Perubahan?

Sakit rasanya
Pedih hati ini tidak menjadi apa-apa
Hingga menangis dengan wajah hampa
Tidak ada perubahan yang menjelma
Kecuali nisan-nisan tak bernama

Ah, siapalah aku …

aku, ketika

malam ini sunyi
bukan, pagi ini seharusnya
perpindahan waktu dari
malam yang ramai dan basah
kepada pagi yang masih malu-malu

hanya aku, ditemani suara cleopatra yang lucu dan menggemaskan. tetapi takseperti yang kaukira tentang seorang ratu yang terkenal akan kecantikan semunya. dan suara ketukan tuts pengolah kata mengantarkan aku pada ujung lelah. entah berapa lelah lagi harus aku rasakan untuk dua hari ke depan. halaman ini, entah esok.

pagi sepi
lelap telah menyelimuti dua putri
aku. di sini. sendiri.

Aku Belajar

Aku belajar hari ini
Kami belajar pada detik ini
Bahwa keluarga adalah proses
Bahwa keluarga bukanlah kelas
Bukanlah sekolah yang akan berakhir dengan kelulusan

Keluarga adalah berjalan
Adalah jalan takberkesudahan
Di sini kita belajar
Di sini kita memperbaiki kesalahan
Di sini kita berusaha memahami

Membangun keluarga bukanlah simsalabim
Bukanlah siapa pasangan kita
Bukanlah dia yang baik atau dia yang berpendidikan
Bukanlah dia yang bercahaya di mana-mana
Tapi keluarga adalah aku … bukan aku yang egois

Adalah aku yang ikhlas
Adalah aku yang sabar
Adalah aku yang terus menghitung kesalahan sendiri
Adalah aku yang takmenuntut pasangan
Aku yang terus berproses

Aku, kamu, dia, kami, kita, mereka

Hadiah Istimewa

“Masih ingatkah kau dengan gambar itu?”
Mataku memaku. Aku tidak tahu apa yang sedang
kamu bicarakan. Sungguh …
“Gambar yang kau goreskan dengan begitu indah
dan ….” Kamu menghela napas panjang, “romantis.”
Aku diam. Aku malu untuk menggeleng, karena
aku benar-benar lupa dengan kejadian itu. Sungguh.
“Aku masih menyimpannya.”

Continue reading “Hadiah Istimewa”