Arti Persahabatan: Dongeng Komunitas [2]

Seorang anak kecil memegang dua buah apel dengan kedua tangannya. Ibunya kemudian datang mendekat, tersenyum, dan bertanya, “Sayang … boleh Mama minta satu?” Si anak memandang ibunya beberapa detik, kemudian dengan cepat menggigit kedua apelnya, bergantian. Melihat hal itu ibunya berusaha menyembunyikan kekecewaan, senyumya telah luntur dari wajahnya. Sampai kemudian si anak menyodorkan salah satu apel yang telah digigitnya tadi kepada ibunya. Dengan sukacita dan senyum ceria, ia berkata, “Ini untuk Mama, yang ini LEBIH MANIS.” Hening. Tidak ada kata-kata yang terucap dari bibir ibunya, kecuali senyum dan bola mata yang berkaca-kaca.

Bangaswi_1

#BloggerBDG bersama Pak Wishnutama

Komunitas/ko·mu·ni·tas/ n kelompok organisme (orang dan sebagainya) yang hidup dan saling berinteraksi di dalam daerah tertentu; masyarakat; paguyuban. Komunitas sastra adalah kelompok atau kumpulan orang yang meminati dan berkecimpung dalam bidang sastra; masyarakat sastra. Itulah pengertian tentang komunitas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang dikutip sosok itu dari KBBI Daring. Pada akhirnya, komunitas semakin mengerucut pada sekumpulan orang yang suka pada hobi atau aktivitas tertentu. Mayoritas mengerucut lagi pada hobi yang sama. Tidak ada sekat di sana. Meski dari latar belakang ekonomi atau budaya yang berbeda, semua anggota komunitas berbaur dan tertawa bersama karena memiliki hobi yang sama.

Hobi/ho·bi/ n kegemaran; kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan pekerjaan utama. Misal, melukis itu sebagai hobi saja, bukan sebagai mata pencahariannya. Untuk kata ini hampir semuanya sepakat bahwa hobi adalah aktivitas yang menyenangkan. Awalnya dikerjakan secara sendiri. Ada yang suka baca, suka nulis, suka bersepeda, suka lari, dan lain sebagainya. Hingga kemudian beberapa orang berinisiatif untuk berkumpul dan membentuk komunitas hobi. Manusia adalah makhluk sosial, sehingga wajar saja kalau mereka memang cenderung lebih suka berkumpul. Dengan lahirnya komunitas, hobi seseorang semakin menggebu-gebu dan terus mengalami peningkatan yang signifikan. Jika berhubungan dengan keterampilan, dijamin keterampilannya akan bertambah. Semua itu bisa terjadi karena ada interaksi di sana. Interaksi saling berbagi.

Kalau berbicara soal hobi, tidak ada hitung-hitungan lagi di sana. Semua atas dasar senang dan suka. Dia langsung membeli produk yang mendukung hobinya sesuai dengan budget-nya. Beberapa saat kemudian dia bisa langsung meng-upgrade produk tersebut agar semakin nyaman. Apapun hobinya. Jika hobi yang ditekuni tidak ada produknya, maka dia akan mencurahkan semua perhatian dan waktunya. Berkumpul dan berjejaring, lalu membuat program acara agar semakin banyak orang yang (semoga saja) mau mengikuti jejak mereka memiliki hobi sama. Tidak ada hitung-hitungan mencari keuntungan pribadi, karena prinsip semua anggota/pengurus komunitas adalah saling berbagi. Sudah ada kepuasan di sana. Keuntungan lebih diarahkan ke kas komunitas, karena semua itu akhirnya akan dikembalikan kepada anggotanya. Hobi dan komunitas bukan ajang mencari penghasilan.

