D’Blogger Run Perdana

Pagi yang segar. Burung bercicit di kejauhan. Meski kesiangan, sosok itu langsung bergegas mempersiapkan diri. Si Hottie Biru sudah siap di teras. Cek tekanan ban aman, tinggal berdoa semoga pedal tidak bermasalah karena sudah sebulan ini memang lagi ‘sakit’ dan harus diganti. Kaos ganti, sarung, dan jas hujan dimasukkan ke dalam tas pannier yang dibeli dari Pak Bayu. Tas pannier ini diletakkan di bawah sadel. Bismillah. Acara ngaboseh di Jakarta pun dimulai dengan menyusuri jalan Perintis Kemerdakaan, Kayu Putih, Pemuda, Pramuka, hingga sampai di Bunderan HI. 12 kilometer jarak tempuhnya.

Baru kali ini sosok itu bisa mencicipi CFD Jakarta. Ternyata sangat crowded. Benar-benar lautan manusia, baik yang berjalan, berlari, dan bersepeda. Campur aduk. Kecepatan lari dan bersepeda dijamin tidak maksimal. Harus ada tenggang rasa tampaknya. Sms ke Kajol dan ada tanggapan bahwa dirinya ada di depan Plaza Indonesia, di antara sepeda onthel. Celingak-celinguk di antara sepeda-sepeda bersejarah itu, akhirnya ketemulah Kajol yang berkumpul bersama Melly, Arie Goiq, dan Alfa. Kemudian saling lambai dan lempar senyum. Belum sempat Si Hottie Baru dimasukkan ke antara sepeda onthel, Melly sudah bersuara, “Boleh pinjam nggak, Bang?” Tentu saja sosok itu mengiyakan. Sadel pun dipendekkan dan sepeda diserahkan ke Melly.

Continue reading “D’Blogger Run Perdana”

Advertisements