Seize the Day

Pertama kali saya mengenal kata ini dari “Dead Poets Society”, sebuah film fiksi (dirilis Juni 1989) yang ditulis oleh Thomas Schulman tentang dunia pendidikan di Akademi Welton, Vermont. Film yang disutradarai oleh Peter Weir dan dibintangi oleh Robin Williams ini menghabiskan dana $16,4 juta. Akan tetapi semua itu tidak sia-sia karena film ini berhasil memenangkan Piala Oscar untuk kategori ‘Writing Original Screenplay’ dan ‘BAFTA Award’ sebagai Film Terbaik, serta dinominasikannya Robin Williams sebagai Aktor Terbaik, Peter Weir sebagai Sutradara Terbaik, dan nominasi ‘Best Picture’. Sobat baraya juga bisa menemukan versi novelnya yang ditulis oleh Nancy H. Kleinbaum.

Saya menulis ini bukan tanpa sebab, yaitu bersamaan dengan lantunan “Seize the Day” oleh Avenged Sevenfold pada kedua telinga saya. Band aliran ‘hard rock’ asal Amerika ini terbentuk di Pantai Huntington, California. Mereka terkenal setelah mengeluarkan album “City of Evil” yang memuat lagu tersebut pada 2005. “Seize the Day” ditransliterasi dari bahasa Latin, yaitu “Carpe Diem” yang terdapat pada puisi klasik ‘Odes’ karya Horace.

Dum loquimur, fugerit invida aetas:
carpe diem quam minimum credula postero.

Saat kita berbicara, waktu telah melarikan diri:
Seize the day, sebagai bekal di masa yang akan datang.

Continue reading “Seize the Day”

Advertisements