Menjadi “Marshal” Pelari Bandung-Jakarta

Bersepeda jarak jauh mungkin sudah umum, apalagi sekarang. Sudah banyak para pesepeda yang melakukannya, baik sendirian atau berkelompok bersama komunitas. Jaraknya bukan lagi di dalam kota, tetapi sudah antarkota, antarprovinsi, antarpulau, bahkan antarnegara. Akan tetapi, bagaimana kalau touring kali ini adalah menemani para pelari dari Bandung ke Jakarta? Bersepeda jarak jauh dengan kecepatan antara 5-7 km/jam?

Itulah yang sosok itu lakukan bersama empat pesepeda lainnya selama 13-15 Juni 2014 kemarin. Ada 8 (delapan) pelari yang harus mereka kawal dari Bandung. Jumlah ini berkurang dan bertambah di sepanjang perjalanan tergantung kekuatan kaki masing-masing. Yang menjadi pertanyaan, apakah yang mereka lakukan itu hanya demi prestise semata? Tidak. Semuanya bermula saat salah seorang sahabat mereka meninggal dunia karena penyakit leukemia. Mereka pun mencari tahu dan akhirnya bertemu dengan Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI).

Continue reading “Menjadi “Marshal” Pelari Bandung-Jakarta”

Advertisements

WBS 2011: Hari Batik Dunia

Batik adalah salah satu karya besar bangsa Indonesia dan saat ini telah diakui oleh dunia. Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu, dan Budaya (UNESCO) pun menetapkan karya tersebut sebagai warisan dunia asal Indonesia. Apabila pada 1990-an hingga awal 2000-an batik seolah-olah mati suri dan orang malu memakainya, saat ini batik kembali menjadi bagian dari masyarakat. Bahkan pegawai negeri sipil telah wajib memakainya pada hari Jumat. (Tribun Jabar, Kamis 29 September 2011)

Hingga pemerintah pun menganggap perlu menyelenggarakan even batik besar, yaitu World Batik Summit (WBS) yang berlangsung 28 September hingga 2 Oktober 2011 di Jakarta Covention Center (JCC). “World Batik Summit diharapkan dapat membangun antusiasme batik secara internasional dan mendukung perajin dan penggemar batik di seluruh dunia. Dengan begitu, dapat terjalin ikatan yang kuat di antara negara-negara penghasil batik dengan penggemarnya,” kata pendiri Yayasan Batik Indonesia, Dipo Alam, saat pembukaan WBS, Rabu (28/9).

Continue reading “WBS 2011: Hari Batik Dunia”

B2W Bandung Day 2011

Kaos B2W Day 2011

Alhamdulillah pelaksanaan Bike to Work Day 2011 di Kota Bandung berlangsung dengan baik dan lancar. Pelepasan yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dilakukan tepat pada pukul 07.00 di Gedung Pakuan, yang merupakan rumah dinas gubernur. Beliau sendiri tidak dapat mengikuti gowes bersama sampai ke Gedung Sate dikarenakan jadwal yang padat. Oleh karena itu, gowes bersama dengan komunitas pesepeda pekerja di Bandung diwakilkan oleh sang istri, Ibu Netty.

Continue reading “B2W Bandung Day 2011”

Irma: Enjoy Bersepeda

Sebelumnya sosok itu pernah bercerita tentang Asri, pesepeda wanita (yang kebetulan) sekantor dan kemudian menjadikan gaya hidup bersepeda sebagai bagian dari hidupnya saat ini. Dan kemarin, saat bersepeda santai bersama Lotte Mart Soetta, sosok itu kembali menemukan sosok pesepeda wanita yang luar biasa. Diantara banyak wanita sebayanya yang lebih senang menggunakan motor, gadis keturunan Tionghoa Sunda ini malah memilih sepeda sebagai teman kencannya sehari-hari.

