Fragmen di Fukuoka dan Karatsu

Aswi | Fukuoka | Jepang

Jepang-01#1 Suasana Masjid An-Nour Fukuoka selepas shalat Subuh berjamaah. Imamnya kali ini dari Syria karena jamaahnya memang mayoritas dari Indonesia, Timur Tengah, Malaysia, dll. An-Nour adalah masjid pertama yang berdiri pada 2009 dan pertama di Pulau Kyushu. Masjid ini diinisiasi oleh Asosiasi Mahasiswa Muslim Universitas Kyushu (KUMSA) selama 11 tahun (1998–2009). Lokasinya tak jauh dari Stasiun Hakozaki.

Continue reading “Fragmen di Fukuoka dan Karatsu”

Liputan Datsun Risers Expedition Sulawesi

Datsun Risers Expedition (DRE) Gelombang II Etape 1 rute Manado ke Gorontalo telah selesai. Setelah itu, PT. Nissan Motor Indonesia (NMI) juga melepas para risers Etape 2 dari dealer Nissan-Datsun Palu. Mereka akan mengeksplorasi tanah eksotis dari Palu ke Toraja pada 15-17 September dengan menggunakan kendaraan Datsun GO+ Panca. Alhamdulillah #BloggerBDG yang terdiri atas Ali Muakhir, Ade Truna, dan Bang Aswi turut mengambil bagian di Tim Datsun 1. Mereka bertiga sudah tiba di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu pada hari Senin (14/9) pukul 8:30 WITA.

DatsunRiserExpedition_1

Continue reading “Liputan Datsun Risers Expedition Sulawesi”

Kopdar Tanpa Gadget ala Bandung

“Halo Bloggers…
Bulan puasa ini ada acara ngabuburit
atau buka bareng gak?”

Itulah pesan pertama yang dikirimkan Teh Eka pada hari Sabtu (20/6/2015) tepat pada pukul 5:50 AM ke inbox bersama. Hanya sosok itu, Nchie, dan Meti. Sederhana, tapi membuka peluang silaturahmi. Obrolan pun disahut dan akhirnya saling sahut-menyahut hingga menjelang siang. Kesimpulannya #BloggerBDG mendapatkan fasilitas dari #KaosGurita untuk menyelenggarakan acara buka bersama. Pokoknya, Teh Eka hanya mewanti-wanti, “Konsepnya mah saya bisa nyediain tempat dan makanan aja hihihi….” Alhamdulillah. Belum sempat sosok itu menyempurnakan senyumannya, Teh Eka kembali nulis, “Paling tambahannya saya nyediain doorprize juga deh. Intinya sih pgn bikin Ngabuburit & Bukber Blogger Bageur.”

Continue reading “Kopdar Tanpa Gadget ala Bandung”

Nge-Date di Decobar

Nge-date atau berkencan dengan sang belahan jiwa boleh dibilang amat jarang. Mungkin kalau bersama anak-anak, sudah lumayan banyak. Tapi berbeda kalau–catat ya– … hanya berdua. Dan misalnya neh ada kesempatan untuk berkencan, tentu akan diusahakan semaksimal mungkin. Meski jujur, sosok itu tidak terlalu paham bagaimana mempersiapkan kencan yang istimewa. Apalagi kalau sudah berbicara tentang pemilihan tempat dan pemilihan makanan. Ampun, deh. Mending dipilihin saja tempatnya di mana dan makannya sudah diperkirakan apa. Parah, ya? Syukur-syukur gretongan hehehe….

Kuliner-18

Continue reading “Nge-Date di Decobar”

Kebahagiaan Ramadhan dengan #LoveBerbagi

Besarnya manfaat dari internet tidak terbantahkan lagi
Layanan internet berkualitas sudah pasti diharapkan

Jarak 11K sudah ditempuh dalam waktu hampir 1 jam. Dengan ber-Spidi tentu saja. Menjelang siang, lalu lintas di Jl. Bubat sampai Riau memang padat. Selalu saja ada motor atau mobil baru yang terlihat. Sosok itu tetap menikmati acara bersepedanya. Teknologi terus berkembang, dan persaingan tidak bisa dielakkan. Tidak hanya kendaraan, internet pun telah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia saat ini, bahkan masyarakat dunia. Internet telah menjelma menjadi kebutuhan pokok yang harus tersedia setiap menit. Siapa cepat, dia yang terpilih. Siapa murah, semua akan beralih padanya. Lebih dari itu semua, tentu layanan yang berkualitas akan tetap di hati.

