Bike Lane di Kota Bandung

Bandung, MAARIF Institute. Pencemaran udara di Kota Bandung sudah memasuki tahap yang sangat mencemaskan. Penyebab utamanya adalah aktivitas sektor transportasi, yakni sebagai akibat dari jumlah kendaraan bermotor yang terus bertambah dan semakin tidak berimbang dengan ruas jalan yang ada. Sejumlah zat pencemar udara terdeteksi di Kota Bandung, antara lain karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), nitrogen dioksida (NO2), dan partikel debu (TSP).

Meski secara umum berada di bawah ambang batas, namun bila zat pencemar ini terakumulasi secara terus-menerus di dalam tubuh, maka hal itu berpotensi mengganggu kesehatan. Adapun polusi suara tercatat melebihi baku mutu di seluruh titik pengujian. Seperti apa program pemerintah Kota Bandung dalam menangani masalah lingkungan ini?

Continue reading “Bike Lane di Kota Bandung”

Bersepeda: Mari Bergerak

“Lack of activity destroys the good condition of every human being, while movement and methodical physical exercise save it and preserve it.” ~Plato

Sosok itu sangat suka bersepeda. Kawan-kawannya sudah mafhum akan hal itu. Tak perlu dipertanyakan lagi. Setiap hari bersepeda, sebagai transportasi untuk beraktivitas. Dan kalau sempat, Sabtu-Minggu juga bersepeda. Membuang keringat agar badan menjadi lebih segar. Seperti tadi malam. Menghadiri Sarasehan B2W se-Jabar sekaligus night riding keliling kota dan berfoto-foto di depan New Majestic serta Gedung Merdeka. Bersama kawan-kawan pesepeda tentunya.

Bersepeda adalah aktivitas mudah dan tidak terlalu berbahaya yang dapat meningkatkan kesehatan individual secara keseluruhan. Aktivitas ini dapat mengurangi beberapa resiko masalah kesehatan, misalnya penyakit jantung dan kanker. Bersepeda tidak hanya untuk berolahraga, tapi juga dapat dilakukan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari seperti bersekolah atau bekerja.

Salah satu penelitian (L. Andersen, 2000) menyebutkan bahwa pekerja yang bersepeda (bike to work) dapat menurunkan laju sampai 39% semua penyakit penyebab kematian. Bersepeda selama 30 menit setiap hari selama seminggu, ditambah dengan menjaga makanan dengan baik, dapat mengurangi berat badan jauh lebih baik dibandingkan dengan tiga kali aerobik selama seminggu (RE Andersen, 1999). Bersepeda juga memberikan efek positif pada kesehatan mental seperti tidak mudah stres dan lebih percaya diri (H. Boyd, 1998).

Continue reading “Bersepeda: Mari Bergerak”

Pentingnya Jalur Sepeda di Kota [Part 2 of 4]

New York adalah kota terpadat dari segi lalu lintas. Boleh dibilang kemacetan adalah kejadian sehari-hari yang tidak perlu diceritakan lagi. Sebagai salah satu kota dari negara maju, mereka pun ternyata tidak menganaktirikan sepeda. Bahkan bike lane atau jalur sepeda pun sudah disediakan. Namun hal ini tidak bisa dijadikan patokan kalau pesepeda di sana sudah dimanjakan. Hampir semua warganya mengatakan kalau bersepeda di Kota New York adalah tindakan bunuh diri. Perlu keberanian yang luar biasa untuk menembus kepadatan lalu lintas di kota besar itu dengan sepeda.

Loh, ada apa sebenarnya? Pemerintah New York pun akhirnya mengadakan studi banding tentang jalur sepeda ke beberapa kota dunia seperti Koppenhagen, Paris, Amsterdam, Bogota, dan semacamnya. Akhirnya mereka pun mengetahui kalau jalur sepeda di New York salah dalam tata letaknya. Mereka meletakkan jalur sepeda di antara tempat parkir dan jalan raya, sehingga jalur sepeda itu kebanyakan habis untuk tempat parkir dan para pesepeda pun tetap berjuang keras di tengah-tengah jalan raya yang padat. Sementara di kota-kota lain yang dijadikan studi banding, jalur sepeda ditempatkan di antara pedestrian dan tempat parkir. Bahkan antara jalur sepeda dan tempat parkir pun di sediakan pembatas yang aman (sementara di Bogota, pembatas yang dipakai juga ditanami beberapa tanaman yang indah dan menarik).

Continue reading “Pentingnya Jalur Sepeda di Kota [Part 2 of 4]”