Menjadi Tim Nusantara Sehat

Blogger-23Pagi itu cerah. Matahari sudah tidak sungkan lagi menampakkan diri dengan gagahnya di sebelah timur. Burung-burung pun dengan sombong memamerkan suara indahnya, bersahut-sahutan. Sosok itu baru selesai sarapan nasi goreng yang telah disiapkan sang tuan rumah. Kawan-kawan yang tinggal seatap sudah asyik kongkow-kongkow di teras rumah. Sebuah rumah panggung kayu khas pedesaan. Sudah tiga hari dia di Desa Palilinggihan, Jatiluhur, dalam rangka Farmasi Pedesaan (FarDes). Dia sendiri asyik menulis catatan harian tentang pengalamannya selama dua hari kemarin. Suara gemerisik daun kelapa terdengar jelas. Ada banyak pohon kelapa yang tumbuh mengelilingi rumah panggung tersebut.

Ada sekira 7 (tujuh) mahasiswa farmasi yang ditempatkan di Desa Palilinggihan, empat perempuan dan tiga laki-laki. Mereka sedang menunggu 14 (empat belas) mahasiswa lainnya yang ditempatkan di Desa Curug Apu dan Juntikerak. Hari itu bertepatan dengan hari kemerdekaan, 17 Agustus 1998. Mereka semua akan menuju ke sebuah lapangan luas guna melaksanakan upacara sekaligus menjadi panitia akan kegiatan cerdas cermat dengan peserta anak-anak SD. Kebetulan letak lapangan tersebut memang dekat dengan Desa Palilinggihan. Hingga … suara keriuhan terdengar di kejauhan. Rombongan mahasiswa dari desa tetangga sudah terlihat. Namun ada yang aneh.

Beberapa orang tampak berjalan dengan cara dipapah. Mereka tampak kepayahan. Ada apakah? Tidak mungkin kalau hanya karena alasan jauh meski memang jarak antardesa bisa sampai belasan kilometer dan harus berjalan kaki. Tanpa perlu waktu lama akhirnya mereka bisa beristirahat dan menceritakan apa yang terjadi. Dan … ternyata mereka keracunan! Sumbernya diduga dari nasi goreng yang disantap saat sarapan. Nasinya kemungkinan sudah basi. Tanpa berpikir panjang, sosok itu langsung berlari ke salah satu pohon kelapa dan memanjatnya dengan cepat. Beberapa buah kelapa yang masih muda dijatuhkan. Mudah naik, ternyata agak sulit juga saat mau turun. Tapi tidak apa, yang penting pertolongan pertama harus disegerakan. Air kelapa muda memang dipercaya mampu menetralkan racun di dalam tubuh.

Alhamdulillah … setelah satu jam beristirahat, beberapa orang yang keracunan sudah mulai pulih dan tampak segar. Mereka kemudian mulai melanjutkan perjalanan menuju lapangan untuk menyusul kawan-kawannya yang sudah lebih dahulu ke sana. Selama di perjalanan, sosok itu juga teringat dengan kejadian semalam. Kejadian yang menegangkan karena melibatkan seorang bayi yang mengalami panas tinggi (step). Persediaan obat yang dibawa tidak ada yang dikhususkan untuk mereka yang baru berusia beberapa bulan. Fiuh! Semua mahasiswa Farmasi yang ada berembug, bagaimana baiknya. Sosok itu melihat di sana ada tablet parasetamol untuk dewasa. Dia pun teringat cara menghitung dosis obat berdasarkan Rumus Fried dan Rumus Clark, lalu meminta persetujuan semua kawan-kawannya.

