Catatan Kosong

Entahlah. Ini hanyalah catatan kosong. Sebuah catatan yang tidak mengandung nilai apa-apa. Sebuah jalan buntu yang membuat kita mengeluh sesaat, hingga balik kembali untuk mencari jalan lain. Dan kekosongan waktu telah membutakan kita. Membunuh penglihatan kita secara … perlahan-lahan.

Dan kini gelas itu telah kosong. Benar-benar telah melompong. Setelah sebelumnya terisi air bening yang jatuh dari langit. Air bening pembawa ketenangan. Keteduhan sesaat yang menyegarkan. Kedamaian kosong yang membuat kita menari tanpa sadar. Dan kekosongan hati telah menulikan telinga kita. Membunuh pendengaran kita secara … perlahan-lahan.

Dan siapakah kita … di jagad yang mahaluas ini?

NB: Kawan-kawan masih bisa membaca tulisan di atas dengan cara tertentu. Mungkin ada kawan-kawan yang mengetahuinya? Cobalah saling sharing pada kolom komentar … ^_^

Advertisements

Alhamdulillah….

Sedang menikmati indahnya suasana. Hari-hari yang indah walau ada lelah dengan suami yang luar biasa pengertian: yang nggak pernah marahin [paling ngomel-ngomel :))]. Dengan segala kelebihan dan keterbatasannya, alhamdulillah semakin harinya semakin sayang aja.

Dengan dua putri yang cantik. Sangat menyenangkan hati. Kakak Bibing yang melankolis tapi penuh perhatian. Yang nggak pernah puas mencari dan mencoba hal-hal baru. Yang nggak pernah lelah belajar. Anak yang penuh semangat persis seperti abinya: selalu serius mengerjakan sesuatu. Belakangan ada kemajuan bisa melawan :). Biasanya, kan, kalau diganggu sepupunya atau adenya, hanya bisa diam dan menangis.

Continue reading “Alhamdulillah….”