Ikut Lomba: Bukan Sekadar Menang

Lebih baik gagal pada sesuatu yang kita cintai daripada berhasil pada sesuatu yang kita benci

Sudah berapa kali kamu ikut lomba? Dan sudah berapa kali kamu menang? Apakah kamu mengikuti lomba hanya bertujuan untuk menang? Ataukah kamu mengikuti lomba hanya sekadar mengasah kemampuan yang kamu miliki dan hanya sekadar bisa berpartisipasi untuk meramaikan event lomba yang bersangkutan? Jangan-jangan kamu termasuk orang yang tidak pernah mengikuti lomba karena faktor malu, minder, tidak ada guna, atau berpendapat: Itu, kan, hanya untuk orang-orang yang gila hadiah dan ingin narsis saja!

Apapun niatnya, tiap orang berhak untuk mengikuti lomba atau bahkan berhak untuk tidak mengikuti lomba. Lomba pada hakikatnya hanyalah salah satu sarana yang tidak atau bisa dimanfaatkan demi perkembangan kemampuan kita sendiri. Untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Sosok itu sendiri memanfaatkan lomba menulis sebagai ajang melatih kemampuan menulisnya agar tetap terjaga tiap waktunya dan sekaligus mengasah gaya kepenulisannya agar lebih baik lagi dari sebelumnya.

Continue reading “Ikut Lomba: Bukan Sekadar Menang”

Advertisements