Blogger-24

Sosok itu saat memantau kawasan banjir di Cieunteung, Bandung

RUMUS DOSIS OBAT DAN FARDES

Rumus Fried adalah perhitungan dosis obat berdasarkan usia, dan memang dikhususkan untuk bayi di bawah 1 (satu) tahun. Caranya dengan rumus usia (bulan)/150 x dosis dewasa. Sedangkan Rumus Clark adalah perhitungan dosis berdasarkan berat badan, meski untuk cara ini juga ada metode Rumus Thermich dan Rumus Black. Rumus Clark adalah berat badan (kg)/68 x dosis dewasa. Setelah disepakati, tablet parasetamol itu digerus dengan menggunakan dua sendok karena tidak ada mortar. Lalu dosis yang sudah sesuai langsung diberikan pada sang bayi. Harap-harap cemas pada proses menunggu menjalari semua mahasiswa, termasuk sosok itu. Hingga akhirnya tidak sampai satu jam, demam pada bayi tersebut berangsur-angsur berkurang. Alhamdulillah. Semua akhirnya bisa pulang dengan tenang. Sosok itu mendapatkan pengalaman berharga yang tidak pernah bisa dilupakan.

Oya hampir lupa dijelaskan, FarDes atau Farmasi Pedesaan adalah kegiatan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF) “Ars Praeparandi” ITB secara rutin dan kontinyu setiap dua tahun sekali sejak 1984. FarDes di Jatiluhur tersebut adalah kegiatan yang sudah ke-8 kalinya. Ada beberapa program yang biasa mereka lakukan di tempat tujuan, yaitu pengenalan tanaman obat keluarga (TOGA), kesehatan lingkungan (sanitasi), dan pengobatan gratis. Sosok itu bersyukur pernah menjadi bagian dari program itu. Dia juga berpengalaman pernah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 1 (satu) bulan di Desa Wonoharjo, Pangandaran, yang kegiatannya tidak jauh berbeda hanya saja melibatkan mahasiswa ITB dari berbagai jurusan. Di sana, dia melakukan penyuluhan kesehatan bersama bidan desa #ehm.

Dan sekarang sudah ada program ‘Nusantara Sehat’. Jujur, dia ingin sekali bisa terlibat di sana meski kali ini adalah sebagai blogger. Nah, sebagai seorang Blogger Bandung, tentu dia bisa membantu pemerintah dengan memberikan kabar bagaimana realitas yang sebenarnya terjadi, khususnya di Pulau Belakangpadang, Batam.

APA ITU NUSANTARA SEHAT?

Blogger-25Sehat itu penting. Mayoritas masyarakat juga tahu betapa pentingnya sehat. Hanya saja … masih banyak yang tidak mengetahui bagaimana cara agar mereka tetap sehat. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan juga bisa jadi karena faktor ekonomi. Ada banyak faktor di sana. Permasalahan kesehatan pun muncul, seperti angka kematian ibu dan bayi yang tinggi, angka gizi buruk, serta angka harapan hidup yang rendah. Inilah yang kemudian menjadi perhatian pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes). Tak heran jika untuk periode 2015–2019 ini, mereka mengeluarkan kebijakan berupa penguatan Pelayanan Kesehatan (Yankes) Primer. Cakupannya adalah berupa pembenahan infrastruktur (fisik), pembenahan fasilitas (sarana), dan penguatan tenaga kesehatan (sumber daya manusia).

Nusantara Sehat merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dicanangkan oleh Kemenkes dalam upaya mewujudkan fokus kebijakan tersebut. Program ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tujuannya adalah menciptakan masyarakat yang sehat. Caranya bisa dengan menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, menggerakan pemberdayaan masyarakat, dan memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi. Perlu diingat bahwa Nusantara Sehat bukanlah melulu kegiatan kuratif tetapi juga promotif dan preventif untuk mengamankan kesehatan masyarakat (public health), khususnya di daerah terpencil.

Duh, semoga penjelasan dua paragraf di atas tidak membingungkan. Baiklah, sosok itu akan menjelaskan secara gamblang dan dengan bahasa sederhana ya. Dia tidak akan membahas soal pembenahan infrastruktur dan fasilitas, tetapi akan difokuskan pada sumber daya manusia. Pemerintah akan memilih beberapa tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan. Mereka terdiri atas dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian. Alhamdulillah, sosok itu juga termasuk meski umurnya sudah tidak masuk lagi hehehe. Mengapa tidak masuk? Karena usia maksimal sebagai persyaratan adalah 35 tahun untuk dokter umum/gigi dan 30 tahun untuk tenaga kesehatan lainnya.

