Smart Festival 2018, Festivalnya Bandung Juara

Mengimbau kotaku di dasar hijau lembahmu
Dinafasi angin di dua musim
Ketika fajar berlinang embun
Dan gugur bunga-bunga kemarau

Nafas sosok itu tidak terlalu berat. Tidak seperti biasanya kalau dia berlari. Paling hanya rasa tidak enak saat memaksakan tubuhnya untuk membungkuk memunguti puntung rokok. Kalau sudah demikian, dia memilih untuk berjongkok. Tidak hanya puntung rokok yang memang terbilang paling banyak ditemukan di tepian jalan, tetapi juga ada beberapa plastik. Sebenarnya dia amat bersyukur karena sepanjang jalan Ambon, Saparua, Aceh, Menado, hingga Belitung tidak terlalu banyak sampah yang berserakan. Inilah bukti bahwa kebersihan kota Bandung benar-benar terjaga. Pada saat inilah dia merasa bisa untuk berlari, tidak sekadar jalan. Namun saat melewati depan Stadion Siliwangi di jalan Lombok, semuanya berubah.

Continue reading “Smart Festival 2018, Festivalnya Bandung Juara”

Advertisements

Mengenal Bandung Creative Center

Sosok itu masih teringat dengan ucapan Ridwan Kamil alias Kang Emil, “Ciri orang yang bahagia adalah temannya banyak, suka tersenyum, dan menemukan hal-hal baru setiap hari. Ini hasil penelitian ilmiah. Orang makin pintar kalau sering melihat pohon dan alam terbuka. Bandung adalah Home for Happy Minds. Saya menyemangati nilai-nilai kebahagian. Saya menyemangati nilai-nilai kedekatan kita dengan alam. Saya menyemangati mimpi Bandung menjadi juara yang dimulai dari SDM-nya. Kalau manusianya kreatif, bahagia, dan motoriknya bagus, maka nanti kotanya juga tercermin dari kegiatan-kegiatannya. Jadi sempurnakan Indonesia dengan kapasitasnya masing-masing. Siapa yang mau gabung nanti kita bikin acara-acara khas Bandung yang out of the box dan extraordinary. Mudah-mudahan maksimal. Itulah tanda cinta pada Kota Bandung. Karena dengan cinta segala kesusahan akan jadi lupa dan segala lelah akan berbuah pada keikhlasan.”

Maknanya? Kreatifitas. Untuk mewujudkan hal itu, Kang Emil pun terus berinovasi memperbanyak taman dan juga menyediakan tempat dimana semua orang bisa mencurahkan ide dan gagasannya. Salah satunya adalah pembangunan gedung Bandung Creative Center di Jl. Laswi, Bandung. Denger-denger, nilai lelangnya saja mencapai Rp50 miliar. Wow! Bandung Creative Center merupakan konsep Pemkot Bandung untuk menciptakan orang-orang kreatif. “Jadi, kita akan sediakan ruang untuk mereka berekspresi. Inilah rumus untuk memperbanyak orang-orang kreatif.” Gedung ini akan difasilitasi auditorium bioskop, perpustakaan ekonomi kreatif, toko/studio desain, studio tari, studio musik, studio fashion, studio keramik, ruang ICT, perpustakaan kreatif, dan empat ruang kelas. Plus tentu saja adanya kafe yang bisa digunakan untuk bersantai. Total, memiliki lebih dari 10 fungsi.

Kreatifitas memang harus dirangsang. Oke, orangnya sudah kreatif, dan akan makin kreatif kalau didukung oleh pemerintah setempat. Pemerintah Kota Bandung memang secara serius akan membawa Bandung menjadi Kota Kreatif. Kang Emil ingin mulai menumbuhkan semangat dan berusaha untuk mendorong hal tersebut. Hanya sendiri? Tentu tidak. Ia juga membangun jaringan dengan banyak kota, sehingga tiap-tiap kota bisa saling mendukung untuk menjadi kreatif. Hal ini diperlukan karena tiap kota memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Alhamdulillah pembangunannya sudah dimulai dan bisa dilihat sendiri di Jl. Laswi, dan semoga akhir tahun sudah beres dan bisa diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

02_BCC

BANDUNG SEBAGAI CREATIVE CITIES NETWORK

Kreatifitas memang harus ditumbuhkan. Oleh karena itulah dirinya begitu mendukung jika Pemkot Bandung berupaya mewujudkan predikat Kota Bandung sebagai jaringan kota kreatif (Creative Cities Network) dalam UNESCO pada 2016. Tahun lalu Kang Emil mengatakan, “Kita akan bikin tiga creative center sekaligus. Belum pernah dilakukan kota lain di Indonesia. Lokasi pertama di Jalan Laswi. Yang kedua menggunakan fasilitas gedung Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jalan Braga. Satu lagi di Jalan Anyar Kiaracondong dengan luas 7 hektar. Itu tanah PGN juga. Di sana namanya Innovation Center, bakal ada mesin laser untuk motong besi dan mesin-mesin mahal yang tidak mungkin bisa dibeli individu. Jadi bisa buat prototipe apa saja di sana.”