Namun dunia ini tidak seindah teori atau lukisan-lukisan pemandangan alam di beberapa rumah atau di pinggir Jln. Braga. Meski tidak banyak, ada saja orang yang menyalahgunakannya demi keuntungan pribadi semata. Akibatnya, komunitas pun menjadi tidak kondusif dan saling curiga. Tidak ada rasa percaya lagi dan hobi pun menjadi tercemar. Sosok itu sudah makan asam garam soal komunitas. Dari komunitas kepenulisan, sepeda, lari, penghijauan, pendidikan, hingga blogger. Kalau sudah ada gesekan di dalam komunitas, sulit untuk mengembangkan hobi dengan maksimal. Apalagi kalau sudah dihubungkan dengan materi. Apapun yang dikerjakan selalu dilihat dengan mata menyipit. “Pasti untuk keuntungan sendiri. Pasti keuntunganya untuk para pengurus. Pasti … pasti … pasti….” Hei! Ini komunitas, bukan perusahaan atau start up!

Fiuhhh! Tetapi itulah yang terjadi. Realitas memang terlihat lebih kejam dari teori yang ada. Semuanya menjadi rumit. Padahal ini hanyalah sekumpulan orang yang mencoba memaksimalkan hobi. Sosok itu sendiri hanya menarik nafas panjang. Betapa hobi bagi dirinya hanyalah untuk bersenang-senang, untuk meluapkan ruang kosong yang ada di kepalanya agar kehidupannya bisa berjalan dengan seimbang. Masalah rumah tangga dan masalah ekonomi adalah dua contoh kerumitan hidup manusia. Salah satu cara untuk menyeimbangkannya selain mendekat pada Sang Maha adalah dengan melakukan hobi. Nah, kalau ternyata bagian dari hobi ini mememunculkan masalah baru, tentu jalan terbaik adalah meninggalkan hobi tersebut. Itu solusi ekstrem. Paling aman, ya meninggalkan komunitas dan menjalankan hobinya (kembali) seorang diri. Tetapi … konsep dan prinsip saling berbagi akan hilang. Lenyap.

Bangaswi_2

Sosok itu di Kafe D’Jengkol (foto: Kang Goen)

Sosok itu mengeluh. Apalagi kalau dirinya sedang merenung di sudut malam. Apa jadinya jika pengurus komunitas tidak didukung oleh anggotanya? Bubar? Itu mudah sekali. Menarik diri? Jauh lebih mudah. Ingin menangis rasanya. Berteriak sekeras mungin dan menyanyikan lagu Metallica sambil melompat-lompat. Atau menengadahkan tangan dan mengadu pada Sang Maha. Komunitas jelas membutuhkan dukungan dari seluruh anggotanya, khususnya bagi yang aktif. Namun komunitas bukanlah partai yang membutuhkan banyak dukungan. Komunitas hanyalah sekumpulan orang yang memiliki hobi sama. Semua atas nama kebersamaan dan kesenangan pada hobi tersebut. Saling berbagi. Atas nama itulah, tentu keluhan di atas harus diabaikan. Waktu dan materi harus dikorbankan. Namun tidak banyak anggota yang memahami hal ini. Mereka tidak peduli.

Ada beberapa pengurus yang harus menangis di sudut malam saat pulang berkegiatan dan sukses meramaikan acara komunitas, harus berhadapan dengan keluarganya yang mengadu tidak ada beras lagi. Ada pengurus yang terus tersenyum dan memancarkan wajah bahagia selama acara komunitas melihat kegembiraan semua anggota yang mendapatkan banyak hadiah tetapi harus menangis di dalam kamar mandi karena tidak memiliki ongkos untuk pulang ke rumah. Ada pengurus yang memegang banyak voucher belanja atau voucher taksi tetapi takpernah bisa menggunakannya karena itu semua adalah hak anggota, dan kemudian ia hanya bisa menggunakan uang lusuh buat membayar angkot. Ada pengurus yang harus berjalan berkilo-kilometer demi mengirit ongkos dan menangis saat mengingat betapa anak-anaknya tidak bisa jajan hari itu, demi sebuah rapat komunitas.

Mungkinkah sudah semakin sedikit orang yang memiliki sedikit saja perhatian untuk peduli terhadap sesama. Mungkinkah sudah semakin sedikit orang yang lebih suka mengkritik secara langsung daripada mengkritiknya di media sosial. Mungkinkah telah hilang rasa kebersamaan yang pernah dipupuk bertahun-tahun lamanya, hanya karena ketidaksukaan pada satu-dua orang yang kini sama-sama berjibaku di komunitas. Mungkinkah sudah semakin banyak orang yang egois namun tidak pernah disadarinya. Sosok itu beristighfar. Dia hanya berlindung pada Sang Maha semoga itu semua bukan dirinya. Dia hanya terus berjuang untuk membesarkan komunitas dengan caranya sendiri. Cukuplah bagi dirinya dukungan dari kawan-kawan pengurus yang selalu mengingatkan agar bisa berjalan di track yang lurus. Cukuplah dukungan dari keluarga sebagai tempat berpulang yang paling istimewa sebelum ajal tiba.