Tenaga kesehatan itulah yang kemudian oleh pemerintah diterjunkan ke beberapa daerah yang ditunjuk dan siap mengabdikan dirinya untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di sana. Agar siap, mereka juga sudah dibekali berupa materi bela negara, keahlian medis/non-medis, dan pengetahuan tentang program-program kesehatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan. Hanya itu? Tidak. Mereka juga diberikan pemahaman terhadap budaya-budaya lokal agar nantinya dapat berinteraksi dengan petugas kesehatan setempat dan masyarakat sekitar di daerah penempatan. Untuk 2016 ini, Kemenkes sudah mempersiapkan dua periode pengiriman. Periode I (Mei 2016) akan diterjunkan sebanyak 630 tenaga kesehatan ke 70 Puskesmas. Sedangkan Periode II (Oktober 2016) akan diterjunkan sebanyak 540 tenaga kesehatan ke 60 Puskesmas.

Blogger-26

Sosok itu bersama anak-anak Kelas VI SD Miftahul Iman, Bandung

Kamu mau? Kalau sosok itu jelas mau banget. Asli! Apalagi dia memiliki pengalaman saat Fardes 1998. Insya Allah pengetahuannya soal obat-obatan masih tersimpan baik di dalam memorinya. Plus dengan keahliannya merekam momen demi momen dengan foto dan goresan penanya di blog. Bismillah.[]

Arti Persahabatan: Dongeng Komunitas [2]

Seorang anak kecil memegang dua buah apel dengan kedua tangannya. Ibunya kemudian datang mendekat, tersenyum, dan bertanya, “Sayang … boleh Mama minta satu?” Si anak memandang ibunya beberapa detik, kemudian dengan cepat menggigit kedua apelnya, bergantian. Melihat hal itu ibunya berusaha menyembunyikan kekecewaan, senyumya telah luntur dari wajahnya. Sampai kemudian si anak menyodorkan salah satu apel yang telah digigitnya tadi kepada ibunya. Dengan sukacita dan senyum ceria, ia berkata, “Ini untuk Mama, yang ini LEBIH MANIS.” Hening. Tidak ada kata-kata yang terucap dari bibir ibunya, kecuali senyum dan bola mata yang berkaca-kaca.

Bangaswi_1

#BloggerBDG bersama Pak Wishnutama

Komunitas/ko·mu·ni·tas/ n kelompok organisme (orang dan sebagainya) yang hidup dan saling berinteraksi di dalam daerah tertentu; masyarakat; paguyuban. Komunitas sastra adalah kelompok atau kumpulan orang yang meminati dan berkecimpung dalam bidang sastra; masyarakat sastra. Itulah pengertian tentang komunitas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang dikutip sosok itu dari KBBI Daring. Pada akhirnya, komunitas semakin mengerucut pada sekumpulan orang yang suka pada hobi atau aktivitas tertentu. Mayoritas mengerucut lagi pada hobi yang sama. Tidak ada sekat di sana. Meski dari latar belakang ekonomi atau budaya yang berbeda, semua anggota komunitas berbaur dan tertawa bersama karena memiliki hobi yang sama.

Hobi/ho·bi/ n kegemaran; kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan pekerjaan utama. Misal, melukis itu sebagai hobi saja, bukan sebagai mata pencahariannya. Untuk kata ini hampir semuanya sepakat bahwa hobi adalah aktivitas yang menyenangkan. Awalnya dikerjakan secara sendiri. Ada yang suka baca, suka nulis, suka bersepeda, suka lari, dan lain sebagainya. Hingga kemudian beberapa orang berinisiatif untuk berkumpul dan membentuk komunitas hobi. Manusia adalah makhluk sosial, sehingga wajar saja kalau mereka memang cenderung lebih suka berkumpul. Dengan lahirnya komunitas, hobi seseorang semakin menggebu-gebu dan terus mengalami peningkatan yang signifikan. Jika berhubungan dengan keterampilan, dijamin keterampilannya akan bertambah. Semua itu bisa terjadi karena ada interaksi di sana. Interaksi saling berbagi.

