Memenuhi Harapan Kakak

“Bi, lihat, deh. Ini tabungan Kakak selama ini. Kalau Abi butuh ambil saja, nanti Kakak bisa menabung lagi. Lagian Kakak sudah mulai mengurangi uang jajan agar bisa nabung setiap hari.”

Sedih. Miris. Seolah ada jarum-jarum kecil yang secara tiba-tiba hadir di dalam hati. Menusuk-nusuk tanpa memedulikan inangnya yang sedang jatuh. Sebagai orangtua, siapa yang tidak ‘mbrebes mili‘ saat seorang anak mengatakan kalimat seperti di atas. Di satu sisi ada kebanggaan bahwa anak yang baru duduk di kelas 5 SD sudah begitu mulia dan pengertiannya memahami kondisi keuangan keluarga. Tapi di satu sisi, ada rasa malu dan hina. Ya, kehidupan memang tidak selamanya indah. Laksana roda yang terus berputar—entah perlahan atau cepat—atau kadang ngetem pada waktu yang tidak disangka-sangka, kehidupan seseorang tidak selamanya di atas. Dan kalimat Kakak di atas, tentu saja terjadi saat sosok itu sedang berada pada ekonomi kasta terbawah.

Continue reading “Memenuhi Harapan Kakak”

Advertisements

Hey, It’s My Birthday!

Tak terasa waktu telah berlari begitu cepatnya. Tahu-tahu, sekarang sosok itu sudah berkeluarga dengan dua putri dan telah tujuh tahun menggowes bersama Spidi. Tahu-tahu, sekarang sosok itu telah berkurang lagi usianya dan sudah muncul satu per satu rambut putih di rambut, janggut, maupun hidung. Lalu, apa yang sudah ia dapatkan selama ini?

Tengah malam, tepat pada pukul 00.05 ketika 31 Agustus baru saja membuka mata, sang belahan jiwa sudah mengirimkan sebuah pesan pendek, “Honeybunnyku, met ultah ya. Banyak harapan yang belum kita capai dan terlalu banyak PR. Renungkan dengan bertambahnya usia Abi. Apa yang sudah Abi capai untuk diri sendiri, Umi, dan anak-anak? Mau dibawa kemana kita bertiga sama Abi sebagai imam kita? Doa Umi selalu untuk Abi yang terbaik.” Dan pesan itu diakhiri dengan ikon ‘kiss’.

Me-05

Continue reading “Hey, It’s My Birthday!”