BloggerBDG

Pengurus dan Anggota #BloggerBDG (foto: Kang Argun)

Alangkah indahnya jika anggota komunitas saling percaya. Alangkah indahnya jika anggota komunitas saling berpegangan tangan dan saling menguatkan. Alhamdulillah acara “Ngobrol Kece” kemarin berhasil dengan baik, dan dapat memuaskan beberapa pihak yang ikhlas membantu. Tiga hestek berhasil menjadi trending topic pada waktu yang berbeda. Semua itu jelas bukan kerja satu orang atau kerja pengurus semata. Hal itu bisa terjadi atas dukungan semua peserta yang hadir. Dan alangkah indahnya jika semua anggota komunitas ikut berjibaku. Betapa dahsyatnya hasil yang bisa dicapai jika semua itu bisa diwujudkan. Semoga sosok itu tidak sedang bermimpi. Semoga semua itu bisa dicapainya di kemudian hari, dalam waktu dekat ini. Semoga … amiiin. Hatur nuhun untuk semua pengurus di komunitas manapun yang telah mengorbankan semua waktu, ide, dan materinya. You’re the BEST!

Jangan tergesa-gesa menilai seseorang, siapapun dia. Janganlah seseorang menghakimi. Ingatlah selalu pada Allah Yang Maha Menghakimi. Berilah kesempatan kepada setiap orang untuk memberikan penjelasan dengan caranya sendiri.

Advertisements

Foto Biasa Jadi Luar Biasa dengan Huawei Honor 4C

Lagi-lagi foto … memang sukar dilepaskan
Semua (masih) tentang keindahan
Yang dihentikan agar lebih bertahan lama

Honor4C_1

Hasil kamera Huawei Honor 4C dengan fitur All Focus

Ya, berbicara tentang produk bernama foto, adalah berbicara tentang sejarah. Sejarah dari foto itu sendiri maupun tentang sejarah sosok itu. Foto terus bertransformasi menuju ke arah teknologi yang semakin maju. Dari mulai menggunakan sistem cuci foto yang manual di kamar gelap, proses foto polaroid yang mengandalkan cahaya matahari, hingga akhirnya tiba di era foto digital. Akibatnya kamera pun ikut bertransformasi. Dari mulai betapa kamera itu istimewa dan mahal, kini sudah bertengger manis di beberapa gadget bernama smartphone. Istilah pun bergeser dari photography ke smartphonetography. Akan tetapi ini memang istilah dia sendiri sebagai penggemar dunia fotografi.

Sedangkan sejarah sosok itu sendiri dengan dunia fotografi begitu panjang prosesnya dan sering melewati tebing tinggi. Ujung-ujungnya, dia sampai saat ini terus berusaha belajar menghasilkan foto yang keren, dengan kamera atau smartphone yang ada. Pengembaraannya tidak pernah berhenti. Intinya cuma satu … menghasilkan foto biasa jadi luar biasa. Nah, salah satu brand smartphone yang menarik perhatiannya adalah Huawei. Tahu kan dengan brand ini? Huawei didirikan pada 1987 di Shenzhen yang awalnya sebagai sales agent untuk salah satu perusahaan di Hong Kong yang memproduksi switch Private Branch Exchange (PBX). Sebuah perusahaan yang hanya bermodalkan USD 5.680 hingga menjadi perusahaan global dengan omset lebih dari USD 39 milyar. Wow!