Kalau berbicara soal hobi, tidak ada hitung-hitungan lagi di sana. Semua atas dasar senang dan suka. Dia langsung membeli produk yang mendukung hobinya sesuai dengan budget-nya. Beberapa saat kemudian dia bisa langsung meng-upgrade produk tersebut agar semakin nyaman. Apapun hobinya. Jika hobi yang ditekuni tidak ada produknya, maka dia akan mencurahkan semua perhatian dan waktunya. Berkumpul dan berjejaring, lalu membuat program acara agar semakin banyak orang yang (semoga saja) mau mengikuti jejak mereka memiliki hobi sama. Tidak ada hitung-hitungan mencari keuntungan pribadi, karena prinsip semua anggota/pengurus komunitas adalah saling berbagi. Sudah ada kepuasan di sana. Keuntungan lebih diarahkan ke kas komunitas, karena semua itu akhirnya akan dikembalikan kepada anggotanya. Hobi dan komunitas bukan ajang mencari penghasilan.

Namun dunia ini tidak seindah teori atau lukisan-lukisan pemandangan alam di beberapa rumah atau di pinggir Jln. Braga. Meski tidak banyak, ada saja orang yang menyalahgunakannya demi keuntungan pribadi semata. Akibatnya, komunitas pun menjadi tidak kondusif dan saling curiga. Tidak ada rasa percaya lagi dan hobi pun menjadi tercemar. Sosok itu sudah makan asam garam soal komunitas. Dari komunitas kepenulisan, sepeda, lari, penghijauan, pendidikan, hingga blogger. Kalau sudah ada gesekan di dalam komunitas, sulit untuk mengembangkan hobi dengan maksimal. Apalagi kalau sudah dihubungkan dengan materi. Apapun yang dikerjakan selalu dilihat dengan mata menyipit. “Pasti untuk keuntungan sendiri. Pasti keuntunganya untuk para pengurus. Pasti … pasti … pasti….” Hei! Ini komunitas, bukan perusahaan atau start up!

Fiuhhh! Tetapi itulah yang terjadi. Realitas memang terlihat lebih kejam dari teori yang ada. Semuanya menjadi rumit. Padahal ini hanyalah sekumpulan orang yang mencoba memaksimalkan hobi. Sosok itu sendiri hanya menarik nafas panjang. Betapa hobi bagi dirinya hanyalah untuk bersenang-senang, untuk meluapkan ruang kosong yang ada di kepalanya agar kehidupannya bisa berjalan dengan seimbang. Masalah rumah tangga dan masalah ekonomi adalah dua contoh kerumitan hidup manusia. Salah satu cara untuk menyeimbangkannya selain mendekat pada Sang Maha adalah dengan melakukan hobi. Nah, kalau ternyata bagian dari hobi ini mememunculkan masalah baru, tentu jalan terbaik adalah meninggalkan hobi tersebut. Itu solusi ekstrem. Paling aman, ya meninggalkan komunitas dan menjalankan hobinya (kembali) seorang diri. Tetapi … konsep dan prinsip saling berbagi akan hilang. Lenyap.

Bangaswi_2

Sosok itu di Kafe D’Jengkol (foto: Kang Goen)

Sosok itu mengeluh. Apalagi kalau dirinya sedang merenung di sudut malam. Apa jadinya jika pengurus komunitas tidak didukung oleh anggotanya? Bubar? Itu mudah sekali. Menarik diri? Jauh lebih mudah. Ingin menangis rasanya. Berteriak sekeras mungin dan menyanyikan lagu Metallica sambil melompat-lompat. Atau menengadahkan tangan dan mengadu pada Sang Maha. Komunitas jelas membutuhkan dukungan dari seluruh anggotanya, khususnya bagi yang aktif. Namun komunitas bukanlah partai yang membutuhkan banyak dukungan. Komunitas hanyalah sekumpulan orang yang memiliki hobi sama. Semua atas nama kebersamaan dan kesenangan pada hobi tersebut. Saling berbagi. Atas nama itulah, tentu keluhan di atas harus diabaikan. Waktu dan materi harus dikorbankan. Namun tidak banyak anggota yang memahami hal ini. Mereka tidak peduli.

