Keluarga Sehat Tercipta dari Ibu Hebat

Bunda, masih kudengar petuahmu bergetar | waktu kutertegun di ambang pintu | melepaskan diriku dari pelukmu: | “Hati-hati di rantau orang, anakku sayang | Berkata di bawah-bawah, mandi di hilir-hilir | Dimana bumi dipijak di sana langit dijunjung.” (Kerabat Kita karya Sutan Takdir Alisjahbana | 1962)

Yeay! Ada yang tahu saat ini hari apa? Hari Sabtu. Benar, tetapi yang lebih tepat adalah Hari Ibu, yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2018. Hari yang begitu spesial karena ibu memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Tidak hanya sekadar mengasuh dan mengelola rumah tangga, ibu memiliki tugas yang lebih besar lagi seperti memastikan kesehatan dan kesejahteraan anggota keluarga. Setuju, kan?

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen bahwa salah satu program besarnya adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Nah, untuk menuju target kesehatan masyarakat tersebut maka langkah yang paling strategis harus dimulai dari keluarga. Dengan begitu, peran ibu sangat penting untuk mendorong keberhasilannya. Ibu memiliki peran kunci dalam perbaikan gizi keluarga sebagai langkah awal menciptakan kebiasaan sehat dalam keluarga.

Continue reading “Keluarga Sehat Tercipta dari Ibu Hebat”

Advertisements

LPS Adalah Sahabat Nasabah

Sosok itu jadi teringat dengan masa kecilnya. Di samping rumah saat masih tinggal di Komp. PLTU Tanjung Priok, ada kandang ayam yang tiang-tiangnya terbuat dari bambu. Almarhum Bapak melubangi salah satu tiang bambu itu berbentuk garis horizontal, sehingga cukuplah untuk memasukkan uang koin atau uang kertas. Dari cerita yang simpang siur, dikatakan bahwa itu adalah celengan salah satu orangtuanya. Mungkin Almarhumah Ibu. Wallahu’alam. Terlepas benar atau tidak, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang masih menabung ala tradisional. Baik di bambu-bambu, di bawah tempat tidur, di tong, atau bahkan di loteng. Di mana saja yang dianggap aman.

Awal tahun ini, seorang petani tua di Desa Kedungrejo, Madiun, harus mengikhlaskan rumahnya yang hangus terbakar. Tidak hanya rumah, api yang diduga dari listrik konslet juga membakar uang tabungannya yang berjumlah Rp25 juta. Prayitno, anak keempatnya, menjelaskan bahwa ia tidak tahu kalau bapaknya menyimpan uang sebanyak itu. Uang tunai yang terdiri atas berbagai pecahan itu dikumpulkan dari hasil penjualan sawah. Uang tersebut lalu disimpan di dalam tas kresek dan dimasukkan ke dalam glangsing alias wuwung genting. Sedih gak, tuh? Memang sih ada sebagian uang yang tidak terbakar, jumlahnya sekira Rp1 juta. Tapi ya perbandingannya jauh banget. Prayitno berharap uang yang terbakar tersebut bisa ditukar. Nah, bisa gak?

Continue reading “LPS Adalah Sahabat Nasabah”

Menjahit (Kembali) Merah Putih Ala Blogger Bandung

Senin, 11 Desember 2017 | Tidak ada angin kencang atau hujan badai. Siang menjelang sore itu tampak normal saja, dia hanya perlu mempercepat motornya melaju dari RS Muhammadiyah menuju ke daerah Cihampelas. Setelah menjemput #SangBelahanJiwa yang baru beres dinas, tentu dirinya tidak ingin terlambat sampai di tempat. Khawatir tenaganya diperlukan di sana. Perjalanan yang panjang dan tidak terlalu macet. Melewati jalan Laswi, Riau, Bengawan, hingga akhirnya menembus ke Cilaki melewati samping Kantor Pos di Gedung Sate. Dan di sanalah kejadian itu terjadi, seorang polisi menghentikannya tepat sebelum melewati Gasibu. Asli, baru kali ini terjadi pada dirinya setelah memiliki SIM C lebih dari 10 tahun.

