Gadis Tomboy

Tomboy memang selalu diidentikkan dengan kemaskulinan. Namun demikian, tomboy tidak bisa dilekatkan pada sosok yang maskulin alias laki-laki tetapi lebih cenderung pada sosok yang feminin alias perempuan. Jadi, tomboy lebih disematkan pada sosok perempuan yang memiliki sifat maskulin atau tingkahnya mirip dengan laki-laki.

Asal kata tomboy sebenarnya berasal dari beberapa abad yang lalu, yaitu tepatnya sebelum abad ke-16. Tomboy waktu itu lebih ditujukan pada anak laki-laki yang tidak mau diam (boisterous). Akan tetapi pada akhir abad ke-16 (tahun 1800-an), istilah tomboy lebih menempel pada sosok anak perempuan yang tingkahnya seperti anak laki-laki (yang tidak mau diam). Bisa jadi istilah Jawa ‘mbois’ berasal dari kata ‘boys’ atau ‘boisterous’ itu.

Continue reading “Gadis Tomboy”

Advertisements

Diari Anin tentang KOPDAR

Aku merajuk. Kakak Bibin dibelikan buku, sedangkan aku nggak. Abi tidak adil. Dan siasatku pun berhasil: setelah menangis, Abi langsung mengajakku pergi. “Yey! Aku pergi sama Abi!” Bukan hanya satu, tapi aku pun dibelikan dua buku mewarnai. Satu bergambar kereta api dan satu lagi bergambar robot Transformers. Aku senang, apalagi Abi juga membeli tiga susu kotak dan dua chiki. Tapi, kok, bukannya pulang malah langsung naik Mikrolet, ya? Kita mau kemana, Bi?

“Adek, kita jalan-jalan naik busway, yuk?” terang Abi. Asiiik, aku mau naik busway. Di Bandung mah nggak ada. Di terminal Pulogadung aku capek dan Abi pun nggak menolak untuk menggendongku. Terminal ini luas banget. Aku jadi tahu kalau naik busway itu harus beli tiket. Setelah masuk melalui pintu yang sempit dengan palang berputar, sudah ada banyak orang yang menunggu mau naik busway. Ternyata begini, ya, kalau mau naik busway, nggak sama dengan naik bus biasa.

Continue reading “Diari Anin tentang KOPDAR”

Adek Anin yang Tomboy

“Tadi aku maen layangan.” Adek Anin bersuara. Posisi duduknya terlihat gagah. Bersandar pada tembok di kamar kecil. Sosok itu menoleh, lalu memosisikan tubuhnya agar dapat berhadapan. “Adek maen layangan?” Sosok itu kembali menegaskan apa yang baru didengarnya. Adek Anin mengangguk. “Maen layangan sama siapa?” Sosok itu kembali bertanya.

“Budi,” jawabnya. “Sama siapa lagi?” Adek Anin tampak berpikir, lalu katanya, “Sama Ivan, sama Bayu, sama Budi, sama ….” Dan sederet nama kawan-kawannya pun disebut. Takada nama perempuan. Sosok itu mencoba menyelidik lebih jauh. “Adek senang maen sama laki-laki?” Dia pun mengangguk. “Kalo sama perempuan?” Adek Anin berbisik, “Aku suka maen sama laki-laki. Aku suka maen sama perempuan.”

Continue reading “Adek Anin yang Tomboy”

Senang Bersama-sama (Ade Anin)

Manusia adalah makhluk sosial. Akan terasa aneh jika kebahagiaan hanya dirasakan secara individual. Sendiri. Masih ada yang kurang. Maka berbagilah. Bagilah kesenangan itu pada yang lain. Lebih-lebih jika mereka adalah orang-orang terdekat. Jangan egois.

Minggu (23/1) adalah hari bahagia. Kebahagiaan bersama. Bukan hanya sosok itu, tetapi juga Ade Anin. Bukan hanya mereka berdua, tetapi masyarakat Kota Bandung di arena Car Free Day (CFD). Jago kata Ade Anin, kendati sebenarnya adalah Dago. Minggu adalah kebahagiaan bagi kebanyakan orang. Di tengah rutinitas pekerjaan yang (sudah pasti) menekan, ada hari kebebasan setiap minggunya. Inilah saat penyegaran.

Continue reading “Senang Bersama-sama (Ade Anin)”

Cerita Anakku, Bintan (6 th)

Hari yang Bahagia

Alhamdulillah, Abi dan Ummi mendapatkan rezeki. Hari ini aku mau jalan-jalan. Rencananya kami mau pergi ke BSM. Aku mau beli boneka dan sepatu, Ade Anin mau beli boneka dan tas.

Selesai berbelanja, kami pergi menonton film di bioskop. Filmnya bagus sekali, yaitu tentang Upin dan Ipin. Kami juga pergi ke taman bermain. Aku dan Ade Anin senang sekali. Kita berdua bermain sepuasnya di sana.

Tak disangka, di sana kami bertemu dengan Nayla, Atta, Ayah Hepi, Ibu Yuni, Arkis, Arvi, Ayah Anton, dan Ibu Novi. Kita pun bermain bersama. Betapa senangnya aku. Kita semua dapat tertawa, berlari-lari, juga naik kereta-keretaan beramai-ramai.

Puas bermain, kita semua pergi ke restoran pizza. Yummy! Kita pun duduk di sekeliling meja besar. Di atasnya banyak sekali pizza beraneka rasa. Juga minuman segar dan ice cream. Wuih, lezatnya.

Akhirnya, kami pun pulang ke rumah. Aku puas, begitu pula dengan Ade Anin. Hari ini aku senang sekali. Terima kasih, Abi dan Ummi.

Diceritakan oleh Bintan Fathikhansa
Ditulis oleh Bang Aswi [11 April 2010]