Ada beberapa pengurus yang harus menangis di sudut malam saat pulang berkegiatan dan sukses meramaikan acara komunitas, harus berhadapan dengan keluarganya yang mengadu tidak ada beras lagi. Ada pengurus yang terus tersenyum dan memancarkan wajah bahagia selama acara komunitas melihat kegembiraan semua anggota yang mendapatkan banyak hadiah tetapi harus menangis di dalam kamar mandi karena tidak memiliki ongkos untuk pulang ke rumah. Ada pengurus yang memegang banyak voucher belanja atau voucher taksi tetapi takpernah bisa menggunakannya karena itu semua adalah hak anggota, dan kemudian ia hanya bisa menggunakan uang lusuh buat membayar angkot. Ada pengurus yang harus berjalan berkilo-kilometer demi mengirit ongkos dan menangis saat mengingat betapa anak-anaknya tidak bisa jajan hari itu, demi sebuah rapat komunitas.

Mungkinkah sudah semakin sedikit orang yang memiliki sedikit saja perhatian untuk peduli terhadap sesama. Mungkinkah sudah semakin sedikit orang yang lebih suka mengkritik secara langsung daripada mengkritiknya di media sosial. Mungkinkah telah hilang rasa kebersamaan yang pernah dipupuk bertahun-tahun lamanya, hanya karena ketidaksukaan pada satu-dua orang yang kini sama-sama berjibaku di komunitas. Mungkinkah sudah semakin banyak orang yang egois namun tidak pernah disadarinya. Sosok itu beristighfar. Dia hanya berlindung pada Sang Maha semoga itu semua bukan dirinya. Dia hanya terus berjuang untuk membesarkan komunitas dengan caranya sendiri. Cukuplah bagi dirinya dukungan dari kawan-kawan pengurus yang selalu mengingatkan agar bisa berjalan di track yang lurus. Cukuplah dukungan dari keluarga sebagai tempat berpulang yang paling istimewa sebelum ajal tiba.

BloggerBDG

Pengurus dan Anggota #BloggerBDG (foto: Kang Argun)

Alangkah indahnya jika anggota komunitas saling percaya. Alangkah indahnya jika anggota komunitas saling berpegangan tangan dan saling menguatkan. Alhamdulillah acara “Ngobrol Kece” kemarin berhasil dengan baik, dan dapat memuaskan beberapa pihak yang ikhlas membantu. Tiga hestek berhasil menjadi trending topic pada waktu yang berbeda. Semua itu jelas bukan kerja satu orang atau kerja pengurus semata. Hal itu bisa terjadi atas dukungan semua peserta yang hadir. Dan alangkah indahnya jika semua anggota komunitas ikut berjibaku. Betapa dahsyatnya hasil yang bisa dicapai jika semua itu bisa diwujudkan. Semoga sosok itu tidak sedang bermimpi. Semoga semua itu bisa dicapainya di kemudian hari, dalam waktu dekat ini. Semoga … amiiin. Hatur nuhun untuk semua pengurus di komunitas manapun yang telah mengorbankan semua waktu, ide, dan materinya. You’re the BEST!

Jangan tergesa-gesa menilai seseorang, siapapun dia. Janganlah seseorang menghakimi. Ingatlah selalu pada Allah Yang Maha Menghakimi. Berilah kesempatan kepada setiap orang untuk memberikan penjelasan dengan caranya sendiri.

Foto Biasa Jadi Luar Biasa dengan Huawei Honor 4C

Lagi-lagi foto … memang sukar dilepaskan
Semua (masih) tentang keindahan
Yang dihentikan agar lebih bertahan lama

Honor4C_1

Hasil kamera Huawei Honor 4C dengan fitur All Focus

Ya, berbicara tentang produk bernama foto, adalah berbicara tentang sejarah. Sejarah dari foto itu sendiri maupun tentang sejarah sosok itu. Foto terus bertransformasi menuju ke arah teknologi yang semakin maju. Dari mulai menggunakan sistem cuci foto yang manual di kamar gelap, proses foto polaroid yang mengandalkan cahaya matahari, hingga akhirnya tiba di era foto digital. Akibatnya kamera pun ikut bertransformasi. Dari mulai betapa kamera itu istimewa dan mahal, kini sudah bertengger manis di beberapa gadget bernama smartphone. Istilah pun bergeser dari photography ke smartphonetography. Akan tetapi ini memang istilah dia sendiri sebagai penggemar dunia fotografi.