Pembangunan Bandung Creative Center sendiri akan dimandori langsung oleh Kang Emil. Hal ini dikarenakan desain bangunannya yang cukup rumit. Ada banyak komponen bangunan berbentuk poligon, jelas desain seperti ini konon belum pernah ada di Indonesia sebelumnya. Targetnya adalah tepat waktu dan hemat biaya. Pemkot Bandung ingin membuktikan kalau proyek pemerintah dapat diwujudkan dengan kualitas bagus dan anggaran yang wajar tanpa pengurangan spesifikasi. Kalau proyek ini selesai, diharapkan standar pembangunan gedung di Kota Bandung akan mengacu kepada standar yang diterapkan pada bangunan Bandung Creative Center ini.

“Bangunan BCC bukan bangunan biasa. Kalau secara logika membangunnya seperti bangunan lain, saya khawatir hasilnya biasa-biasa saja. Ini percontohan bangunan unik yang harus jadi istimewa. Saya membangun kemana-mana, masa di negeri sendiri tidak diawasi,” jelas Kang Emil. “Sehingga kalau ada turis kita arahkan melihat contoh terbaik ke sana. Ada juga bioskop kecil untuk ruang seminar dan menonton karya film atau TV dari anak-anak Bandung.”

Thailand Creative & Design Center (TCDC) | Sumber: makinteriors

Pada paragraf tiga di atas dijelaskan bahwa Bandung Creative Center inginnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Mengapa? Karena bangunan ini akan menjadi sebuah Creative Center Pertama di Indonesia. Kalau di tingkat ASEAN, sudah ada Creativity Center di Thailand, namanya Thailand Creative & Design Center (TCDC). “Di ASEAN, hanya Thailand yang punya. Jadi kalau kita bangun, kita yang kedua. Di Thailand hasilnya memang luar biasa, bisa mengakselerasi ekonomi kreatif. Kita punya harapan mengakselesrasi ekonomi kreatif Bandung dengan hadirnya bangunan ini.” Kang Emil berkeinginan, pusat industri kreatif tersebut mampu menginspirasi kota lain agar ekonomi kreatif ini lahir atas kontribusi dan inovasi dari pemerintah. Saat ini, kemajuan pembangunan Bandung Creative Center baru sekitar 15 persen. “Minggu depan, mulai persiapan untuk berkomunikasi dengan komunitas kreatif Bandung-nya karena nanti ada ruang-ruang yang harus dikelola,” tutup Kang Emil.[]

Yuk, ke Bandung Islamic Book Fair

ibukota buku sejagat atau world book capital
itulah yang ingin dicapai bandung di tahun 2017
kota yang begitu mencintai dan menghargai buku
sebagai bagian dari konsep bandung juara

Pameran-01

Continue reading “Yuk, ke Bandung Islamic Book Fair”

Produk Jutaan Rupiah Menanti Anda!

BBY-3

Ralat, ini bukan promo terselubung. Produk jutaan rupiah yang disebutkan di judul nyata adanya. Syaratnya cuma tiga, yaitu mengikuti lomba fotografi, lomba blogging, atau lomba live tweet. Pilih salah satu atau ketiganya ikut juga boleh. Bukan cuma itu, khusus untuk lomba blogging, karya pemenang akan dimuat di majalah bergengsi, yaitu National Geography Indonesia. Mupeng, gak?! Kapan lagi tulisan kamu dimuat di sana? Nah, syarat berikutnya untuk dapat mengikuti ketiga lomba di atas adalah HARUS mengikuti sebuah pesta asyik plus menarik pada hari Minggu, 27 Oktober 2013, di Car Free Day (CFD) Dago, Bandung. Pesta asyik ini adalah Bebersih Bandung Yuk (BBY) Jilid 10 yang diadakan oleh BATAGOR (Bandung Kota Blogger) dan disponsori oleh Outlive. Nanti, semua panitia dan peserta pesta ini akan disebut Relawan BBY#10.

Continue reading “Produk Jutaan Rupiah Menanti Anda!”