memenuhi. Asal aktif di grup yang khusus, dijamin bahan tulisan tidak pernah habis. Perut kenyang dan syukur-syukur isi dompet bertambah sudah bukan barang aneh lagi.

Hanya saja, tidak sedikit blogger yang akhirnya malah terbawa arus. Mereka laksana buih di lautan dan tidak memiliki identitas lagi sebagai apa adanya mereka. Ya sebagai pribadi maupun sebagai blogger. Sosok itu sendiri sedang becermin, jangan-jangan dirinya juga telah berubah menjadi buih. Lalu ditiup oleh anak-anak hingga menjadi gelembung-gelembung yang diterbangkan angin menuju entah. Gelembung yang rapuh dan mudah sekali pecah. Idiiih … serem banget. Yup, blogger itu kan unik. Mereka memiliki ciri khas tertentu sehingga wajar kalau akhirnya dipercaya untuk mem-branding sesuatu. Entah itu event ataupun produk. Nah, kalau ciri khas itu hilang, lalu apa bedanya dengan jurnalis? Eh, jurnalis masih mending karena punya payung media. Lah, kalau blogger payungnya apa?

Continue reading “Tips Menulis Ala Blogger”