Honor4C_2

KAMERA HUAWEI HONOR 4C

Salah satu tipe dari smartphone Huawei yang membuat sosok itu tertarik adalah Huawei Honor 4C. Mengapa? Dia tidak akan membahas desainnya yang elegan karena menggunakan frame metal dan memiliki layar dengan resolusi HD 720p. Atau bahkan membahas detail spesifikasi hardware-nya yang memang wow. Biarkan itu dibahas oleh banyak blog atau situs berbau teknologi lainnya. Di sini, sosok itu hanya akan membahas kameranya yang memang menjadi sorotannya dalam memilih sebuah smartphone. Yup, hampir semua kawannya sudah tahu kalau dirinya memang seorang smartphonetographer. Beberapa karyanya bisa dilihat melalui akun @bangaswi di instagram.

Honor 4C sudah dibekali dengan kamera beresolusi tinggi, yaitu 13 MP sebagai kamera utama. Kalau kamera depannya yang biasa digunakan untuk selfie masih 5 MP. Sebagai penunjang, Honor 4C sudah dilengkapi dengan LED Flash, termasuk kapasitas penyimpanan bawaan yang mencapai 8 GB. Bikin mupeng, gak? Di luar itu juga masih ada filter autofocus, geo-tagging, touch focus, face detection, panorama, dan HDR. Namun, yang paling disuka oleh sosok itu dari teknologi smartphone saat ini adalah aperture-nya yang rendah. Honor 4C bahkan berani mengeluarkan di angka F2.0, artinya bahwa kameranya mampu memotret dengan baik meski berada di tempat gelap. Angka ini juga bisa memaksimalkan fokus dan membuat foto yang bokeh (blur di bagian belakang).

Honor4C_3

Foto atas dengan fitur Smart Beauty. Foto bawah dengan fitur Selfie Panorama

Fitur-fiturnya begitu lengkap. Misalnya saja ada Smart Beauty yang membuat siapapun menjadi ketagihan selfie dengan tingkat kebeningan yang bikin PD. Lalu ada All Focus yang berfungsi mengatur titik fokus meski setelah mengambil gambar. Kemudian ada Audio Foto agar siapapun bisa mengirim foto dengan rekaman suaranya sekaligus. Masih kurang? Masih ada Ultra-fast Snapshot yang memungkinkan seseorang bisa mengambil objek foto yang pergerakannya cepat. Hasilnya pun dijamin tajam. Dan terakhir ada Selfie Panorama yang jelas membuat pengalaman selfie menjadi tidak terlupakan. Rombongan dengan banyak orang bisa dilakukan dengan format foto panorama. Ini seriusan. Benar-benar bisa.[]

Kutitip Pesan Padamu: Jagalah

Dua ekor ikan
Menutup mata
Mereka lihat tanda
Air berhenti mengalir

~ Pemandangan Senja oleh Kuntowijoyo

Pada 2055, Pete Postlethwaite hidup menyendiri. Planet Bumi saat itu begitu mengerikan. Bencana alam dan peperangan adalah dua contoh yang menyebabkan semua itu terjadi, hingga sebagian besar permukaannya hanya terisi oleh air. Ia kemudian mengambil arsip beberapa tahun ke belakang untuk merunut apa yang sebenarnya terjadi. Ia pun terkejut karena membuang bungkus permen sembarangan adalah salah satu penyebabnya. Mungkinkah? Mungkin saja. Apa yang dialami oleh Pete terjadi di “The Age of Stupid”, sebuah film drama-dokumenter-animasi Inggris yang dibuat oleh Franny Armstrong pada 2009. Intinya adalah … bahwa perubahan iklim (yang ekstrem) suatu saat nanti itu hanya bisa dikendalikan oleh tindakan kita saat ini.

glacier_large
Sumber foto: Situs Discovery Kids

Continue reading “Kutitip Pesan Padamu: Jagalah”

Mengejar Matahari

Cerita tentang anak manusia
Menantang hidup bersama
Mencoba menggali makna cinta
Tak akan berhenti … mengejar Matahari

Matahari selalu saja menarik. Di lihat dari sudut manapun selalu saja menjadi buruan. Selalu menjadi karya seni bernama fotografi. Diburu hingga ke pelosok. Mencapai ujung dunia … di tepi pantai atau bahkan di atas gunung nan tinggi. Keindahannya begitu memesona. Tak jarang manusia rela menunggu saat sunset. Atau bahkan berani berkorban menembus dinginnya udara subuh untuk menunggu sunrise. Yup, inilah objek raksasa yang bisa dilihat oleh mata manusia di muka Bumi. Manusia memang bergantung pada salah satu bintang di Galaksi Bima Sakti itu.

