Tak Ada Teladan, Semuanya Dianggap Benar

(PR, 12/10/2014) ~ Anak-anak sekarang cepat besar. Ungkapan itu sering kita dengar, bahkan kita amini. Secara fisik, anak-anak di masa sekarang memang lebih bongsor dibandingkan orangtuanya. Secara pengetahuan dan keterampilan pun, mereka lebih cepat mahir dibandingkan orangtuanya saat seumur mereka. Akan tetapi, saat bicara soal aturan mengendarai sepeda motor, apakah itu bisa menjadi pemakluman? Karena cenderung lebih cepat besar dan cepat mahir, apakah itu artinya mereka bisa melakukannya saat belum masuk batas dewasa 17 tahun?

Secara aturan, kita sudah tahu bahwa itu tidak diperbolehkan. Penetapan usia dewasa itu tentunya berkaitan dengan kondisi fisik dan kematangan emosional. Selain itu, tentunya usia 17 tahun disepakati bersama sebagai batas usia dimana anak-anak sudah mulai bertanggung jawab. Meski begitu, banyak anak-anak yang menilai dirinya sudah mampu meski belum masuk usia 17 tahun. Bahkan, mereka mungkin lebih taat aturan berkendara dibandingkan pengendara yang sudah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Continue reading “Tak Ada Teladan, Semuanya Dianggap Benar”

Advertisements

Selamatkan Anak di Jalan Raya

(PR, 12/10/2014) ~ Bayangkan saat melihat anak-anak usia SD mengendarai sepeda motor sambil membonceng adiknya yang berseragam TK. Bisakah kita tenang dengan pemandangan seperti itu di jalan raya? Masih bisa tenangkah Anda saat tahu bahwa kecelakaan sepeda motor menjadi pembunuh nomor satu untuk anak-anak usia 10-19 tahun?

Fakta mencengangkan tentang kendaraan bermotor dan anak-anak itu belum selesai. Itu juga bukan data yang jauh dari kehidupan kita, melainkan data yang dihimpun dari responden di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Pada rentang waktu 2011-2013, data menunjukkan bahwa pelaku dan korban kecelakaan lalu lintas di Kota Bandung tertinggi berada pada kalangan usia produktif. Ada 51,92% pelaku kecelakaan lalu lintas di Kota Bandung yang berusia 16-30 tahun dan 4,71% merupakan remaja usia 10-15 tahun.

Continue reading “Selamatkan Anak di Jalan Raya”

Save The Children di Jalan Raya

Anak-anak masihlah dekat dengan dunia ‘unjuk gigi’
Emosinya masih labil dan penuh gengsi
Sangat mudah ‘panasan’ dan tidak bisa menerima
Wajarlah kalau kemudian ada istilah ‘senggol bacok’

Rabu kemarin (8/10/2014), alhamdulillah sosok itu dapat menghadiri sebuah acara penting yang seharusnya diketahui oleh semua orangtua. Seminar “Keselamatan Berlalu Lintas Berbasis Sekolah dan Sosialisasi Program Selamat Save The Children di Indonesia” berlangsung di Hotel Santika dengan menghadir beberapa pembicara yang mumpuni. Ada psikolog, polisi, pendidik, pihak PKK, dan bahkan termasuk antropolog. Ini semua demi anak-anak kita, terutama selama di jalan raya. Jangan sampai ada korban anak-anak di jalan raya. Salah satunya adalah penegasan aturan tidak bolehnya anak-anak berkendaraan bermotor.

Continue reading “Save The Children di Jalan Raya”