Sudah Jelas, Dilarang Masuk!

Hujan. Basah. Kedinginan. Komplit. Itulah yang terjadi pada hari Selasa lalu, 9 Februari 2016. Sosok itu harus berkejaran dengan waktu menembus hujan yang seolah terus mengerahkan pasukannya untuk menyerangnya dari atas. Kuyup sudah. Tapi janji harus ditepati. Alhamdulillah dia tepat sampai di tempat pakir sebelum pukul 15.00. Dia pun berjalan ke lantai paling atas BTC Mall dengan rasa tidak nyaman pada sepatu dan celananya. Apa daya, semuanya basah. Sampai di Lobby XXI, sudah banyak x-banner tentang film yang akan ditontonnya. Beberapa kru juga hilir mudik dengan kaos hitam bergambar poster film. Sosok itu akhirnya menyapa dan tersenyum pada Raja Lubis, kawan yang mengundangnya.

Dingin yang menusuk dari pakaiannya seperti berkomplot dengan AC ruangan di dalam bioskop, menyerang bertubi-tubi pada dirinya. Film “Dilarang Masuk” persis seperti yang diprediksikan. Semakin membuat dirinya tidak nyaman. Alur yang datar. Kejutan-kejutan munculnya para hantu yang mudah ditebak. Efeknya sederhana saja … cukup dengan hentakan musik. Hingga cerita yang terlalu mengada-ada. Semua (kembali) seperti berkomplot untuk menyerang rasa ‘fun‘ pada sosok itu yang sudah dari awalnya serba menyebalkan. Belum waktu yang diundur dari rencana pukul 15.00 menjadi pukul 16.30. Semua yang ada di film horor inilah yang menyebabkan mengapa dia tidak terlalu suka dengan genre satu itu. Tidak menyenangkan sama sekali.

Continue reading “Sudah Jelas, Dilarang Masuk!”

Advertisements