Met Milad, Pak

Ya, Bapak merayakan milad hari ini (1 Desember) yang ke-75. Tapi sudah dirayakan oleh anak-anak dan cucu-cucunya kemarin di Cileungsi. Di usianya yang sudah lewat ketentuan sunnah Rasul, Bapak termasuk kakek yang sangat bugar. Otot-ototnya masih tampak, pekerjaan sehari-hari di rumah seperti mencuci baju dan lain-lain masih dijalainya tanpa keluh kesah. Hanya saja olahraga favorit yang mengantarkan dirinya menjadi atlet tingkat kantor sudah tidak bisa dijalani lagi, yaitu bulutangkis.

Kenang-16

Bapak paling tengah, paling pendek

Continue reading “Met Milad, Pak”

Advertisements

Kitab Berbohong #1

Seekor burung melayang rendah melewati sebuah rumah di Blok C bernomor 17. Tanaman pagar berdiri kokoh melindungi halaman rumah itu dari serbuan debu jalanan, selebihnya tidak ada tanaman lain yang ditanam di tanah pekarangannya. Hanya lima buah pot tanaman anggrek yang tergantung rapi. Satu jemuran praktis yang sudah terlipat teronggok di samping rumah, dengan beberapa kain bekas. Pintu depannya terbuka penuh, memperlihatkan seorang anak lelaki berusia lima tahun yang sedang asyik bermain di tengah serakan mainannya yang berlainan jenis.

“Dede…, mandi yuk. Sebentar lagi bapak pulang,” terdengar suara sang ibu. Anak lelaki itu menoleh ke arah belakang. Matanya yang bening seolah mencoba memaknai ucapan ibunya barusan. Tak lama ia kembali me-ngeeeng-kan mobil ambulansnya menabraki mainan lainnya.

Continue reading “Kitab Berbohong #1”

Menambah Kreativitas

Satu setengah jam yang melelahkan. Satu setengah jam yang menguras keringat. Satu setengah jam yang jelas membuat nafas menjadi ngos-ngosan. Namun itulah satu setengah jam yang benar-benar menghasilkan. Melebihi penghasilan rutinya di luar sana. Itu baginya. Akan tetapi bagi sosok itu, inilah satu setengah jam yang melenakan. Satu setengah jam yang membuat tubuhnya merasa enteng dan enak.

Kesehariannya adalah penarik becak. Sebut saja Si Bapak. Pada saat sosok itu berangkat kerja, Si Bapak sudah duduk mencangkung di becaknya atau berdiri takjauh dari becaknya. Begitu pula saat saat sosok itu pulang kerja menjelang maghrib, Si Bapak masih berada di sekitar becaknya. Si Bapak adalah penarik becak di daerah Papanggungan. Ia berjuang bersama rekan-rekan sesama penarik becak yang jumlahnya lebih dari sepuluh untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Continue reading “Menambah Kreativitas”