Sedangkan sejarah sosok itu sendiri dengan dunia fotografi begitu panjang prosesnya dan sering melewati tebing tinggi. Ujung-ujungnya, dia sampai saat ini terus berusaha belajar menghasilkan foto yang keren, dengan kamera atau smartphone yang ada. Pengembaraannya tidak pernah berhenti. Intinya cuma satu … menghasilkan foto biasa jadi luar biasa. Nah, salah satu brand smartphone yang menarik perhatiannya adalah Huawei. Tahu kan dengan brand ini? Huawei didirikan pada 1987 di Shenzhen yang awalnya sebagai sales agent untuk salah satu perusahaan di Hong Kong yang memproduksi switch Private Branch Exchange (PBX). Sebuah perusahaan yang hanya bermodalkan USD 5.680 hingga menjadi perusahaan global dengan omset lebih dari USD 39 milyar. Wow!

Honor4C_2

KAMERA HUAWEI HONOR 4C

Salah satu tipe dari smartphone Huawei yang membuat sosok itu tertarik adalah Huawei Honor 4C. Mengapa? Dia tidak akan membahas desainnya yang elegan karena menggunakan frame metal dan memiliki layar dengan resolusi HD 720p. Atau bahkan membahas detail spesifikasi hardware-nya yang memang wow. Biarkan itu dibahas oleh banyak blog atau situs berbau teknologi lainnya. Di sini, sosok itu hanya akan membahas kameranya yang memang menjadi sorotannya dalam memilih sebuah smartphone. Yup, hampir semua kawannya sudah tahu kalau dirinya memang seorang smartphonetographer. Beberapa karyanya bisa dilihat melalui akun @bangaswi di instagram.

Honor 4C sudah dibekali dengan kamera beresolusi tinggi, yaitu 13 MP sebagai kamera utama. Kalau kamera depannya yang biasa digunakan untuk selfie masih 5 MP. Sebagai penunjang, Honor 4C sudah dilengkapi dengan LED Flash, termasuk kapasitas penyimpanan bawaan yang mencapai 8 GB. Bikin mupeng, gak? Di luar itu juga masih ada filter autofocus, geo-tagging, touch focus, face detection, panorama, dan HDR. Namun, yang paling disuka oleh sosok itu dari teknologi smartphone saat ini adalah aperture-nya yang rendah. Honor 4C bahkan berani mengeluarkan di angka F2.0, artinya bahwa kameranya mampu memotret dengan baik meski berada di tempat gelap. Angka ini juga bisa memaksimalkan fokus dan membuat foto yang bokeh (blur di bagian belakang).

Honor4C_3

Foto atas dengan fitur Smart Beauty. Foto bawah dengan fitur Selfie Panorama

Fitur-fiturnya begitu lengkap. Misalnya saja ada Smart Beauty yang membuat siapapun menjadi ketagihan selfie dengan tingkat kebeningan yang bikin PD. Lalu ada All Focus yang berfungsi mengatur titik fokus meski setelah mengambil gambar. Kemudian ada Audio Foto agar siapapun bisa mengirim foto dengan rekaman suaranya sekaligus. Masih kurang? Masih ada Ultra-fast Snapshot yang memungkinkan seseorang bisa mengambil objek foto yang pergerakannya cepat. Hasilnya pun dijamin tajam. Dan terakhir ada Selfie Panorama yang jelas membuat pengalaman selfie menjadi tidak terlupakan. Rombongan dengan banyak orang bisa dilakukan dengan format foto panorama. Ini seriusan. Benar-benar bisa.[]

Kutitip Pesan Padamu: Jagalah

Dua ekor ikan
Menutup mata
Mereka lihat tanda
Air berhenti mengalir

~ Pemandangan Senja oleh Kuntowijoyo

Pada 2055, Pete Postlethwaite hidup menyendiri. Planet Bumi saat itu begitu mengerikan. Bencana alam dan peperangan adalah dua contoh yang menyebabkan semua itu terjadi, hingga sebagian besar permukaannya hanya terisi oleh air. Ia kemudian mengambil arsip beberapa tahun ke belakang untuk merunut apa yang sebenarnya terjadi. Ia pun terkejut karena membuang bungkus permen sembarangan adalah salah satu penyebabnya. Mungkinkah? Mungkin saja. Apa yang dialami oleh Pete terjadi di “The Age of Stupid”, sebuah film drama-dokumenter-animasi Inggris yang dibuat oleh Franny Armstrong pada 2009. Intinya adalah … bahwa perubahan iklim (yang ekstrem) suatu saat nanti itu hanya bisa dikendalikan oleh tindakan kita saat ini.

