Sembuh Tanpa Obat

Sebenarnya, tidak semua penyakit memerlukan obat-obatan. Boleh dibilang, sebagian besar penyakit malah tidak memerlukan obat. Sudah dari sananya, tubuh manusia memiliki pertahanannya sendiri, dengan cara-cara tertentu bagian dari tubuh sudah mampu untuk bertahan dan melawan penyakit. Pada sebagian besar keadaan, pertahanan alamiah ini jauh lebih penting bagi kesehatan daripada menggunakan obat-obatan. Sebagai contoh, manusia akan sembuh dari beberapa penyakit—termasuk batuk, cacar, gondong, malaria, diare, flu—dengan cara menjaga kebersihan, banyak istirahat, dan makan secara teratur. Ketiga cara ini boleh dibilang sebagai penyembuhan alami dalam menghadapi segala macam penyakit, dan sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu.

Yang perlu diketahui, sebagian besar orang tidak memahami bahwa penyakit yang menyerang mereka sebenarnya berawal dari tingkah laku mereka sendiri. Salah satu yang paling utama adalah tidak menjaga kebersihan. Efek dari kebersihan lingkungan yang tidak terjaga adalah penyakit-penyakit umum yang sering muncul pada pemukiman kumuh seperti diare, malaria, demam berdarah, typhus, dan lain-lain. Penyakit-penyakit itu muncul karena mudahnya serangga-serangga pembawa penyakit untuk berkembang biak semacam lalat, cacing, dan nyamuk. Belum lagi virus yang dapat menyebabkan penyakit seperti influenza yang mudah tersebar melalui media udara yang tidak sehat.

Continue reading “Sembuh Tanpa Obat”

Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat

Gunakan obat secara tepat
Baca informasi dengan cermat
Belilah Antibiotik hanya dengan resep dokter

Masih terlihat jelas dalam ingatan, sosok itu berlari menembus kegelapan malam. Hanya ditemani suara malam. Hewan-hewan yang entah, dan gemeretak batang bambu atau pergesekan daun yang dihembus angin. Suara yang entah mana sering disebut oleh warga sekitar sebagai suara kunti. Wallahu’alam. Suara tapak-tapak kaki bergerak dengan cepat. Menuju sebuah rumah gubuk. “Ada anak kecil yang step!” Begitu jelas seorang kawan menjelaskan, awalnya. Langkah kakinya semakin dipercepat. Suara tangisan terdengar makin jelas. Asalnya dari dalam gubuk.

Saat masuk ke dalam gubuk tersebut, sosok itu langsung menempelkan tangannya ke dahi sang anak. Benar, panas tinggi. Tangisannya kadang terhenti hanya untuk menggeremetakkan gigi. “Ada apa aja?” Kawan-kawan satu profesi segera memeriksa persediaan obat. “Hanya parasetamol!” Harus berpikir cepat. Tak lama, diambilnya satu parasetamol lalu membaginya menjadi empat bagian. Seperempat bagian langsung digerus dengan cara menggunakan dua sendok. Tidak ada mortar. Setelah jadi bubuk halus, langsung dilarutkan dengan air. Kalau ada madu bisa ditambahkan, tetapi di desa terpencil segalanya terbatas. Obat tersebut langsung diminumkan pada sang anak. Paling tidak ini pertolongan pertama agar panasnya bisa turun. Bismillah.

Continue reading “Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat”