LPS Adalah Sahabat Nasabah

Sosok itu jadi teringat dengan masa kecilnya. Di samping rumah saat masih tinggal di Komp. PLTU Tanjung Priok, ada kandang ayam yang tiang-tiangnya terbuat dari bambu. Almarhum Bapak melubangi salah satu tiang bambu itu berbentuk garis horizontal, sehingga cukuplah untuk memasukkan uang koin atau uang kertas. Dari cerita yang simpang siur, dikatakan bahwa itu adalah celengan salah satu orangtuanya. Mungkin Almarhumah Ibu. Wallahu’alam. Terlepas benar atau tidak, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang masih menabung ala tradisional. Baik di bambu-bambu, di bawah tempat tidur, di tong, atau bahkan di loteng. Di mana saja yang dianggap aman.

Awal tahun ini, seorang petani tua di Desa Kedungrejo, Madiun, harus mengikhlaskan rumahnya yang hangus terbakar. Tidak hanya rumah, api yang diduga dari listrik konslet juga membakar uang tabungannya yang berjumlah Rp25 juta. Prayitno, anak keempatnya, menjelaskan bahwa ia tidak tahu kalau bapaknya menyimpan uang sebanyak itu. Uang tunai yang terdiri atas berbagai pecahan itu dikumpulkan dari hasil penjualan sawah. Uang tersebut lalu disimpan di dalam tas kresek dan dimasukkan ke dalam glangsing alias wuwung genting. Sedih gak, tuh? Memang sih ada sebagian uang yang tidak terbakar, jumlahnya sekira Rp1 juta. Tapi ya perbandingannya jauh banget. Prayitno berharap uang yang terbakar tersebut bisa ditukar. Nah, bisa gak?

Continue reading “LPS Adalah Sahabat Nasabah”

Advertisements