Continue reading “Kebahagiaan Ramadhan dengan #LoveBerbagi”

Bandung Di Balik #WonderfulKAA

Ide tidak hanya sekadar kata
atau apapun yang teraudiokan dan tervisualkan
hingga bisa ditangkap oleh indera manusia.
Ide adalah sumber energi dari sebuah kreativitas
yang tidak hilang meski acara untuk ide itu telah selesai
~ Bang Aswi, 2012

Bandung. Ah, kota ini seperti tidak ada habis-habisnya untuk dibahas. Untuk diulik. Untuk diceritakan. Selalu ada cerita yang lebih spektakuler dari sebelumnya. Dari sudut manapun. Bisa jadi dikarenakan letak Bandung yang berada di dalam wajan raksasa bernama Cekungan Bandung. Semua ide selalu terendap, tidak menguap begitu saja. Bisa jadi karena faktor walikotanya yang selalu mengeluarkan banyak ide dengan kota tercintanya. Atau bisa jadi karena orang-orang yang tinggal di dalamnya. Warganya yang begitu peduli dan perhatian pada kotanya yang unik dan cantik ini. Semuanya bersatu padu hingga akhirnya menghasilkan karya yang tidak pernah habis. Dari kuliner, hingga berbagai event yang akhirnya mendunia seperti gelaran Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015 kemarin.

Continue reading “Bandung Di Balik #WonderfulKAA”

Jalan Pemimpi Menjadi Pemimpin

A leader is best when people barely know he exists, when his work is done, they will say: we did it ourselves – Lao Tzu

Bagi Anda yang telah memiliki anak, seberapa sering Anda menghabiskan waktu bersama mereka? Yup, tanpa disadari bisa jadi waktu efektif kita sebagai orangtua bersama anak-anak ternyata sedikit sekali jika dibandingkan dengan waktu kita bersama kawan-kawan di kantor atau di lingkungan dimana kita beraktivitas. Bahkan, terlalu sedikit. Ada beberapa, bisa jadi banyak, para orangtua yang berangkat kerja saat anak-anaknya belum bangun, lalu pulang ke rumah saat anak-anak sudah terlelap. Yang bisa dilakukan olehnya hanyalah memandang wajah teduh mereka yang entah lagi memimpikan apa. Lalu bagaimana dengan sosok itu?

Dia tidak jauh berbeda. Itulah mengapa dirinya memutuskan untuk resign sekira dua tahun lalu. Harapan tertingginya pada saat itu adalah bisa mendampingi anak-anaknya setiap hari. Tetapi hidup memang tidak semudah yang diteorikan atau direncanakan. Masih saja waktunya jauh lebih sedikit dari waktunya bercengkerama dengan orang lain. Sebagai seorang pemimpin di sebuah ruang bernama keluarga, dirinya terlalu banyak kekurangan. Masih banyak pelajaran atau ilmu yang harus digali agar bisa menjadi kepala rumah tangga yang paripurna. Itulah mengapa jika ada waktu yang bisa digunakan demi kebersamaan dirinya dengan anak-anak, akan dipaksakan. Dan itu juga yang dia lakukan saat mengajak Kakak Bintan ke sebuah tempat makan yang mengasyikkan di daerah Dago, bernama Noah’s Barn, menjelang makan siang.

Continue reading “Jalan Pemimpi Menjadi Pemimpin”

Setiap Jiwa Memiliki Haknya

Semalam sosok itu merinding. Bergidik. Penjelasan seorang ustadz yang juga sahabat baik tentang warisan membuat hatinya terbuka. Ibu mertua sudah lama pergi. Bapak mertua pun pergi dan sedang menuju angka satu tahun. Waktu memang berkelebat laksana kilat. Banyak orang, mayoritas orang, sangat tabu membicarakan masalah warisan. “Nanti saja. Tidak baik membicarakan masalah itu.” Bahkan ada yang menjawab dengan istilah “Segan”. Sang ustadz tersenyum getir, “Itulah yang terjadi pada masyarakat kita. Mengutamakan hukum adat daripada hukum agama. Padahal warisan itu sudah harus dibuka saat salah satu dari kedua orangtua kita meninggal. Ini sudah hukum Allah dan Rasul-Nya. Dijelaskan begitu gamblang dan panjang lebar di awal-awal Surah An-Nisa dan ditutup lagi di akhir surah.”

Hati sosok itu dibuka paksa, dengan kelembutan. Terlalu lama menahan ihwal warisan berujung dosa besar dan membawa ketidakberkahan. Bersegera menyelesaikan warisan memberi keberkahan dan membuka tali silaturahmi, asal harus berdasar hukum Allah dan Rasul-Nya, bukan hukum adat. Bahwa anak laki-laki mendapatkan dua kali lipat anak perempuan, bahwa anak angkat tidak mendapatkan hak, semua sudah ada hitungan dan aturannya. Bahwa setiap orang ada haknya, termasuk sendi tulang yang ada di tubuh kita memiliki hak untuk disedekahkan dengan mendirikan Shalat Dhuha. Bahkan hewan dan tumbuhan juga memiliki haknya. Setiap jiwa ada haknya. “Sejengkal saja mengambil hak orang lain, maka laksana mengalungkan bara api di leher.” Naudzubillah. Dan pembicaraan berlanjut betapa sudah banyak orang menggunakan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas khusus (fasus) demi kepentingan pribadi. Di atas saluran air didirikan bangunan tambahan, seperti lahan parkir. Begitu seterusnya. Dan bayangan kalung bara api menggidikkan sosok itu. Ya Allah….

Continue reading “Setiap Jiwa Memiliki Haknya”