Sosok itu seperti biasa tidak terlalu panik, biasa saja, karena memang merasa tidak bersalah dan surat-surat pun lengkap. Dia meminggirkan motornya lalu menjawab beberapa pertanyaan standar. Ternyata masalahnya ada di lampu utama yang mati beberapa hari ini, tetapi lampu sampingnya masih menyala sehingga dia beranggapan tidak apa-apa sebelum siap masuk bengkel. Sang polisi memaklumi, tetapi tampak sekali kalau ia tidak puas sehingga meminta sosok itu untuk masuk ke dalam posnya. Baiklah. “Jadi … Bapak saya tilang dan nanti harus menjalani sidang di pengadilan. Apakah Bapak punya waktu?” Pertanyaan yang biasa tetapi dengan bahasa tubuh yang tidak biasa. Dia melirik ke samping, di sana seseorang yang juga kena tilang mengeluarkan uang. Ini gak bener, bisik hatinya. Dia tidak suka dengan penyuapan.

Continue reading “Menjahit (Kembali) Merah Putih Ala Blogger Bandung”

7 Tips Membuka Warung

Ceu Jutek lagi jaga warung. Seperti biasa, dia asyik main hape. Jajang, pemuda kampung sebelah datang, lalu celingukan. Ceu Jutek tahu ada yang datang. Dia melihat sebentar. “Ya?” katanya. Jajang membuka mulut, “Anu … eee.” Dia diam, menggaruk-garuk kepalanya. “Eh, gak jadi.” Lalu pergi meninggalkan warung Ceu Jutek. Sementara itu Mpok Murse lagi membersihkan dagangan warungnya dengan kemoceng. Warungnya gak terlalu jauh dari milik Ceu Jutek. Jajang ternyata datang ke warungnya, celingukan.

Mpok Murse tersenyum, “Mangga, Jang. Bade meser naon?” Jajang ikut tersenyum, “Ini, Mpok, mie goreng sambal matah.” Mpok Murse segera mengambil barang tersebut, lalu menyerahkannya. “Jang, Mpok mah kalau makan mie goreng resep pisan ngangge ndok. Raosss pisan. Udah gitu Mpok mah kudu ngangge sambel bangkok. Rasanya … uhhh edunnn lah.” Wajah Jajang sumringah, “Serius, Mpok?” Mpok Murse mengangguk. Taklama, Jajang keluar dari warung sambil membawa keresek berisi mie goreng, telur, dan sambal bangkok. “Hatur nuhun ya, Jang!” teriak Mpok Murse.

Continue reading “7 Tips Membuka Warung”

Diari Anin: Pengalaman Membuat Pizza

Pagi itu aku bahagia sekali. Di atas motor, aku dan Arvi tertawa dan terus bercerita. Meski perjalanannya jauh dari Binong ke Cihampelas, aku senang-senang saja karena nanti bakalan bisa berenang di sebuah hotel. Iya, sejak beberapa hari yang lalu Abi memang menjanjikan aku untuk bisa berlibur di hotel. Padahal saat itu aku lagi gak enak badan. Katanya, “Adik harus sembuh ya … nanti kalau sembuh Abi akan ajak Adik berenang di hotel hari Sabtu.” Aku pun langsung bersemangat dan berkata, “Iyes!” Dan pagi itu, di hari Sabtu yang dijanjikan, akhirnya aku dan Arvi benar-benar diajak pergi. Aku senang Abi menepati janjinya. Oya, Arvi adalah sepupuku yang masih duduk di kelas 2 SD, di sekolah yang sama di SDN Karang Pawulang.

Continue reading “Diari Anin: Pengalaman Membuat Pizza”

GERMAS: Sehat Itu Mudah, Kok!

Kemping adalah aktivitas yang menyehatkan

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat — Sehat itu mahal. Namun tidak banyak orang yang menyadari tentang hal ini. Mereka baru merasakan setelah mengalami apa yang dinamakan dengan … sakit. Biaya pengobatan tiba-tiba saja membengkak tanpa bisa ditawar-tawar. Belum lagi masalah administrasi yang bagi sebagian orang berkesan ribet. Siapa sih yang mau sakit? Itulah yang terjadi dengan masyarakat Indonesia saat ini. Padahal, jika mereka mau usaha sedikit saja dan melakukan aktivitas yang sederhana dan kontinyu, insya Allah pasti bisa menjaga kesehatan dan tidak perlu sakit. Dan cara ini tidak mahal, kok.