Selidik punya selidik, ternyata ia baru bersepeda selama 2 (dua) bulan ini, tepatnya sejak 22 Mei 2011. Irma Davita, nama pesepeda wanita yang kini menjadi profil kali ini, menceritakan bahwa awal-awal bersepeda dimulai dari kesenangannya mencari tempat kuliner baru pas jam makan siang. “Kalo pake angkot kan repot, yah, harus naik berkali-kali. Belum kalo naik angkot kan kadang suka ngetem dan macet, apalagi kalo tempat (kulinernya) nyempil-nyempil gitu. Terus kepikiran kayaknya kalo punya sepeda seru, yah. Aku tuh gak bisa naik motor dan gak minat buat beli motor. Ya udah, akhirnya bertekad harus punya sepeda hehe….”

Continue reading “Irma: Enjoy Bersepeda”

Bola Salju dan B2W Bandung

Tentu sudah kita ketahui bersama bagaimana prinsip bola salju ketika digulirkan dari atas bukit, yaitu menggelinding semakin cepat seiring dengan semakin besarnya volume bola salju yang terbawa.

Perkembangan dunia persepedaan di Indonesia–khususnya di Bandung–kurang lebih mirip seperti bola salju. Bike to Work (B2W) adalah sebuah komunitas yang menggulirkan bola salju dengan berusaha menyosialisasikan penggunaan sepeda sebagai alat transportasi alternatif sehari-hari. Di Bandung, B2W chapter Bandung baru berdiri pada September 2007 dan selalu giat mengkampanyekan penggunaan sepeda. Misinya adalah memasyarakatkan sepeda dan mensepedakan masyarakat. Ternyata, usaha itu sangat efektif sekali. Terbukti sejak 2007 hingga hari ini sudah terlihat perkembangan dunia persepedaan seperti layaknya bola salju.

Continue reading “Bola Salju dan B2W Bandung”

Dago Car Free Day 2010: Tunas-tunas Itu Pada Akhirnya Bermunculan Juga

Seorang anak perempuan berusia sekira 9 tahun meluncur dengan sangat cepatnya–diperkirakan lebih dari 30 km/jam–menyusuri Jl. Ir. H. Djuanda hanya dengan menggunakan sepatu roda. Sepatu roda?! Ya, jika kita membayangkan jalan Dago yang sering macet tentu mustahil ada seorang anak bersepatu roda yang berani menyusuri jalan tersebut dengan kecepatan tinggi. Akan tetapi, itulah salah satu pemandangan yang terjadi saat uji coba Dago Car Free Day kemarin (25/04).

Anak perempuan tersebut tidak sendirian. Dengan seragam birunya, dia bersama rekan satu tim sepatu rodanya mencoba meramaikan acara bebas kendaraan bermotor pada jalan yang kanan kirinya penuh dengan beberapa tempat mendulang uang yang selalu ramai di penghujung minggu itu. Tidak hanya mereka, hadir juga pada hari itu satu keluarga dengan kereta bayi yang ditarik sepeda. Isinya pun dua anak balita yang begitu menikmati perjalanan itu. Benar-benar menyenangkan dan menyegarkan.

Continue reading “Dago Car Free Day 2010: Tunas-tunas Itu Pada Akhirnya Bermunculan Juga”

Bersepeda Sambil Donor Darah

Manfaat bersepeda tidak hanya dirasakan oleh pesepeda itu sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi banyak orang yang ada di sekitarnya. Sepeda tidak menimbulkan polusi sehingga udara yang ada di sekitarnya akan selalu bersih, berbeda dengan kendaraan bermotor–yang meski memberikan kenyamanan dan cepat sampai bagi pelakunya tetapi malah memberikan udara buruk dan kemacetan. Bersepeda memberikan kesegaran bagi lebih banyak orang.

s-015_donor1

Dari sisi fashion, bersepeda bahkan bisa memberikan porsi lebih dibanding bermotor atau bermobil ria. Siapa yang tidak membuat iri saat ada seorang fashionita (laki-laki maupun perempuan) bersepeda di tengah hiruk-pikuk kendaraan bermotor di jalan raya. Bahkan, fashion dari bentuk sepeda itu sendiri menjadi ciri khas beberapa komunitas sepeda yang ada. Yang jelas, bersepeda telah memberikan kenyamanan tidak hanya bagi pelaku pesepeda itu sendiri, tetapi juga bagi orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Continue reading “Bersepeda Sambil Donor Darah”