Suara Hati Itu Bernama Etika

Entahlah, kok tangan ini gatel ingin ngomongin etika. Jadi keingetan seorang sahabat baik yang dulu sekantor dan sekarang makin bersinar dan biasa disebut sebagai Patika alias Papah Etika hehehe. Oke, etika itu ya moral. Aturan taktertulis tentang bagaimana seseorang atau kumpulan orang saling berkomunikasi. Dalam lingkup organisasi etika ini menjelma nama baru menjadi peraturan atau undang-undang. Kurang lebih begitu. Sederhananya, etika itu ya suara hati.

Jalan-11

Continue reading “Suara Hati Itu Bernama Etika”

Advertisements

Setiap Jiwa Memiliki Haknya

Semalam sosok itu merinding. Bergidik. Penjelasan seorang ustadz yang juga sahabat baik tentang warisan membuat hatinya terbuka. Ibu mertua sudah lama pergi. Bapak mertua pun pergi dan sedang menuju angka satu tahun. Waktu memang berkelebat laksana kilat. Banyak orang, mayoritas orang, sangat tabu membicarakan masalah warisan. “Nanti saja. Tidak baik membicarakan masalah itu.” Bahkan ada yang menjawab dengan istilah “Segan”. Sang ustadz tersenyum getir, “Itulah yang terjadi pada masyarakat kita. Mengutamakan hukum adat daripada hukum agama. Padahal warisan itu sudah harus dibuka saat salah satu dari kedua orangtua kita meninggal. Ini sudah hukum Allah dan Rasul-Nya. Dijelaskan begitu gamblang dan panjang lebar di awal-awal Surah An-Nisa dan ditutup lagi di akhir surah.”

Hati sosok itu dibuka paksa, dengan kelembutan. Terlalu lama menahan ihwal warisan berujung dosa besar dan membawa ketidakberkahan. Bersegera menyelesaikan warisan memberi keberkahan dan membuka tali silaturahmi, asal harus berdasar hukum Allah dan Rasul-Nya, bukan hukum adat. Bahwa anak laki-laki mendapatkan dua kali lipat anak perempuan, bahwa anak angkat tidak mendapatkan hak, semua sudah ada hitungan dan aturannya. Bahwa setiap orang ada haknya, termasuk sendi tulang yang ada di tubuh kita memiliki hak untuk disedekahkan dengan mendirikan Shalat Dhuha. Bahkan hewan dan tumbuhan juga memiliki haknya. Setiap jiwa ada haknya. “Sejengkal saja mengambil hak orang lain, maka laksana mengalungkan bara api di leher.” Naudzubillah. Dan pembicaraan berlanjut betapa sudah banyak orang menggunakan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas khusus (fasus) demi kepentingan pribadi. Di atas saluran air didirikan bangunan tambahan, seperti lahan parkir. Begitu seterusnya. Dan bayangan kalung bara api menggidikkan sosok itu. Ya Allah….

Continue reading “Setiap Jiwa Memiliki Haknya”

Siapa Sosok Itu?

Me-01Ingin sekali memulai tulisan ini dengan kata-kata bersayap. Kata-kata yang tidak hanya terucap begitu saja tetapi juga masih bergema di dalam hati meski sang empu tulisan sudah berkelana. Jadi, nggak usah lah, ya. Nah, sebelum bercerita panjang lebar tentang hal-hal yang terjadi, alangkah lebih baiknya sosok itu menjelaskan tentang apa dan siapa sosok di belakang blog ini. Bagi yang belum mengetahuinya, sosok itu adalah sebutan dari kata ganti saya, aku, atau gue dari Bang Aswi. Pemilihan kata ganti ini tentu saja menjadi hal penting mengingat sebuah blog pun memerlukan brand yang unik dan mudah diingat. Dan Bang Aswi adalah sosok apa adanya dari seorang desainer grafis yang kebetulan menyenangi dunia kepenulisan dan persepedaan. Oleh karena itu konten dari blog ini tidak akan jauh dari ketiga hal tersebut ditambah dengan aktivitas perblogan yang (lagi-lagi) tidak bisa dilepaskan dari dunia kepenulisan dan desain.

Continue reading “Siapa Sosok Itu?”

Blogger Bisa Apa?

Hutan Indonesia adalah kekayaan alam yang harus dijaga, sebuah keanekaragaman hayati negara yang perlu dilindungi. Kenapa? Hutan tidak hanya menyediakan oksigen untuk manusia tetapi juga menyerap karbondioksida. Hutan juga kaya akan gambut, yaitu lahan yang banyak mengandung karbon dengan ketebalan mencapai 1 hingga 12 meter. Hutan adalah rumah bagi hewan-hewan yang beberapa di antaranya masuk dalam kategori langka. Namun yang terjadi malah sebaliknya, degradasi dan deforestasi hutan terus terjadi.

Hutan dibabat, hutan dibakar, hutan dihancurkan, hutan digunduli, dan hutan diratakan. Lalu diganti dengan perkebunan atau pertambangan. Luas area hutan yang hilang pada 2009 telah mencapai angka 2,24 juta hektar, bandingkan dengan angka 397 ribu hektar pada 2003. Efeknya tidak hanya terjadi pada hutan semata, tetapi kota pun menjerit. Penyakit ISPA akibat asap pembakaran hutan makin meluas. Karbondioksida makin banyak di atmosfer dan menciptakan efek gas rumah kaca. Jika 200 tahun lalu hanya ada 275 parts per million (ppm) karbondioksida, kini ternyata sudah mencapai lebih dari 390 ppm.