glacier_large
Sumber foto: Situs Discovery Kids

Continue reading “Kutitip Pesan Padamu: Jagalah”

Mengejar Matahari

Cerita tentang anak manusia
Menantang hidup bersama
Mencoba menggali makna cinta
Tak akan berhenti … mengejar Matahari

Matahari selalu saja menarik. Di lihat dari sudut manapun selalu saja menjadi buruan. Selalu menjadi karya seni bernama fotografi. Diburu hingga ke pelosok. Mencapai ujung dunia … di tepi pantai atau bahkan di atas gunung nan tinggi. Keindahannya begitu memesona. Tak jarang manusia rela menunggu saat sunset. Atau bahkan berani berkorban menembus dinginnya udara subuh untuk menunggu sunrise. Yup, inilah objek raksasa yang bisa dilihat oleh mata manusia di muka Bumi. Manusia memang bergantung pada salah satu bintang di Galaksi Bima Sakti itu.

Blogger-09

Continue reading “Mengejar Matahari”

Arti Persahabatan [1]

Blogger-01

Sahabat. Sebuah kata yang kaya manfaat. Kebahagiaan paripurna saat menyebutnya sambil memperlihatkan barisan gigi nan putih. Namun bisa berderai air mata saat takada mereka di sekeliling. Merekalah yang selalu ada dalam suka, cinta, duka, dan pedih. Genggamlah dengan erat. Rasa cinta bisa dibakar oleh api cemburu, tapi persahabatan hendaklah disiram oleh air keikhlasan. Teruslah dekat, wahai sahabat.

Continue reading “Arti Persahabatan [1]”

When Your Kids Meet Their Needs

Anak tidak melulu harus dituntut
Orang tua juga bersama-sama ikut
Ingat pula akan kebutuhan yang diturut

Ngomongin anak memang tidak ada habisnya. Selalu menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Dari zaman Nabi Adam punya anak, hingga sampai sekarang. Dunia anak tidaklah berubah, hanya teknologi dan lingkungan yang menyertainya yang terus berubah. Katanya dunia ini semakin maju dan canggih, tapi percayalah bahwa hambatan bagi orang tua untuk mendidik anak-anaknya menjadi tambah sulit. Sosok itu mengalaminya. Begitu berat. Itulah mengapa harus benar-benar diperhatikan mana aktivitas yang membuat anak mandiri secara positif dan mana yang membuatnya malah mandiri secara negatif. Anak tenang dan tidak ribet bukan berarti aman. Ada banyak penyakit yang hadir secara diam-diam. Tidak perlu anak terlihat keluar rumah, anak di dalam rumah pun mengundang bahaya. Serius.

Continue reading “When Your Kids Meet Their Needs”

Yuk, Mengenal Tas Winchester Bandung

Apa yang terbayang saat mendengar kata ‘Winchester‘? Jelas, sebuah kata asing. Kata yang tidak mungkin lahir dari bumi Indonesia, apalagi Bandung. Kalau cari di mesin pencari, maka kata tersebut begitu lekat dengan semua merek senapan api. Wow?! Tapi, itulah kenyataan yang terjadi. Winchester City sendiri adalah nama sebuah kota di Inggris. Nah, senapan api tersebut memang lahir dan berkembang di Winchester City. Bisa jadi, atas dasar itulah Francisco atau biasa disapa Frans—pemuda berkacamata asal Bandung—menggunakan nama Winchester untuk menjual produk-produknya yang berbahan dasar kulit. Yup, sosok itu akan bercerita tentang Tas Winchester Bandung yang asli dibuat tanpa menggunakan mesin (handmade).

Produk-01

Continue reading “Yuk, Mengenal Tas Winchester Bandung”