Sedih dan ngeri kalau membaca berita tentang dunia kesehatan di media massa. Bagaimana saat ini, katanya Indonesia tengah menghadapi tantangan serius berupa beban ganda penyakit. Selalu saja media massa itu, dan bahkan di lingkungan RT/RW, ada kabar tentang orang yang masuk rumah sakit (termasuk meninggal) karena sakit seperti stroke, jantung, dan kencing manis. Penyakit yang terbilang ngeri, padahal ketiga penyakit itu termasuk penyakit tidak menular (PTM). Padahal kalau diingat-ingat, dahulu penyakit yang dianggap menyebabkan kematian atau sakit parah adalah penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Tuberkulosis (TBC), dan Diare.

Continue reading “GERMAS: Sehat Itu Mudah, Kok!”

Berdamai dengan Alam di Maribaya Resort

Pagi masih malu. Tidak perlu bergegas untuk berjalan menuju ujung Gang Wakaf. Suara alam masih terdengar jelas meski di kota. Burung-burung, siuran angin, gemerisik dedaunan, dan juga aktivitas manusia yang terasa segar di pagi hari. Sampai di tempat yang dituju, Sandra sudah menunggu bersama beberapa tukang ojek yang memang biasa mangkal. “Baru juga sampai,” katanya tersenyum. Sosok itu pun mengangguk dan meneruskan percakapan. Mereka berdua kemudan bergerak di atas motor, menembus lalu lintas Kota Bandung yang masih sepi. Tidak butuh lama untuk sampai ke Jl. Batik Kumeli No. 23. Belum ada siapa-siapa di sana kecuali Kang Edo yang memang terbilang rajin, hingga kemudian muncullah Nchie dan Efi, para #BloggerBDG yang memang sudah janjian.

Resort01

Continue reading “Berdamai dengan Alam di Maribaya Resort”

KIA: Muncul dari Asia

Minggu, 27 April 2014. Pagi-pagi sosok itu sudah langsung menembus lalu-lalu lintas Jakarta, bergerak ke arah selatan, melewati jalan antar propinsi dan sarapan bubur ayam di Bogor, sedikit terjebak arus buka-tutup yang memang biasa terjadi di hari libur, merasakan hawa dingin dan ‘view‘ indah di Puncak, lalu berpanas-panas ria mulai dari Rajamandala hingga sampai Bandung. Ya, dia mengejar waktu menjadi seorang biker—sekalian mengantarkan motor yang sudah diperpanjang STNK-nya—agar bisa bertemu dengan kawan-kawan Blogger Bandung di BIP pukul 14.30. Dan … di pusat kota hujan pun turun tanpa diundang sehingga basahlah beberapa bagian tubuhnya hingga akhirnya selamat sampai di rumah, pukul 12 lebih sedikit. Perjalanan non-stop enam jam lebih.

Rasa kangen pada keluarga setelah ditinggal selama satu minggu akhirnya ketemu muaranya. Menikmati spageti buatan Sang Belahan Jiwa, sampai kemudian harus pergi lagi pada pukul 14.00 meski di luar sana hujan telah turun dengan derasnya. Enaknya bermotor ria di tengah hujan ini tentu saja tidak terlalu banyak saingan motor, mayoritas lebih memilih berteduh di pinggir jalan. Sosok itu sendiri tentu lebih memilih tidur di rumah kalau tidak ingat ada janji yang memang harus ditepati. Meski minim motor, tetap saja jalan Terusan Buah Batu dan Buah Batu macet total. Bergerak hanya sedikit demi sedikit, tidak bisa dikatakan merayap. Isinya tentu saja mobil. Dan sesampainya di Bandung Indah Plaza (BIP), pukul tiga sore kurang sedikit, dia bisa bertemu dengan kawan-kawan bloggernya. Sudah lama tak bersua jadi pertemuan itu begitu istimewa, apalagi di sana ada pameran sebuah produk mobil. Ini yang mau dibicarakan di sini. Mobil lagi mobil lagi hehehehe.

Continue reading “KIA: Muncul dari Asia”