Continue reading “Blogger Bisa Apa?”

D’Blogger Run Perdana

Pagi yang segar. Burung bercicit di kejauhan. Meski kesiangan, sosok itu langsung bergegas mempersiapkan diri. Si Hottie Biru sudah siap di teras. Cek tekanan ban aman, tinggal berdoa semoga pedal tidak bermasalah karena sudah sebulan ini memang lagi ‘sakit’ dan harus diganti. Kaos ganti, sarung, dan jas hujan dimasukkan ke dalam tas pannier yang dibeli dari Pak Bayu. Tas pannier ini diletakkan di bawah sadel. Bismillah. Acara ngaboseh di Jakarta pun dimulai dengan menyusuri jalan Perintis Kemerdakaan, Kayu Putih, Pemuda, Pramuka, hingga sampai di Bunderan HI. 12 kilometer jarak tempuhnya.

Baru kali ini sosok itu bisa mencicipi CFD Jakarta. Ternyata sangat crowded. Benar-benar lautan manusia, baik yang berjalan, berlari, dan bersepeda. Campur aduk. Kecepatan lari dan bersepeda dijamin tidak maksimal. Harus ada tenggang rasa tampaknya. Sms ke Kajol dan ada tanggapan bahwa dirinya ada di depan Plaza Indonesia, di antara sepeda onthel. Celingak-celinguk di antara sepeda-sepeda bersejarah itu, akhirnya ketemulah Kajol yang berkumpul bersama Melly, Arie Goiq, dan Alfa. Kemudian saling lambai dan lempar senyum. Belum sempat Si Hottie Baru dimasukkan ke antara sepeda onthel, Melly sudah bersuara, “Boleh pinjam nggak, Bang?” Tentu saja sosok itu mengiyakan. Sadel pun dipendekkan dan sepeda diserahkan ke Melly.

Continue reading “D’Blogger Run Perdana”

Xplore Xperience the Xcitement

Mall di Jakarta

Ini undangan kedua bagi sosok itu di tahun 2014 ini. Setelah menikmati pedasnya Nasi Goreng Gila, dirinya langsung ‘take off‘ menuju Jakarta. Setelah paginya mencoba ngagowes di tengah banjir di beberapa titik jalan, sosok itu pun akhirnya bisa nongkrong di FX Sudirman. Ngapain? Ya kopdarlaaah … sama teman-teman blogger Jakarta.

Continue reading “Xplore Xperience the Xcitement”

Ngobras Panser ala Blogger BDG

Mengapa mesti galau?
Sedang dunia ini tidak hanya ada kau
Masih ada dia, dia, dia, dan mereka
Dan di sinilah kita bisa berteriak, “No Galau, Kaaa!”

Sudah tiga hari ini sosok itu berlari. Dimulai sejak hari Senin, 6 Januari 2014, dengan hasil berlari sejauh 1.23 km interval tiga kali jalan. Setelahnya paha sedikit sakit sehingga hari Selasanya istirahat dulu. Sebenarnya total jaraknya bisa lebih dari itu, yaitu sekira enam kali trek lari resmi di Sabuga alias 2.4 km, hanya saja sosok itu memfokuskan diri pada jarak tersebut biar dapat melihat progres per harinya. Hari Rabu lari kembali dengan hasil lebih baik, yaitu lari 1.23 km interval dua kali jalan. Hari kedua itu napas rada tersengal karena faktor asma yang hampir kambuh. Dan hari ini bisa lari 1.23 km interval dua kali jalan. Memang sama, tetapi dari sisi napas jauh lebih baik dan tidak terlalu capek, bahkan bisa menambah jarak lari sampai 0.8 km lagi.

Continue reading “Ngobras Panser ala Blogger BDG”

Menjadi Blogger yang Bermanfaat

“Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR. Thabrani dan Daruquthni)

Menjadi bermanfaat adalah dambaan dan harapan semua manusia. Kehadirannya sangat dinantikan dan saat hadir seolah tidak ada keburukan pada dirinya. Semua manusia ingin berteman dan tersenyum padanya. Sungguh indah. Tidak ada manusia yang ingin menjadi tidak berguna dan tidak bermanfaat. Bahkan artis-artis dunia seperti Aaliyah, Elle Macpherson, Evan Rachel Wood, Enrique Iglesias, Mariah Carey, dan lain-lain pun mengatakan bahwa diri mereka adalah orang yang baik, orang yang bermanfaat. “I believe in love, children, and being a good person,” kata Leighton Meester.

Being a good person’ tidaklah mudah. Perlu waktu bertahun-tahun untuk membuktikan pada masyarakat luas bahwa diri kita ini memang baik. Akan tetapi menjadi manusia yang jahat tidak memerlukan waktu lama. Hanya satu perbuatan buruk saja, gelar ‘good person’ yang kita sandang bisa hilang. Itu baru menjadi manusia yang baik. Lalu bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat? Sebenarnya sebelas duabelas karena menjadi ‘good person’ pada akhirnya secara tidak langsung akan bermanfaat juga.

Continue reading “Menjadi Blogger yang Bermanfaat”