Blogger-09

Continue reading “Mengejar Matahari”

Arti Persahabatan [1]

Blogger-01

Sahabat. Sebuah kata yang kaya manfaat. Kebahagiaan paripurna saat menyebutnya sambil memperlihatkan barisan gigi nan putih. Namun bisa berderai air mata saat takada mereka di sekeliling. Merekalah yang selalu ada dalam suka, cinta, duka, dan pedih. Genggamlah dengan erat. Rasa cinta bisa dibakar oleh api cemburu, tapi persahabatan hendaklah disiram oleh air keikhlasan. Teruslah dekat, wahai sahabat.

Continue reading “Arti Persahabatan [1]”

When Your Kids Meet Their Needs

Anak tidak melulu harus dituntut
Orang tua juga bersama-sama ikut
Ingat pula akan kebutuhan yang diturut

Ngomongin anak memang tidak ada habisnya. Selalu menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Dari zaman Nabi Adam punya anak, hingga sampai sekarang. Dunia anak tidaklah berubah, hanya teknologi dan lingkungan yang menyertainya yang terus berubah. Katanya dunia ini semakin maju dan canggih, tapi percayalah bahwa hambatan bagi orang tua untuk mendidik anak-anaknya menjadi tambah sulit. Sosok itu mengalaminya. Begitu berat. Itulah mengapa harus benar-benar diperhatikan mana aktivitas yang membuat anak mandiri secara positif dan mana yang membuatnya malah mandiri secara negatif. Anak tenang dan tidak ribet bukan berarti aman. Ada banyak penyakit yang hadir secara diam-diam. Tidak perlu anak terlihat keluar rumah, anak di dalam rumah pun mengundang bahaya. Serius.

Continue reading “When Your Kids Meet Their Needs”

Yuk, Mengenal Tas Winchester Bandung

Apa yang terbayang saat mendengar kata ‘Winchester‘? Jelas, sebuah kata asing. Kata yang tidak mungkin lahir dari bumi Indonesia, apalagi Bandung. Kalau cari di mesin pencari, maka kata tersebut begitu lekat dengan semua merek senapan api. Wow?! Tapi, itulah kenyataan yang terjadi. Winchester City sendiri adalah nama sebuah kota di Inggris. Nah, senapan api tersebut memang lahir dan berkembang di Winchester City. Bisa jadi, atas dasar itulah Francisco atau biasa disapa Frans—pemuda berkacamata asal Bandung—menggunakan nama Winchester untuk menjual produk-produknya yang berbahan dasar kulit. Yup, sosok itu akan bercerita tentang Tas Winchester Bandung yang asli dibuat tanpa menggunakan mesin (handmade).

Produk-01

Continue reading “Yuk, Mengenal Tas Winchester Bandung”

Mau Bisnis Online Tanpa Modal?

Mau belanja online plus dapat uang?
Mau bisnis online tanpa modal?
Kudo solusinya
Now everyone can shop online!

Event-46Sosok itu berhenti sejenak, diambilnya tumbler dari batang sepeda. Air di dalamnya langsung diteguk secukupnya. Fiuh! Jakarta memang lagi panas, padahal belum pukul 10. Pada saat tiba hari Jumat malam kemarin, Jakarta membasah. Memberikan kesejukan setelah beberapa lama tidak turun hujan. Malam itu dia berjalan di bawah sapuan gerimis yang menyegarkan, hingga kemudian memesan ketoprak malam langganannya. Dan siang ini, tak ada tanda-tanda akan turun hujan. Matahari begitu garang memuntahkan seluruh energinya pada penduduk Jakarta. Sosok itu sendiri sempat tersesat setelah Blok M. Semakin lengkap pula penderitaannya saat gawai petunjuk peta jatuh dan langsung terburai. Untunglah masih berfungsi dan tidak terlalu fatal. Padahal hari kemarin gawai tersebut juga sempat jatuh. Nasib.

Continue reading “Mau Bisnis Online Tanpa Modal?”