Kisah Baju Batik Berwarna Cokelat

Lelaki tua itu menatap wajah istrinya dengan lembut. Menunggu.

“Maaf, mungkin pertanyaan ini terlalu telat. Tapi aku penasaran.”

“Soal apa, Bu?”

“Soal baju itu. Baju batik yang sering kaukenakan untuk mengisi ceramah di berbagai tempat itu. Kenapa baju itu yang sering kaukenakan. Bukankah masih banyak baju lain yang lebih bagus dan lebih layak?”

Continue reading “Kisah Baju Batik Berwarna Cokelat”

Advertisements

5 Cerita Pengingat

Kali ini hanya kumpulan atau lebih tempatnya semacam pengingat bahwa sosok itu pernah bercerita tentang 5 (lima) hal yang menarik dalam hidupnya. Lima peristiwa ini begitu berkesan dan takada salahnya dimunculkan kembali sebagai pelepas rasa dahaga. Rasa dahaga bahwa kehidupan itu begitu luar biasa dan takboleh lengah sedikit pun, bahkan pada peristiwa yang sepele sekalipun. Apa saja itu?

Continue reading “5 Cerita Pengingat”

Kiriman 2 Buku

Seharusnya sosok itu telah menulis tentang hal ini beberapa waktu yang lalu karena memang tulisan ini lebih ‘fresh’ kalau ditulis pas hari H. Namun apa daya, dengan dalih kesibukan dan lain sebagainya jadilah tulisan ini dimuat sekarang. Ya, ini berkaitan dengan cerita “Cinta Takbutuh Alasan” yang berhasil memenangkan sebuah lomba tentang pengalaman nge-blog. Meski bukan juara utama, namun sosok itu merasa senang ikut meramaikan dan juga mendapatkan kiriman berupa paket buku.

Dan sosok itu telah lupa kapan paket buku itu sampai di rumahnya. Yang jelas, Mbak Anazkia sudah dua kali menanyakan tentang alamat sosok itu baik melalui email maupun inbox di fesbuk. Paket itu adalah berupa 2 (dua) buah buku yang merupakan keluaran Nulis Buku, yaitu “Jerawat Cinta” buah karya Fanny Fredlina dan “Pagi, Cappucino, Buku, Hujan, dan Aku” buah karya Non Inge.

Continue reading “Kiriman 2 Buku”

Lomba Cipta Cerpen Pemuda 2011

Kembali, Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI menggelar Lomba Cipta Cerita Pendek Pemuda 2011 yang diselenggarakan untuk memberikan apresiasi kepada pemuda yang berprestasi dan berbakat dalam bidang sastra. Selain itu Kemenpora juga ingin memberikan ruang, pengakuan, dan penghargaan terhadap pemuda Indonesia atas prestasi, karya, dan kreativitas sebagai inspirasi dan motivasi bagi kalangan pemuda.

Tahun ini, Lomba Cipta Cerpen Pemuda bertema “Ketika Pemuda Membangun Masyarakatnya”. Peserta adalah warga negara Indonesia dari unsur pelajar, mahasiswa, dan pemuda umum berusia 16 sampai 30 tahun.

Continue reading “Lomba Cipta Cerpen Pemuda 2011”

Kalimat Pembuka dan Kalimat Penutup

Salam, Anda akan sering mendengar saya membicarakan jenis-jenis keberanian yang disyaratkan oleh tugas penulisan. Salah satunya adalah keberanian yang dibutuhkan untuk melihat dengan dingin kalimat-kalimat atau paragraf-paragraf pada awal dan akhir cerita. Setelah melihatnya, Anda kadang memerlukan keberanian untuk menghapus kalimat atau paragraf itu.

Lihatlah paragraf pertama Anda yang menggambarkan malam itu dan pekuburan itu, yang berakhir dengan jeritan tersebut. Pertanyaan saya adalah: Apakah Anda benar-benar membutuhkan paragraf pertama ini? Akan tetapi, justru ini, demikian Anda akan berkata, yang memicu keseluruhan cerita. Cerita ini memang berkisah tentang jeritan yang agaknya datang dari pekuburan di tengah malam. Bagaimana bisa saya membuangnya? Mengapa saya harus membuangnya?

Continue reading “Kalimat Pembuka dan Kalimat Penutup”

Lomba Cerpen Bye-bye Office

Syarat Peserta:

  • Lomba menulis ini terbuka bagi siapa saja, tanpa batasan umur, gender, profesi, dan lain-lain.
  • Satu peserta hanya boleh mengirimkan maksimal 2 naskah.
  • Peserta membuat status ajakan lomba di Facebook sekreatif mungkin lalu tag ke fanpage MIC Publishing, atau membuat tweet dan mention twitter MIC Publishing disertai hashtag #byebyeoffice.

Continue reading “Lomba Cerpen Bye-bye Office”

Tulislah Apa yang Anda Tahu

Salam, naskah cerpen Anda, “Jeritan di Tengah Malam”, telah sampai di tangan saya untuk dinilai. Saya juga sudah membaca surat yang Anda sertakan bersama cerpen itu. Anda katakan bahwa Anda sering merasa tertekan dan terkucil karena tinggal di kota kecil dan bekerja menulis cerita. Saya paham. Kapan pun, menulis adalah pekerjaan yang sunyi. Pastilah sepi rasanya jika Anda satu-satunya orang yang menulis dalam radius bermil-mil. Saya gembira Anda melihat iklan kami di surat kabar, dan saya berharap bahwa ulasan saya terhadap karya Anda akan mengilhami Anda untuk menulis lebih banyak lagi. Sebenarnya, penciptaan cerita itu sendiri merupakan semacam jaminan melawan sepi karena Anda dapat menciptakan tokoh-tokoh yang terlibat dengan Anda. Lalu ketika karya Anda diterbitkan, Anda akan berkomunikasi dengan segala macam orang yang belum Anda kenal. Dalam The Cinderella Complex, Colette Dowling menulis: “Yang memaksa saya mulai menulis adalah, saya tidak ingin lagi sendirian.”

Continue reading “Tulislah Apa yang Anda Tahu”

Saksi Pencurian (Bagian 3)

Cerita sebelumnya….

Perlahan-lahan ia kembali mengucapkan salam sambil menyentuh bahu Ujang. Ujang terkejut dan tersipu malu ketika melihat Ustad Yusuf sudah ada di hadapannya. Setelah Ustad Yusuf mengucapkan salam kembali, barulah Ujang menjawab salam itu. Dan Ustad Yusuf segera duduk di sebelah Ujang. “Tidak baik melamun sendiri,” ujar Ustad Yusuf membuka pembicaraan. “Apalagi sore-sore begini.”

Continue reading “Saksi Pencurian (Bagian 3)”